Seri Hi! Kwangdae terbitan Penerbit Haru pertama yang gue baca. Ceritanya simpel dan ringan. Tentang seorang gadis bernama Maya yang belajar bahasa Korea di Kwangdae (Kwanghan Daehakkyo) dan terpaksa harus menjalankan LDR dengan pacarnya di Indonesia, Alva.
Karena Maya sakit, ia tidak dapat mengikuti ujian akhir level 2. Terpaksa ia harus mengulang kelas yang sama, dan harus beradaptasi dengan guru dan teman-teman baru. Seperti kebanyakan cewek Indonesia (atau mungkin Asia), Maya sering menggunakan hp di kelas untuk berkomunikasi dengan Alva, sehingga menyebabkan nilai afektifnya buruk.
Ketika Maya mendapat pesan dari adiknya, Rani, ia mendapat ide untuk membuat ‘Good Memories Project’. Maya bertekad untuk mengukir kenangan bersama teman-temannya karena ia, dengan PDnya, merasa waktunya di Korea semakin sempit karena ia yakin ayahnya akan memintanya pulang ke Indonesia. Maya menjadi dekat dengan Luc, cowok bermata hazel asal Prancis yang ceria dan memiliki pribadi hangat dan menyenangkan (sangat nggak Prancis banget). Kebetulan di kelas, Ahn sonsaengnim meminta murid-murid kelas tersebut untuk membuat PR kupon menarik. Maya akhirnya membuat kupon berisi Friendvitation dengan masa berlaku tiga bulan, berhubungan dengan proyek Good Memories-nya itu. Karena tidak ada yang berminat, maka Luc yang kasihan dengan Maya, bersedia untuk menjadi temannya selama tiga bulan.
Sudah bisa ditebak kemana arah pertemanan mereka ini.
Lalu, kabar buruk menimpa Maya. Karena nilai-nilainya jauh dari memuaskan, ayah Maya tidak mengijinkan Maya pulang sebelum lulus S1. Tentu Maya bingung dengan keputusan ayahnya, dan sedih, karena Alva juga memberi ultimatum tentang status hubungan mereka berdua (what a jerk).
Maya berusaha untuk bisa pulang cepat dengan ingin naik tingkat lebih cepat. Luc yang seharusnya berada di level 3 menolak naik tingkat, dan Maya bersedia menggantikannya. Namun, Maya gagal ujian naik tingkat, membuatnya harus tinggal di level 2.
Maya yang merasa diberi ide oleh Luc, mulai gigih untuk mencari pekerjaan part-time untuk membeli tiket pulang ke Indonesia. Namun, ternyata tidak mudah mencari pekerjaan di sana, apalagi Maya masih berbicara dengan bahasa Korea yang terbata-bata.
Di tengah pencarian kerja part-time, Luc mengungkapkan isi hatinya pada Maya, yang disambut dengan ketidakantusiasan dari pihak Maya tanpa ada penyelesaian yang jelas (memang sudah sifat Maya kalau ia tidak mampu bersikap tegas terhadap laki-laki).
Di tengah kekalutannya mencari pekerjaan, Maya juga dihadapkan pada dua pilihan: kembali ke Indonesia dan mengorbankan studinya atau meninggalkan Alva dan fokus pada pendidikannya, sesuai dengan harapan ayahnya.
Well, untuk mengetahuinya tentu kamu harus membaca buku ini :)
Gue suka dengan cover buku ini yang girlie banget dan mewakili isi cerita. Warnanya pastel, terkesan lembut namun eye-catching. Ilustrasi di dalam buku juga lucu dan khas Haru banget.
Setting tempat di novel ini fiktif, namun terasa real, apalagi ada peta dan ilustrasi tempat-tempat penting di bagian belakang novel. Liur gue menetes ketika membaca tentang adegan makan-makan samkyeopsal, tteokbokki, juga minuman soda Korea.
Novel ini manis dan romantis, namun nggak mendayu-dayu. Walau di bagian awal agak lamban dan rada dragging, gue sangat terhibur dengan perkembangan cerita, alur, juga gaya bertutur Lia yang mengalir.
Sayang, penggambaran daerah-daerah di Korea seperti Itaewon, dan lain-lain kurang dideksripsikan secara detil, sehingga gue kurang bisa merasakan suasana khas di sana. Gue belum pernah ke Korea, jadi gue mengharapkan penulisnya bisa menggambarkan suasana khas di sana. Jadinya, gue harus googling untuk mendapat gambaran dan berimajinasi tentang suasana di Itaewon.
Yang paling menarik dari novel ini adalah idenya, yaitu mengukir kenangan. Sederhana namun cukup kuat dan nempel pada ingatan.