Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dance For Two

Rate this book
Dear editor,

Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu. Saya pun menikmati setiap cara yang saya lakukan untuk merangkainya kembali, lalu menyusunnya menjadi mozaik baru yang kamu suka.

Ini tentangmu, percayalah. Bagian mana dari dirimu yang tidak saya tahu? Tak ada satu celah pun yang terlewat; setiap potong kehidupanmu adalah gambaran paling jelas yang tersimpan dalam benak saya. Setiap langkahmu adalah jejak tanpa putus yang tercetak di atas peta saya.

Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia. Saya hidupkan kamu dalam cerita.

244 pages, Paperback

First published November 1, 2013

5 people are currently reading
83 people want to read

About the author

Tyas Effendi

6 books49 followers
Author of some novels.
Addicted to book, music, writing, reading, traveling, and backpacking.
Fresh graduate of English Literature, Brawijaya University.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (20%)
4 stars
50 (37%)
3 stars
43 (32%)
2 stars
13 (9%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for Oktabri.
147 reviews4 followers
November 29, 2013
Sialan!








Aku suka, ralat, benar-benar suka sama novel ini! Aku suka tokohnya, aku suka jalan ceritanya, aku suka diksinya, terlebih penutup ceritanya. Sangat memuaskan! Plotnya unik, gak biasa, bisa dikatakan ini kisah novel dalam novel. Ah, kenapa belakangan aku makin sering mendapati novel-novel bagus dalam list novel belum terbaca di lemariku? Apa ini semacam sindiran? *menatap nanar draft novel sendiri*
Profile Image for Tantri Setyorini.
323 reviews21 followers
January 19, 2014
Udah kelar bacanya nih. Ga bosenin kok. Novel ini dan Memori-nya Windry Ramadhina bikin aku batal purik sama novel Indonesia.
Yang aku suka dari novel ini:
-awal cerita yg bikin pembaca bertanya-tanya apa sih hubungannya Caja dan Al sebenarnya.
-dialog bikinannya Tyas yg ga sok gaul tapi juga nggak kaku.
-cukilan buku karangannya si tokoh utama yang diselipkan di dalam cerita. Serasa buku di dalam buku.
-tokoh-tokohnya yang digambarkan membumi. Ga luar biasa ganteng, jutawan perfeksionis.
-romance-nya nggak vulgar. Thank God.
-dual POV
Yang kurang aku suka:
-mungkin adegan mesranya agak kurang, jadi chemistrynya belum bener2 dapet.
-bagian penutupnya kok pake berantem dulu? Trus agak kurang panjang sih endingnya.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
March 4, 2015
Aku beli buku ini tahun 2013 dan baru baca di tahun 2015 ini. Sayang sekali aku harus melewatkan 2 tahun dulu untuk ngebacanya.

Buku ini menarik. Aku suka konsep bukunya dan cara menceritakannya, yaitu dengan ngebikin kita ngebaca naskah Caja yang menjadi isi dari buku ini.

Aku suka dengan semua tokohnya. Dengan nama-nama dan karakter setiap tokohnya.

Cuma aku masih terasa kurang pas aja di buku ini karena Al bisa begitu melupakan Caja sampai harus diingatkan dengan membaca naskah itu dulu.

Bener sih dia udah lama meninggalkan Kopenhagen, tapi apa bisa segitu lupanya ? Lain halnya apabila dia memang diceritakan menderita amnesia.

Tapi overall, aku suka sekali buku ini :)
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
January 27, 2019
Bagaimana, ya? Membaca novel ini bagaikan duduk di tepi danau sambil mengamati dua angsa yang sedang berenang seperti di kover novel ini. Rasanya menenangkan, tapi juga membuat cepat bosan dan saya berarap akan ada sesuatu yang menarik yang akan terjadi.

Ceritanya tentang Satya dan Albizia (coba tebak jenis kelamin mereka) yang pernah bertemu di Kopenhagen dalam situasi yang tidak mengenakkan. Mereka kemudian kembali bertemu di Indonesia setelah lewat beberapa tahun. Lewat novel yang Satya tulis, Albizia kembali menelusuri kenangan-kenangannya akan kota Kopenhagen.

