Banyak yang membingungkan, sorry to say, jadi enggak selera bacanya.
At first, I thought to myself to give it a try, the book. Considering my reading mood was referring to some story with a character like Reno, I spared some time to start reading. It really was a hard struggle to keep turning page by page.
I have a quite strong resistance against Sitta's female characters so far, and it happened again. I was hoping she wouldn't exaggerate the perfection of her character, but wrong. Mara was described as a young woman who is strong, brave, and "different from other young women her age". I found her lacking weaknesses that would make her a genuine character, a relate-able one. It was like, "gosh, she's so perfect I can't even relate." while reading her parts. But then this is a personal opinion.
The real annoying things in this book are:
1. Di halaman 13 disebutkan umur Mara hampir 22 tahun, sedangkan di halaman 69 disebutkan bahwa dia akan berumur 20 tahun, tahun depan. (Ini gue yang salah baca atau..?)
2. Di halaman 153, Arka mencoba buat bunuh Mara..
I mean, what the heck, tadi katanya Arka butuh Mara hidup-hidup untuk dijual? Katanya butuh Mara 'tak tersentuh'? .__.
3. I got sick with every description of the characters that are described too flattering in an unsuitable timing. Contoh: halaman 156, "Raut tampan dan rahang kerasnya yang cocok jadi figur tentara di film perang menunjukkan ia sangat kelelahan." Please, it doesn't feel like it fits the situation. Agak terlalu berlebihan rasanya. Seperti, si penulis ingin sekali pembacanya 'nangkep' persis seperti apa ekspresi dan 'keadaan' wajah Rig. Yang ada malah nangkep gantengnya bukan nelangsanya.
Contoh kedua: halaman 157, "Tawa Rig lemah, namun tetap renyah." Nggak bisa bayangin kayak gimana. Pentingkah, perlukah kita 'diingatkan' bagaimanapun juga Rig tetap memesona ketawanya walaupun babak belur? And anyway, tertawa renyah itu kayak gimana sih?
Contoh ketiga: halaman 176, "Rig membenamkan sebagian wajahnya pada rambut gadis itu, menghirup samar-samar paduan aroma stroberi, mawar, dan sedikit mint..." Memangnya kalau sudah nggak mandi sekitar dua hari (atau sekian hari, kurang dijelaskan) dan nggak keramas, keringetan, dikurung di kelembapan begitu masih kecium wangi shamponya ya? Setau saya rambut jadi bau minyak rambut. Agak nggak masuk akal menurut saya.
Too much fantasy yang, mmm, klise.