Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinta.

Rate this book
Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?

Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?

Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara.

324 pages, Paperback

First published September 1, 2013

80 people are currently reading
851 people want to read

About the author

Bernard Batubara

26 books818 followers
I am a best selling writer of 19 books.

They are "Angsa-Angsa Ketapang" (2010), "Radio Galau FM" (2011), "Kata Hati" (2012), "Milana" (2013), "Cinta." (2013), "Surat untuk Ruth" (2014), "Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri" (2014), "Jika Aku Milikmu" (2016), "Metafora Padma" (2016), "Elegi Rinaldo" (2017), "Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran" (2017), "Luka Dalam Bara" (2017), "Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan" (2017), "Asal Kau Bahagia" (2017), "Espresso" (2019), "Tentang Menulis" (2019), "Residu" (2019), "Batu Manikam" (2020), and "Banse Firius" (2020).

My short story “Goa Maria” appeared in the bilingual anthology of Indonesian writing Through Darkness to Light (Ubud Writers and Readers Festival 2013 & Hivos).

I provide editorial and copywriting services, for commercial and literary purposes. I accept prose, poetry, and nonfiction story.

Contact me through the information below.

Whatsapp: +6287839894689
Twitter & Instagram: @benzbara_

benzbara89@gmail.com
www.bisikanbusuk.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
201 (23%)
4 stars
224 (26%)
3 stars
292 (34%)
2 stars
101 (11%)
1 star
30 (3%)
Displaying 1 - 30 of 118 reviews
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
April 23, 2014
Kau tahu apa yang lebih menyakitkan daripada sebuah kehilangan? Menyangka bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi, tetapi akhirnya tiba-tiba saja itu terjadi padamu. (Hal. 11)


Hmmm… Cinta. Eits, bacanya: cinta dengan titik. Judul yang catchy buat gue. Pernah ga sih kepikiran gini: iya juga tuh. Kenapa sih cinta ga bisa sederhana aja? Misalnya, ada dua orang saling mencintai, lalu hidup bahagia selamanya kayak di cerita-cerita dongeng? Kenapa sih gitu aja belum cukup? Well, dalam hidup memang banyak ’kenapa’ yang biasanya sulit dimengerti.

Jadi gini. Gue mau tanya sama kalian. Siapa sih yang ga sebel sama cowok plin-plan dan ga mau rugi? Pengennya mencintai dua perempuan secara bersamaan dan memilikinya pula. Bukan, itu bukan mantan lo. Itulah Demas.

Terus ada lagi cewek, namanya Nessa. Seketika menjadi bodoh karena cinta. Dia membenci ibunya yang pergi meninggalkan ia dan ayahnya demi laki-laki lain. Katanya, karena cinta. Cinta itu membutakan. Itu benar. Dan Nessa sesungguhnya tengah menjelma menjadi seseorang yang dirinya benci.


Dimas dan Nessa secara ga sengaja bertemu di sebuah pesawat.
Kedekatan di antara mereka terjalin begitu saja sampai tanpa mereka sadari ternyata keduanya sudah mulai saling menyayangi. Namun baru saja mimpi indah tersulam (gile, bahasa gue canggih amat) Nessa harus bangun menghadapi kenyataan bahwa Demas ternyata sudah bertunangan dengan perempuan lain. Ya iyalah perempuan. Mosok sama lekong sih, Cyiiin. Sampai di sini, gue kesel banget sama Demas. Rasanya pengen masuk ke buku terus ngelabrak Demas, sambil ngomong,

“Eh gilak ya, udah punya tunangan masih aja nyosor cewek lain!”

*adegan selanjutnya ga perlu dideskripsikan karena mengandung unsur kekerasan, huehehe*

Awalnya, Nessa kaget dan marah mendengar pengakuan Demas bahwa sebenarnya dia sudah punya pacar (namanya juga cewek waras, ya marah lah!). Ya tapi karena udah cinta banget sama Demas, Nessa ini kekeuh dan manut aja dijadikan kekasih gelap lah istilahnya. Aduh, kesel juga sama karakter cewek kayak gini. Hodob tea. Padahal Nessa benci banget sama ibunya lantaran ibunya selingkuh juga, eeehhh dia sendiri jadi selingkuhan. Ya apalah namanya cewek kayak gini.

Udah gitu, pas lagi galau, Nessa datengnya ke Endru. Yailah, ga mau rugi amat mbak. Eh tapi gue juga pernah kayak gitu sih. Hahahaha! *selfkeplak*

Nah, gue belom cerita ya siapa si Endru ini. Endru adalah cowok yang dijodohin bokapnya Nessa karena bokapnya khawatir sejak kasus ibunya, Nessa ga terlihat deket sama cowok lagi. Maka, disusunlah perjodohan tsb yang mana sebenernya Endru juga terpaksa ngejalanin perjodohan itu. Endru ini cowok flamboyan ternyata. Si Nessa ini kalo lagi marah sama Demas, larinya ke Endru. Kalo lagi baik sama Demas, Endru disingkirin. Ah, wanita…

Waktu berjalan, Nessa akhirnya sadar bahwa ia ga bisa terus-terusan kayak gini. Ga bisa terus-terusan jadi simpenan. Ia butuh kejelasan dari Demas untuk memutuskan segera siapa yang akan dipilihnya. Nessa atau tunangannya. Tapi, again and again, namanya cinta mah, disakitin kayak apa juga bakal tetep stay. Tul gak? Nah, Nessa ini juga gitu. Biar kata Nessa udah mengultimatum Demas buat memutuskan, pada akhirnya dia ngalah juga waktu Demas bilang dia butuh waktu buat mutusin Ivon, tunangannya. Maka, Nessa menunggu dan menunggu tapi Demas tak kunjung juga memberikan keputusan. Nessa merasa dipermainkan, Saudara-saudara!!! *hemmm ke mana aja, Buuu?*

Satu hal paling percuma yang dilakukan manusia adalah mencoba berlari dari kenangannya sendiri. (Hal. 73)


Akhirnya, atas saran sahabatnya, Bian, Nessa memutuskan buat pisah sama Demas. Apapun alasannya, Nessa ga peduli. Ia teringat gimana bencinya ia pada ibunya dan gimana posisinya sekarang. Persis. Nessa ga beda jauh dengan ibunya. Tapi Nessa ga bilang,

“Aku kotor, mas… Aku kotor…”

Tentu saja tidak.

Lalu, apakah yang akan terjadi di kehidupan Nessa setelahnya? Bagaimana cerita ini akan berakhir? Nessa dengan Endru atau Nessa dengan Demas? Hmmm, bacanya biasa aja kaliii jangan kayak presenter infotemen jugak :-P

Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai. Tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain. jauh dari yang tak akan kembali. Jauh dari yang tak akan terjadi. (Hal. 154)


Buku yang gue baca ini, kalau ga salah, adalah buku kelima Bara. Sebeleumnya gue belum pernah baca karya-karya Bara, selain cerpen dan beberapa tweet-tweet puitisnya. Anyway, hahahaha, kalau kalian baca review gue sedikit terkesan nyinyir dan emosi, ya emang. Gue emosi sama segala bentuk cerita yang bertemakan pengkhianatan. Apalagi kalau pengkhianatan itu ditujukan sama orang yang baiiikkk banget. Aih, neraka terbawahnya, Mas, Mbak, silakan… Masih anget lho…

Yang gue tangkep, setting tempat berada di Jogja, tapi gue ngerasa Mas Bara kurang eksplor soal Jogja. Hm, mungkin karena penulis pikir sudah banyak orang yang tahu soal Jogja kali yah? Deskripsi yang ditulis juga menurut gue lumayan jelas dan ga mbingungi.

Bergeser ke gaya penulisan ya sekarang. Penulis menulis (YAIYALAH) ceritanya dengan bahasa yang baku sekali. Ya amplop. Kayak lagi baca cerita terjemahan. Tapi menurut gue justru hal ini yang bikin buku ini terlihat dewasa dan berkelas. Ciyus! Baku, tapi ga kaku. Eh, kaku sih sedikit.Tapi ga masalah buat gue yang hidupnya selalu terbiasa serius. *opooo tho mbakyuuu* *benerin kacamata*

Belum lagi, lumayan banyak sajak romantis sadis mengiris dan puisi karya Pablo Neruda. Ah ciyusan, lo pasti tau kan siapa itu Neruda? Neruda adalah salah satu mantan pacar gue. Ini jelas ngaco.

