Kalau hujan bisa cerita, kira-kira apa yang akan dikatakannya tentang hidupku? Dari butiran-butirannya yang menetes membasahi bumi, aku menghitungseberapa cerita yang bisa dibawanya. Hujan, turunlah yang banyak. Basahi hatiku yang kering kerontang dan dengungkan lagu suka cita memuja-muji bumi.
Kalau telapak tanganku bisa berbicara, kira-kira apa yang akan diramalkannya tetang garis hidupku?
Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti. Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa. Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.
Pertama baca waktu SMP. Pinjem di perpus. Setelah sekian lama cari judul baru nggeh kalau pake bahasa indo bukan bahasa inggris. Susah amat cari ini buku
Akhirnya, setelah mencari buku ini lama banget, kesampaian juga bacanya sekarang Walaupun hanya pinjaman karena memang buku ini sudah tidak beredar lagi di pasaran What can I say Clara Ng memang hebat Dia salah satu yang terbaik di bidangnya Saya sudah ngefans sama tulisan dia sejak Indiana Ada beberapa penulis yang bukunya saya letakkan di rak istimewa Rak yang mudah dijangkau dan dilihat Terkadang, saya baca ulang. Walaupun belakangan sudah tidak sempat lagi karena begitu banyak antrean buku baru dan kesibukan pribadi maupun sibuk nulis naskah juga, jadi kendala saya jarang baca ulang buku-buku 'muse saya' lagi :p Tapi ada buku-buku dari beberapa penulis yang selalu memberikan inspirasi untuk saya, saya letakkan di sana. Entah untuk apa. Just because Indiana - Clara Ng, salah satunya
Terus, bagaimana dengan buku Clara Ng yang ini? Tujuh musim setahun, buku yang bercerita mengenai persahabatan unik lima orang gadis - Lara (sepertinya dia adalah pusatnya), Selena, Iris, Mei dan Phoebe Buku unik yang beda dengan Indiana Buku yang bercerita dengan banyak pengetahuan disisipkan di dalamnya, alur maju mundur, tempat-tempat terpisah di berbagai belahan dunia Kadang saya mengernyitkan kening. Karena ada konsep-konsep yang buat saya asing Tapi saya suka. Dan bahasanya Clara memang ngalir
Pas nemu buku ini di rak buku sepupu gw, seneng banget dah. Akhirnya kesampean juga baca novel pertama Clara Ng yang diterbitkan.
Tetap dengan ciri khasnya Clara Ng, dengan tokoh sentral persahabatan 5 orang perempuan; Lara, Selena, Mei, Iris & Phoebe. Di mana setiap bab ditulis dengan penggambaran satu musim dan pengalaman hidup masing-masing tokoh. Dengan mengambil alur maju mundur, membuat gw terbawa ke masa lalu, masa kini dan masa depan. Dan mengumpulkan potongan potongan dari setiap cerita yang harus bisa gw rangkai hingga akhir karena di akhir lha, bermuara semuanya menuju satu pintu.
Dalam novel ini Clara mengutip banyak kalimat dari buku-buku hebat sebagai bagian dialog dari para tokoh. Dari mulai religi sampai perbintangan dan merajutnya menjadi kesatuan dalam cerita.
Gk salah kalau gw nge-fans sama Clara Ng....buku ini makin menambah rasa kagum gw dengan beliau. Gk sabar mau menunggu karya-karya hebatnya kembali.
Suka sama penokohannya. Pelajaran yang bisa diambil setelah baca buku ini adalah bahwa setiap manusia pasti punya sisi diri mereka yang tidak bisa dibagi kepada dunia luar, kadang terlalu rumit untuk menjabarkannya, biarlah beberapa orang yang merupakan teman dekat dan sudah lama mengenal kita lah yang tahu dan mau menerima kita apa adanya. Masa lalu, sekeras apa pun kita berusaha melupakannya, ia akan tetap ada di sana, mengalir dalam jiwa membentuk pribadi hingga dewasa. Bagaimana Lara yang berhubungan dengan dua laki-laki sekaligus yang mana keduanya memiliki kisah masa lampau yang tetap membayangi hidup mereka. Selena, Mei, Phoebe, dan Iris yang merupakan sahabat Lara setiap lakon memiliki cerita masing-masing yang cukup unik. Kisah mereka menjadi gambaran bahwa yang dialami oleh seseorang di masa lalu entah itu sejak kecil atau beranjak dewasa semuanya merupakan akar dari karakter yang membentuk kedewasaan dan cara berpikir dan merasa, sebuah proses sebab-akibat.
Buku yang mengenalkan saya dengan pengarang favorit saya, Clara Ng. Akhirnya, saya bisa membaca buku ini kembali karena Kak Dewi yang baik hati, sesama pencinta Clara Ng juga. Sayang, saat saya membaca ulang buku ini, reaksi saya adalah satu: "mumet". Rasanya buku ini terlalu berat dan saya kagum dengan diri saya di masa lalu yang bisa mencerna buku ini dengan baik. Atau, sesungguhnya saya tidak mencerna buku ini dan menelannya bulat-bulat? Hmm..
Clara Ng dengan sangat piawai menggabungkan cerita-cerita yang terpisah-pisah, menjadi satu-kesatuan yang menghubungkan 5 orang sahabat. Perjuangan menemukan identitas diri, kepercayaan terhadap orang lain, hingga penemuan cinta sejati. Bahasa yang menarik dan berbobot dikemas dalam penuturan yang ringan, membuatnya menjadi sangat sayang untuk dilewatkan.
Saya membacanya saat masih SMA. Dan ketika membaca karya-karya Clara Ng yang lain, rasanya beliau memang tertarik pada persepsi seksualitas. Buku ini unik dalam penceritaan, lebih unik dibanding "Gerhana Kembar" yang dicetak belakangan. Tapi, dari segi isi cerita, relatif tak ada yang mengejutkan.
"7 Musim Setahun" adalah novel pertama Clara Ng, tapi justru ini buku paling terakhir yang saya dapet. Maklum ini buku lama, jadi nyarinya susah. Dapetnya aja karena dicariin sm temen yang berhasil nemu buku ini di toko buku bekas. Asli. Ceritanya keren banget. Fully Recommended!!
Bercerita tentang 5 sahabat yang mempunyai jalan hidup berbeda-beda. Diceritakan dengan latar maju mundur. Clara Ng selalu menyisipkan pengetahuan di dalam nove-novelnya. I like this
Ini kedua kalinya aku baca novel karya Clara Ng. Aku jadi pengen baca semua novel Clara Ng. Gaya bahasanya yang liar, something new for me haha.
Dan entah kenapa, baca novel ini bikin aku inget sama Tuhan. Emang sih ini novel spiritual pertamanya Clara Ng, tapi jujur deh, nilai spiritualnya itu ga secara gamblang dia tulis. Tapi aku sedikit-sedikit bisa menangkapnya. Jadi, makasih karena udah ingetin aku kembali padaNya :")
Ini ada salah satu kutipan favorit aku, "Keseimbangan dalam keharmonisan itulah kegenapan utuh dalam perputaran alam semesta."