Jump to ratings and reviews
Rate this book

Produsen Ontbijt Walanda Bandoeng

Rate this book
Penelusuran sejarah ke masa Hindia Belanda mempertemukan kita dengan Maison Vogelpoel, Maison Bogerijen, Valkenet, Merbaboe, Lux Vincet, Het Soephuise, Hazes, Ellenbroek, dan lain-lain. Nama-nama itu sejak zamannya pun, sudah moncer sebagai produsen beragam jenis menu sarapan (ontbijt) orang Belanda. Setiap hari, dari dapur-dapur mereka mengepul aroma khas roti-roti hangat yang siap melengkapi santap pagi warga Kota Bandung. Begitu termasyhurnya reputasi mereka hingga ada yang beroleh predikat ‘pemasok’ (leveransir) resmi untuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan Ratu Belanda - produksinya berupa kue khas kerajaan: Koningin Emma Taart dan Wilhelmina Taart.

Pada masa kita sekarang, Kota Bandung sudah menjadi kota tujuan wisata belanja, wisata sejarah-budaya, wisata alam, dan tentu saja juga wisata kuliner. Jika pelbagai produsen makanan dan minuman tempo doeloe itu tidak pernah hadir di kota ini, barangkali reputasi dan sejarah kota ini akan sama sekali berbeda dari yang ada sekarang. Tetapi, di manakah keberadaan mereka sekarang? Penulis buku ini berusaha untuk mengungkapkan dan menyajikan kembali kepingan-kepingan dari sejarah kecil (petite histoire) kota ini.

166 pages, Paperback

First published January 1, 2012

2 people are currently reading
9 people want to read

About the author

Sudarsono Katam

15 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
3 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for htanzil.
379 reviews149 followers
August 7, 2014
Buku ini dibagi dalam empat bagian besar, yaitu Menu 'Ontbijt', Produsen Roti dan Kue, Produsen Isi Roti, Produsen Minuman Sarapan. Pada bagian 'Menu Ontbjit' dijelaskan berbagai macam menu sarapan pagi di masa itu antara lain roti-rotian (roti tawar, roti kadet, roti krenten, dll), ontbijkoek, kentang, havermout, nasi olahan, dll. sedangkan untuk isi rotinya sendiri antara lain roomboter, keju, pindakaas (selai kacang), palmsuiker (gula merah), telur, daging olahan, dll. Untuk minuman onbijt terdapat susu murni, susu kental manis, susu tanpa lemak, susu tepung, kopi, cacao, teh, dll. Semua menu-menu di atas diberi keterangan detail mengenai bahan, dan penyajiannya.

Di bagian Produsen Roti dan Kue terungkap bahwa Pemerintah Hindia Belanda memberikan konsesi kepada para produsen roti dan kue di kota Bandung untuk membuat makanan sesuai dengan standar kualitas makanan orang Belanda. Produsen roti dan kue di kota Bandung tidak hanya didirikan oleh orang Belanda saja seperti , Merbaboe, Maison Borgerijen, Maison Vegolpoel, Lux Vincet, Valkenet,dll, namun ada juga yang didirikian oleh orang-orang Tionghoa seperti Jap Tek Ho, Khoe Pek Goan, Tan Kim Liang, dll, baik dalam skala besar maupun menengah.

Di bagian yang membahas produsen Minuman Sarapan terungkap bahwa hampir seluruh minuman sarapan orang Belanda di Kota Bandung diproduksi di Bandung dan sekitarnya, antara lain susu yang diproduksi oleh Bandoengsche Melk Central (BMC). Juga ada produsen kopi Aroma yang kini menjadi incaran para wisatawan penikmat kopi yang bertandang ke Bandung. Hingga kini kopi Aroma masih diproduksi di lokasi yang sama dengan mesin-mesin kuno dan dikemas dalam kemasan tempo doeloe yang menjadi ciri khasnya.

Di bagian ini juga ada tentang produsen air mineral, ternyata air mineral juga sudah dikonsumsi oleh penduduk Bandung di jaman Hindia Belanda. Pada 1923 didirikan Pabrik Air mineral Malabar di Jl. Naripan 61 yang kini bekas bangunannya ditempati oleh Toko Buku Rohani Kalam Hidup. Selain pabrik air mineral Malabar, ada juga pabrik air mineral Preanger, Buddha, dan Nova.

Selain ke empat bagian di atas, buku yang dilengkapi oleh foto-foto ini juga menyertakan 10 buah lampiran untuk melangkapi dan memberi detail dari hal-hal yang perlu disampaikan secara khusus antara lain lampiran mengenai; nasib bangunan dan metamorfosis produsen ontbijt, Jejak Langkah pendiri Indische Partij, KAR Boscha, dan tentang kebun Gandum di zaman kolonial di kawasan Pangalengan yang saat itu menjadi menjadi salah satu sentra penghasil Gandum di Hindia Belanda.

Secara keseluruhan buku ini sangat menarik dalam memahami sejarah kota melalui menu sarapan orang-orang Belanda di kota Bandung. Penulis mengungkapkannya dengan detail, walau ada beberapa data yang tampaknya kurang lengkap namun sebagai buku yang pertama kali membahas mengenai produsen makanan sarapan orang-orang Belanda di Bandung apa yang telah tersaji di buku ini sangatlah bermanfaat.

@htanzil

review lengkapnya bisa dibaca di
http://bukuygkubaca.blogspot.com/2014...
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.