*setelah gugling*

Oke, jadi Neruda adalah seorang penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun. Karyanya yang paling mendunia adalah kumpulan puisi berjudul “100 Soneta Cinta” – source: Wikipedia Dan mengenai Haiku ini, gue pribadi ga terlalu suka :-P

Clear ya? Jangan ada jebret di antara kita pokoknya. *lu kata komentator bola?!*

Perbandingan antara dialog dan deskripsinya cukup seimbang, menurut gue. Gaya khas Benzbara lah kalau ada kata-kata puitis di dalamnya. Tapi ga usah takut mabok kata-kata puitis. Proporsi puisi dan narasi cukup seimbang. Dan yang penting juga: gak cheesy. Tapi juga ga bikin dahi mengernyit. Indah aja gitu pokoknya, hehehe… Gue paling suka sama sajak di halaman 107, “Pada Paragraf yang Begitu Singkat”. Gokil! Ini sajak yang keren banget!!!

pada paragraf yang begitu singkat, kau sempat menulis bekas luka. di sana kau dan aku dahulu dengan tabah menyusun huruf demi huruf sambil belajar membuat narasi yang bahagia. padahal akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata terlalu lemah untuk patuh kepada air matamu. tak ada jeda untuk kau tinggal di sini. biarkan aku membiarkanmu pergi

pada paragraf yang begitu singkat ada ingatan yang berkarat. di sana kau dan aku terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu. sedangkan cintamu telah luput di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh di tanda tanya terjauh. tak ada celah untukku pergi dari sini. biarkan aku membiarkanmu kembali


Bagi kalian yang baca, tetap akan merasa baca novel kok. Bukan baca kumpulan puisi. Ini jadi poin plus yang membedakan dengan novel roman yang lain. Terus, mengenai huruf dan typo, hmmm, gue rasa ga ada masalah yang terlalu berarti yah. Gue bukan proofreader dalam hal ini, jadi ga mau komen soal seberapa banyak typonya. #eaaa

Selain poin plus yang gue sebut di atas, novel ini pun mempunyai hal-hal yang lumrah ada pada novel roman pada umumnya. Yaitu potongan lirik sebuah lagu, sajak di bagian belakang cover –yang gue jamin orang yang ga romantis pasti eneg bacanya– (dear penerbit, ga ada ide lain apa?) dan ending yang –sayangnya– bisa dengan mudah tertebak. Emang ya, bikin cerita cinta itu susah susah gampang. Enakan langsung dipraktekin aja. *lho* Actually, ini buku Benzbara pertama yang gue baca. So far, gue sih ga kapok ya baca karya-karya Akang Bara yang lainnya *kedip-kedip najong* this is a good beginning.

Di buku ini, gue dapet satu informasi penting soal sajak, yaitu haiku. Apa itu haiku? Haiku adalah haimu. #MencobaBikinPeribahasaBaruTapiGagalJadinyaGituDeh

Oke. Serius dong. Katanya tadi seriooooosssss.

Jadi, Haiku (俳句?) adalah sejenis puisi Jepang, revisi akhir abad ke-19 oleh Masaoka Shiki dari jenis puisi hokku (発句?) yang lebih tua. Hokku tradisional terdiri dari 5, 7, dan 5 kata – source Wikipedia

Enaknya juga, setiap sajak atau puisi di dalam buku ini ditulis dalam sebuah box berwarna kelabu, memudahkan pembaca yang ingin mengulang baca sajak-sajaknya saja.

Last but not least, soal cover. Hm, gausah ditanya lah ya bagus apa gak. Simple but elegant, mungkin konsep dari cover buku ini. Juga konsep dari judul novel ini. Siapapun yang melihat wujud buku ini di rak toko buku, niscaya bakal nengok dua kali dan ngintip isi buku ini. Semacam punya magnet. Mengingat penerbit buku ini masih sodaraan sama penerbit sebelah yang terkenal selalu punya cover bagus. Tapi harus diingat, pembaca pengennya ga cuma cover doang yang bagus, isinya juga harus dipikirin.

Udah ya, kepanjangan gue reviewnya. Semoga visitor yang lagi berwisata di event #virtualbooktour bisa jatuh cinta sama gue menikmati isi blog ini dengan nikmat. *kagak epektip bener bahasa lu, selp*

Akhir kata, gue kasih 3,5 bintang buat keseluruhan buku ini. Tadinya mau kasih 4 loh, tapi karena endingnya bisa ketebak (ah, Mas Bara mungkin bisa loh ambil kisah real punyaku buat dijadiin tulisan. Soalnya suram banget, Mas) *iyoooh sel… iyooohh* akhirnya 3,5 is enough.



Salam ketjup mandja,


@selebvi




NB: Meskipun di awal gue terlihat kesel sama ketidaktegasan Demas, tapi diam-diam gue suka Demas secara deskripsi fisik yang diberikan penulis. Gondrong dan kacamataan. Ya Allah, pesen satu, boleh ndak? Tapi biar gimanapun, gue sih lebih suka sama karakter Endru. Baik aja gitu. Hehe….. #TeamEndru


NBB: Gue begadang sampai jam dua pagi buat nulis review ini bok! 5 kali revisi dan menghabiskan 2 hari. Hahahaha… Maklum wiken :-P Jadi, kalo ada kata-kata yang ga enak, mohon maaf, mungkin lagi siwer. Thanks to Bukune yang sudah memberikan kesempatan buat saya ikutan event #virtualbooktour ^.^
Profile Image for Silvia Natari.
71 reviews
November 24, 2013
Well yeah, I'm done with this kinda boring books! Why? Maybe, because my high expectation didn't same with the story. Huh.

Kalau belum baca, dan cuma baca sinopsis dari novel ini, pasti mikirnya "novelnya pasti keren nih, cinta galau banget deh kayanya ceritanya" Well, tapi kalau harus jujur "I'll said it big NO" Sorry, for that. Tapi, bukan berarti novel ini, tidak keren. Karena saya tetap apresiasi karena penulis sangat pandai dalam merangkai kata-kata namun tidak dalam penuturan ide cerita. Yang terasa sangat kosong, ringan banget, konfliknya jalan ditempat. Dan, satu dari sekian lumayan banyak, saya menemukan beberapa hal yang 'ganjil' dalam novel ini. I don't know why, tapi itu sangat mengganggu.

Hal ganjil itu bakal saya uraikan :
1. Pada bagian 4 Malam di Ngarsopuro, halaman 83. 'Nessa baru kali pertama ke Solo.' Sedangkan pada halaman 87 'Nessa sangat menyukai tempat ini. Ia tidak pernah membayangkan, di Solo ada tempat sepeti ini. Beberapa kali perjalanan ke Solo sebelum ini pun ia belum pernah ke tempat ini.' Terdapat ke tidak selarasan bukan?

2. Bagian 5 Fiksi. Halaman 108. Disini ceritanya, Nessa lagi asik nongkrong di gerai kopi di Ambarrukmo Plaza, hingga tiba-tiba Endru-calon suami yang dijodohkan ayahnya- datang. Kedatangan Endru membuat Nessa merasa terganggu dan terjadi pertengkaran kecil diantara mereka. Hingga akhirnya Endru pergi. Lalu, tiba-tiba Bian-sahabatnya muncul, ngajakin Nessa untuk cari tas. Tapi Nessa menolak. Dan tiba-tiba,Nessa udah berada di salah satu toko buku, dan tiba-tiba Endru muncul kembali-tanpa perasaan bersalah atas kejadian yang rasanya baru aja terjadi. Pertengkaran mereka di gerai kopi.