Saya tahu namanya dengan jelas, tapi tidak pernah berani memanggilnya. Tidak pernah sekali pun. Saya kira saya hanya akan menyimpan nama itu saja dengan baik, tanpa pernah melafalkannya di depan pemiliknya, seumur hidup. (hal. 5)


Ceritanya tenang dan memiliki atmosfer yang cenderung melankolis. Hal ini mungkin didukung dengan penggambaran suasana musim dingin di Denmark yang cukup dominan, serta kuatnya ingatan salah satu tokoh akan seseorang yang begitu dia cintai, tapi telah meninggal.

Tidak banyak yang terjadi di novel ini, sih. Memang ada misteri tentang hubungan Satya dan Albizia, tapi selebihnya hanya ada penceritaan runut tentang apa yang terjadi di Kopenhagen tanpa ada kejutan apa-apa.

Secara keseluruhan, Dance for Two adalah novel tentang cinta yang begitu tenang dan tidak dramatis.
Profile Image for rhidayat.
119 reviews7 followers
July 16, 2017
Dibaca dengan sejali duduk. Perjyangan meraih cinta pertama daribseorang pengagum rahasia.
Profile Image for Wardah.
960 reviews174 followers
December 11, 2015
Well, saya selalu suka cara Mbak Tyas bercerita. Indah. Manis. Banget. Pertama saya bertemu itu di buku Catatan Musim dan awalnya tidak terlalu berminat membeli Dance for Two hingga saya melirik isinya, yang segera saja membuat saya terhisap dengan cara menulisnya yang indah. Alhasil, saya memboyong buku ini pulang di hari terakhir tahun 2013.

Banyak perkembangan menarik di tulisan Mbak Tyas. Seperti saya tidak lagi menemukan lubang. Dan itu membuat Dance for Two menyenangkan untuk dibaca. Begitu mengalir. Lebih lagi ditulis dengan indah.

Saya jatuh hati pada cara menulis Mbak Tyas. <3

Meski banyak misteri dan tanda tanya yang belum terungkap di kisah ini, seperti masa lalu Al yang belum banyak disingkap sehingga sesekali membuat kening saya berkerut (saya mengerti Al sebegitu cintanya sama Ni Luh, tapi bahkan kenapa gadis itu meninggal tidak saya temukan dalam buku ini. Apa saya yang kurang teliti? Atau memang sengaja tidak diungkapkan?), hubungan dekat antara Caja dan Niko juga sebenarnya membuat saya heran (rasanya kurang karena saya sama sekali tidak tahu kenapa mereka bisa dekat), serta pekerjaan Al (saya pikir pekerjaan editor tidak sebegitu ... santainya deh? :/).

Di samping itu, saya sama sekali tidak menemukan kesan Jogja dalam novel ini. Saya tidak merasakan Jogja hidup dalam novel ini. Mungkin karena penggunaan "saya" atau memang latar "Jogja"nya tidak begitu dihidupkan? Yang pasti hal ini sedikit menganggu saya--mungkin karena saya tinggal di Jogja sekarang.

Perasaan Al juga sebenarnya membuat saya heran. Sebenarnya sejak kapan dia mencintai Caja? Sejak pengambilan foto di danau dan dia kecelakaan atau sejak membaca ceritanya? Fakta ini sedikit membingungkan saya. Seolah-olah ada yang mengganjal dalam cerita ini. Karena jika memang Al mulai melihat Caja sejak sebelum pulang ke Indonesia ... kok bia Al selupa itu? (Kecuali mungkin dia mengidap penyakit lupa--amnesia atau apa gitu habis kecelakaan.)

Yah, intinya peningkatan hubungan mereka sebenarnya tidak saya permasalahkan. Menarik. Dan asyik untuk diikuti. Hanya di akhir Mbak Tyas berkata "Tuhan, aku telah mencintainya sejak kejadian di danau itu" dalam jejak 15 dari sudut Al dan itu semua malah menghancurkan apa yang selama ini terbangun ketika saya membaca Dance for Two.

