Shuho Sato (佐藤 秀峰, Syuho Sato) is a Japanese manga artist. He won the Japan Media Arts Festival Manga Award (文化庁メディア芸術祭漫画部門優秀賞) for his work "Say Hello to Black Jack"
His assistants have included his wife, manga artist Tomomi Sato, as well as Masasumi Kakizaki (one year before his debut), Takahisa Shiratori, Itsunari Fujii, Eiji Nomura, Takashi Yoshida, and Kōjirō Umezawa.
Dari yang tadinya lebih dari lima halaman berwarna, menyusut jadi empat halaman, lalu kali ini cuma ada di halaman pertama. Dan nuansa warna sampul volume ini sama dengan volume 04. Well-played, M&C! Well-played.
Selesaikanlah apa yang sudah kaumulai. Yah, sepertinya kata-kata itu yang membuatku terus membeli volume-volume selanjutnya dari seri ini yang harga satuannya IDR 50K.
Saito yang oon. Dunia kedokteran yang digambarkan begitu menipu dan penuh intrik. Gambarnya yang—entah kenapa—bikin dahi berkerut.
Di divisi kanker. Smpai jilid ini, mungkin divisi ini yg lebih banyak menyita alur cerita. Perubahan pada Saito, pertentangan2 batinnya di divisi kanker memang teralu berat utk dipikirjkan hha. Panel2 hubungan dewasa dg Minagawa memang diperlukan y utk menunjukkan ketidakberdayaan Saito? LOL
polemik obat kanker gemzar dialami oleh shouji dan usami saat menangani pasien Kodama yg kena kanker pankreas tingkat lanjut. penggunaannya ilegal dan tidak bs pakai asuransi. walopun begitu, efektifnya jg tidak terjamin. tp biayanya tinggi stiap bulannya dan ditanggung pasien.
Volume 6 dari manga (komik) ini adalah menceritakan tentang pengobatan penyakit kanker. Kalo gak salah inget, mulai dibahas dari vol. 5 sampai 7. Say Hello to Black Jack memang bukan manga yang aku sukai dari segi artwork, tapi cerita manga yang mengambil tema kedokteran dan dunia medis ini sangat menarik. Menyentuh sekaligus menyentil dunia medis, khususnya dunia medis Jepang. Meski rasanya sentilan itu juga berlaku sih buat dunia medis di Indonesia.
Manga ini aku dapatkan dengan harga yang sangat murah karena diskon. Untungnya aku dapet edisi lengkap yang membahas tentang pengobatan kanker ini. Kenapa aku tertarik dengan tema kanker ini?
Karena penyakit ini adalah penyakit yang ditakuti dan konon susah disembuhkan. Keluarga dan orang disekitarku menderita penyakit ini, dan kakak sepupuku dua orang meninggal karena penyakit ini.
Di manga ini memang tidak dijelaskan cara terbaik untuk sembuh dari penyakit kanker, tapi justru disitu poin terbaiknya. Semuanya digambarkan secara alami dan manusiawi. Bagaimana sang dokter melakukan kesalahan dalam pengobatan, keputusasaan, resiko besar yang harus diambil oleh dokter dan pasien, juga bagaimana peran dokter serta keluarga pasien saat mendekati titik ujung dimana pasien sudah tidak punya harapan untuk hidup.
Kadang dokter sengaja menutup-nutupi penyakit pasien untuk membuat pasien tenang dan tidak panik. Tapi gak jarang hal itu malah membuat keadaan semakin memburuk karena pasien menjadi tidak tahu dengan keadaan dirinya sendiri.
Pada akhirnya, peran dokter bukan sekedar hanya menyembuhkan pasien melainkan menjadi teman pasien dalam menghadapi detik-detik kematian mereka. Membuat kematian itu bukan hal yang pantas ditakuti oleh pasien dengan tingkat kesembuhan sedikit seperti pasien penyakit kanker ini, melainkan menjadi hal yang wajar karena siapapun di dunia ini pasti akan mengalami kematian. Tinggal bagaimana kita membuat waktu hidup yang tersisa itu menjadi sangat berharga untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang menyayangi kita.
Supongo que este "Unidad de Oncología 2" tendrá que esperar, como mínimo, a que consiga "Unidad de Oncología 1", que todavía no tengo. Pero de momento queda lindo sumado a la colección :)