3. Bagian 7 Bloknot dan Sebait puisi. Halaman 144. 'Kali terakhir Nessa dekat dengan seorang laki-laki adalah dua tahun lalu, tepat sebelum peristiwa perceraian ayah dan ibunya.' .....
'Di usia yang sudah tujuh puluh tahun ....(ayah Nessa)" Berarti bisa kita simpulkan, kalau ayah Nessa kira0kira berumur 68tahun saat bercerai dengan ibunya. Yang menimbulkan pertanyaan di benak saya "How it could be?" "Apakah jarak umur ibu dan ayah Nessa terpaut jauh sekitar 20 tahunan? Karena aneh aja kalau, Ibu Nessa berumur kita 60an saja lah, dan mereka cerai karena alasan 'orang ketiga' "Apa ada yang mau selingkuh sama ibu-ibu yang bahkan udah cocok menyandang gelar 'nenek' itu?

OK. Enough. Karena saya percaya, perjalanan baca buku itu, sebenarnya, mencari somethinge yang ngena dan membekas, yang gak mudah dilupakan. Dan, kekeliruan atau mungkin hanya bebrapa ketidakselarasan menurut saya itu, mungkin salah satu yang bakal mengingatkan saya bahwa 'I've read this book! Already:) Saya sama sekali enggak nge-judge penulis atau editor novel ini yaa:) I must thanks to they, for this one:)

Nobody's perfect. Yeah, but much thanks to bang Bernard, for every sweet piece of sentences in this book. Really, cool and upbreaker heart!

"Menahan air mata yang perlahan keluar. Tangisnya ia tahan sebisa mungkin,agar tidak pecah. Biarlah ia berserakan hanya didalam hati, tidak perlu terlihat hingga luar" One of like to me, maybe because I'm not feeling good too while read it like Nessa's feeling maybe. Wanna cry? Yeah.
Profile Image for Linda♥.
349 reviews
September 15, 2013
NB: Ini bukan review. Kalau ingin membaca reviewnya, silahkan langsung kabur ke sini: link. Dibawah ini hanya berisi hal-hal random, ada juga sedikit tentang cinta, tentu saja. Tapi jangan harap di sini ada statusisasi. *eh*

RANDOM 1
Saat aku lagi santai blogwalking dengan kaki naik ke atas kursi, tiba-tiba mama masuk ke kamar teriak: “KAKAAAK, SAMPAHMU DATANG” sambil ngacungin paket dari Bukune. #SumpahIniBukanMauPamer

Siapa saja, tolong jangan tersinggung, terutama sang penerbit, sang penulis, dan para pecinta buku. Iya, kata ‘sampah’ tadi. Perlu diingat, mamaku suka bercanda, dan kadang bercandanya berlebihan. Tapi dia nggak jahat kok, malah asyik diajak ngobrol. x) Kata ‘sampah’ itu tadi artinya memang buku. Iya, sebulan bisa lebih dari tiga paket berisi buku yang datang ke rumah, kebanyakan sih beli sendiri, bukan dikasih (meskipun berharap lebih banyak dapet gratisan *mental pecinta-buku-nggak-modal*), dan gara-gara itu mama jadi kesel.

Gimana nggak kesel kalau anak perempuan pertamanya lebih milih ngumpulin buku daripada baju baru (pernak-pernik baru, jumpsuit baru, jeans baru, sepatu baru, tas baru, pacar baru *eh)? Setiap masuk kamar yang ada cuman wangi buku-buku beserta wangi kamar mandi. Dan sampai sekarang aku nggak bisa jawab kalau ada yang nanya kenapa harus diganti dengan nama ‘sampah’. Mungkin jawaban yang paling mendekati hanya kekesalan mama. -_-

Tapi entah karena kejedot tiang atau mungkin mama kena jampi-jampi (oh, jangan, please), tiba-tiba mama tetep stay di kamarku setelah ngasih paket tadi, duduk di tepi kasur.

Mama: kenapa paketnya nggak dibuka?
Aku: Eh? Kalau mama mau lihat paketnya, ya lihat aja.
Mama: males ah. Kamu aja yang buka paketnya.
Aku: -__-

Aku pun akhirnya membuka paket tadi, isinya udah bisa ditebak dong ya, buku Cinta.-nya Mas Bara. Anehnya lagi, mama langsung ambil tuh buku dan baca beberapa halaman yang secara random beliau buka. Daripada aku membenturkan kepala ke dinding tetangga sebelah dan teriak apa-yang-merasuki-mamaku, aku lebih memilih lanjut blogwalking. Diam-diam garuk kepala yang nggak gatal.

Beberapa saat kemudian mama meletakkan buku Cinta. di samping laptopku, lalu keluar dari kamar. Aku pun akhirnya lega karena mama kembali seperti sedia kala. (?)

Namun, nggak lama kemudian mama masuk lagi ke kamarku, mengambil buku Cinta. tadi, lalu kembali duduk di tepi kasur.

Mama: (membaca salah satu kalimat di belakang buku) Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati? Bener banget.

Aku otomatis menghentikan kesibukan blogwalking dan mulai merhatiin mama. Aku sambil garuk-garuk kepala sambil pasang tampang khawatir tentunya.

Aku: mama kenapa sih? Aneh banget..

Lalu, tanpa diduga, tersibaklah kisah cinta mama. Dari jaman ia SMA sampai bekerja dan bertemu papa. Aku? Tidak melanjutkan menggaruk kepala yang memang belum dikeramas dan menikmati setiap detil cerita yang disampaikan mama. Kalau saja aku cerdas memilih kata-kata, telaten serta sabar dalam menyusun setiap cerita, dan mempunyai banyak waktu luang untuk menulis paling tidak 100-200 halaman sebuah kisah, aku pasti sudah menulis kisah yang dipaparkan mamaku.

Sayangnya aku nggak bisa. :(

Lalu, sebagai balasan atas apa yang dikisahkan mama, apa aku juga gantian curhat ke mama? Unfortunately and absolutely no. Entah kenapa aku anti banget curhat ke siapa saja tentang masalah hati. I mean, iya, aku cerita ke mereka, tapi garis besarnya saja. Tentang apa yang bener-bener aku rasain nggak pernah deh aku berani cerita. Rasanya aneh cerita sama makhluk yang hidup, enakan cerita sama benda mati. *eh*

Whatever lah. Yang jelas aku senang, karena buku ini adalah buku pertama yang membuat aku dan mama diskusi banyak tentang isi sebuah buku.

RANDOM 2
“…Ya, begitulah, saya cinta nyanyi. Walau suara saya nggak cinta sama saya. Cinta sejati, kan, begitu ya, neng? Walau yang cinta cuma di satu sisi, tetap saja setia.” (hlm 10)

Ini kalimat yang dikatakan oleh supir taksi yang mengantar Nessa ke bandara. This sentences bothered me. Cinta yang cuma di satu sisi ituloh. Ya ampuun, nyakitin banget. Sesetianya kita cinta sama seseorang, kalau terus-menerus cinta di satu sisi ya lama-lama bisa gila juga.

RANDOM 3
“Hati-hati kalau keseringan bercanda. Nanti tidak ada yang menyeriusimu.” (hlm 58)

Mungkinkah memang demikian? Apa mungkin dia selalu mengira aku keseringan bercanda, hingga ia menutupi mata, telinga, dan hati agar dia tak mendeteksi sedikit pun keseriusan yang ada pada diriku? Mungkinkah dia takut aku jadikan permainan? Well.. still wondering the answers.

RANDOM 4
Haruskah genap untuk menjadi lengkap?
Mengapa ganjil tidak bisa memenuhi?
(hlm 98)


Karena manusia itu manusia sosial. Nggak bisa hidup sendiri. Paling tidak butuh seseorang untuk menggenapi. Kalau di akhirat lain urusan. Nggak ada rasa membutuhkan orang lain untuk menemani, karena kita memang nantinya akan memikirkan diri sendiri. Yang ada cuman rasa untuk segera cepat-cepat masuk ke surga, nggak singgah lagi ke neraka. Yang penting hidup enak selamanya..

Ini IMO doang. Kalau yang nulis adalah ‘aku’, nggak usah dianggap serius. Udah baca random ke-3 kan? Aku keseringan bercanda. ._.

