Sedangkan dua negara bisa berdamai, inikan pula dua hati…
Merasa ‘dilempar’ ortu ke Pulau Besar, Malaysia, Ervan Prima Sakti, Indonesia’s Most Eligible Bachelor protes berat. Bertemu pula dengan Surihani, cewek muka imut tapi jutek alias ngeselin banget! Salah faham bahasa, sering bikin dia dan Suri adu mulut.
“Kamu hobinya nyerocos ... padahal aku belum habis ngomong, aku butuh bantuan kamu!” – Ervan
“Tapi di sini, perkataan butuh maksudnya lucah, mencarut. Kalau kau sebut perkataan itu depan orang lain, terutamanya lelaki, jawabnya kau makan penumbuk!” - Surihani
Bukannya Surihani menidakkan pesona Ervan tapi sikap pongah jejaka Indonesia itu membuat dia menyampah.
“Dalam majalah, bukan main lagi cakap Indonesia dengan Malaysia serumpun! Tapi sebenarnya dia yang tercabut dari rumpun!”- Surihani. Bentrokan dua negara, budaya dan bahasa membuat mereka saling meresan, meledek sifat jelek masing-masing. Tapi setelah berdamai, baru tersedar keserasian mulai merambat hati mereka. Melihat sisi rapuh, tertanam keinginan dalam diri Ervan, mahu melindungi dan memenuhi impian hidup gadis itu. Sementara Surihani mula menemukan sisi humor dan baik hati dalam diri Ervan.
Mereka menganyam impian menuju ikatan halal. Hanya saja takdir berkata lain. Sejak tragedi ngeri yang berlaku di Mersing, Ervan hilang dari radar. Meninggalkan Surihani dalam tanda tanya tak berkesudahan. Sehingga Surihani nekad memperjuangkan cinta biarpun Akhil tak jemu menghasut.
Kisah ni berkisar tahun sebelum 2010. Rupa-rupanya ini kisah lama di bawah tajuk yg sama cuma masa tu penulis guna nama pena yang lain.
Kisah dua manusia dari dua negara iaitu Malaysia dan Indonesia. Mula-mula jumpa Ervan dan Surihani ni kerja bergaduh. Surihani selalu salah sangka dengan bahasa Indonesia yang digunakan Ervan. Ervan pula suka berlagak diva dan memandang rendah dengan orang lain. Orang kaya dan popular macam artis haruslah menjaga imejnya.
Tapi lama kelamaan hubungan mereka ni kian baik mungkin disebabkan Hizar, abang Suri yang selalu jadi pendamai.
Satu malapetaka telah menimpa Suri dan Ervan. Ervan hilangkan diri dan Suri ternanti-nanti tanpa kabar. Kemalangan tu dah menyebabkan Ervan jadi cacat. Dia tertekan dan trauma sampai sanggup putuskan hubungannya dengan Suri malah dengan dunia luar.
Nasib ada sahabat macam Irawan yang selalu disisi. Kasihan dekat Suri ni, dia sayang sangat dengan Ervan sampai sanggup datang cari di Jakarta. Tapi Ervan ni egois. Memang patut Irawan tampar si Ervan sebab menyakitkan hati.
Saya suka olahan penulis yang cuba menceritakan keadaan orang yang tak dapat terima kecacatan pada diri sendiri. Penderitaan Ervan dalam usaha untuk menerima dirinya sudah cacat.
overall i gave this 2.75 rounded up to 3 stars. i think that was quite generous of me because this book is just TOO LONG FOR ME.
okay a dwi bahasa buku is very interesting ngl i liked it but the characters are just so unlikeable for me. dont get me wrong i love ervan and surihani but third act break up in here just too long and unmatured. i hate it. i understand what ervan has been going thru but the way he act is just too annoying.
i enjoy there’s some scenes that i took as an advice and also the romance in here quite good bcs it’s a enemies to lovers. love the first half but towards the end just fell abrupt.
i do recommend this book if you want something dual languages and cute enemies to lovers. rich boy x poor girl. yall name it. i liked this book but not as much as i do