Jadi, saya berakhir hanya memberikan tiga bintang untuk karya ini. Tapi saya jadi menantikan karya Mbak Tyas yang lain. :)
94 reviews3 followers
May 31, 2014
Cinta bisa datang kapan saja, tanpa melihat kondisi. Begitulah yang dialami oleh Caja Satyasa Hasan. Ia jatuh cinta pada Albizia Falcataria, pria Indonesia yang mengenyam pendidikan di Kopenhagen, meski belum mengenal pria itu secara resmi. Caja tidak berani berkenalan dengan Al, jadi ia rela menjadi pengagum rahasia pria itu.
Caja sangat memerhatikan Al. Terutama ketika Al dan teman- temannya berkunjung ke café milik Nenek Caja, Caja selalu menghidangkan makanan yang lebih spesial untuk Al. Caja bahkan – mencari – tahu segala tentang Al. Al yang hobi foto, Al yang masih terikat pada masa lalunya. Ah, memikirkan itu hanya membuat Caja sedih. Sampai kapan pun Al tidak akan menyadari keberadaannya.
Mungkin seorang gadis yang duduk di pinggir sebuah danau di Kopenhagen dengan sahabat laki- lakinya itu sangat polos. Mungkin gadis itu sangat naif. Mungkin semua yang ia katakan saat itu hanya akan ada di kehidupan fiksi, sama sekali tidak akan ada di kehidupan nyata. Ia benar- benar bodoh kalau meyakini seorang pasangan hidup hanya dengan mengamatinya ribuan hari saja. Benar- benar bodoh. (hal. 154)
Caja harus berhenti menjadi pengagum rahasia Al saat pria itu kembali ke Indonesia. Ia menuangkan kisahnya dengan Al, yang mungkin tidak diingat oleh Al, ke dalam sebuah novel. Sebelum Caja kembali ke Yogyakarta, kota ia dibesarkan sebelum pindah ke Kopenhagen, terlebih dahulu novelnya ia email ke Bunda untuk dikirim ke penerbit.
Dan takdir kembali mempertemukan mereka. Caja begitu kaget saat mengetahui bahwa editor novelnya adalah Al. Ternyata Al tinggal di Yogyakarta. Perasaan Caja campur aduk. Begitu pula dengan Al. Meski awalnya Al tidak sadar mengenai isi novel Caja, namun setelah membaca lebih jauh, Al merasa kisah tokoh dalam novel itu sangat mirip dengan kisahnya.

baca selengkapnya di sini ya
Profile Image for Deta NF.
234 reviews6 followers
May 27, 2014
Aaaaaaaaah sumpah ini novel bangus bangeeeeet!!! Cerita novel di dalam novel :3 Menggabungkan fotografi, seni tari dan dunia tulis-menulis menambah daya tarik tersendiri buat saya. Ceritanya mengenai seorang secret admirer yang benar-benar mengetahui segala sesuatu tentang idolanya bahkan menjadi seorang stalker wkwk.

Bab pembukanya manis dan bikin penasaran, rasanya nggak rela mau nutup novel ini sebelum kelar baca. Tapi satu kesalahan fatal terletak pada ilustrasinya. Fatal banget L Pada halaman 11 tertulis, “Rambut saya masih terkepang. Meskipun sudah tidak beraturan.” Lalu diulang di halaman 226, “Seorang gadis dengan rambut dikepang rapi terekam dengan jelas di sana....” nah sedangkan ilustrasinya itu, si Caja nggak dikepang tapi rambutnya sekedar diikat aja ke belakang. Ya, setahu saya sih ikat sama kepang beda banget :3 Lagi pula, saya nggak sreg sama ilustrasinya, kenapa? Karena yang diilustrasikan kebanyakan fisik tokohnya. Berbeda sama ilustrasi novel-novel STPC yang justru mengilustrasikan tempat-tempatnya. Masalahnya, kalau ilustrasi fisik tokoh itu jadi membuyarkan lamunan pembaca wkwk si Cajanya terlihat kayak ibu-ibu padahal dalam pikiran saya dia itu cantik bangeeeet :P mangaaaaaaap banget, Mbak yang bikin ilustrasi wkwk