Yaudah gitu aja sih. See? Ini bukan review. Cuman asal ngomong doang. Ngapain juga dibaca huahahaha. xD
Profile Image for Imroatul Azizah.
9 reviews7 followers
September 7, 2013
Bernard Batubara adalah salah satu penulis favorit saya. #CintaDenganTitik adalah sebuah deduksi dimana seorang manusia (sebenarnya) selalu dihadapkan dengan kemungkinan-kemungkinan, manis-pahit. Sebab tak selamanya, dan tak semuanya, kisah cinta berjalan dengan manis. Ada juga kisah cinta yang pahit.
Titik adalah sebuah keyakinan tanpa ada pemikiran kembali dan keraguan didalamnyacinta kita, cukup kita berdua. Cukup hanya aku dan kamu. Tak perlu lagi ada orang ketiga.
Profile Image for Fitria.
23 reviews30 followers
October 20, 2013
Tadinya pengen kasi tiga bintang. tapi karena ada bagian yang sangat fatal jadinya dua bintang aja :)

Agak kecewa karena ada bagian yang kurang ditelitiin. coba cek di halaman 83 ada kalimat "Nessa baru kali pertama ke Solo". Namun ada paragraf di halaman 87 yang tertulis "Beberapa kali perjalanan ke Solo sebelum ini pun ia belum pernah ke tempat ini."

nah loooh?? fatal banget ini.

suka karena banyak puisi dan haiku...

covernya juga oke, love it!
Profile Image for Restu Prianti.
18 reviews8 followers
September 4, 2016
Alurnya aneh, loncat loncat, hingga saya sempet mengira alur ceritanya maju mundur.

Saya juga masih menemukan sedikit typo berupa kalimat tidak sempurna (Lupa halaman berapa).

Dan sebuah haiku yang diulang (hlm. 64 dan hal. 128) Di halaman 64 dikatakan bahwa Nessa menemukan haiku yang ditulis Demas itu tanpa sengaja. Tapi di halaman 128 diceritakan Demas menulisnya di hadapan Nessa secara langsung, dan Nessa mengatakan "Hai ini bagus", seolah baru pertama kali membaca haiku itu. Aneh jadinya :/

Tapi ya setidaknya saya terhibur dengan dimasukkannya puisi "Di Jarimu" di halaman 154. Super jleb :)

Btw ini buku kedua Bara yang saya baca setelah Milana, dan jujur saya lebih menikmati puisi puisi di blog Bara dibandingkan bukunya. Hehe..
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews31 followers
September 14, 2017
2 bintang untuk Bara!!

Adalah Nessa yang jatuh cinta pada Demas, lelaki yg juga jatuh cinta padanya, tapi sayangnya Demas sudah memiliki Ivon, sang tunangan. Pertemuan mereka di pesawat dari Pontianak -menghadiri acara kawinan Bian, sahabat Nessa- menuju Jogja. Temanya umum sih ya, tapi aku suka sama redaksi kata dalam buku ini. Puisi-puisinya juga bagus, sesuailah sama isi hati Nessa dan Demas yang sedang galau krn sedang menjalani kecurangan dalam cinta#tsaaahh.
Hanya saja, kalo cuma puisi yg bagus, tapi tidak didukung dg isi cerita yg oke, sayangnya ya akan berakhir seperti buku ini. Boring. Aku menghabiskan 4 hari menyelesaikan buku ini, padahal mood baca lagi seterong. Terbagi dg perasaan pengen cepat kelar tapi malas dibaca#nah loh. okee, ada beberapa yg bikin aku ilfil,
1. Saat di pesawat, scene Demas membangunkan Nessa yang tertidur, setelah terbangun, Nessa ngomong gini: Kalau reinkarnasi itu memang ada, saya ingin dilahirkan kembali sebagai senja." Aku langsung ngerasa "Nesaa ngigo ya? memang sih sebelumnya dia ada ngomong2 dikit ke Demas, tapi really? tujuannya ngomong kek gitu ke orang yg baru dikenal apa? syukur aja Demas nggak mikir "waahh dia galau. Jangan-jangan anak alay"😂
2. Kebetulan-kebetulan yg amazing dan yg paling nggak jelas saat: Ketemu Endru -cowok yg lagi gencar dijodohin oleh Ayah- di kafe, ngobrol bentar trus Endru cabut, eh trus Bian datang, ngajak belanja tas, tapi ditolak Nessa, eh trus abis itu Nessa ke tobuk, ketemu Endru lagi disitu. Mungkinnn, bang Bara pelan-pelan membangun chemistry antara Endru-Nessa, krn bisa jadi itu biar galau kerasa gitu. Apalagi, Endru ini digambarkan mavan tamvan, ala-ala eksmud gitulaah. Sayangnya, kata aku gagal sih, makanya aku ngerasa aneh tiba-tiba Endru bilang jatuh cinta sm Nessa, padahal dia lagi terlibat affair dg banyak wanita. Sedangkan chemistry yg coba dibangun, adalah saat Nessa galau utk hubungannya dg Demas dan mencurahkannya pada Endru*poor Endru jadi tempat sampah.
3. hal 83 dikatakan Nessa nggak pernah pergi ke Solo, tapi hal 87 dikatakan Nessa tapi belum pernah pergi ke tempat Demas membawanya. So, yg mana yg bener?
4. Demas yang demi Tuhan, plin plan nggak tegas. Betapa aku tak pernah menyukai karaktek laki kek begini.
5. Ivon jugaaaa. Dia ternyata punya affair dg pilot. Lalu kenapa masih kekeuh meminta Demas utk balikan lagi? akhirnya udah nggak sama Demas, dia serius dg pilot kan?
6. Nessa memutuskan utk memberi jarak pada hubungan mereka. Memberi spasi agar mereka yakin kemana hati berlabuh dan waktu yg menjawabnya-eeaaakkk- sayangnya, 6 bulan kecepatan kali yaa. Endingnya juga keburu-buru meski semuanya happy ending. Bahkan bang Endru pun mendapatkan pelabuhan hatinya. 😊
Profile Image for Aira Zakirah.
173 reviews8 followers
July 6, 2019
Coming to your way
High winds bringing the cold rain
I'm still here waiting. (Hal.302)

300 halaman lebih berhasil saya tamatkan sejak habis asar hingga pukul 9 malam, entah tepatnya lewat berapa. Sebenarnya sekitar dua tahun terakhir novel genre metropop; roman picisan seperti ini sudah menjadi buku yang tidak ingin saya baca, tapi karena kali ini saya mendapatkannya dari seseorang, yang sudah dibungkus rapi dan diberikan di kesempatan tak disangka-sangka, finally... tentu tidak tega jika saya membiarkannya hanya sebagai pajangan. Kebetulan juga timingnya pas, saya tidak punya buku lain yang bisa dibaca sebab buku ini satu-satunya yang sempat saya ambil dari meja saat terburu-buru ditarik ikut ke luar daerah. Tidak buruk amat ternyata, novel ini lumayan membuat emosi saya naik-turun. Meski konflik cerita sudah terlalu mainstream: cinta segitiga, perselingkuhan, orang ketiga dan ragam hal yang terlalu sering muncul dalam novel roman menjadikannya terkesan "b" aja, tetap saja saya menikmatinya. Tokoh-tokohnya entah kenapa semuanya membuat saya jengkel: Nessa yang cerdas ternyata logikanya tetap dipatahkan oleh (cinta; katanya), Demas yang (huhu, saya gemes sekalih, kenapa harus ada laki2 seperti dia) menghianati tunangannya, terkesan tidak begitu menghargai perasaan perempuan :') ditambah Endru dan... hm sudahlah, terlallu spoiler, wkwk

Bagi saya, nilai lebih dari karya benzbara ini tidak lain karena pembaca akan disuguhi dengan puisi-puisi dan haiku yang manis, ditambah lirik-lirik lagu yang duh... tambah memperkuat suasana sedih atau melankoli yang sedang berlangsung. Di lembaran2 terakhir pun saya mendapat potongan lirik Desembernya Efek Rumah Kaca, sukaaaaa.... *autonyanyi** dan lagi, Kerjaan Nessa sebagai penulis yang begitu mencintai karya Pablo Neruda menjadi daya tarik plus yang membuat saya terus saja membacanya hingga tuntas.

