What do you think?
Rate this book


196 pages, Mass Market Paperback
First published August 1, 2013
"Aku akan menjadi pacarmu setelah kau belajar menganggap serius hubunganmu dengan seorang cewek. Aku tidak mau main-main. Aku mau hubungan yang nyata." -Naomi kepada Stephen (hal. 26)
"Saat kau mencintai seseorang, kau mencintainya begitu saja. Hanya itu yang penting, kan? Kau jatuh cinta begitu saja. [...]" -Naomi kepada Stephen (hal. 116)

"Saat kau mencintai seseorang, kau mencintainya begitu saja. Hanya itu yang penting, kan? Kau jatuh cinta begitu saja."
Aku tidak bisa jatuh cinta kepada Stephen. Aku tidak boleh jatuh cinta. Namun saat langkah-langkah dalam kontrak itu semakin lama semakin mudah dicapai, misi itu semakin membebani hati nuraniku. Seiring berjalannya waktu, semua tidak kunjung terasa lebih mudah.
"Aku menandatangani surat kontrak itu dengan penuh semangat.Ini adalah pertama kalinya aku membaca novel terjemahan Filipina dan aku sangat puas dengan terjemahannya yang bagus dan sama sekali tidak terasa kaku. Two thumbs up untuk penerjemahnya! Aku juga sangat suka karena penerjemahnya menyelipkan beberapa istilah bahasa Tagalog yang disertai dengan footnote untuk memperkenalkan pembaca pada bahasa Filipina ini. Lewat buku ini aku bisa sedikit lebih mengenal dan mengerti istilah bahasa Tagalog yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya :)
Akan kutunjukkan padanya!
Aku akan menghancurkan hati Casanova itu!
Aku tersenyum menyeringai.
Mari kita mulai permainan ini."
"Aku memberitahunya kalau kau tidak jatuh cinta, kau tidak akan pernah disakiti. Aku tidak akan pernah jatuh cinta." Tiba-tiba Stephen berpaling kepadaku. "Alyana bilang suatu hari nanti aku akan menjilat ludahku sendiri. Kurasa… aku sudah melakukannya."
"Setiap kali bersama dengannya, aku melupakan kepedihanyang disebabkan oleh Mom. Tapi, Nami juga seorang wanita; ada kemungkinan dia akan menyakitiku dan aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.Pada awalnya aku sangat sebal dengan karakter Stephen Cruz yang selalu dengan mudah berganti pacar dan suka mempertontonkan kemesraan di depan umum. Apalagi saat ceritanya ditulis dari sudut pandang Naomi, aku jadi bisa bersimpati dengan rasa benci yang ia rasakan. Namun seiring dengan waktu, saat Naomi mengenal karakter Stephen lebih jauh dan pembaca mengetahui latar belakang kehidupan Stephen yang membuatnya berlaku demikian, rasa sebalku terhadap karakternya berubah menjadi simpati. Dan selama Naomi melancarkan misinya pada Stephen, karakter Stephen berubah jadi manis dan sangat menyenangkan. Awalnya aku mengira itu adalah sosok Stephen yang memang adalah seorang Casanova handal dan bukan dilakukan atas ketulusan; tetapi pada akhirnya semua menjadi jelas :) Aku juga suka karakter Naomi yang kuat dan tidak mudah ditindas oleh orang lain—karakter yang sepertinya jarang aku temui pada jenis cerita seperti ini. Walaupun ia melalui masa galau yang membuatnya harus menyakiti dua lelaki dalam hidupnya, aku rasa Naomi telah mengambil keputusan yang sulit dengan berani pada akhirnya :)
Aku tidak ingin berakhir seperti Dad.
Aku tidak mau jatuh cinta."