Jump to ratings and reviews
Rate this book

Omen Series #3

Misteri Organisasi Rahasia The Judges

Rate this book
File 3 : Kasus penganiayaan murid-murid SMA Harapan Nusantara dalam proses seleksi anggota organisasi rahasia “The Judges”.

Tertuduh : Penyelenggara proses seleksi itu, alias para anggota “The Judges” yang semuanya misterius, mencurigakan, dan menyebalkan. Sifat sok berkuasa mereka membuat mereka jadi tertuduh ideal. Belum lagi undangan demi undangan yang dilayangkan pada para anggota kendati sudah terjadi peristiwa-peristiwa tak mengenakkan, menandakan mereka tidak peduli pada korban. Tentu saja, tertuduh utama adalah pemimpin organisasi sok keren ini, si Hakim Tertinggi.

Fakta-fakta : Pada minggu terakhir tahun ajaran, surat-surat undangan dilayangkan pada anak-anak paling cerdas dan berbakat di kelas X, mengajak kami untuk mengikuti proses seleksi untuk menjadi anggota organisasi paling berpengaruh di sekolah kami. Tidak dinyana, satu per satu kami diserang secara brutal pada proses seleksi, ditinggalkan dalam posisi seolah-olah mereka menjadi korban ritual sebuah upacara.

Misi kami : Menemukan pelaku kejahatan sebelum kami sendiri menjadi korban.

Penyidik Kasus,
Erika Guruh, Valeria Guntur, dan Rima Hujan

312 pages, Paperback

First published October 1, 2013

58 people are currently reading
1661 people want to read

About the author

Lexie Xu

43 books901 followers
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.

Ingin tahu lebih banyak soal Lexie?
Silakan kunjungi website-nya: www.lexiexu.com
Facebook: www.facebook.com/lexiexu.thewriter
Twitter: @lexiexu
Instagram: @lexiexu47
Email: lexiexu47@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
874 (56%)
4 stars
463 (29%)
3 stars
164 (10%)
2 stars
20 (1%)
1 star
25 (1%)
Displaying 1 - 30 of 101 reviews
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
October 26, 2013
let me say lexie xu is back :)

Finally, Omen 3 mengembalikan Lexie di dalamnya. Menurutku, Omen 1 dan 2 kurang terasa feel thrillernya, itu alasan rate yang aku berikan pun berbeda.

Berbeda dengan Omen 3 ,sensasi horor seperti yang Johan Series ciptakan kini aku rasakan lagi. Aku suka penggambaran karakter semua tokoh. Aku suka bagaimana ka lexie membuat kasus dengan sadis begitu. C'mon melukai dengan memaku ? sadis -__- tapi keren banget. Dan semuanya terasa masih masuk akal. Kasusnya dan ceritanya mengalir tidak ada dipaksakan di sana sini.

Dan sangat menyenangkan saat meruntuk ngeliat endingnya. Dan seperti biasa aku akan berkhayal kemungkinan-kemungkinan siapa Rima sebenarnya. Menarik.

1 hal yang berbeda dalam buku ini, pelakunya sudah ketahuan sebelum di ending, hanya saja aku tetap tertipu karena buku-buku Lexie biasanya 'menipu' dengan menyebabkan aku menduga semua orang menjadi pelakunya. Haha.

Kalex, i'm waiting for ur next book ya :)
Profile Image for Leila Rumeila.
992 reviews30 followers
October 20, 2022
Actual 3.5⭐
Lumayan!!
Paling suka POVnya Rima, apa ya kaya serem tapi konyol dan lucu. Lol.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Bellaryn.
47 reviews30 followers
July 13, 2017
I'm in love with this series:")
141 reviews18 followers
January 3, 2015
Baca review selengkapnya di artrevoir.blogspot.com.

Sebelumnya, mari kuberi tau Lexie Xu adalah salah satu penulis favoritku. Aku terlewat dengan seri Johan-_- (tapi sekarang lagi berusaha memburu buku-buku itu! #semangat). Seri barunya Lexie Xu adalah ini, Omen. Dari namanya aja udah serem yah, apalagi kovernya yang terus-terusan warna item plus efek darah. Seri pertamanya adalah Omen, dilanjutkan dengan Tujuh Lukisan Horor. Kalau baca gak dari awal pun gapapa, tapi agak sedikit berefek sih. Gak berefek secara langsung ke inti cerita ini, tapi berefek ke pendalaman karakternya sendiri.

Kisah dimulai dengan Prolog, yang tau-tau udah menyeramkan gitu. Prolog menceritakan tentang kelompok organisasi rahasia itu, The Judges. Hebatnya lagi, The Judges itu bukan semacam organisasi rahasia biasa, ternyata kelompok ini mengatur SEGALANYA di sekolah Harapan Nusantara. Semacam ditaktor, iya mungkin. Kepala sekolah, murid-murid, bahkan pengangkatan ketua-ketua klub, ataupun bawahan itu tunduk (dan harus tunduk) kepada ketua organisasi itu, Hakim Tertinggi.