Oke, ini novel pertama Tyas Effendi yang saya baca dan saya udah jatuh cinta sama tulisannya! Serius bagus banget wkwk! Jalan ceritany asik, konfliknya seru meski nggak banyak muncul, karakter dua tokoh utama bahkan tokoh pembantu pun begitu kuat, da saya sangat suka karakter si Caja itu! Hahaha saya mau berguru jadi stalker yang benar sama dia :3 hanya saja, latar Kopenhagennya yang kurang terekspos, padahal di dalam novel Caja kebanyakan di sana. Ya taruhlah menceritakan sedikit kebudayaan sana atau makanan atau apapun secara lebih detil lagi. But, sejauh ini saya puas dan ingin membaca novelnya yang berjudul “Catatan Musim”
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
November 10, 2013
Dance for two adalah novel kedua yang gw baca dari mba tyas effendi, disodorin sama seseorang katanya bagus dan bener aja gw bacanya semangat. Meski beberapa kali sempet interupsi dan dibilang 'baca dulu baru comment'.Baiklah diawal gw baca alur yang dipakai memang mengalir seperti cerita seharusnya. Isi cerita tidak berlebihan dan sederhana. Tentang cinta, pengagum rahasia, ballet, foto, Copenhagen, dan novel. Kata terakhir mungkin bisa dibilang unik, kita disuguhkan dengan cerita yang menceritakan sebuah cerita, kekaguman ceja atau satya terhadap Al memang sedikit berlebihan bisa digolongkan tidak masuk akal tapi itulah cinta, tidak ada yang tidak mungkin *kemudian digepruk kaca*, dari novel catatan musim yang gw baca sebelumnya mungkin dance for two memiliki kelebihan yang signifikan dari segi alur dan tata bahasa yang digunakan. Entah mengapa gw Jadi bisa membaca si penulis kalo mba tyas punya kebiasaan menggabungkan dua karakter dalam satu cerita yang tidak monoton dan mengisi satu sama lain. Karakter yang dipakai tidak banyak jadilah pembaca fokus terhadap cerita. Ada beberapa typo, pemilihan waktu yang gw pikir terlalu cepet (naskah yang dikirim sudah 2 bulan Padahal al sudah setahun bekerja di penerbit, diakhir cerita caja yang kembali ke copenhagen sudah satu tahun), tidak diceritakan bagaimana nasib buku yang sudah dikeluarkan pasti akan ada komunikasi dengan editor, dan terlalu banyak kebetulan yang walaupun sudah ada penjelasannya masih membuat novel ini pantas untuk diterbitkan dan dibaca. Salute mba tyas *take a bow* :)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
January 25, 2014
"Saya adalah bagian dari orang-orang yang percaya kalau hal yang terjadi di kehidupan ini bukan kebetulan. Saya yakin kalau ada satu pengatur yang sudah merencanakannya, seperti cerita fiksi yang ada penulisnya. Tidak ada kebetulan, termasuk pertemuan saya kembali dengan Albizia yang memang sudah menjadi bagian dari rencana penulis kehidupan ini."

Kisah ini berawal dari Sortedams Sø di Kopenhagen, saat seorang gadis bernama Caja Satyasa menyaksikan seorang lelaki tercebur ke dalam danau es akibat terlalu fokus pada kameranya. Caja tahu lelaki itu, sangat baik bahkan. Namun ia juga tahu bahwa lelaki itu tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Setelah membantu menyelamatkan lelaki itu dari dinginnya danau es, Caja memperkenalkan dirinya untuk pertama kali. Akan tetapi, sebuah kecelakaan yang kemudian menimpa lelaki itu membuatnya melupakan banyak hal - termasuk janjinya pada Caja. Caja kemudian menuliskan kisahnya untuk merelakan segalanya; perjalanannya sebagai seorang pengagum bagi Albizia - lelaki yang hanya bisa dilihatnya dari kejauhan....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2014/0...
Profile Image for Alya Nfz.
45 reviews
February 12, 2016
“Lakukan aja sesuai kata hatimu, Caja. Cinta itu nggak perlu logika. Nggak peduli realistis atau enggak. Urusannya bukan sama otak, tapi sama hati, oke?” -Halaman 188

