Nobuyuki Fukumoto (福本伸行Fukumoto Nobuyuki) is a Japanese manga artist well known throughout the Far East for his unique and original gambling ideas, deep psychological analysis of characters and distinct artstyle. Yakuza and gambling are recurring themes in his manga. In English speaking countries, he is known best as the author of Akagi, a mahjong-related manga. In 1998, he won the Kodansha Manga Award for Tobaku Mokushiroku Kaiji. An onomatopoeia "zawa" (ざわ…), meaning an uneasy atmosphere, appears frequently in his comics and is considered Fukumoto's trademark. In June 2010, he visited Finland as a guest of honor for Desucon.
One of the best critiques of the Japanese mindset of personal responsibility I've ever read. In a genre usually overwhelmed by 'work harder, be better' shounen action, Fukumoto manages to portray a society where the constant, relentless drive for the ideals of selflessness in the working class are leading them down the road to self-destruction. Read it for the man suffering alienation so bad, his best friend is a public statue.
Saikyou Densetsu Kurosawa karya Fukumoto Nobuyuki (terkenal sebagai pembuat Kaiji) ini ngingetin gw sama buku Life of Useless Man, dan pada titik ini rasanya begitu ngeri tentang betapa mudahnya manusia jatuh pada posisi dirinya, betapa realis, detail, dan relevan penulis menggambarkan tentang hal ini, kadang pula begitu komikal sekaligus ironis juga cara penyampaiannya.
Walau demikian point penting dari kisah ini adalah narrative arc tokoh Kurosawa ketika dia sudah mencapai umur yang cukup tua dan menemukan posisinya dalam suatu krisis eksistensi di mana distraksi-distraksi tak mampu lagi membendung perasaannya (istilah populernya kalo gak salah mid-life crisis). Dia sadar betapa kosong hidupnya, tiada arti dan begitu sia-sianya. Lalu setelah merenung, sedih, depresi yang membuatnya terus jatuh dan jatuh akhirnya dia memutuskan untuk berbuat sesuatu, dan pada perjalanannya yang penuh dengan ketidakberuntungan, dia sadar bahwa hidup adalah pergulatan untuk eksistensi, dan eksistensi bagi manusia bukan hanya sekedar hidup, tapi berjuang dan melawan, walaupun besar kemungkinan hal tersebut sia-sia (mati konyol, gagal, tidak diingat, dll), itu adalah suatu hidup yang cukup berarti untuk dihidupi. Karenanya ia menganggap pahlawan di dunia modern ini adalah manusia-manusia yang menghadapi hidup dengan berani, bukan yang melarikan diri apalagi memutuskan untuk mati. Pada akhir cerita kita bisa menganggap tokoh utama telah hidup dengan sepenuhnya walau hanya pada momen yang begitu singkat.
Cerita ini menurut gw sudah benar-benar komplit perkembangan karakter Kurosawa dan diakhiri dengan cukup dewasa, dia juga pada akhirnya mampu menginfluence tokoh-tokoh lainnya tentang cara alternatif yang baik dalam menghadapi hidup. Pesan dari manga ini patut diapresiasi, penulis tidak mengabaikan ataupun menyalahi keadaan sebagaimana karya-karya motivasi optimist lainnya, point dari manga ini adalah menerima segala hal tersebut dan secara konsisten terus berjuang dalam perlawanan, dan karenanya manga ini menurut gw sangat mencerahkan.