Terimakasih, novel ini berhasil menjadi pelarian saya, menjeda saya dari kenyataan yang terasa memuakkan. Betul, membaca slalu menjadi healing untuk saya, dan juga menulis hal-hal seperti ini, anggap juga bagian dari pelampiasan emosi sebab beberapa jam lalu saya habis meresapi perasaan sendiri dalam novel ini. Yeah, honestly saya pernah nyaris persis berada di posisi tidak mengenakkan Nessa atau pun Demas. Ok, saya mulai corcol, dan lebih baik selesaikan saja tulisan yang lebih menjurus unek-unek pribadi ini. Hahaha~
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books181 followers
March 9, 2015
Let's talk about love. Almost of the stories I've read was talked about Love.
Who doesn't know about Love.

Yeah, gue bulan ini menang arisan di Arisan Klub Buku Gagasmedia-Bukune. Kebetulan, gue punya klub buku bernama Orion Club--terdiri dari temen-temen sejomblo senasib gue, mhehehe. Dan klub buku gue keluar undian di periode bulan Oktober dan we're discuss about the newest Bernard Batubara's book. Kalau lo aktif di twitter, pasti tau dong @benzbara_ ini. Yup, Agustus lalu, novelnya baru aja terbit yang judulnya Cinta. (baca: cinta dengan titik.). I'm not his biggest fan, actually. Tapi sejak baca novelnya yang "Kata Hati", jadi lumayan suka deh sama gaya penulisannya. Terlepas dia yang memang terkenal as selebtweet in Twitterland. Kalau secara pribadi, gue agak telat ya kenal dia. Pas Kata Hati terbit pada heboh, gue malah belum tau dia siapa. Hahaha, gue emang anti mainstream ya #lha

***
Seseorang pernah berkata bahwa, ketika bahagia, kita mendengarkan musik dari sebuah lagu, tetapi ketika bersedih, kita mencermati liriknya.
--Malam di Ngarsopuro, halaman 76--
***

So, let's talk about the novel. Blurb-nya sih cukup ya bikin gue mewek duluan, mhehehe. Ngeliat antusiasme di Twitterland tentang novel ini, tergeraklah untuk baca novel ini.
Well, bagian awalnya lumayan lah ya. Smooth moves! Jadi inget kutipan yang ada di novel ini juga: A real gentlemen should make smooth moves.
Dan, Bernard Batubara is a real gentlemen, I thought. Hahaha.
Nessa, si perempuan yang tenggelam dalam dunianya sendiri--dunia penuh kata. Pertemuan pertamanya dengan Demas terjadi di pesawat dan dengan start yang awalnya membuat Nessa kecewa karena terkesan payah. Tapi, ternyata bukan dari "bagaimana cuaca hari ini?" yang dapat menggugah pintu hati Nessa yang sekian lama tertutup.
Demas mempunyai sesuatu yang dapat mengetuk pintu dunia Nessa.
Tapi, Demas sudah punya Ivon--tunangannya. Sedangkan Nessa, dijodohkan dengan Endru--anak sahabat ayahnya.

Jadi, bagaimana bisa mengatakan cinta kalau dalam konteks cinta bukan hanya ada aku dan kau? Tapi, ada dia, yang sudah ada lebih dahulu dibanding aku di sisimu.

Ceritanya mengalir, bikin gue terus dan terus baca walaupun lagi di dalam perjalanan. Nggak salah deh ya milih "Cinta." untuk jadi teman di dalam perjalanan. Walaupun pas ngediskusiin sama Orion Club, kita sempet bingung, ini ayahnya Nessa umurnya 70 something pas Nessa saat ini--20 something kayaknya. Berarti, orangtuanya Nessa itu nikahnya pas umurnya 50 tahun ya? Entahlah, agak janggal juga di sini. Selebihnya sih fine-fine aja.

Untuk penokohannya cukup menarik, Demas si gondrong penuh pesona, Endru si flamboyan namun menyimpan penuh luka akibat masalah yang sama dengan yang dialami Nessa, pengkhianatan namun beda tokoh, dan Nessa yang menyimpan luka dan menutup hati dari semua hal bernama "cinta" dan segala lukanya.

***
Sebab dua terkadang kurang, dan tiga adalah bencana.
--Fiksi, halaman 98--
***

Nessa punya sahabat baik bernama Bian yang awalnya menentang hubungannya dengan Demas. Dengan segala luka yang dimiliki Nessa, masihkah Nessa akan tetap memilih di samping Demas?
Endru pun begitu, dia yang awalnya cuek dengan perjodohan dan terkesan menolaknya, jadi merasakan sesuatu yang berbeda ketika Nessa menangis karena lelaki yang sudah punya pasangan. Konfliknya dibangun dengan cukup kuat walau diksi yang digunakan Bara cenderung lembut dan membius para pembacanya.

***
Ah, kebahagiaan hanya fiksi. Sebab apa yang aku rasakan sekarang hanyalah serpihan sakit hati.
--Fiksi, halaman 122--
***

Permasalahan pokok yang melatari berbagai permasalahan antar konfliknya cukup nyentil, apalagi gue sendiri juga mengalami hal yang sama: pengkhianatan. Bagaimana kondisi psikis kedua tokohnya dibalut dengan konflik yang hampir mirip dengan perbedaan tokoh pengkhianat ini. Melihat Nessa mencoba mengingkari perasaannya karena takut akan perasaan pengkhianatan itu.

Intinya, Cinta. memang nggak mengecewakan. Novel ini jadi bikin gue mikir sendiri, novel ini juga jadi refleksi, gimana takutnya gue dengan cinta dan pengkhianatan yang nggak terpisahkan. Dan buat anak-anak Orion Club yang mayoritas jomblo, novel ini cukup bikin kita mewek. Hahaha.

This book is really reccomended for you, terlepas dari nama penulis yang memang sudah familier dengan "galau stuff"-nya *halah*, buku ini juga nggak kehilangan bobotnya sebagai sebuah tulisan romance yang memang benar-benar mampu menyentuh pembacanya. Nama penulis memang tidak bisa menjamin apakah tulisannya selalu bagus atau nggak, so, jangan ngejudge selebtweet terlalu tinggi maupun terlalu rendah, guys! Udah banyak orang-orang yang kecewa sama penerbit yang menerbitkan tulisan selebtweet namun dengan kualitas yang zonk. Tapi percaya deh, Bara nggak semengecawakan itu dan dia benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai penulis--bukan hanya sebagai selebtweet!

Sampai ketemu di review selanjutnya!

Cheers, Jenny Thalia Faurine.
***
06-10-2013
16:03
Profile Image for Candra.
24 reviews
October 28, 2013
Judul: Cinta. (baca: cinta dengan titik)
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Bukune
Tebal: 314 halaman
Terbit: September 2013
Genre: Romance
ISBN: 602-220-109-8

Cinta dengan titik adalah novel kedua dari penulis muda, Bernard Batubara. Bara menunjukkan untuk menjadikan sesuatu di luar kebiasaan sesungguhnya sangat dekat dengan kebiasaan, cukup dengan pemilihan judul yaitu cinta yang ditambahkan titik. Titik itu sendiri menunjukkan keyakinan, tanpa adanya keraguan.

Khas fiksi bergenre romance, novel ini menghadirkan kisah cinta antara Nessa, Demas dan Endru. Untuk penokohan dan karakternya masing-masing, saya rasa cukup kuat. Menurut saya, sebagai penulis fiksi kali ini Bara berhasil menuntaskan risetnya mengenai perempuan. Dalam novelnya kali ini, ia terasa begitu mengerti mengenai perempuan. Ia juga terlihat sangat memahami tempat tempat yang menjadi latar dalam novelnya.

source: bisikanbusuk.com

Pemilihan penggunaan point of view juga dari sisi Nessa sebagai orang ketiga juga tepat. Sebab seperti yang diutarakan penulis, tujuan novel ini untuk menunjukkan tidak selamanya orang ketiga yang paling salah dalam perselingkuhan maka pembaca sebaiknya digiring untuk melihat dari sisi Nessa. Cerita yang dituangkan Bara dalam novel ini mengalir dengan lancar, kendati konflik yang ada sebenarnya cukup sederhana. Melalui latar belakang penulisnya yang juga penyair, bagi saya ia tergolong cerdik mampu mengenalkan sebagian dunia lainnya dalam kepenulisan, yaitu Pablo Neruda dan haiku (sajak tiga baris yang berasal dari Jepang) pada seluruh pembacanya.