Caja (Satya) sudah lama menyukai Albizia. Selama Albizia tinggal di Kopenhagen, diam-diam ia selalu mengikuti Albizia dan juga mengamati sosoknya dari jauh. Sampai suatu ketika, Caja memutuskan untuk berhenti menjadi pengagum rahasia karena ia tahu bahwa masih ada Ni Luh di dalam hati Albizia. Caja pun menuliskan kisah ia dan Albizia sebagai salam perpisahan sebelum ia benar-benar melupakan pria tersebut.

Namun, takdir kembali mempertemukan mereka ketika Albizia menjadi editor dari naskah Caja. Membuka kembali lembaran kisah cinta di antara mereka. Bisakah Albizia kembali mengingat kisahnya yang sudah hilang? Dan bagaimana ending dari kisah mereka?

Sepertinya saya telat sekali membaca novel ini, tetapi tidak apa-apalah.Sepanjang cerita, saya dibuat jatuh cinta oleh sang penulis. Baik dari deskprisi latar Kopenhagen dan diksi yang digunakan sang penulis. Rasanya saya seperti sedang menjelajahi Kopenhagen. Saya juga menyukai tema yang diangkat dalam novel.

Simak yuk kelanjutannya di http://vancapella.tumblr.com/post/139...

Profile Image for Qiserra.
42 reviews1 follower
March 9, 2014
lho ada saya review buku lagi, hehehe ketagihan abisnya.

kali ini langsung comment aja deh .

Hal menarik dari buku ini
1. ceritanya remaja banget cocok buat yang masih remaja dan untuk baru minat membaca
2. konfliknya bagus meskipun sedikit rumit.
3. karakter yang di tonjolkan menarik yaitu menceritakan seorang penulis muda yang mencoba menerbitkan buku, saya rasa ceritanya seperti menceritakan awal mula tyas menulis, menerbitkan buku dance for two.
4. lokasi cerita yang di pilih menarik karena cerita remaja jarang berlokasi di luar negri.

nah 4 comment yang di atas yang bagus , sebentar lagi comment yang tidak bagus

1.Agak panjang menjelaskan naskah yg di baca editor jadinya saya skip
2.Endingnya biasa , saya kira ketemu di tempat pertama kali bertemu saat melihat angsa klo ditempat yang sama bersama orang yang sama sekaligus di cinta jadinya so sweet.menurut saya

pesan yang saya tangkap ingatlah teman lama dan janganlah melupakan teman lama

review di atas tadi yang bisa saya tuliskan jika ada yang tiak berkenan saya mohon maaf karena saya hanya menuliskan apa adanya tanpa sengaja atau disengaja
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
May 2, 2016
3,5 of 5 stars.
Lumayan.

Novel ini menggunakan multiple PoV 1 (eh, benar nggak ya, istilahnya? #cmiiw). Tokoh utamanya, Caja dan Albizia sama-sama menggunakan sudut pandang orang pertama. Caja menggunakan kata ganti 'saya', Albizia menggunakan kata ganti 'aku'.

Ada novel dalam sebuah novel.

Blurb-nya menarik. Tentang Caja yang jatuh cinta kepada Al yang kemudian menjadi editor naskah novel perdananya.

Di cover belakang tertulis:
Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu.

Namun, tidak saya temui bagian ketika Al mengoreksi atau memangkas naskah yang sudah dibuat Caja. Pertengkaran mereka bukan tentang itu. Hmm, saya pikir akan ada perdebatan seru karena Caja merasa tak terima apa yang ditulisnya akan diobrak-abrik Al. Yang terjadi justru Al terlarut dalam tulisan Caja. Yah, blurb-nya jadi kurang sesuai dengan isi novel.