Diceritakan bahwa sempet ada kepsek yang melawan The Judges, kepsek itulah yang membuat anggota-anggota inti The Judges dikeluarkan dan pengikutnya di kurung disekolah dengan ancaman akan dikeluarkan. Anehnya, beberapa lama kemudian, kepsek dan seluruh guru diganti dengan guru-guru baru. Anggota-anggota inti dikembalikan dan organisasi dilanjutkan ke generasi ke generasi. Mengagumkan dan mengerikan.

Setiap tahun, The Judges mengirimkan 10 calon anggota untuk diseleksi. Hanya 6 yang akan terpilih menjadi anggota The Judges. 10 orang itu bukan orang biasa. Merekalah yang ter- di masing-masing keunikannya. Misalnya anak jago lukis, basket, futsal, pintar, kaya, dll. Masalah utamanya adalah, ketika terjadi insiden. Korban di lukai secara tragis, seperti seorang anak pemain bola yang andal, tetapi dilukai di bagian lutut. Jelas dia tidak akan bisa bermain bola dan menjadi atlet. Kejadian itu merusak fisik anak itu, juga masa depannya.

Masalahnya adalah, itu gak cuman terjadi sekali. Berulang kali. Tapi The Judges tidak terusik oleh kekacauan audisi mereka, tetep aja ngadain seleksi. Erika Guruh, Valeria Guntur dan Rima Hujan tertarik untuk mengungkap siapa pelaku dibalik ini sebelum mereka menjadi korban selanjutnya.

"Tentu saja, ada beberapa hal yang tak menyenangkan, tapi dalam hidup kita, tak ada satu hal pun yang bisa benar-benar sempurna. Selalu saja ada kekurangannya." - Rima, hlm 39.
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
December 17, 2021
Circle pertemanannya nambah satu! Akhirnya di-reveal juga si Rima Hujan. Sumpah, kocaknya Erika tuh yang bakalan bikin kangen beberapa tahun ke depan! Kalau biasanya kebanyakan cowok yang digambarkan tsundere, sekarang cewek. Mana ceweknya tengil macam Erika Guruh lagi.

Well, kasus di buku ketiga ini bisa dibilang nggak segelap dua buku sebelumnya, mesti tetap saja bikin penasaran siapa dalang dibalik serangan calon-calon anggota The Judges, organisasi rahasia yang menguasai seisi sekolah. Kalau dibaca sekilas dari blurb, kupikir teror yang datang melibatkan sejenis sekte-sekte atau paranormal things begitu, nyatanya simpel saja; ada yang tidak beres dalam proses perekrutan anggota.

Karakter-karakter utama di buku ketiga juga nggak hanya Erika atau Valeria lagi, tapi ada tambahan anggota, si cewek dengan tirai rambut yang mirip Sadako, Rima. Aku suka dengan cara Kak Lex menggambarkan ketiga karakter yang sangat bisa dibedakan berdasarkan penokohan masing-masing. Jadi, meskipun per bab berbeda pov (dan masing-masing memakai sudut pandang pertama), pembaca nggak akan dibuat bingung.

Karena buku ini entah mengapa bagiku nggak se-kick dua buku sebelumnya, aku hanya kasih bintang 4.

Hm, epilognya sangat ... bikin penasaran. So, langsung lanjut ke buku keempat ....
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
September 8, 2017
Gak kebayang aja kalo sampai ada sekolah model SMA Harapan Nusantara gini. Udah tiap tahun ada korban, eh skrg ada lagi macem organisasi The Judges ini yang punya kuasa tertinggi melebihi orangtua murid bahkan yang punya sekolah. Well, ada bibit-bibit cinta baru disini sekalipun masih segede biji jagung aja wqwq.
Profile Image for Natsume Natsuki.
109 reviews23 followers
June 12, 2020
Ini buku pertama yang aku baca di Omen series. Aku bacanya gak urut emang, tapi gak terlalu berpengaruh terhadap jalan ceritanya. Walaupun pernah ada beberapa kali menyinggung 2 buku sebelum buku ini.

Aku udah baca buku ini sebanyak 3 kali sampai aku nulis ini dan aku gak pernah bosen bacanya.

Misteri dan thrillernya benar-benar terasa, apalagi memasuki akhir-akhir bab. Buku ini juga ada sedikit bumbu-bumbu romancenya tapi gak terlalu sering. Tokoh-tokoh utamanya juga lumayan menonjol dan punya kekuatannya masing-masing.

Setelah membaca buku ini, aku langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk mengikuti semua seriesnya. Hahaha
Profile Image for el.
69 reviews47 followers
November 26, 2016
review lengkap

Sungguh hal yang masih terbesit di otak setelah nutup buku ini: Sadis dan Ngeri!! Buku ini memang gak segila buku-buku sebelumnya, nggak sulit untuk nebak penjahatnya sesulit buku-buku sebelumnya, tapi ada elemen lain yang kuat dan bikin perhatian terpusat. Ya, sadis dan ngeri lah yang jadi elemen kuatnya.