Lepas dari label penulisnya yaitu selebtwit pun dengan hebohnya promosi novel ini, sebuah karya yang dilempar ke pasar harus siap untuk menerima kritikan. Saya masih mendapati beberapa typo dalam novel ini, begitu pun dengan kejanggalan lain. Haiku yang diulang kembali pada beberapa halaman selanjutnya maupun perbedaan dialog antara prolog dan epilog padahal masih pada moment yang sama.

Secara keseluruhan, melalui ceritanya yang mengalir novel ini cocok dijadikan teman dalam perjalanan maupun bacaan ringan. Bila penulisnya bertujuan meluruskan pandangan masyarakat mengenai orang ketiga, baiknya kita kembalikan pada masing-masing apakah tersentil atau tidak. Point lebih untuk Bara yang berani mengenalkan dunianya pada masyarakat umum, agar lebih ‘melek sastra’.
Profile Image for Ida Mawadah.
46 reviews10 followers
November 14, 2013
lama tidak buat review buku, meskipun saya tak berhenti untuk membaca. Bukan buku baru sih, beberapa bulan lalu memang gencar di promote, cuma baru sekarang saya sempat membaca, dan itu pun hasil gretongan pas nongkrong di gramed. So let's begin d repiu

Ceritanya tentang cinta, perselingkuhan, orang ke tiga. Ini tentang Nesa dan Demas, yang menemukan sebuah ketertarikan dan cinta di tengah kebersamaan mereka. Nesa yang memang baru menemukan cinta yang sesungguhnya setelah sekian lama sendiri,diburu nikah oleh sang ayah...justru menempatkan cintanya pada tempat yang salah. Ibarat gelas, gelas itu sudah terisi penuh oleh air. Ditambah dengan trauma dengan pengalaman masa lalu yang membuatnya semakin gamang dalam menjalani posisinya sebagai "orang ke tiga". Endingnya bagaimana, read yourself...hehehe

Cerita ini memang tentang romance biasa, namun pengemasannya bisa dibilang bagus.Entah mengapa, Saya merasa kalau author laki-laki yang membuat cerita romance itu, sesuatu sekali apalagi dengan adanya POV wanita. Yah karena kebanyakan novel model begini, kebanyakan digagas oleh penulis perempuan, meskipun ada beberapa novelis pria yang karyanya saya juga baca.Jujur ini adalah novel bernard yang pertama saya baca, setelah tergoda oleh gencarnya promo yang sudah saya sebut di atas. Soal cover, saya cukup suka, nuansa gelap akan ;lebih terlihat abstrak. seperti buku terbitan bukune yang lain, ataupun gagas meddia, di belakang selalu tidak ada sinopsis yang mengarah ke sari cerita, selalu dibuat gamang. mengenai tokoh, saya justru ingin mengomentari tentang Bian, sahabat baik Nesa. entah mengapa saya tidak suka dengan sikapnya yang terlalu mencampuri, meskipun maksudnya adalah tentu baik, sebagai sahabat yang ingin sahabatnya berjalan di jalur yang safe.
late, sepertinya author ini suka sekali dengan maroon five, karena banyak penggalan lyrics maroon five yang di temukan di buku ini, mulai daylight....beautiful goodbye, spertinya idem, saya selalu suka dengan maroon five..apalagi si adam lavine, wah ini sudah OOT yang saya bicarakan. So, cukup sekian, rating saya tentang buku ini, 3 dari 5 bintang lah.
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
September 23, 2013
dua setengah bintang (**1/2),sebenernya niat baca buku ini karena berdasarkan pantauan yang saya lihat di salah satu pemesanan buku online yang gencar banget masarin ni buku.
baiklah.. gw mulai dengan mengatakan kalo buku ini sebenernya kisah klasik yang dirangkum dengan apik oleh penulis, soalnya ini buku dipenuhi dengan kalimat galau yang bikin pembaca haru biru (konsep cerita yang sederhana). cerita dimulai dengan nessa yang sedang dalam perjalanan pulang dari pontianak ke jogjakarta, didalam taxi sang supir memanggil nessa dengan sebutan "NENG"???? (lebih cocok sebutan ini kalo di bandung):D. sosok Demas yang punya rambut gondrong tapi gak segondrong hatinya (teddy bear soalnya ragu alias pengecut yang gak bisa nentuin sikap). akhir cerita yang menurut gw terlalu banyak di skip alias dimudahkan gt aja (exp: ivon yang merelakan pertunangannya putus, waktu 6 bulan yang menurut gw terlalu pendek untuk menggambarkan keadaan setelah perpisahan nessa dengan demas dan penghubung kejadian lainnya),lirik lagu yang disisipkan menurut gw gak penting dan gak ada hubungannya sama cerita.oia, lagu Daylight - Maroon5 sampe 2 kali ada dituliskan dibuku ini (bagian Reff sama keseluruhan lyrics). soal pilihan hidup yang menurut gw bisa jadi inti cerita dari buku ini, soal perasaan yang tak bisa terelakan :).
Profile Image for arai.
54 reviews
September 23, 2013
Jujurnya, saya sedikit bosan dengan kepuitisan bahasa yang di gunakan Bang Bernard. Tapi makin ke sini, saya makin ke hanyut sama bahasanya bang Bernard yang indah.... dan saking terbuainya, saya jadi lupa sama plot ceritanya.
Konfliknya sederhana, tentang cewe yang trauma sama cinta karena ibunya ninggalin ayahnya demi mantan pacarnya. tapi yang saya agak aneh, dia trauma saya cinta karena orang ketiga, dan dia menghindari hubungan yang melibatkan perasaan. tapi, dia dengan mudahnya jatuh cinta ke Demas. yang notabennya tunangan orang. di akhirnya, saya tahu, ini seolah menunjukkan kalo sebagai pihak ketiga, tidak selamanya negatif. karena cinta ya cinta titik.
meski saya masih belum nemu esensi dari cinta titik ini. DAn di banding Demas, saya justru lebih sreg sama Endru. Meski tengil, tapi setidaknya dia tidak pernah melukai perempuan.
Ceritanya mengalir, yaah... meski tidak sesuai dengan yang saya pikirkan kalo dari judul. tadinya, saya pikir ini tentang cinta yang sederhana. yang tidak begini. maksudnya, tanpa melibatkan orang ketiga dan semacamnya. tadinya saya berpikir, ini tentang penantian dan juga kesetiaan. oke, ada sih tentang ininya, tapi bukan yang seperti ini.
tapi saya akui, bahasanya keren...
Profile Image for Nia Githa.
28 reviews8 followers
March 4, 2014
Pada awal bagian-bagian novel ini aku gak merasa ada something different ya. Gimana cara menjelaskannya ya ? Di novel ini tokohnya digambarkan sebagai nessa. An unique girl who loves poems so much.Yang suka hal-hal yang unik . Mungkin karena her job is a writer ya ? Atau mungkin cuman aku aja yang ngerasa kalo misalnya novel ini same type penulisannya dengan penulis sekarang yang kebanyakan dari mereka lebih suka mendeskripsikan sesuatu yang simpel jadi seribet mungkin . They all same type, they use similar character like broken home family or the character can't moving on from his/her past relationship. They all got scared from the same thing. And i get bored with all the same plot. Menurut aku, gaya penulisan novel karya bernard batubara lebih banyak ke poem dan lagu, terus i still didn't get it kenapa kayaknya ya klimaks or pertengkaran mereka itu kayak ditunda-tunda dulu disini terus entar baru ada pertengkarannya. Then aku gak terlalu suka malah mungkin i hate dengan tokoh bian. Menurut aku, emang ada sahabat yang bakal marahin lo terus ninggalin lo hanya karena lo having affair with someone else fiance lebih dari bokap lo marahin elo? Jarang banget kan. Tapi disini bian itu show up randomly lebaynya dia dengan marahin nessa.Menurut gue itu gak nyata banget
Profile Image for Anastasia.
1 review
January 10, 2014
Waktu baca sinopsisnya bikin penasaran apa yg ditulis si penulisnya tentang apa itu cinta. Sejak awal aku udah ngerasa tertarik sama novel ini, dari judul, cover, dan juga sinopsisnya. Eh pas udah baca novelnya, langsung ga sabaran pengen selesein bacanya. Keren dah :D

Dari novel ini bener-bener bisa terbawa suasana dalam ceritanya. Bahkan cerita di novel ini kalo diceritakan kembali belum tentu maknanya sama seperti yg ada dalam bukunya, karena novel ini ceritanya tentang cerita cinta yang "bersegi-segi". Tapi waktu baca novel ini, sama sekali ga nemuin kebingungan di alur ceritanya.

