Scorpio punya mata ketiga pada hal yang menakutkan: kematian. Ini membuat ia punya sikap spiritual, bahkan sekalipun ia sangat menghargai kenikmatan duniawi. Scorpio terpikat pada titik yang mempertautkan eros dan thanatos, cinta-birahi dan maut. Ia pun menjadi misterius. Maut juga berarti komitmen tanpa syarat. Scorpio pun cenderung setia dan terlibat. Wajah lain dorongan yang sama: cemburu dan pendendam.
Buku ini berisi sekumpulan cerita para Scorpio; hadiah untuk menemukan karakter dan dorongan, kekuatan dan kerentanan para kalajengking—satu-satunya tanda zodiak yang mengandung racun dalam tubuhnya.
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia.
Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.
Orang-orang dengan elemen air selalu bikin gue penasaran. Scorpio salah satunya.
Biasanya gue paling benci sama kumpulan cerpen (kumcer), karena kualitas penulisan isi buku berubah-ubah sesuai masing-masing penulis. Tapi buku ini agak beda, somehow all the stories fits, dengan satu benang merah dan konsistensi dalam penulisan tiap cerita.
Nuansa noir seolah memang menekankan beginilah jati diri orang-orang di bawah zodiak Scorpio. Misterius, diam-diam menghanyutkan dan ngga bisa ditebak.
Membaca buku ini mengingatkan gue sama seorang Scorpion, yang gerak-geriknya, pola pikirnya, gesturnya baru gue pahami, setelah sekian lama.
Bukan, buku ini bukan bercerita tentang ramalan. Buku ini hanya mencoba menyingkap karakter orang-orang Scorpio yang (katanya) cenderung gelap dan muram. Seolah mengamini stereotype orang Scorpio, hampir semua cerita dalam kumcer ini bernuansa gelap. Mungkin itu juga disebabkan oleh mayoritas penulis yang berzodiak Scorpio yang terlalu lebur dalam penceritaan. You know, orang Scorpio bercerita tentang orang Scorpio, seperti menelanjangi diri sendiri tapi juga sekaligus ingin tetap merahasiakan beberapa hal.
Untuk beberapa hal tentang menjadi seorang Scorpio yang diceritakan dalam kumcer ini, saya beri 3 dari 5 bintang.
Juli 07, 2017 Kisah Orang-orang di Bawah Naungan Scorpio
Apakah Kalian percaya kepada zodiak? Aku mungkin satu di antara sekian orang yang sedikit percaya akan horoskop atau zodiak. Yaaaah meskipun tidak setiap saat membaca ramalannya ataupun mempercayai ramalan tersebut. Biasanya aku suka membaca ramalan buat senang-senang saja. Jika nadanya positif maka membuatku semangat, tapi jika isinya hal-hal buruk ya...buat bahan renungan saja. Namun, untuk karakter orang-orang yang dipengaruhi zodiak, ada kalanya benar, meskipun tidak semuanya. Saat aku membaca buku karya Ayu Utami dan kawan-kawannya tentang mereka yang di bawah naungan bintang Scorpio, aku terkikik. Pasangan hidupku dan beberapa kawanku itu Scorpio. Dan entah kenapa aku agak klop dengan zodiak ini. Taurus dan Scorpio apakah merupakan pasangan ideal, padahal mereka sangat bertolak belakang?
Buku berjudul Kisah Orang-orang Scorpio merupakan kumpulan cerpen. Beberapa karakternya saling terkait, tapi Kalian bisa membacanya terpisah-pisah dan loncat-loncat atau urut dari bab satu hingga ke belakang. Tokoh-tokohnya ada seorang peneliti senior bernama Syakieb, lalu ada empat dara Anita, Sinta, Inggar dan Shaula. Hanya Shaula yang berzodiak non Scorpio.