Ceritanya diceritakan oleh tiga orang yaitu Erika, Valeria dan Rima. Kalau di buku pertama hubungan Erika dan Vik banyak dibahas, sedangkan di buku kedua Val dan Les, di buku ketiga ini lebih banyak dibahas hubungan Rima dan Daniel. Selain itu, lebih dikenalkan juga siapa itu Rima. Hubungan antara Valeria, Erika dan Rima juga lebih digali. Di sisi lain, fakta-fakta tentang tragedi yang terjadi di proses seleksi The Judges juga terus berdatangan.

Di awal ketika baca, ekspetasiku tentang siapa penjahatnya sudah kelewatan tinggi dengan berpikir bahwa penjahatnya kemungkinan out of the box seperti di buku-buku sebelumnya. Dan ternyata semuanya nggak seperti sebelumnya. Di buku ini penjahatnya bahkan sudah langsung ditentukan oleh Erika dan Val, tapi penyangkalan yang dibuat tersangka membuat aku menyepelekan dugaan Erika dan Val. (di buku-buku sebelumnya selalu salah tebak ketika mengikuti dugaan Erika dan Val, jadi kapok)

Vik dan Les muncul cuma sebagai pahlawan kesiangan. Dan, lagi-lagi aku nggak bisa menjauh dari pesona Vik. Bisa nggak sih ada cowok real kayak dia? Di buku ini aku jatuh hati sama Daniel karena dia diluar ekspetasi. Tengil dan jagoan abis, tapi ternyata juga cerdas dan rela berkorban. Nggak salah dia jadi anak buat kepercayaan bos Erika. Gak apa-apa deh kalo ada playboy yang kayak dia. Haha.

Bagian yang paling buat aku terus baca adalah puncak masalah yang ada ketika mereka akhirnya tahu siapa dalang dari semua penganiayaan. Dan, sampai menutup buku ini pun rasa ngeri yang ada ketika bayangin kejadian yang terjadi pada para korban terus terngiang. Ending buku ini buat penasaran banget! Bau-baunya ada sesuatu yang disetting. Ah, aku mau buru-buru baca buku keempat dengan segera!
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
July 16, 2020
Sebenernya kupingin kasih 5 bintang, tapi karen satu dan lain hal aku kasih 4,5 🌟 tapi lebih ke 4. Wkwkwk.

Sekali lagi aku kurang enjoy ama narasi Erika yang keseringan out of topic dan di kocak-kocakkin. Ku suka Erika, ofc. Susah buat benci Erika kalau aku. Tapi ya itu, narasinya aja yang rada ganggu. Selainnya oke.

Ku sekarang malah kayaknya suka Rima, dia ini misterius, lebih misterius dari Val. Apalagi akhir buku yang masih penuh misteri.

Nah ini yang bikin buku ini gak dapet 5 🌟. Karena alasan kejatannya tuh kurang kuat kalau menurutku dan malah larinya ke alay. Tapi karena di akhir di suguhu misteri hubungan Rima dan Aya yang libatin Erika sama Val, aku jadi curiga kalau kasus-kasus disini tuh lebih complicated. Apa mungkin sebenernya ada master mind di seri ini? Karena kalau dipikir-pikir alasan penjahat terlalu dangkal dan kejahatan mereka itu kayak sebuah rencana besar. Okeh, ku mulai berpikir jauh. Tapi serius ku penasaran banget ama kelanjutan ceritanya. Sayangnya ku belum bisa baca buku keempat. Hiks

Yang kusuka di buku ini, penulis gak segan-segan nyiksa para tokoh. Menginhat dua buku sebelumnya yang kayak di paksain supaya tokohnya baik-baik aja, disini bed lagi. Dan inilah yang ku cari di buku thriller. Pembunuhan sadis atau penyiksaan sadis.

Ps: Rima, Val, lalu Erika. Ini urutan tokoh yang kusuka. Heuheu
Profile Image for Nikita  Normalitasari .
90 reviews29 followers
October 5, 2013
Akhirnya, setelah bolak-balik ke toko buku, kemarin dapet novel ini dan malamnya langsung tamat.

Cover novelnya masih jadi ciri khas buat novel-novelnya Kak Lexie, tapi ada yang berbeda dari novel-novel sebelumnya, yaitu jenis kertasnya dan tentu aja ini lebih tebal daripada yang lain.