Ada satu kutipan yang jadi pelajaran buat aku, "Hukum Aksi-Reaksi ga berlaku buat masalah hati, ketika kamu memberikan hal kecil buat seseorang kamu ga akan tau kalo hal itu begitu membekas bagi dia"

If loving you is not right, I don't care because it's so amazing
-Nessa Eswari Moe Bernard Batubara Cinta. (baca cinta dengan titik) by Bernard Batubara
Profile Image for Jee Jee.
Author 11 books22 followers
October 16, 2013
Cinta.
Entahlah, saya ngerasa benci banget sama Demas di bagian awal. Tapi,balik lagi ke permasalahan tentang perasaan, tentang hati, yang nggak bisa disalahin. Dikambinghitamkan. Nggak ada yang bisa ngatur perasaan. Nggak mungkin ada. Bang Bernard bener banget.

Saya bisa ngerasain betapa nggak enaknya jadi Nessa, ketika berada di posisi itu. Karena, wajar saja, semua perempuan ingin menjadi yang utama.Satu-satunya. Apalagi Nessa punya pengalaman yang buruk bersama keluarganya.
Betapa takutnya dia jika kembali pada Demas dan kelak di kemudian hari, ia akan menjadi Ivon.

Tentang tiga yang ganjil hingga satu itu melepaskan diri dan memilih duanya yang lain.

Saya selalu suka setiap membaca buku yang menggambarkan kedekatan anak dengan ayahnya, kedekatan Nessa dengan ayahnya ngebuat saya iri.. hemm ini sih selera pribadi ya Bang, hehe :D

Keseluruhan ceritanya umum Bang, sering banget kejadian di sekitar. Saya yakin nggak sedikit ada pembaca yang pernah ngalamin di posisi Demas, Ivon, Endru atau Nessa hahaha dijamin kesindir abisss :D

Profile Image for Wan Atiee.
38 reviews22 followers
December 4, 2013
Buku ini saya kirim kepada teman ketika dia ke jakarta. Pada mulanya saya merasakan buku ini sama seperti novel-novel cinta yang lain akan tetapi persepsi saya salah sama sekali. Buku ini agak berbeda. Punya jalan cerita yang menarik. Mengisahkan seorang gadis yang suka menulis dan membaca kemudian berjumpa dengan seorang pria yang telah menjadi tunangan orang. Banyak konflik yang diselitkan didalam buku ini antaranya seperti kesulitan Nessa apabila terpaksa menjadi orang ke tiga didalam perhubungan cinta antara Demas dan juga Ivon. Selain itu juga kesukaran untuk Nessa memberitahu ayahnya mengenai perhubungan nya dengan Demas ini kerana ayahnya telah menjodohkan nessa dengan seorang cowok yang bernama Endru. Di pengakhiranya buku ini saya mula terfikir yang Endhru bakal dijodohkan dengan nessa akan tetapi itu semua salah. Saya suka juga latar belakang tempat yang digambarkan oleh penulis seperti di kafe-kafe yang Nessa menyiapkan kerjanya sambil mencari idea untuk menulis. Sepertinya saya juga merasakan saya turut berada di lokasi tersebut.
Author 1 book2 followers
April 29, 2015
Pertama kali baca novel dari Bernard Batubara yang berjudul Cinta. Meskipun saya tahu, akan kurang bergairah ketika membaca karya Bara karena gaya penulisannya yang puitis dan justru bahasa yang seperti itu membuat otak saya mencerna maksud tulisan lebih lama.
Tentu saja menjadi amat sangat penasaran karena di twitter rame banget promosi Cinta. Kayak apa sih ceritanya?
Settingnya yang masih di Jogja seperti novel Bara sebelumnya Kata Hati membuat saya lebih mudah membayangkannya.
Tapi untuk line story-nya maaf banget masih terlalu biasa. Apalagi gemes-gemes kesel liat tingkah Demas. Demas sudah punya pacar dan masih aja mepet-mepet sama si Nessa. Yah meskipun awalnya Nessa nggak tahu kalo Demas belum punya pacar.
Karena karakternya Demas inilah yang bikin saya kesel ditambah lagi cara bertutur Bara yang teramat puitis dan deskriptif banget malah menurunkan selera baca saya.
Tidak ada yang bikin saya meletup-letup senang saat saya membaca. Jadi saya kasih bintang dua karena Bara sudah berusaha membuat kalimat-kalimat indah dalam setiap tulisannya. It was ok :)
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
February 1, 2014
Untuk sebuah novel, cerita dalam Cinta. ini seperti tak terlalu istimewa. Kisah cinta yang bercabang namun ternyata sudah memiliki kekasih lain, ada orang lain yang tak diharapkan datang dan memendam rasa cinta juga, dan beberapa drama yang terbilang jamak dalam novel-novel cinta Indonesia.
Namun, Bara berhasil meramu kisah itu, digabungkan dengan kata-kata puitis, haiku, serta lirik lagu-lagu populer sehingga menambah kenikmatan membaca novel ini.

Saya sendiri setuju pendapat reviewer lain bahwa tokoh utama, dalam hal ini Nessa, tidak love-able karena terlalu labil, cengeng, dsb. Endingnya [SPOILER ALERT!!] juga membuat novel ini menjadi tidak spesial, terlalu klise dan terlalu mudah untuk ditebak. Saya sebenarnya mengharapkan novel ini akan menjadi novel roman-legowo dengan ending yang lebih tragis. Tapi, well, mungkin pembaca lebih suka begini.

Poin lebih lagi dari Cinta. ini adalah settingnya yang berada di Jogja, tidak melulu monopoli Jakarta. Satu keuntungan Bara berdomisili di Jogja, sehingga memberikan suatu kesegaran terhadap novel-novel romansa Indonesia yang ada.
Profile Image for Dewi Prawita.
1 review40 followers
February 21, 2014
Hmmm...sejujurnya buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya.

Imho, ada beberapa deskripsi yang menurut saya ga perlu-perlu amat untuk dijabarkan karena deskripsinya tiba-tiba mengaburkan suasana atau alurnya. Misal di hal. 257 ketika bara tiba-tiba menjelaskan panjang lebar mengenai roti casper. Itu satu paragraf cuma saya baca kalimat pertama sama terakhirnya aja, karena sepertinya memang ga penting. Dimasukkan di plot cerita tidak menambah keindahan, dihapus pun tidak berpengaruh apa-apa.

Beberapa hal juga agak mebingungkan ketika di hal. 83 dikatakan bahwa Nessa tidak pernah ke Solo namun di hal. 87 tiba-tiba mementahkan statement 'Nessa tidak pernah ke Solo'.

Di hal. 186 itu sepertinya ada kalimat yang belum selesai ya?
"Endru tidak bicara apa-apa, hanya mendengarkan isakannya. Nessa merasa konyol. Tidak seharusnya ia terisak seperti."
seperti apa kah?