Kisah-kisah dalam karya fiksi ini adalah kisah mereka yang umum dijumpai di masyarakat dan keseharian. Ada kisah tentang perjodohan, melakukan interaksi sosial, ataupun cerita tentang perselingkuhan. Judul babnya di antaranya Pesta, Ulang Tahun, Dan Hujan pun Turun di Ujung Hari, Lingkaran Arus Shaula, Generasi Bunga, November House, Semua Akan Menjadi Lebih Baik, Pak RT dan E-KTP serta Memoar.
Ada beberapa kisah yang menarik untuk disimak pada kumpulan kisah dengan tebal sekitar 200-an halaman ini, tapi ada juga yang kebanyakan. Aku sendiri agak enggan dan bosan membaca kisah-kisah tentang perselingkuhan ataupun perilaku bebas.
Kisah yang menarik perhatianku berjudul Pak RT dan E-KTP karya Sitta Taqwim. Kisahnya khas seperti yang biasa ditemui, bagaimana susahnya birokrasi, padahal hanya untuk urusan sederhana seperti mengurus e-KTP. Digambarkan dalam kisah ini bagaimana Inggar harus bersusah payah pulang ke Surabaya demi mengurus e-KTP.
Inggar tidak suka menemui Pak RT di kampungnya karena berlagak akrab dan suka menginterogasi. Ia hanya ingin urusannya segera kelar dan bisa kembali bekerja. Tapi rupanya Inggar tidak bisa lolos dengan mudah. Cara penulis membawakan ceritanya asyik, seolah-olah saya bisa membayangkan bagaimana tidak menyenangkan berhadapan dengan birokrasi untuk pengurusan administrasi kependudukan hingga kini.
Kisah berikutnya yang berbumbu pergaulan bebas adalah Cerita karya Syakieb Sungkar. Ini adalah cerita tentang Sinta yang berontak kepada ibunya karena ibunya menentang hubungannya dengan Tomi dengan alasan zodiak Tomi tidak cocok dengan putrinya. Hahaha segitunya ya. Dulu sih saya suka lihat tabel kecocokan zodiak, tapi ya buat senang-senang saja.
Menurut buku ini orang-orang Scorpio itu suka bermisterius,ada juga yang merasa dirinya lebih, ada yang judes dan siap mencapit, ada juga yang sensual dan flamboyan . Hahaha ada banyak rupa Scorpio.
Buku Kisah Orang-orang Scorpio ini merupakan salah satu dari proyek 12 Seri Zodiak yang merupakan bagian dari program Bienal Sastra Salihara 2013. Para penulisnya merupakan peserta dan pengajar kursus menulis dan berpikir kreatif yang diadakan Komunitas Salihara pada April-Juni 2013. Wah jadi pengin ikut nih, biar bisa trampil menulis seperti mba Ayu Utami.
Kalau aku bandingkan dengan pasanganku dan kawan-kawanku, tidak semua sifat tokoh di sini pas dengan perilaku mereka sehari-hari. Ya, bisa jadi sifat bukan hanya dipengaruhi zodiak, tapi juga terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggal dan pergaulan mereka. Omong-omong aku suka ilustrasi sampul buku ini yang dikerjakan Ari Prameswari. Warna-warninya ceria dengan sosok manusia kalajengking, siap beraksi dengan capitnya.
Percaya zodiak itu musyrik kata seseorang. Tapi buat saya ini cuma seseruan aja yang nggak saya jadikan pegangan apalagi pedoman hidup.