Pertama baca nggak tau kenapa aku ngerasa tulisannya beda daripada tulisan-tulisan sebelumnya yang terkesan memang remaja banget dan crunchy, tapi kemarin pertama baca kesannya terlalu slow menurutku. Tapi pada akhirnya di tengah-tengah cerita gaya tulisan Kalex sudah balik lagi. Masih ada beberapa typo disana-sini. Ada juga yang kurang tanda petiknya dan ada pula kata ganti yang salah. Mudah-mudahan nanti kalau cetak ulang lagi yang salah-salah di benerin :)

Tapi secara keseluruhan untuk isinya tetep bagus, tetep menegangkan sebagaimana ciri khas cerita dari novel-novel Kalex. Dan tentu aja, masih aja kesengsem sama Vik waktu baca novel ini :D
Profile Image for Marissa  Fransiska.
17 reviews2 followers
October 24, 2013
Wohoooo \m/ baru bisa ngeReview -__-
Untuk Omen yg ke #3 ini bener-bener kereeeennnnnnn. Sumpah! Dari semua Omen Series, Ini buku yg paling Te.O.Pe deh.
Selalu penuh teka-teki pada setiap cerita Kak Lexie, psikopatnya juga bener-bener gk nyangka banget. Padahal di sekeliling sendiri. Kalo soal Tragis sih gak usah di bilang lagi, udah pasti bener-bener tragis sampe merinding bacanya. Kisa Romantisnya juga gak kalah sweet :)
Overall, sukaaaaaaa banget buat omen #3.

NB: Kak, buat cerita Rima Hujan berhasil buat aku meneteskan air mata :'(. Njirrrrr, sedihh gilee.


Kalo mau cari cewek untuk kamu manfaatkan silahkan cari cewek lain yang lebih bodoh dari aku. -Rima Hujan


Five Stars for this Book!!
Profile Image for tïmmyrèvuo.
203 reviews2 followers
June 3, 2023
This book is the third series of the Omen series. Unlike the Johan series, Johan is the main topic of the problem but not the main character in each book, But the Omen series emphasizes the issue of the location of this book, the school.

This book tells about the mystery uncovered by Erika, Val, and Rima, who is suddenly invited by an elite group in their school, The Judges, to participate in selecting new members. The Judges consist of a select group of students whose identities are kept secret and have the power to create a decision for the school. The story begins when one by one, the cases of persecution approach every night of the new member selection process; the scary part is they are not only able to kill the victim but also make the victim lose their future.

This third book reminds me of the book "Pengurus MOS Harus Mati" except that more comedy and romance are captured in this book, although I admit that the scenes of violence are more sadistic and creepy, which, in the end, really describes the genre of this book. Unfortunately, towards the end, the climax reduced the tension, especially Erika's snarky narration, when she felt like she was no longer the main character, typical Erika indeed. Still, it finally lowered the tension.

Rima Hujan's narration and pov are also very appropriate and describe her character well. However, this girl will likely be a plot twist in the following books, either becoming a traitor or staying loyal to Erika and Valeria. In this book, the point of view is also more balanced; not only Valeria but Erika and Rima also get their fair share. Their stories with their respective partners add spice, making this story more human and natural.

Unfortunately, I found some irregularities, such as the point of view about Erika but describing Erika itself in the third person. In addition, there are also erroneous statements, such as Daniel's saying.

"Saya khan ngga punya anak perempuan" - p. 243

Which should have been

"Bapak khan ngga punya anak perempuan"

In addition, the thing that annoyed me, in the end, was that the reasons for the students to commit cruelty to other students were too shallow. Not as strong as the first and second books, this third book is the root of the problem is only infidelity and breakups between teenagers who are crazy enough to dare to commit attempted murder on their friends. In addition, the depiction of Erika and Vik's problems is optional as a spice for this book. But considering that this book is always expected to be complete, from romance and comedy to the main genres of thriller and mystery, it's no wonder that the romance wrapped in comedy is still there. Although it cannot be denied, I fell in love and was entertained by the behavior of the three male characters, Vik, Les, and Daniel.

Lastly, although I was a bit bored initially, I still enjoyed it until the end and was curious about the next story because of Rima's closing statement.
Profile Image for Dyan Eka.
287 reviews12 followers
August 12, 2017
Novel ini dimulai dengan hal menarik, erika dan vik bertengkar lol. Rasa yang coba diciptakan dari masalah ini mengalir aja sampai akhir, bagus, saya suka haha.
Dan yang lebih saya suka lagi, tokoh daniel terlibat lebih banyak disini, bukan hanya figuran semata. Karena jujur aja, saya penasaran sama daniel semenjak baca novel yang pertama, lalu menjadi semakin penasaran di buku kedua. Pasti ada something kan, di dalam diri daniel tuh, dia tukang nggak naik kelas, rangking juga jeblok, tapi jago main poker. Pasti daniel ini bukan orang bego sembarangan LMAO.

Sebenarnya alasan di balik kasus di novel ini tuh, menurut saya kurang greget. Di tengah buku, saya sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi, dan alasan itu menurut saya over banget. Padahal saya mengharapkan alasan yang lebih gelap, sampai hal-hal mengerikan itu terjadi. Tapi ya okelah, mungkin di dunia ini tidak perlu alasan yang berat dan gelap untuk melakukan tindak kejahatan.

Selain itu, hal yang sedikit mengganggu disaat saya baca yaitu, pengulangan beberapa deskripsi. Misal di bab 2 dideskripsikan kalau erika punya daya ingat fotografis, nanti di bab-bab yang lain, dijelaskan lagi, itu menurut saya annoying. Nggak perlu. Toh pembaca juga masih ingat apa aja yang sudah dideskripsikan sebelumnya.

