This book reveals how press and media, (esp. in the USA) had influenced world's opinion about many interesting and important issues in the world: 9/11 event, ASPARTAM, FLUORIDE, HIV, the connection between USA authority and the media (esp. CNN), etc, through his careful research.
Kejahatan Jurnalisme Media AS (sumber: Suara Merdeka, Minggu 11 Feb 2007)
Judul buku: Dosa-dosa Media Amerika Penulis : Jerry D. Gray Penerbit : Ufuk Press, Jakarta Cetakan : Pertama, 2006 Tebal buku : xxviii + 251 hlm
DI tengah kemajuan teknologi dan sains seperti sekarang ini, keberadaan media --entah itu televisi, radio dan koran-- nyaris bak sebuah jendela yang dapat membuka mata orang untuk mengenal dunia. Bagaimana tidak, dengan membaca koran atau duduk di depan tv, orang sudah bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di belahan bumi. Pendek kata, media telah menjadi semacam tas kecil yang bisa menyimpan sekaligus menumpahkan "isi" dunia.
Anehnya, setiap orang nyaris percaya bahwa kebenaran yang disajikan media adalah fakta. Padahal, tak semua media patut dijadikan jendela yang bisa dipercaya untuk melongok dunia, terlebih lagi media Amerika. Adanya kekuatan pemilik modal, dominasi kekuasaan serta kerapuhan "iman" para jurnalis, rupanya telah menggiring media di Amerika melupakan prinsip-prinsip jurnalisme. Akibatnya, media Amerika tak lebih hanya alat propaganda pemerintahan Bush.
Gambaran keberadaan media yang cuma menjadi corong Bush itulah yang kini dialami media Amerika, seperti diungkapkan Jerry D. Gray dalam buku Dosa-dosa Media Amerika ini. Jerry menguak berita-berita yang dilansir Fox News, CNN serta The Weekly Standar, tak saja telah menjadi corong Bush melainkan juga berat sebelah, bahkan mencuci otak. Lelaki muallaf kelahiran Weisbaden Jerman ini mencontohkan, dulu sebagai orang Barat, dia telah salah menilai Islam karena media Amerika telah mencitrakan umat Islam itu jahat, ekstrim dan pengacau bagi perdamaian dunia. Padahal, citra itu tak benar!
Media, menurut Jerry, sudah seharusnya menyajikan fakta atau gambar berbagai peristiwa tanpa harus diberi label interpretasi (opini). Tetapi. media AS yang memegang teguh jurnalisme, jujur dan berani mengontrol pemerintahan, kini seperti mimpi di "siang bolong". Karena itu, wajar Berstein (yang sempat bekerjasama dengan Bod Woodward mengangkat skandal Watergate dan mengakibatkan mundurnya presiden Nixon) berkomentar, "Dewasa ini, kebanyakan media telah jadi gosip, sensasional dan kontroversi yang direncanakan."
Kenapa? Jerry menilai bahwa media AS telah menjadi corong dusta pemerintah. Tak salah, bukan kebenaran yang kemudian disajikan dari berita, tapi sebuah konspirasi. Di antara skandal teori konspirasi yang disebutkan Jerry, semisal; serangan WTC 11 September 2001. Tapi, Amerika melalui kekuatan media, tanpa bukti menuduh Osamah bin Laden serta jaringan Al-Qaida sebagai 'tersangka'. Padahal, tragedi itu skandal Amerika. Pasalnya, ada investasi Silverstein yang akan mengeruk untung pasca-tragedi.
Jauh sebelum tragedi WTC, musibah Oklahoma 1995 yang menewaskan 186 orang pun telah membawa media Amerika tak lagi independent. Dengan menuduh Timothy McVeight dan Terry Nicholas sebagai pelaku, media AS masih mengaitkan kedua orang itu dengan jaringan Al-Qaida dan Irak. Juga kebohongan perdagangan opium di Afghanistan, "penyiksaan" tahanan di Abu Ghrib serta Guantanamo. Tetapi kebohongan besar dari media Amerika yang tidak bisa dinafikan adalah kasus Saddam Husein dan tuduhan AS terhadap Irak yang diduga memiliki senjata pemusnah massal. Padahal, tuduhan Bush --lewat media-- terhadap Irak itu tak terbukti.