Sebagai seorang scorpio saya paham perasaannya Syakieb, bahkan Anita. Tetapi yang paling mengena entah kenapa dengan cerita tentang Anita, si gadis Scorpio yang kabur dan sengaja melarikan diri demi bertobat dan melindungi diri dari terjerumus ke dalam dosa baru. Terkadang, orang Scorpio itu memang totalitas, benci ya benci pol, cinta ya cinta pol sampai terkadang tertukar-tukar ini cinta atau benci sebenarnya. Persis seperti yang dirasakan Anita pada mamanya. Dan saya paham perasaan yang begini. Intinya penulisan dari dan untuk Scorpio ini yang paling mengena di antara ketiga zodiak lainnya buat saya. Pas banget isinya. Nggak lewah juga nggak kurang
Sekali lagi, saya nggak nggak jadikan pedoman ya. Barangkali ini sebuah kebetulan😁
lucu juga dapet rekomendasi buku ini di ipusnas, lihat jejeran pengarangnya jadi tertarik.
isinya kumpulan cerita, dengan karakter-karakter yang sama dan saling berhubungan satu di antaranya. tiap cerita menunjukkan karakteristik dari scorpio (stereotip yang banyak dikenal orang). idenya menarik sih.
Kalau disanding dengan seri keduanya, Kisah Orang-Orang Scorpio terlihat lebih kompleks untuk dinikmati. Berisikan dua belas cerita pendek yang berkisah tentang kepribadian seorang Scorpio, tentunya, jalan kisahnya masih mengandung memoir. Bedanya tidak seperti Kisah Orang-Orang Capricorn yang diceritakan lugas, pada seri pertama ini, Ayu Utami sengaja mengajak banyak karakter-karakter baru untuk terjun mewarnai tiap lembar kisah seorang Syakieb yang dimabuk cinta pertamanya.
Jika dijabarkan mungkin kisah-kisah tersebut berhasil menyingkap satu per satu kepribadian Scorpio; Scorpio yang misterius, Scorpio yang setia dan terlibat; serta tabir-tabir lain yang selalu berhasil disembunyikan seorang Scorpio.
Dari dua belas kisah yang unik dan menarik serta mengambil berbagai sela untuk menyelipkan sudut pandang. Generasi Bunga adalah cerita yang paling membekas, menurut gue. A, sebagai pseudonim dari Ayu Utami berhasil menyihir sebuah pemikiran seorang Syakieb muda yang terlihat sempurna, runut, serta seorang puris dalam memegang tradisi menjadi penganut ajaran generasi Bunga. Generasi Hippie yang katanya lagi "in" di masa itu. Menghabiskan malam dengan menghirup sebanyak-banyaknya kanabis. Tapi hanya dua orang yang tahu tentang yang dilakukannya bersama Nirmala di November House malam itu.
Kisah Syakieb tak berhenti sampai situ. Jauh melebihi akal yang selalu menariknya untuk menyambut imaji seorang Nirmala. Di umurnya yang kelimapuluh ia menemukan sosok itu. Anita, kalajengking yang selalu merajut rapi rahasia-rahasianya.
Tak hanya Syakieb yang katanya Scorpio yang punya cerita. Anita pun punya. Dan Anita tidak sendirian. Kisah Orang-Orang Scorpio seolah menelanjangi latar belakang tokohnya hingga ke empiris. Mendasar namun membutuhkan konsentrasi ekstra untuk selalu menyimak jalan ceritanya.
Dari lima, sejujurnya sebagai seorang Scorpio juga, gue memberikan nilai tiga setengah. Alasannya singkat, bukannya membosankan, hanya saja mungkin kurang menggigit dari segi penokohan. Dari sekian banyak tokoh yang ada, hanya dua yang gue tunggu, Anita dan Syakieb, namun embel-embelnya seolah diceritakan selintas. Tidak seperti di Kisah Orang-Orang Capricorn. Dari sekian banyak figuran, kontras dari dua orang karakter utamanya terasa selalu menyembul dan membekas. Hingga menciptakan alur yang jelas.
Terlepas dari itu, seri Horoskop yang diprakasai Ayu Utami tentunya masih dapat dibilang manis dan asyik untuk disimak :) terutama untuk seorang yang menambakan arti kebebasan di masa lajang, mungkin Kisah Orang-Orang Scorpio akan cocok untuk dibaca.