Tapi overall novel ini menghibur. Baik ceritanya, karakter para tokohnya, dan love life yang nggak maksa. Adegan terakhir antara rima dan daniel cukup buat pipi saya blushing HAHA.
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
July 29, 2017
Kasus baru! Wah, ada organisasi, yang konon katanya, Kepala Sekolah dan guru yang mengajar pun, mereka yang ngatur loh. Keren banget ya? Murid sampai bisa ngatur sekolah dan juga yayasannya. Erika, Valeria dan juga Rima, tiba-tiba dapet undangan yang secara misterius dapetnya.


Malam pertama mereka dateng ke lokasi, mereka nggak tahu, siapa-siapa yang berada di balik topeng dan juga pakaian hitam-hitam. Dan malam itu juga, satu korban jatuh. Dia adalah salah satu pemain basket terbaik di SMA! Pelakunya masih nggak tau banget siapa. Bahkan para anggota The Judges juga seolah-olah nggak terjadi apa-apa keesokkan harinya.


Malam kedua dan seterusnya masih terus menjatuhkan korban. Sampai akhirnya, Rima memberikan ide agar sisa dari mereka tidak menjadi salah satu korban. Tapi nyatanya? Masih ada korban! Pada penasaran nggak nih, siapa korban dan juga pelakunya? Mendekati halaman akhir, tragedinya makin seru. Bahkan ngelibatin para guru juga. Berani juga ya mereka?


Selain itu, di sini juga mulai di ceritain, gimana si Daniel mulai suka deket-deketin Rima. Makin seru kan? Buruan deh beli bukunya. Mumpung masih ada di toko buku, atau bisa juga kalian baca e-booknya di IJakarta atau beli di scoop!
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews12 followers
January 17, 2020
Gils... setelah baca salah urutan. Nyesel ya setelah baca buku keempat kemaren harusnya tobat baca buku pertama dulu malah baca buku kelima karena emang buku kelima bisa lihat sudut pandang dari kelima tokoh heroine kita. Eh kesendat karena buku pinjaman padahal tinggal 75 halaman lagi. Menunggu waktu itu entah kenapa coba baca buku ketiga ini dan seketika takjub dibuatnya, wah salah jalan. Seharusnya bacanya jangan random kek gitu harus berurutan. Kalo random dikira kilas balik gitu. Rahasia yg harus jadi rahasia di buku lain malah gak jadi rahasia lagi karena sebelumnya sudah tahu rahasianya akibat baca buku sesudah semua rahasia dan tragedi terjadi menuju rahasia dan tragedi lainnya. Eh kok ribet sih bahasanya. Pokoknya tahan baca buku keenam dan ketujuh. Mending setelah habis baca ini ya kagok baca buku kelima. Baru baca buku kedua. Biar makin ngeh sama tiap karakter utamanya. Erika, Valeria, Rima, Putri, dan Aria pengen dikenali lebih dalam perasaan dan sudut pandangnya dalam hadapi tragedi di sekitar mereka selama serial ini berlangsung.
Profile Image for Jefri S.
85 reviews2 followers
August 12, 2017
Sebemarnya saya pecinta karya Lexie Xu, tapi menurut saya buku ini kurang bagus.

Waktu beberapa puluh halam, ada hal yang membuat saya kurang suka.

Pertama, Valeria dikenal sebagai cewek yang jago kick boxing dan tubuh yang kuat, karena dulu dia sering belajar dan berlatih. Nah, anehnya tuh, masa dengan sekali periode "belajar & melatih", si Valeria nggak membutuhkan latihan lagi? Setidaknya buat menjaga ke jagoannya kick boxing dan menjaga tubuhnya tetap optimal memerlukan latihan kan? tapi dibuku ini tidak ada sama sekali

Kedua, saya rasa buku ini bergenre romance dibalut dengan thriller, bukan thriller dibalut romance, karena hampir 2 lembar buku menceritakan "isi hati" seorang Valeria, bukan hanya Valeria saja, Erika pun juga mengisahkan percintaannya.:)

TAPI........... Lexie Xu cukup sukses membuat ending di buku ini dengan ketegangan karakter melawan sang psiko, walaupun tidak sesukses Omen.
Profile Image for Ismi Roichatul J..
5 reviews
Read
July 22, 2020
OH MY GOD

Novel ketiga dari Omen Series, Banyak karakter-karakter baru yang muncul dan tentunya akan berpengaruh ke novel-novel selanjutnya. Dan ternyata di novel ketiga ini, lexie xu menggunakan 3 sudut pandang karakter : Erika, Valeria, dan Rima. Aku kira akan seperti novel-novel yang sebelumnya yang dominan hanya satu sudut pandang. Tapi di novel ini, porsi dari ketiga sudut pandang karakter ini rata dan tentunya menciptakan detail-detail yang sangat bagus.

Novel ini lebih terasa thrillernya. Lebih berdarah-darah dari novel yang sebelumnya. Tapi untuk misteri lebih susah ditebak novel yang kedua. Karena tebakanku tentang pelaku kejahatan di novel ini tepat *bangga* meskipun tidak tau motif dari pelaku.