Pemberitaan itupun tak lebih skandal untuk menjustufikasi invasi ke Irak. Dengan kata lain, Bush telah berbohong pada penduduk bumi. Karena dibalik invasi Irak itu ada maksud untuk mengeruk keuntungan minyak Irak lewat Halliburton -milik Deck Cheney- dan dendam Bush untuk menumbangkan Saddam, bukan untuk menjadikan Irak sebagai negara demokrasi.
Selain kebohongan di area politik-ekonomi, media di Amerika telah dijadikan pemerintahan Bush sebagai alat mendistorsi fakta guna mengungkapkan asal AIDS, soal fluorida, fenilpropanolamin dan aspartam. Tetapi, kenapa Media Amerika tak memberitakan yang seharusnya diberitakan? Kenapa media Amerika tidak menyampaikan kebenaran dan Persatuan Pers Geduh Putih pun mati suri di bawah ketiak Bush? Karena itulah, dengan sejumlah kebohongan tersebut, Jerry --mantan US Air Force dan wartawan Metro TV & CNBC Asia-- berpendapat bahwa dunia, kini penuh dengan kebohongan. Karena media yang seharusnya membawa kebenaran telah menjadi corong penguasa, memelintir, berat sebelah dan mencuci otak.
Disarikan dari "data dan fakta-fakta" yang disarikan Jerry dari internet, buku ini memang bukan hasil investigasi. Tetapi, buku ini tetap memiliki bobot serta keakuratan data yang bisa dilacak dan diverifikasi. Sayang, di dalam mengungkap fakta kebohongan media AS, Jerry -yang dikenal pula sebagai master instruktur selam- kurang memberikan balance keberadaan media-media lain di Amerika yang tidak jadi corong Bush. Jika buku ini ada balance seperti itu, maka kekuatan dari sibakan Jerry jelas akan lebih menarik dan tak hitam-putih meski hampir seluruh umat dunia paham bahwa media AS berat sebelah dan menerapkan standart ganda dalam melihat negara yang berpenduduk muslim.
Kendati demikian, kehadiran buku ini telah membuka mata pembaca untuk mengetahui dusta media Amerika sekaligus belang pemerintahan Bush. Karena, Amerika yang selama ini dikenal sebagai negara demokratis ternyata memiliki karakter busuk dan menjadikan media sebagai "alat propaganda" belaka untuk menipu penduduk dunia.***
Apa pengaruh TV, koran, radio, majalah dan media lain sejenisnya bagi kita? Apa yang dilihat, dibaca, didengar oleh kita langsung, apakah langsung kita telan bulat-bulat? Bagaimana dengan isi berita tersebut, jika itu juga disebut berita yang memang sudah sesuai dengan etika jurnalistik yang baik dan tepat(?).
Tak pelak lagi, kehidupan kita penuh dengan informasi, yang kita konsumsi terkadang tanpa filterisasi, apakah berita itu benar-benar adanya seperti yang tersebutkan, terpampangkan, tersiarkan?
Jerry D. Gray adalah seorang mantan militer US, dan sekarang seorang pelaku jurnalistik di Metro TV dan CNBC Asia mencoba memaparkan dan mengungkap kebobrokan media-media barat yaitu Amerika.
Ditulisnya, bahwa apa yang diberitakan oleh mereka adalah pembualan dan hal yang menyimpang dan menyesatkan pemirsanya, dan mencoba menanamkan atau mengkonstruksi cara pandang dan pikiran orang-orang mengenai sesuatu hal. banyak hal yang ia beberkan di situ, seperti penyakit AIDS itu bukanlah seperti yang diberitakan dari dulu itu dari Simpanse, melainkan dari ilmuwan yang sengaja dibikin untuk kepentingan jahat yaitu ditujukan (pemusnahan) untuk etnis-etnis tertentu. Percaya atau tidak, silahkan baca sendiri ulasannya.
