Semua orang pasti punya sahabat istimewa, teman untuk berbagi suka maupun duka. Dan buat gue, sahabat istimewa itu bernama Alfa. Dia bisa jadi teman curhat, rela menemani ke mana pun gue pergi, sampai membantu keluar dari segala macam kesusahan.
Alfa juga unik. Hobinya galau, suka ngadat, dan punya prinsip ‘biar lambat asal semaput’. Kalo udah kayak gitu, gue cuma bisa melukin Alfa. Sayang…, dia nggak bisa meluk balik. Ya, gimana bisa? Alfa, kan, seonggok motor tua butut~!
Jangan nganggap gue gila gitu, dong…, persahabatan, kan, nggak melulu sesama makhluk hidup. Gue buktiin di cerita ini, persahabatan gue—Ari, bocah labil dan galau—, dan Alfa yang penuh tawa, dilema, serta derita.
Ngoahahaha.. Menulis review pada buku sendiri? Aneh. Ya, silakan sih teman-teman menanggapi dengan perspektif masing-masing. Kalau dari saya sih, banyak joke yang masih bisa dipoles lebih matang lagi di buku saya yang ini. :)