Dan kalau diperhatikan dengan detail, banyak pentunjuk-petunjuk kecil yang membuat penasaran di bagian sudut pandang Rima. Apalagi di bagian epilog, uh oh, apa rahasia yang Rima simpan yaa hmmm
Profile Image for Vii ✧.
25 reviews4 followers
January 24, 2025
Buku ini menceritakan tentang salah satu organisasi di sekolah, yaitu The Judges yang terkenal sebagai penguasa dan terhormat. Hanya orang-orang tertentu yang dapat diundang menjadi anggotanya setiap tahun. Namun, terjadi hal yang mengganjal dalam proses perekrutan sebagai anggota The Judges yang bahkan dapat memakan korban.

Novel ini aku baca di ipusnas, dan aku sudah ikutin sejak Omen #1. Aku cukup suka dengan alurnya, ditambah dengan munculnya karakter-karakter baru dalam novel ini! seperti biasa penulis Lexie Xu menceritakan melalui sudut pandang yang berbeda dari Erika, Valeria, dan Rima. Yang aku suka dari novel ini, nggak cuman menonjolkan genre thrillernya aja tetapi juga ada komedi dan romance yang tipis-tipis. Bikin enggak boring pas baca! Cuman sejauh ini, diantara ketiga buku yang aku baca di series ini, nomor satu yang paling ku suka tetap Omen #1
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
April 7, 2022
Semakin lanjut baca series ini, semakin bagus juga ceritanya.

Porsi di buku ini seimbang, dari misteri-thriller-romance (tidak seperti buku sebelumnya yang agak dominan romansa). Dengan ketiga sudut pandang yang berbeda-beda (Erika-Valeria-Rima).

Kasusnya juga cepat dimulai dan diakhiri─hanya dalam beberapa hari, tidak seperti sebelumnya yang mempunyai durasi waktu cukup lama. Jauh lebih sadis, meskipun motif kejahatannya terasa konyol (lebih make sense motif buku pertama-kedua, tapi yah, di luar sana memang ada orang-orang sejahat itu).

Poin plus untuk epilog yang mengundang tanya dan organisasi "The Judges" yang woaah.

Well, very good story karena di buku ketiga ini diceritakan dengan jauh lebih rapi. 5⭐ for this!
Profile Image for asykhara .
14 reviews1 follower
March 5, 2024
JUJUR BANGET YA INI MALAH KEK GENRE KOMEDI KRN HAHAHA GABISA GA KETAWA KLO BACA INI

penggambaran karakternya bener" ... GMN YA JELASINNYA. disuguhin pov dari 3 tokoh utama dari series ini, Erika, Valerie, dan Rima berasa bener" jadi "mereka".

untuk thriller dan misterinya menurutku so so sih tp SANGAT enjoyable. aku juga sempet nebak" sebenernya siapa dalangnya walau misterinya ga begitu berat. motifnya pun receh ala anak SMA. dan menurutku itu daya tariknya karena mereka berlagak seperti anak seumuran lain yang mem"perbesar masalah" ala" anak SMA yg berputar pada cinta

aku kayaknya bakal lengkapin series omen karena LUCU BANGET ERIKA AKU SUKA BGT HAHAHA. jujur aku beli ini pun waktu diskonan yang kebetulan ada buku ini.

personal rating 4,5/5💋
Profile Image for alia.
48 reviews
November 4, 2019
Well, dari 3 buku dalam Omen Series yang sudah saya baca, buku ini lah yang menurut saya paling kurang nendang. Sejak awal saya sudah mengira si bandit cowok memang pelakunya. Misteri dan teka teki dari buku ini masih kurang bagi saya. Saya berharap action yang lebih banyak, dan peran-peran yang tidak terduga sebelumnya seperti di Tujuh Lukisan Horror yang sejauh ini masih jadi favorit saya dalam serial ini.

But still this book was enjoyable. Daniel Yusman and Putri Badai will be my next favorite characters for sure. Oiya, saya penasaran banget sama rumah Rima! Saya yakin di buku selanjutnya rumah Rima pasti jadi latar dari suatu pertarungan ter-epic dari Omen Series! :)
Profile Image for 泡 🐾.
12 reviews
October 12, 2024
Meh, disappointed cuz of pedophile story. Why would grown ass men went after high school girls and dare to say can’t help after kissed the girl without even asking whether she is ok with it or not lol such a turn-off for a teen-lit. These grooming kinda stories are not necessary cuz the story is fun alr. Above of it, why would you chose to rimanticizing pedophile and grooming behaviors while there must be plenty of love story options to be told. It’s a teen-lit and the girls are teen, pairing them with men who are obsessed with teenagers is kinda sick.
Profile Image for Rana.
Author 6 books23 followers
October 26, 2013
Aku gak bisa bilang nggak buat novel yang satu ini.