Karakter tokoh-tokohnya cukup hidup, terutama Caja. Bagaimana seorang secret admirer bisa tahu banyak hal tentang orang yang disukainya, penulis berhasil membuat jalan cerita yang logis.

Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
December 30, 2013
Terima Kasih sama Abang Raju..
Merupakan abang sepupu terbaik, mau membelikanku novel ini.

Melirik novel ini karena covernya.
lagi-lagi gagas membuat saya jatuh cinta akan cover angsa ini.
awalnya saya tak mau membeli novel ini, tetapi lagi-lagi setelah melirik akhir ceritanya yang menarik. saya pun berani mengambilnya.

Saya suka konsepnya, beda daripada yang lain.

hanya saja masih ada sebuah pertanyaan.
kenapa bisa sebuah penerbitan pindah lokasi dari jakarta menjadi jogja?
bukankah itu terlalu ekstrim? dan alasan kepindahannya pun tak di jelaskan. hingga membuat situasi pertemuan antara Caja dan Al menjadi sebuah kebetulan yang tak alami. ini sih menurutku loh yang sok tahu. hihihihihi.

tapi so far, bacaan yang cukup menarik, dan merupakan novel pertama dari #MaratonBaca saya.

selesai membaca novel ini saya jadi ingat, kaka peri cantik. Pasti dia suka soalnya ada Balletnya :)
Profile Image for Naning Pratiwi.
17 reviews4 followers
January 14, 2016

Konsep Secret Admirer yang diusung setidaknya membuat para pembaca menikmati alur cerita.
Meskipun sebal dengan Caja yang sudah berkali-kali mempunyai kesempatan untuk menyatakan perasaannya, untuk mengenalkan diri pada seseorang yang ia sukai, tanpa dia yang disukai mengenalnya, membaut gemas-gemas gimanaaa gitu :D :D

"Lebih baik tahu yang sebenarnya walaupun ada resiko kecewa daripada cuma menyimpan semuanya sendiri dan nggak pernah tau perasaannya sampai kapan pun. Ya, kan?" hlm 188

Secret Admirer itu ada enaknya ada enggaknya. Tapi yang namanya cinta sepihak itu nggak ada enaknya. Seperti di novel ini, ada banyak suka dukanya jadi pemuja rahasia. Kalau ujungnya bahagia sih nggak apa. Tapi, kemungkinan besar sih ya gagal. Bukannya mau nakut-nakuti dan mencoba menggertak para secret admirer, tapi ini demi kalian. hehehe.. :D :D

Novel ini jadi sumber inspirasi para Secret Admirer :D :D
Profile Image for Zakia Khairunnisa.
11 reviews
March 29, 2014
aaaa.... aku suka sama novel ini. lebih tepatnya sukaaa pake banget! novel ini unik, jalan ceritanya pun ga mudah ditebak. suka dengan karakter Caja yg ga mudah menyerah memperjuangkan cinta dan karakter Albizia yg msh terjebak dg masa lalunya. aku suka dg gaya bahasanya yg sederhana namun elegan. aku suka dg alur ceritanya dari awal cerita sampai ending. benang ceritanya sangat dapet dan memuaskan dibagian ending. cerita dan beberapa tokohny pun ga cuma numpang lewat tp benar-benar saling melengkapi u jalanny sebuah cerita. dan segala jenis kebetulan yg diramu di novel ini dibuat seolah bukan kebetulan semata melainkan takdir klo they made for each other. seberapa jauh dan lamanya mrk terpisah, toh klo jodoh pasti kembali. i really deeply in love with this book. what a superb love story. karakter tokoh-tokohny pun mengena dan berkesan. ah pokoknya bagus banget deh. amazing!
Profile Image for Darnia.
769 reviews114 followers
August 3, 2014
Kisah yg cocok buat dijadikan komik serial cantik one shot ehehehhe *IMO sih

Berkisah tentang Caja Satyasa yg menjadi secret admirer dari Albizia Falcataria, dimana kemudian takdir mempertemukan mereka dalam hubungan editor dan penulis.