Pertama kali nemu buku ini lewat platform iJak, perpustakaan online yang menyediakan layanan pinjam buku tak berbayar (entah kalau ada yang berbayarnya juga, sejauh ini sih belum pernah pake). Jatah pinjam 2 hari, pinjem buku ini tanggal 5 Februari, nggak selesai baca karena waktu peminjaman habis dan lalu nggak baca lagi sampai akhirnya hari Sabtu lalu aku pinjam ulang untuk kubaca lagi.
Kesan pertama dari bukunya adalah: ini buku apaan sih? Oh, kumpulan cerpen. (maafkan aku yang terlalu fokus dengan judul sampai nggak perhatian dengan kontennya).
Baca buku ini, apalagi sambil naik angkot itu nggak direkomendasikan. Membingungkan. Ini buku intinya tentang apa juga aku nggak nangkep sampai aku mencapai bagian tengah-menuju-akhir dari bukunya.
Oh, jadi bukunya itu bercerita tentang Anita dan Syakieb. Setelah baca lebih dari setengah buku, baru aku 'ngeh' siapa tokoh utamanya. Secara plot ceritanya menarik, tapi secara bahasa cukup membingungkan. Mungkin karena bukunya dibuat oleh sekian banyak penulis dengan gaya tulisan yang masing-masingnya punya perbedaan. Buatku, buku ini nilainya 2,95 dari 5. Karena, walaupun bukunya enak dibaca, di akhir bacaan aku menyesalkan waktuku yang terbuang beberapa jam untuk baca buku ini. (Maafkan aku para penulis karena menghargai tulisan kalian segitu saja, aku tahu menulisnya sampai selesai pasti penuh perjuangan.)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ketika pertama tahu Ayu Utami akan membuat kumcer bertema zodiak, saya bertanya-tanya apalagi kejutan yang akan dia berikan. Jujur awalnya saya menghindari karya Ayu Utami. Saya tak kenal seperti apa karyanya dan pada saat itu saya masih tergila-gila dengan kisah fiksi fantasi. Hingga akhirnya saya bertemu dengan "Pengakuan Eks Parasit Lajang". Tulisannya menarik hati saya, jujur tanpa rasa malu-malu. Akhirnya saya mulai membaca karya-karya lainnya, termasuk kumcer ini. Kumpulan cerpen dalam buku ini punya satu benang merah, Scorpio. Menceritakan orang-orang yang lahir dalam lingkaran rasi bintang Scorpio. Tidak semua cerpen menarik hati saya, ada beberapa yang menurut saya terasa aneh. Tapi mengingat ini hasil kerja keroyokan bukan cuma satu orang saja sudah pasti saya menemukan perbedaan dalam gaya bercerita. Terkadang saya merasa banyak informasi tentang sifat dasar Scorpio yang terkesan dijejalkan dalam cerpen. Tapi, kembali lagi kumcer ini tentang Scorpio dan saya sebagai non Scorpio buku ini memberikan pemahaman mengenai orang-orang Scorpio. Akhirnya, saya memberikan bintang 3 untuk buku ini. Beberapa cerita cukup menarik namun lainnya cenderung sedikit membosankan. Tapi secara keseluruhan dikemas dengan menarik sesuai dengan benang merahnya.
dari awal saya tau buku ini akan keluar dr gembar-gembor twitter Ayu Utami, saya sudah sangat tertarik dan penasaran. terlebih, seri pertama yg keluar adalah seri scorpio dengan kata lain menjadi hadiah untuk saya. agar terasa rasa scorpionya, sengaja saya beli buku ini tepat dihari ulang tahun saya pada 2 november lalu. sengaja saya persembahkan buku ini untuk diri saya dan kelulusan saya.
