Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kimi to boku

Rate this book
"Aku tidak menyukaimu, jadi mana mungkin aku mau menjadi kekasihmu?"

Kei tertegun. Perasaannya saja, atau hatinya merasa tidak suka saat Naoko berkata seperti itu? "Kau tidak perlu khawatir." Kei melepaskan kedua tangannya dari bahu Naoko. "Kita bisa berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Bagaimana?"

***

Berdamai dengan Kei, sang Ouji, membuat hidup Naoko sedikit tenang. Syarat yang diberikan Kei teramat berat: mereka harus pura-pura menjadi kekasih. Daripada terus-terusan menjadi korban penindasan di sekolah, Naoko menerimanya.

Naoko kembali resah ketika hubungan mereka kian dalam. Terlebih saat sahabat masa kecilnya, Nakatsu, hadir kembali. Ketika hati Naoko semakin terpikat pada Kei, namun juga tak bisa melepaskan Nakatsu, hati mana yang akan ia pilih sebagai persinggahan akhir hatinya?

183 pages, Paperback

First published January 1, 2013

1 person is currently reading
6 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (16%)
4 stars
4 (33%)
3 stars
4 (33%)
2 stars
1 (8%)
1 star
1 (8%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Stefanie.
29 reviews2 followers
July 19, 2020
1. Cerita tentang perempuan pengidap sindrom stockholm. Jadi, gue nggak bisa memberi komentar apapun mengenai plot mainstream seperti ini. Intinya benci banget sama plot seperti ini.

2. Mengenai makanan kantin. Seumur-umur membaca informasi mengenai kultur sekolah-sekolah Jepang, gue nggak pernah menemukan bahwa kantin di Jepang menyediakan TAKOYAKI.

3. Ketawa terbahak-bahak ketika Kei (kalau nggak salah) bilang: ini Shinjuku B U K A N Tokyo. Ya, Tuhan. Ini penulisnya nggak research dulu mengenai prefektur, distrik, dan sebagainya di Jepang atau bagaimana sih? Shinjuku itu jelas sekali di Tokyo!

4. Kemudian ketika Naoko jalan-jalan sama Nakatsu di Shinjuku dan dia MENYEBUT Hokkaido sebagai KOTA. *screaming in Japanese* Kasusnya sama seperti nomor 3, penulis memang tidak tahu mengenai daerah-daerah Jepang.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.