Gw suka dengan pembedaan penyebutan "aku" dan " saya" saat POV-nya berubah. Pun dengan penggambaran kota Kopenhagen yg seolah-olah penuh anak muda bersepeda di seantero penjuru kota.

Beberapa ganjalan dari novel ini adalah:
- Hal. 89 tertulis "Albizia Falcataria. Ternyata, nama ilmiah pohon jeunjing itu adalah namanya" padahal menurut Satya, dia sudah mengubah nama tokohnya mjd Aldri dan Albizia seperti tidak menyadari kalimat itu.
- Filosofi pohon jeunjing kurang dibahas, padahal mungkin jadi bahasan yg menarik

Tapi overall, ini novel remaja yg menarik, apalagi Freja sempat berdandan pake kostum Jadis :D
Profile Image for dhea tatrasari.
4 reviews17 followers
January 2, 2014
tadinya mau kasih bintang 5, tapi menurutku endingnya kurang menggigit.. dan lagi, andai saja ada penjelasan sedikit tentang Ni Luh, seperti penyebab kematiannya dan alasan Al tidak bisa melupakan Ni Luh hingga bertahun tahun lamanya, novel ini pasti jauh lebih menarik.. selain itu ketika membaca novel ini, aku menunggu ada nya sedikit bahasan tentang novel "Menjemput Cinta di Kopenhagen" yang sudah terbit itu, apakah novel itu jadi best seller atau gmn.. karena disini peranan novel tersebut penting, bisa dibilang yg mempertemukan Caja dan Al lagi.. tapi overall aku suka ide ceritanya.. good job Tyas :)

anyway this is my first review, agak bingung pemilihan kata2nya, jadi maafkan kalo agak ngejelimet dan ribet jelasinnya hihi :p
Profile Image for Vivie Hardika.
Author 5 books11 followers
December 27, 2013
Aku menyesal udah ngelarin novel ini dengan sangat cepat. Dua hari. Karena biasanya, aku mengulur waktu untuk membaca sebuah novel yg menurutku nyaris sempurna. Rasanya sayang sekali harus cepat2 berpisah dari kisah keren ini. Tapi bagaimana lagi, bahasa dan alur yg sederhana membuatku terhipnotis untuk terus membacanya. Gak satu katapun aku lewatkan begitu saja, itu karena penulis berhasil membuatku masuk ke dalam cerita. Eh enggak, cerita dalam cerita.

Kenapa saya bilang nyaris sempurna?
Mungkin penulisnya lupa kalau lompatan waktunya begitu jauh sehingga Alamanda--adik Al-- yg seharusnya udah SMA masih dituliskan sebagai anak SD. Kemudian saya sempat salah kaprah sama gender-nya Diaz juga Mauren.
Nyaris sempurna, tapi Dance for two sangat layak mendapat label.. Amazing!!!
Profile Image for Nurulita Istianti.
2 reviews
December 1, 2015
Setelah membaca sinopsisnya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku ini. Karena dari sinopsisnya, saya langsung merasa sepertinya ceritanya 'gue banget'. Dan benar saja. Membaca Dance For Two seperti membaca kisah saya sendiri dan sepanjang cerita saya tersenyum. Nggak sepenuhnya sama tetapi inti dari cerita di novel ini ya 'gue banget'. Mungkin lebih tepatnya kisahnya Caja sang secret admirer kali ya hehe.

Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia. Saya hidupkan kamu dalam cerita.