Pembawaan Lexie dengan sudut pandang yang selalu lebih dari satu selalu membuat cerita-ceritanya menarik. Apalagi dalam serial Omen ini, tiga tokoh utama--Erika, Valeria, dan Rima--punya karakter yang bedanya jauh. Erika Guruh yang sok berkuasa, berani mengambil risiko, dan cenderung seenaknya sendiri, Valeria Guntur yang lemah lembut, baik hati, dan punya kekuatan tersembunyi, serta Rima Hujan yang pendiam, misterius, dan punya banyak rahasia. Menurutku, mereka gak ada mirip-miripnya sama sekali, tapi kenapa mereka bisa jadi teman baik, itu yang masih aku bingung. Yah, tapi mereka emang saling melengkapi, jadi gak heran kalau mereka bisa dekat.

Rima naksir Daniel? Daniel yang katanya ganteng, tajir, dan idaman cewek-cewek SMA Harapan Nusantara serta anak buahnya Erika? Oke, yang ini aku bener-bener gak nyangka. Kukira, Rima bakal lebih suka sama orang-orang yang setipe dengannya--dalam artian pendiam, misterius, dan dingin. Nyatanya, Rima justru suka Daniel, yang bertolak belakang dengannya. Lucunya, Daniel malah memperalat dia. Katanya udah sering liat cewek ngambek, udah tau cewek kayak gimana, tapi kenapa gak ngerti kalau ada cewek yang naksir dia?

Jujur, aku terkesan banget sama Putri Badai. Pokoknya, siapapun yang bilang dia sempurna, aku setuju. Sayang aja dia punya pacar yang menurutku gak sesuai dengannya. Dia bisa dapat yang lebih baik kok, walau dia emang rada-rada dingin. Soalnya, siapa yang gak mau sama dia? Dia orang berpengaruh di sekolah, pasti hampir semua orang, kalau gak suka yaaa... seenggaknya nge-fans. Dia bisa jadi teladan yang ideal buat orang-orang.

Sayang di cerita ini Amir dan Welly gak terlalu dibahas. Padahal aku seneng ngeliat mereka sama Daniel dan Erika kalo lagi duduk bareng-bareng dan ngomong seenaknya. Tapi gak apa-apa, mereka emang gak begitu diharuskan ada dalam cerita. Selain karena mereka bukan termasuk orang-orang yang dipilih untuk jadi anggota The Judges, mereka juga lagi berantem sama Daniel. Kalaupun mereka ada, mereka cuma bakal tambah bikin runyam dalam cerita.

Les... kenapa sih, kadar manis dan gantengnya cowok itu gak ngurang dari sejak aku baca Tujuh Lukisan Horor? Ganteng, baik, manis, tau gimana cara memperlakukan cewek, mandiri... wah, kayaknya sempurna bangeeeeet. Aku gak masalah dengan pekerjaannya sebagai montir, tapi aku agak keberatan dengan statusnya sebagai... ketua geng motor. Aduh, ganteng-ganteng ketua geng. Tapi gak apa-apa, deh. Les tetep ganteng kok, mau digimanain juga~

Aku paling kesel waktu Rima bilang Erika dan Vik berantem cuma gara-gara Vik mau ngasih uang ke Erika. Itu... kenapa harus berantem, sih!? Erika emang lebay banget, dia kan, bisa nolak tanpa harus pake acara berantem-beranteman sama Vik. Toh, itu cuma uang. Mungkin Erika emang ngerasa harga dirinya turun gara-gara itu, tapi gak perlu segitunya juga. Aku juga gak suka kalau dikasih uang sama cowok, tapi kan, bisa ditolak baik-baik. Oke, Erika emang cewek paling cuek dan nyeremin yang pernah aku tau, mungkin cara penyampaian dia emang berbeda, tapi... aduh, itu cuma duit...

Aku selalu bergidik ngeri kalau baca bagian-bagian yang rada-rada mengerikan. Penjelasan kondisi kaki Hadi, penjelasan kondisi tangan Ricardo... aduh, itu ngeri banget. Kenapa sih, Dicky sama Lindi tega melukai orang-orang demi ambisi sendiri? Kenapa orang-orang di dalam buku itu kayaknya takut banget kehilangan "pengaruh" mereka buat sekolah mereka? Aku yakin, walau rasanya pasti sakit, Putri dan King bakal ngerti dan akan rela ngelepasin Dicky dan Lindi. Daripada berhubungan diam-diam di belakang dan justru berakhir dengan melukai orang-orang, lebih baik terang-terangan. Dan apa salahnya sih, dengan kehilangan popularitas? Buat yang satu ini, aku setuju dengan teori Valeria tentang "jadi cewek kasat mata itu enak". Mau populer atau ngga, sebenernya sama aja. Semua itu tergantung kita yang menjalaninya, bukan statusnya.

