Gaperlu diragukan lagi emang karyanya Cecillia Wang! Dari awal sebenernya udah sadar kalau kisah romansanya berawal dari benci jadi cinta. Nah tapi, yang bikin beda itu latar belakang tokohnya sama kompleksitas ceritanya. Karakter utama di novel ini, Bea dan Carter yang berprofesi sebagai asisten kurator dan pemain American football. Honestly, ini pertama kali aku baca cerita yang berbau seni. Aku jadi tau kalau lukisan Raden Saleh memang sefenomenal itu, lukisan kalau rusak ternyata bisa direstorasi, dan ternyata karya seni (lukisan) itu bisa mempererat hubungan kenegaraan. Keren!
Isu kesehatan mental juga diangkat di novel ini. Tokoh yang mengalami gangguan mental disini, yaitu Bea dan Vanessa, Ibu Carter dengan kondisi yang sama. Mereka menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Kisah Bea diceritakan lebih mendetail daripada kisah Vanessa. Bea selama bertahun-tahun menjadi pelampiasan amarah ayahnya dan juga pikirannya yang berhasil dimanipulasi sehingga Bea menilai dirinya rendah dan tidak berharga.
Ketika antara Bea dan Carter sudah menunjukkan rasa cinta, justru mereka dapat mengontrol rasa cinta yang menggebu-gebu tersebut dengan sangat baik. Berkaitan dengan kondisi Bea yang baru saja ‘Bebas’, Carter memberikan ruang terlebih dahulu untuk Bea menemukan dirinya sendiri, memberikan kuasa bagi dirinya untuk dirinya sendiri, dan memiliki pilihan-pilihan yang selama ini tidak dimilikinya. Carter mendukung Bea untuk ‘Terbang bebas yang tinggi’ dan menjadikannya rumah untuk kembali. I’m so happy for both of you sampe nangis berkali-kali tau gaa!
Di novel ini juga menyinggung perihal relasi kekeluargaan. Pada kasus Lana yang mana kakak-kakaknya melakukan kekerasan kepada Bea sehingga tidak ragu bagi Lana untuk melaporkan ke polisi (walaupun kemudian urung karena Bea). Kemudian juga pada ayahnya Bea yang pada akhirnya masuk penjara karena terbukti melakukan kekerasan terhadap Bea. Jadi, walaupun keluarga memang tidak seharusnya untuk membenarkan sesuatu yang salah. Kemudian aku terharu banget dengan hubungan Bea dengan saudara-saudaranya yang hangat. Memang mereka sebenarnya sempat berpisah di jalannya masing-masing, namun karena kasus Bea dengan ayahnya yang membuat mereka kembali bersama dan memperbaiki hubungan untuk lebih baik dan hadir untuk satu sama lain. Heartwaming banget pokoknya walaupun watak mereka beda-beda, tapi itu yang bikin hangat.
Wahh experience baca novel ini seru banget, bener-bener berasa pengen buka lembaran-lembarannya terus, mulai dari nangis-nangis sampe ketawa ada di novel ini. Bagus bangeett pokoknyaaa, luvvv!