Saya juga ingin menghidupkannya dalam cerita (dan sedang berusaha) :)

Karena ini adalah cerita dalam cerita, jadi mungkin saat bagian Al membaca naskah Caja, rasanya seperti membaca kisahnya dua kali karena dari POV Caja sudah diceritakan sebelumnya.
Profile Image for Ayu Prameswary.
Author 19 books66 followers
November 17, 2013
sesungguhnya ilustrasi-ilustrasi di dalam merusak imajinasi tentang para karakternya. mungkin, seharusnya jangan memasukkan mereka sebagai objek. ilustrasi scenery (kopenhagen, pemakaman, sorterdam so, atau mungkin angsa-angsa saja) menurut saya akan lebih sesuai dengan kisahnya yang cenderung sendu.

anyway, sayang sekali kisah Albizia dan Ni Luh hanya diceritakan sebatas mereka dulu berhubungan dan lalu seorang mati. saya jadi kurang menangkap chemistry antara Ni Luh dan dan Albizia yang konon jadi depresi dengan kepergian gadis itu :)
Profile Image for Kurnia.
176 reviews10 followers
June 7, 2014
cerita yang manis. membuat saya sedikit bernostalgia dengan hal yang satu ini. secret admirer, cerita yang diusung di novel dance for two karya mbak Tyas. saya bisa menikmati alur cerita yang lebih rapi dari novel pertama mbak Tyas yang saya baca, yaitu catatan musim, meskipun sangat disayangkan masih ada sedikit typo dan kalimat yang saya rasakan janggal (saya lupa halaman berapa) tapi saya suka endingnya, tidak terlalu terburu-buru dan meninggalkan kesan sendiri. great buat mbak Tyas, semoga karya selanjutnya bisa lebih baik lagi :)
Profile Image for Putri Kurnia Nurmala.
71 reviews3 followers
August 30, 2014
Cerita cinta yang mengambil setting di Kopenhagen. Manis dan mendayu-dayu. Agak disayangkan bagian awalnya yang terlalu cepat dan hanya sedikit meninggalkan kesan, jatuhnya kurang 'greget' dan misterius untuk menopang bagian tengah menuju akhir. Namun cara penulis mempertahankan benang merah novel dalam novel ini keren. Latarnya pas sehingga tidak menjadikan buku ini semacam 'book guide' karena detail yang tidak perlu
Profile Image for Anis Arafah.
135 reviews24 followers
December 18, 2014
"Saya cuma ingin mencintainya, itu saja." [Caja]
Itulah kekuatan ajaib dari orang yang mencintai diam-diam.
Menabur benih, merawat, menyiram, dan menumbuhkannya sepenuh hati sendiri, sepihak. Hingga waktu mengantarnya pada titik dimana dia juga harus merasakan sakit dan kecewa sendiri.
Namun, kadang cinta bermain dengan cara yang tak pernah diduga. Siapa yang tahu jika cinta diam-diam itu ternyata menemui jalanny asendiri pada hati yang dituju?
Caja Satyasa Hasan & Albizia Falcataria. :)
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books201 followers
January 6, 2014
Yaaay, ini karya Tyas yang pertama aku baca. Buku ini adalah cerita di dalam cerita (penasaran kan? makanya baca XD) dan semuanya rapi sekali, termasuk masing2 POV.
Ceritanya smooth, mengalir tenang kayak lagi dengerin instrumennya Yiruma. senang dengan cara Tyas menggabungkan balerina dan fotografer di sana.
Oh, terakhir. Covernya cantik sekali. Pembuka yang bagus untuk bacaan di 2014! ^^
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
August 25, 2016
3.5☆ buat plotnya dan tokoh Niko (sosok sahabat ideal nih). Walau sebenarnya lebih puas klo ending di novelnya Caja jadi kenyataan. Well, Niko is much better from my pov. Sementara si pohon jeujing yaa... *rolling-my-eyes*
Profile Image for Fahrul Khakim.
Author 9 books98 followers
November 10, 2014
Bagus. Inti cerita sederhana tapi bisa dirangkai dengan kompleks. Aku suka gaya ceritanya yang unik banget. Selamat, Tyas. Keren
Profile Image for ratna ayu puspita.
71 reviews1 follower
March 7, 2014
idenya unik,meski dimulai terasa agak lambat di bab bab awal, tapi secara keseluruhan cukup bikin penasaran sampai lembar terakhir.
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.