setelah agak lambat membaca buku ini, tidak mengurangi sensasi saya memasukinya. buku yang sangat menarik, menurut saya. ada beberapa kisah yang menceritakan kisah seorang dan karakter scorpio. rasanya seperti membaca diri sendiri. lucu. terkadang juga rasanya seperti sedang membaca astrologi yang ada di majalah wanita, tetapi dalam cerita pendek. dan seperti melihat diri kita (orang-oraang scorpio) yang diceritakan di dalamnya. narsis memabg, tetapi begitu memang scorpio. cerita-cerita pendek ini pun tidak dibiarkan berdiri sendiri. ada benang merah yang mengejutkan di dalamnya. bagian yang saya suka..walaupun ada unsur yang saya rasa kurang alami. seperti kehadiran simbol atau unsur scorpio yang terkesan dijejalkan.ada, karena diharuskan. dan seorang ketua RT di kampung yang memperhatikan pemahaman astrologi. lebih dan kurangnya buku ini tetap menjadi salah satu kado istimewa saya.
Tadinya kupikir buku ini kumpulan cerpen karena penulisnya banyak. Tapi ternyata memang kumpulan cerpen yang dirangkai menjadi satu novel. Aku sering kagum dengan buku semacam ini. Banyak kepala banyak pemikiran. Tapi mungkin di sinilah peran A (alias Ayu Utami) dalam menyatukan cerita.
Dilatari oleh sifat-sifat orang Scorpio, terutama keras kepala dan galak, dengan waktu yang membentang dari tahun 1960-an, sampai entah kapan (karena aku pikir saat anak-anak itu lulus adalah tahun 2010-an) tapi ternyata ada lagi 15 tahun kemudian.
Aku menangis waktu baca November House. Dan lega waktu baca Memoar. Aku tidak pernah membaca Ayu Utami sebelumnya, tapi ternyata lumayan juga.
Sebagai seorang Scorpio, buku ini memang cocok untuk saya, kecuali untuk beberapa bagian -- terutama steorotip seorang Scorpio, sih -- yang membuat dahi mengernyit. Seperti di bagian saat sang penulis memberitahukan bahwa Scorpio di bulan Oktober berbeda dengan yang November; yang Oktober lebih suka ngumpul-ngumpul sementara yang November lebih judes. Well, nope. Saya Oktober dan sebisa mungkin menghindari acara ngumpul-ngumpul.
Di antara semua Scorpio di buku ini (ya, memang banyak banget, dan suatu kebetulan yang luar biasa, atau memang disengaja) yang karakteristiknya paling mirip dengan saya adalah Inggar. Inggar itu benar-benar 'gue-banget', dari bagaimana cara ia bersikap sampai berbicara, pemikirannya juga.
Buku ini berisi sekumpulan kisah pendek para Scorpio yang ditulis oleh beberapa penulis, baik yang sama-sama berbintang Scorpio maupun bukan Scorpio, ini menarik karena menunjukan bagaimana mereka yang bukan Scorpio melihat Scorpio. Meskipun ditulis dalam format kisah pendek namun pada beberapa kisah pendek menunjukan keterkaitan tokoh dan konten, hanya saja dari sudut pandang dan cerita yang berbeda. (Ps. Kalau di film disebutnya spin off, karena masih di frame yang sama tapi diceritakan melalui kisah atau sudut pandang yang berbeda, seperti film Fantastic Beast yang merupakan spin off dari Harry Potter)
Melihat bahwa Ayu Utami yg menggagas dan menulis bbrp cerpen dlm antologi ini, saya sdh mempersiapkan standar setinggi leher. #eh Dan ternyata saya sama sekali tdk kecewa. Kisah2 yg tokohnya slg bertautan dan terentang dalam waktu sekian dekade terasa solid berdiri sendiri dan menyatu scr keseluruhan. Suka sekali.
*opini yg tentu sja sangat bias dr seorang yg jg scorpio* ^_^
Ayu Utami and my friends wrote this! Without being subjective, this compilation of short stories has unique themes. The stories are diverse and surprising!