Seiring kerinduan hati yang semakin menjadi-jadi untuk mengakhiri masa lajang, sering kali membuat seseorang bimbang dalam menjatuhkan pilihan. Hadir dalam benaknya sosok bayangan jodoh idaman yang segera ingin diboyongnya ke pelaminan. Hanya saja ia ragu, apakah dirinya pantas bersanding dengan sesosok wajah itu? Apa yang mestinya ia lakukan guna menjemputnya? Apakah keputusan memilihnya sudah tepat dan sesuai dengan syariat? Sebenarnya jodoh idaman yang bagaimanakah yang lebih ia butuhkan dalam mengarungi luasnya samudra kehidupan? Dan bagaimana jika ternyata yang hadir tak seideal yang diidamkan? Dan masih banyak pertanyaan lain yang harus segera dijawab.
Hampir semua pria dan wanita yang belum menikah tentu berkeinginan untuk segera duduk bersanding di atas pelaminan suci menjadi pasangan pengantin yang ideal. Akan tetapi, mendapatkan keinginan yang demikian tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, walaupun bukan mustahil untuk bisa diraih.
Semoga kehadiran buku ini menjawab keraguan yang selama ini mengganjal hati ketika kita ingin meraih dan mewujudkan impian bersanding dengan jodoh idaman. Selamat berupaya meraih jodoh idaman sampai bertemu di persandingan yang halal dan diberkahi-Nya!
intro : "sebenernya beberapa hari terakhir merasa bersalah karena udah dibeliin buku ini sama Kak Adit tapi belum sempet baca juga dan buat laporan baca (well, he did not ask to but i feel i have to).. yang kemudian hana ceritakan ke hanata dan direspon "see, Han? loe orangnya ngga enakan dan merasa harus melakukan semuanya! padahal loe ngga bakal bisa melakukan semuanya." :O
just realized another part of me ya gue emang tipe ngga enakan.. gue merasa ngga enak ketika merasa punya hutang kebaikan sama seseorang dan ingin cepat-cepat membalas kebaikan tersebut.. maybe i should learn that it is okay for people doing good things for me and i don't have to feel guilty about it :)"
gue suka buku ini :D buku ini merangkum ilmu-ilmu yang gue dapet akhir-akhir ini :D [selama gue mengerjakan skripsi (fgd pasangan yang menikah melalui taaruf), pengalaman pribadi (melihat pernikahan orang tua sendiri), dari buku-buku menikah yang gue baca, dan juga dari kuliah seminar pranikah \(^0^)/] alhamdulillah jadi merasa menyesal mengapa ngga baca buku ini lebih awal :') tapi skenario Allah emang Indah, gue baca buku ini justru ketika gue udah siap :D
buku ini mengajarkan bahwa a. jodoh ideal itu tidak sama dengan pasangan yang sempurna, b.kriteria utama memilih pasangan adalah ketakwaan, c. niat penting dalam pernikahan, gue baru tahu lho kalau niat menikah karena harta justru Allah bakal membuat kita miskin, menikah karena status sosial justru kita akan mendapat kehinaan, menikah karena Allah lah maka akan mendapat harta dan kehormatan :O lurusin niat penting! niat menikah lain yang baika dalah menjaga pandnagan d. orang yang baik agamanya tidak sama dengan ornag yang banyak ilmu agamanya, yang baik agamanya itu yang baik akhlaknya e. jangan terpaku pada ibadah ritual tapi lihat kejujurannya karena dusta bertentangan dengan iman f. "wahai ayub peliharalah urusan pasarmu dengan baik karena hidup berkecupkan termasuk hidup sehat wal'afiat" g. menolak pinangan cowok yang shaleh ternyata boleh kalau memang kita tidak berhasrat ingin menikahinya :O baru tahu hadis yang bilang " jika ada orang laki-laki yang datang kepada kalian sementara kalian meridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia, karena jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang parah" (H.R. Tirmidzi) status hadis ini hasan dan contohnya adalah Rasulullah pernah menolak pinangan Abu Bakar dan Umar untuk fatimah, dan lebih memilih pinangan Ali padahal Abu Bakar dan Umar tidak diragukan lagi kesalehannya.. h. jadi muslim jangan pesimis karena seorang muslim menyandarkan diri pada Allah yang maha kuat. Doa adalah senjata seorang muslim. contoh kisah Rasulullah yang mendoakan umar selama 6 tahun untuk masuk islam i. Ketika menemukan pasangan tidak ideal (sempurna), menjadikan kekurangan pasnagan sebagai ladang amal saleh dan menjadikan kelebihan pasangan sebagai ladang ilmu
"tidak mungkin tegak perkara di antara suami istri terkecuali masing-masingnya merelakan sebagian hak yang tidak terpenuhi dengan semestinya. Masing-masing tidak mempersulit yang lait, mudah dan ringan urusannya. Ia sabar dengan apa yang didapatkannya dari pasangan serta membantu pasangannya dalam keadaan sempit maupun lapang." :D
masya allah :D alhamdulillah dapet banyak ilmu :D masih banyak yang hana pelajari dari buku ini :D (tapi males ditulis di review hehehhehe ^^v)