Semua terencana begitu menyenangkan, berjalan begitu indah, dan terjadi begitu sempurna. Menikah dengan orang yang dicinta, memiliki sepasang anak sehat dan lincah, serta pekerjaan yang luar biasa.
Tak diduga sebuah kabar buruk datang dari bibirmu. Dan, dengan mencoba tegar aku berkata, “Aku pasti bisa menghadapinya!” Namun kenyataannya, semua jauh dari sempurna, bahkan terlalu jauh dari bayanganku tentang pernikahan.
Ya Tuhan …. Mampukah aku mempertahankan janji suci ini? Sanggupkah aku menjadi istri dan ibu yang hebat bagi mereka? Meski sudah kusadari benar, this is the meaning of marriage.
Rating asli 4.5 Cukup menggambarkan konflik rumah tangga sih Building konfliknya juga bikin gue kebawa banget sampe meneteskan air mata nih :'''') Berasa nyata banget ceritanya 😂😂 Trus suka banget sama penyelesaian dan keputusan tokohnya Penulisannya juga enak dibaca, bikin betah gitu deh Tapiii, ini bisnisnya Martin jadi gimana? Kesannya jadi kayak kelupaan dibahas gitu loh baik sama tokohnya dan tentu Mbak Christina sebdiri, jadi yaaa sayang aja karena gue masih penasaran 😂😂 Btw, versi ebook di iPusnasnya ga enak banget buat dibaca :( Harus highlight satu kata gtu buat nandain kita berenti di mana dan ga bisa ngintip halamannya nyisa brp lagi :( Tapi cukup bikin tegang sih, karena gatau ini masalahnya beres apa belum 😂
Saking deg-deg-annya ngikutin masalahnya, aku langsung baca endingnya 😂. Haha. Tetap enjoy dong. Aku suka gaya narasinya yang ga sok melankolis kepanjangan. Melankolisnya seporsinya aja waah itu susah banget. Cuma mungkin agak panjang di bagian selingkuh ya hehe, tapi wajar sama konteksnya.dari judulnya aku udah bisa nebak kok isinya apa, jadi ya enjoybanget bacanya. Keren, aku mewek mulu haha.
Sebuah pernikahan adalah awal dari hidup baru, katanya. Memang, sih ada benarnya juga. Setelah pernikahan banyak hal yang akan terasa baru, baik tanggungjawabnya, maupun masalah-masalah yang muncul di dalamnya. Apalagi, jika sudah hadir buah hati yang mulai tumbuh dari bayi dan semakin dewasa. Permasalahan dari dua orang saja, akan bisa berlipat ganda. Dan, dalam sebuah pernikahan, semakin hari permasalahan semakin beragam. Inilah yang membuat sebuah biduk rumah tangga seperti kapal yang tertiup angin di tengah laut. Seberapa kuat kapal dan seberapa hebat nahkoda dan para awaknya mempertahankan kapalnya untuk tetap tegak berdiri mengarungi lautan, menjadi satu-satunya cara untuk menjawab akhir dari kisah mereka. “Babe, kita, kan nggak pernah tahu apa yang ada di depan kita. Semuanya masih misteri. Kalau kita mau tahu, kita harus melewatinya dulu. Kamu tahu, kan maksudku?” – Martin – hlm. 340
“Trust me, Babe. Awan hitam nggak selalu diam di tempat. Semua akan segera berlalu.” – Martin – hlm. 340
Sama seperti hubungan July dan Martin. Bermula dari Martin yang terkena PHK, kemudian Martin yang tak kunjung mendapat pekerjaan, dan kepanikan July tentang bagaimana masa depan keluarganya, membuat sebuah perubahan besar untuk keluarga mereka. Perlahan, Martin berubah, dia bukan lagi Martin yang dulu, bukan lagi suami yang manis ataupun ayah yang begitu perhatian dengan kedua buah hati mereka. Martin lebih terkesan nggak mau tahu tentang anak-anaknya, tak lagi lembut, kadang bahkan terasa sangat kasar, dan tak lagi jadi suami yang manis untuk July. July merasa, dia tak lagi bisa mengandalkan suaminya. Dia harus kembali bekerja dan membantu Martin untuk mempertahankan ekonomi keluarganya. Setelah mengajukan CV ke beberapa perusahaan, July mendapatkan pekerjaan. Dan pekerjaan itu─sepertinya─dia dapatkan karena dia mengenal bosnya tersebut. Vincent, itu nama bosnya, sekaligus mantan kekasihnya. Dari awal, Martin sudah melarang July untuk bekerja. Bahkan, Martin marah besar saat tahu istrinya mendapatkan panggilan wawancara. Dan saat tahu siapa bos July, Martin makin marah. Dia minta July resign. July mulai bimbang. Satu sisi dia sangat membutuhkan pekerjaan itu, satu sisi dia juga nggak mau terus berada di dekat Vincent karena Martin nggak menyukai itu dan diam-diam July menyadari, Vincent mulai mendekatinya lagi, bahkan dia terus terang masih menyayangi July. “Hati itu nggak pernah salah. Mungkin awalnya akan terlihat salah. You will feel bad about it. Tapi, semakin kamu menjalaninya, trust me, that’s the best decision you’ve ever made.” – Paula – hlm. 269
Karena nasehat Paula, July akhirnya resign. Namun, sebuah kenyataannya membuat dia tertohok dan memutuskan keluar dari rumah bersama anak-anaknya dan meninggalkan Martin. Yep, Martin selingkuh. July melihatnya sendiri suaminya sedang bersama seorang wanita dan mereka terlihat begitu mesra. Berhari-hari July terpuruk. Sampai-sampai kakaknya lah yang mengurus Ernest dan Emilia. Dia juga enggan bertemu Martin, dan malah memakinya tak karuan dan mengusirnya dari rumah kakaknya saat Martin mencoba menemuinya. Namun, kata-kata Ernest membuat July berfikir, apakah dia harus terus seperti itu? Tapi, July tak bisa membuang bayangan Martin dengan perempuan itu. Hatinya teramat sakit, sampai-sampai untuk memaafkannya saja dia tak mampu. “Karena, July Bernandeth.. mau nggak mau kamu harus belajar dari anak berusia 8 tahun. Percaya atau nggak, itu adalah suara Tuhan yang berbicara melalui anak kamu, lho…” – Jeni – hlm. 251
Lalu, bagaimana rumah tangga mereka? Apakah July akan jadi wanita egois dan berpisah dengan Martin? Mungkinkah Vincent benar-benar kembali dihidup July karena dia teramat mencintai wanita ini dan bersedia menjadi tempat curhat July saat July terpuruk? “….Sayang itu nggak pernah bisa hilang meskipun kita udah berusaha untuk menghapusnya. Tapi, Mami dan Papi sedang ada masalah yang harus diberesin. Untuk sementara lebih baik berpisah dulu…” – July – hlm. 242
Memang ya yang namanya rumah tangga itu gk selalu berjalan mulus, seperti yang ada di cerita ini. Awalnya pernikahan July dan Martin berjalan mulus dengan 2 anak lelaki dan perempuan.