Gue rasa dia mencoba mengingatkan kita untuk sadar dan membuka mata akan bahaya penyelewengan informasi demi tujuan dan kepentingan tertentu. Media-media sana sudah keluar dari fungsi yang sebenernya.
Sebelum membaca buku ini, aku pernah membaca buku Jerry D. Gray yang lain. Judul bukunya sih aku lupa, pokoknya tentang tragedi 11 September dan teori konspirasi dibaliknya...
Nah, buku ini masih seputar Amerika, hanya saja kali ini membahas tentang media Amerika yang konon paling maju di dunia barat. Dari judulnya sudah ketahuan kalo ini buku membahas kesalahan-kesalahan yang tidak termaafkan dari media Amerika.
Media sudah terkontaminasi birokrasi, media tidak independen, media melakukan distorsi informasi, media mengarahkan persepsi dunia ke orientasi yang salah, media bla... bla... bla... Yah, semacam itulah! Dan jangan terkejut apabila anda menemukan banyak fakta mencenangkan dari buku ini.
Jangan salah, buku ini tidak hanya soal politik. Kejahatan media dalam dunia kesehatan misalnya, tidak kalah mengejutkan. Bila yang anda tahu selama ini bahwa HIV/AIDS berasal dari sinpanse, berarti anda telah menjadi korban media. Karena virus tersebut adalah hasil rekayasa manusia dan diciptakan untuk tujuan tertentu!!! Tentu saja Jerry D. Gray yang bilang. Dan untuk tahu lebih banyak anda perlu membaca bukunya: Dosa-dosa Media Amerika...
Buku ini lumayan membuka wawasan tentang beberapa teori konspirasi yg marak di dunia khususnya yg dikaitkan dengan islam dan terorism dan juga dunia kesehatan. Belum baca secara penuh buku ini sebenarnya, baru baca sekilas tentang topik-topik yang menurut gue cukup menarik. Hal yang paling menarik adalah yang ditulis oleh Jerry tentang konspirasi fluoride dalam pasta gigi. Tertera bahwa kandungan fluoride dan proses kimia-nya dengan air sebenernya berdampak buruk bagi kesehatan. Apakah benar demikian? Gue sendiri masih net surfing untuk mencari tahu kesimpulan berdasarkan data2 empiris mengenai masalah ini. But overall, this book is a good read but you may say it's less reliable since the author himself mostly referred to internet articles.
This book informed me that media has a powerful influence to control publics opinion about many critical issues and could horribly distort people's view about almost everything..
According to this book, USA authorities have been controlling, not only their citizen's opinion, but also the people in the globe's, and has distorted our view way too far..
Through this book, the author's trying to remind us that it's time to be more skeptical in viewing any issues...
Important issues: HIV AIDS, FLUORIDE, ASPARTAME, 9/11 event, CNN, etc
Mayoritas pembahasan yang ada pada buku ini berisi artikel-artikel dari website luar negeri tentang berbagai kebohongan media Amerika, menurut yang dipercayai penulis. Buku ini masih layak dibaca untuk menambah wawasan, tapi buku ini saja tidak cukup untuk memutuskan apakah hal tersebut benar atau salah, menurut saya pembaca masih perlu mencari informasi dari sumber lain yang berkaitan dengan hal yang dibahas pada buku ini, selanjutnya pembaca dapat memutuskan sendiri mana yang lebih layak disebut kebenaran dan mana yang kebohongan.
teori konspirasi yang disertai penjelasan yang cukup meyakinkan mengenai media informasi di amerika serikat... dr kasus 11/9 sampai penggunaan pasta gigi!! (flouride ternyata tidak seperti yang selama ini kita pikirkan - paling tidak dari pikiran di penulis)