What do you think?
Rate this book


244 pages, Paperback
Published July 3, 2023
“Early Warning Sign: Sistem deteksi terhadap tanda-tanda atau gejala awal yang diperkirakan dalam memengaruhi perkembangan atas maju mundurnya kondisi usaha debitur (peminjam).” (hlm. 11)
“Kalau dipikir-pikir, anak kecil adalah makhluk paling pemaaf. Disakiti bagaimanapun oleh orang terdekat, mereka akan tetap mendekat. Entah sejak usia berapa sesuatu yang bernama dendam dan sakit hati itu mulai ada. Mungkin, ketika kita mulai mengenal hukum sebab akibat. Atau, saat kita mulai bisa membandingkan kehidupan dengan dunia luar. Atau mungkin juga karena seiring tumbuh dewasa, kita semakin banyak menanggung beban. Entahlah. Aku tidak tahu pasti, tapi terasa sangat sulit untuk bisa kembali.” (hlm. 202)
“Ternyata bukan waktu yang bisa menyembuhkan segalanya. Karena mau dibiarkan berapa lama pun, luka yang belum diproses akan mengendap jauh di dalam hati. Perubahan sudut pandanglah yang berpengaruh pada kemampuan kita dalam mengatur emosi.” (hlm. 233)
Kaki analis ibarat berpijak di perbatasan penjara. Salah sedikit saja maka ada kemungkinan akan terjeblos ke dalam. - hlm. 102
Bisa dibilang, aku adalah contoh dari si kontradiksi berjalan. Senang berpikir abstrak, tapi lebih suka bertindak logis. Ingin tahu banyak hal, tapi tapi enggan buang-buang energi. Suka berbagi ilmu, tapi anti bergabung dalam kelompok. Suka sesuatu yang sulit dan menantang, tapi selama ini memilih terjebak di zona nyaman. - hlm. 119
Memang sudah bukan rahasia umum lagi kalau anak-anak analis kerap memendam dongkol kepadaku. Alasannya sungguh lucu. Hanya karena masalah ritme kerjaku yang konon paling gesit di antara mereka semua. Apakah kita harus ikutan gila biar tidak dikatai sok waras? - hlm. 128
Rasanya energi ini sudah habis terkuras akibat bertemu banyak orang selama hari kerja. Aku butuh re-charge! - hlm. 47