Pemikiran Tan Malaka sudah acap kali dibedah dari berbagai sudut pandang kajian; ekonomi, perjuangan sosial hingga sejarah. Namun, barangkali, kajian pemikiran Tan Malaka dari sisi pendidikan tidaklah begitu melimpah, dan ini adalah salah satu telaah dan analisis kritis atas pemikiran Tan Malaka dalam pendidikan, baik dari sisi teoritis hingga praksis. Syaifuddin menguraikannya dengan runtut, dengan referensi yang melimpah (dengan banyaknya catatan kaki).
Bagus. Mendedah pemikiran Tan Malaka soal alternatif pendidikan dengan basis pemikiran Kiri yang pada dasarnya menekankan pada pentingnya pemikiran kritis.
Bisa menjadi rujukan menyoal asal-usul dari hakekat dan pengharapan via pendidikan serta pergerakan subversif Tan Malaka via pendidikan di masa kolonial. Selain itu, dalam buku ini dijelaskan dengan sangat jelas, apa itu berpikir kritis dan pemikiran kritis dan bedanya dengan kritik atau mengkritik.
Emblem sosialistis bukan untuk ditakuti mengingat kita punya sejarah tidak enak dengan sosialisme dan gerakan kiri. Memang pada dasarnya, pemikiran kritis adalah bibit dari para pemikir inovatif dan revolusioner. Sedangkan, Tan Malaka adalah salah satu pemikir hebat dalam ranah pendidikan yang keburu-buru dicap merah dan hilang begitu saja. Padahal yang ia maksud adalah membikin ideologi berkebangsaan sendiri. Rajutannya pemikirannya bukan hanya sosialisme barat tetapi apa yang relevan dan realistis di dalam konteks negara muda dengan sejarah kolonial dan beribu etnis keagamaan berpadu padan di Indonesia.
Suka sih baca buku ini. nikmat dan ringkas dan bikin aku jadi lebih menghargai orang-orang cerdas Indonesia kayak om Tan!