Selain itu ada typo di Hal. 235

Kalau dari segi cerita...hehe maaf ya Bara hmm biasa aja. Tapi puisi-puisi yang diselipkan memang bagus kok.

Ditunggu karya selanjutnyaa :)
Profile Image for Devya Widhiyanti.
62 reviews3 followers
October 9, 2013
hallo bang! this is your second novel that i read. jadi ceritanya cinta. ini tentang perselingkuhan dengan menggunakan pov nessa yang menjadi selingkuhan demas. overall, ini alur biasa tapi jadi wow karena menceritakan perselingkuhan dari pov selingkuhan. deskripsinya rapi serta mudah divisualisasikan. saya pun merasa mudah untuk membayangkan rupa nessa, demas, dan endru. oh iya, novel ini terasa lebih santai dan mengalir dibanding kata hati.
namun, saya sedikit kurang sreg dengan lirik-lirik lagu yang sama dan ditaruh di mana-mana. mungkin lebih baik ditaruh di halaman babnya bukan di isi ceritanya. kemudian endingnya terasa dipaksakan semuanya happy ending. semua karakter bisa menemukan pasangan masing-masing semudah dan secepat itu.
but, you did it bang. terasa kemajuanmu dibanding sebelumnya :)
so, 3.5 deh ya :3

regards,
your student.
Profile Image for Adissti.
28 reviews12 followers
January 4, 2014
Bara belajar dari Kata Hati, konflik di Cinta. ini gak sedatar di Kata Hati, namun masih kurang greget menurut gue.
Ivonny, dengan gampangnya malah berfikiran selingkuh juga ketika dia capek menghadapi Demas yang gak bisa LDR.
Demas, walaupun gak cinta Ivonny gak seharusnya dia main belakang sama Nessa dengan status TUNANGAN Ivonny.
Nessa, Helloooo lo sadar gak sih itu cowok orang? Jelas-jelas di kelarga dia udah ngalamin kejadian serupa, dia malah mengulang kejadian itu.
Salut buat Endru, akhirnya dia bahagia bersama Vina. Ah kenapa ya gue suka sama sosok Endru disini, bengal tapi tanggung jawab dan gak mau nyakitin wanita :)

"Jangan merebut kebahagiaan orang lain"
Profile Image for Charlenne Kayla Roeslie.
14 reviews
November 4, 2013
3 bintang untukmu, Bara.

Jujur saya sedikit merasa kurang dengan buku ini. Entah apa yang kurang. Mungkin kurang menyentuh, mungkin terlalu banyak kata yang diulang. Mungkin juga karena saya tidak mendapat feel karakternya.

Bab-bab pertama memang sedikit awkward dan saya merasa bahwa lirik lagu yang diselipkan Bara tidak terlalu penting. Liriknya malah merusak ketenangan membaca saya.

Tapi tentu saja buku ini memiliki kelebihan. Saya suka sekali dengan haiku dan puisi-puisi yang ditulis Bara di sini. Menenangkan. Dan juga wordplay yang dimainkan Nessa dan Endru. Buku ini juga nyaris tanpa kesalahan ketik (mungkin tidak ada).

Good job, Bara! :)
Author 4 books21 followers
December 12, 2013
Oke. Seperti judulnya, buku ini bertemakan cinta yang ternyata bercerita tentang perselingkuhan atau orang ketiga.
Di sini si tokoh utama, Nessa, diceritakan jatuh cinta dengan Demas yang ternyata sudah punya kekasih.
Jujur aja it's a nice book but again it's not my cup of tea. Terlalu puitis tapi gue gak dapat feel-nya.
Oh tapi ada satu hal yang menarik dari buku ini yaitu tema perselingkuhannya.
Gue nggak suka sama perselingkuhan. Buat gue itu stupid aja gitu. Tapi pas baca buku ini dan mencoba menyelami kisahnya Nessa, gue jadi berpikir, gimana kalo suatu hari gue ada di posisi Nessa. Will I hate myself too?
Profile Image for Laras.
160 reviews
March 21, 2014
Still with mainstream romance. Pertama-tama saya ingin berkomentar tentang penulisnya yang mungkin mempunyai hobi yang sama dengan saya. Mulai dari harry potter, suka ngecek rottentomatoes, dan suka overexposed album mengingat terdapat beberapa lagu dari overexposed yang tertera liriknya di buku ini. mungkin ya. kedua saya ingin berkomentar tentang novelnya tentu saja. Ceritanya mainstream, ga unik, tapi seru dan saya suka. Bisa jadi karena pembawaannya ringan, dengan konflik cerita yang biasa tapi bisa dikemas dengan ga ketebak, menurut saya. Karena saya masih sempet nyangka kalo Nessa bakal sama Endru. But that’s not happen. Overall, i like this novel :D
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
November 3, 2013
Buku kedua yang gue baca setelah Milana.

Well, ini sebuah kisah tentang perselingkuhan.
Gue suka banget sama penggambaran tokoh yang dibuat sama Bang Benz, perfecto! Semua karakter tokohnya begitu kuat.
Tapi, endingnya jauh diatas ekspektasi.
Kurang greget gimana gitu,
Tapi, Penulis adalah Tuhan dari bukunya, jadi biarlah Bang Benz membuat ending seperti itu.
Gue tetep suka sama buku ini :D

Sebenernya gue cuma ngasih 3 bintang.
Dan kenapa gue ngasih 4 bintang?
Karena ada pengalaman pribadi di dalemnya XD
Profile Image for Aulia Putri.
117 reviews41 followers
October 5, 2013
Jujur saja saya sebenernya kurang sreg dengan bahasa kak Bara yang terlalu puitis dan agak bosa (maaf) ceritanya klise tapi tetap menjadi pembelajaran, dan saya bingung dengan penggalan lagu di novel ini. Saya kira penggalan lagu tersebut menceritakan jalan ceritanya (ada sangkut pautnya) ternayata tidak. Dan itu membuat agak kurang suka. Tapi saya suka dengan haiku, sajak, puisi punya kak Benz. Gaya bahasa yang indah dan menyentuh hati membuat saya iri "Kapan saya bisa menulis seperti kak Benz?" hahaha xD itu saja.
Profile Image for Reni Sito.
16 reviews
December 3, 2013
covernya lucu. tertarik sama buku ini juga kemaren gara-gara covernya. tapi ternyata isinya gak selucu covernya :D. ehmmm ceritanya gak membekas dihati. selesai ya? gini doang? ohhh okay. udah gini aja? yeahh ketebak banget sih ceritanya. tokohnya juga karakternya kurang, jadi gak ada pengandaian-pengandaian yang muncul kayak, arggh i hope he is a real person, something like that lah.
suka sama setting kotanya sih tapi. jogja dan pontianak 2 kota yang berkesan dihati :) kemaren selain cover juga tertarik nya gara2 setting kota. so 1 star for pontianak and jogja, and 1 star for cover :(
Profile Image for The Eod.
134 reviews6 followers
December 28, 2013
Sebuah cerita tentang percintaan yang sangat sederhana, namun dikemas dengan bagus oleh sang penulis, bahkan saya sendiri terbuai dengan kata - kata indah di dalamnya.
Namun, sayangnya, ada beberapa hal yang sangat mengganggu sedikit sehingga cuma bisa ngasih 3 bintang doang, yaitu kurangnya alur yang kuat dalam beberapa bab, terutama bagian super klimaks ketika Ivon mengetahui hubungan Demas dan Nessa, sehingga sedikit melemahkan ceritanya.
Selain itu, semuanya saya suka, terutama deskripsi tempat dan olah katanya yang oke banget.
Profile Image for Awi Chin.
Author 9 books27 followers
September 22, 2013
Buku ini saya baca langsung di Toko Buku Gramedianya.
#jelata

Sebenarnya penulisannya gak bisa dibilang jelek sih, cuma ceritanya klise. Dan satu kalimat ini bikin turn off banget.
Kurang lebih seperti inilah yang saya ingat:
"Adventurer, dari kata art dan adventurer." (Saat Demas menjelaskan Nessa filosofi(?) dari blog Adventurer)
Seriously? Kata art-nya dimana?
>,<
Displaying 1 - 30 of 118 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.