Awal masalah keretakan rumah tangga meraka karena Martin di PHK. Well ini yg agak bikin runyam memang. Namanya PHK mah pasti kan, hanya saja entah kenapa keluarga ini agak terlaku mendramatisir keadaan. Situasinya mereka masih punya uang pesangon dan jg simpanan. Gk miskin2 bangetlah. Yang bikin gue agak kesel ya udah tau Martin nya di PHK, berbulan-bulan belum dapet kerjaan baru, tapi gaya hidup mereka gk berubah.
Dalam artian ya mereka masih punya mobil 2, kenapa gk dijual aja (walau akhirnya dijual jg sih pas akhirnya) Anaknya bisa disekolahin di sekolah yang lebih murah, July nya sendiri masih bisa creambath ke salon dan segala macem. Intinya ya, walau Martin di PHK ya mereka gk akan kekurangan jg kalau saja bisa ngubah gaya hidup lebih hemat lagi.
Oke gue tau ini cuma di dalam cerita, gue sendiri jg belum berumah tangga jd ya gk giti ngerti. Hanya aja yg gue deskripsikan barusan ya memang benar apa adanya, terlalu lebay gitu.
Untuk cerita gue suka dengan tutur kalimatnya, enak dibaca dan bikin mau terus baca ini.
3 bintang dari aku. Ceritanya manis. Idenya juga bagus. Menurutku gaya penulisan mbak Tina udah bagus banget. Tapi somehow aku kok masih ngerasa novel ini kurang hidup ya?
Novel ini pake sudut pandang orang pertama, tapi dialog dan narasinya rasanya kok lempeng aja ya? Kurang hidup menurutku. Padahal kalo pake sudut pandang orang pertama, aku selalu ngerasa kalo narasinya bakal lebih hidup dan terkesan nyata. Tapi aku nggak bisa nemuin itu di novel ini. Lempeng aja gitu. Maaf ya, mbak Tina.
Typo juga masih banyak. Bahkan untuk kata-kata berbahasa inggris pun ada yang typo ~_~
g kerasa waktu udah baca n trnyata udh hampir slsai aja. disini keliatan bgt klo hidup itu g aa yg namanya happily ever after.. there will be always a begining and ending of something but we have to take lesson from anything happen and make better in the future....
dan pernikahan itu bukan akhir segalanya namun awal n bertahun tahun menikah belum tentu semuanya bkalan bisa berjapan lancar sebelum mereka benar2 di uji...
banyak pelajaran juga dari buku ini... Loveee this book so much... ;)
cant take my eyes off of it, this book was so inspiring, taught me a lot of things; love, relationship, being mom, being wife, being woman, and life. i cried a lot when i was reading this book, i love how july face the problems, and i love the way how her gank and her sisters support her. great job, Christina Juzwar, love your book. soo recommended
Memang seperti ini yang namanya rumah tangga, bukan? Riuh, ramai dan menggemaskan! Dan tidak selamanya yang namanya pernikahan adalah akhir dari segalanya, dan ketika kalimat 'happily ever after' muncul, bukan berarti kehidupan dua tokoh utama berakhir bahagia untuk selama-lamanya, karena... yang namanya masalah pasti saja ada. Namanya juga hidup. :P *wink*
Dari judulnya aja sudah cukup jelas kalau yang namanya pernikahan dengan segala perniknya yang pasti ada aja cobaannya apalagi soal paling mendasar finansial keluarga... dan kesetiaan menghadapi setiap masalah bersama diuji. Fenomena yang banyak terjadi~
Jika dongeng mengatakan, "dan mereka hidup bahagia selama-lamanya." setelah tokoh cantik-tampan saling jatuh cinta, maka mereka lupa memberitahu bahwa ada banyak hal yang harus dihadapi dalam pernikahan. Membaca ini memberi gambaran bagaimana kehidupan pernikahan yang sebenarnya.