SMA Harapan Nusantara pasti tempatnya nyeremin banget, ya? Yang aku heran, kenapa anggota-anggota The Judges itu berani nyusurin lorong-lorong sekolah yang gelap--apalagi itu malam hari!--dan masuk terus nunggu di ruangan yang gak lebih baik gelapnya. Yang lebih parah, ada yang berani nunggu di belakang panggung yang notabene adalah tempat nyeremin sekaligus TKP di Tujuh Lukisan Horor. Mana anggota itu sendiri, gak ditemani. Eh, gak tau juga kalo yang jaga pos itu Dicky atau Lindi. Siapa tau aja, mereka emang nunggu Ricardo di sana untuk dianiaya. (Hii... mikirinnya aja aku udah ngeri)

Salut buat Lexie yang tulisannya selalu bikin aku merasa ada di sana, jadi kamera mereka, dan terkadang jadi mereka--Erika, Valeria, atau Rima. Lima bintang buat novel ini, karena aku emang cinta banget. Apalagi bagian akhir waktu Rima nyatain ke Daniel, bagian tengah waktu Les dan Valeria duduk di pinggir jalan tol, dan... bagian mana yang sweet buat Vik dan Erika, ya? Ah, waktu Vik gendong Erika! Aku selalu ngakak waktu baca debatnya Pak Rufus dan Erika, juga ketakutannya Chuck terhadap Rima yang naik sepeda (hantu naik sepeda, katanya), dan kata-kata Pak Rufus yang selalu seenaknya sendiri. Beneran deh, aku cinta banget novel ini.
Profile Image for Natasha.
36 reviews
April 16, 2020
Dari series 1 sampai 7 OMEN ga pernah mengecewakan.

Alur, cerita + karakter nya sangat bagus dan menarik.

Pasti membuat kepo + baper + dag dig dug banget — dan pasti ketika sudah baca gaakan bisa berhenti.


Setiap series punya cerita dan rahasia tersendiri tapi berhubungan satu sama lain nantinya. Di setiap series juga tokoh2 lain diperkuat dan dimunculkan satu per satu. pokoknya recommended parah! ❤✌

selamat membaca dan jatuh cinta! xx
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
May 6, 2020
Gatau mau ngomong apa, ini terlalu gila dan lebih keren dari seri Omen yang kedua 😭 Sumpah semua sensasi di buku ketiga ini lebih nampol dan bikin gamau berenti baca dari awal sampe akhir.

Karena emang segila itu weyy :') peran Erika, Val, dan Rima juga sesuai porsinya bgt. Ah gilak makin ngefans sama Erika wkwk, walaupun dia anaknya tengil dan kadang ngeselin, dia tetep keren bgt hahaha

DAN EPILOGNYA DONG TOLONG, HADUUUUU BIKIN PENASARAN BGT
Profile Image for An_lika Koi.
29 reviews2 followers
May 18, 2022
Motif dari pelakunya terlalu dangkal, tapi yaa di luar sana banyak orang yang seperti itu. Gaya penulisan author lexie xu kocak bangeett, jadinya buku ini page turner. Walaupun menurut aku terlalu gampang pelakunya utk ngungkapin identitas dan rencananya (kayak kalo mau bunuh ya tinggal bunuh wkwkw), tapi overall baguss banget, pelakunya ga gampang buat dikalahin. And Rimaa, selamat datang!! (「`・ω・)「
Profile Image for Alvi Tita Wijaya.
35 reviews
December 3, 2019
novel ini sangat bagus untuk dibaca karena selain seru, pemilihan kata yang digunakan juga mudah dipahami oleh pembaca. Novel Leie Xu selalu menggunakan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan membuat kita mudah untuk membayangkan apa yang terjadi pada novel. Alurnya pun juga mudah dipahami sehingga pembaca menikmati dalam membaca novel ini
Profile Image for Nur Afifah.
96 reviews3 followers
February 5, 2021
Seru. Tapi kalau dibandingkan dengan buku sebelumnya, novel ini tidak terlalu bikin kejer atau menakutkan. Bahkan serasa cepat sekali untuk mengetahui soapa-siapa pelaku yang keji menyakiti anak2 itu. Nggak ada greget-gregetnya. Tapi, kalau sudah berurusan sama Erika dan Vik kenapa bawaannya pengen ngakak mulu sih ya...
Profile Image for Rishia.
4 reviews
January 27, 2022
Kalau dua buku sebelumnya udah ajaib, buku ketiga dari seri Omen ini bahkan lebih ajaib. Pembawaannya asyik banget, seolah kita betul-betul ada di dalam dunia karakternya. Terutama saat penggambaran Rima, karena memang anaknya pintar banget, saya jadi dibuat terkagum-kagum dengan jalan pikirnya.

And, was that a romance between the Casanova and the stolid I sensed?
Profile Image for nasya.
783 reviews
November 6, 2022
seperti buku sebelumnya, ini penuh misteri juga. cuma menurutku, nggak semenegangkan buku2 sebelumnya dan pelakunya juga ketebak, jadi nggak ada plot twist yang aku tunggu2. tapi di buku ini banyak ketawa karena tingkahnya erika sih, dia nggak bermaksud ngelucu tapi bawaannya ketawa mulu kalo dia dah ngomong
Displaying 1 - 30 of 101 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.