Sejak awal, Shilla tahu hubungannya dengan Ryo tidak akan mudah. Pertengkaran demi pertengkaran tetap menjadi rutinitas mereka, namun bukan itu masalahnya. Shilla sadar perbedaan status mereka begitu mencolok, dan itu akan segera menjadi masalah. Di satu sisi, masih ada sosok lain yang bercokol di hatinya. Dan hatinya kembali tak menentu ketika Arya––kakak Ryo––tiba-tiba kembali dari Paris, menghidupkan kembali perasaan yang dulu tersimpan.
Namun di tengah kebimbangannya, Shilla masih harus menghadapi kejutan lain. Terkuaknya rahasia besar yang umurnya lebih tua daripada dirinya. Kilas balik yang menuturkan kisah Bunda, Ayi, dan keluarga Luzardi. Kenyataan yang akan segera menjungkirbalikkan hidupnya. Juga hatinya.
Janice Nathania is currently writing for teenlit - romance genre under Gramedia Pustaka Utama publisher. She made her debut with Love Command : The First Fall on May 2013, followed by it's sequel, Love Command: The Second Chance on November 2013 and Love Command: The Final Fight on September 2015.
Sekuel kedua dari Love Command yang ceritanya nggak kalah ngedrama dari buku pertamanya. Wkwk Tapi ini jauh lebih masuk akal sih.. Oke oke, usia saya memang udah nggak cocok baca teenlit walaupun sebenarnya saya suka-suka aja bacanya, biar ngerasa muda gituu.
LC : The Second Chance, masih bercerita seputar Shilla si pembantu yang berpacaran dengan majikanya yang bernama Ryo. Hubungan mereka harus melalui banyak tantangan agar bisa go public terutama dari kalangan sekolahnya. Belum lagi ditambah kepulangan Arya dari Paris yang membuat Shilla goyah karena cowok baik itu ternyata adalah Ayi, bocah laki-laki yang brosnya selalu Shilla simpan sebagai penyemangat hidupnya selama ini. Siapa yang akan Shilla pilih akhirnya? Arya kah? Atau Ryo? Atau bahkan bukan keduanya mengingat perbedaan status yang amat sangat tinggi?
Sebenarnya bila ditanya buku mana yang lebih seru? Saya akan jawab buku pertama tapi buku kedua lebih less drama. So lebih enak dibacanya, lebih mudah dicerna.
Saya sudah pernah bilang di review buku sebelum bahwa novel ini tuh ceritanya mirip-mirip meteor garden atau boys before flower. Dan di sekuel kali inipun sama. Scene ketika Ashilla difitnah oleh Bianca karena berpacaran dengan Ryo dan dihina satu sekolah. Untung aja Arya engga kaya second lead yang berbaik hati dan suka ada disaaat Ashilla membutuhkan wk.
Karakter Bianca disini tuh walaupun dia antagonis banget tapi entah kenapa saya suka. Justru saya malah jadi nggak begitu suka Shilla karena terlalu penakut dan nggak show up tentang perasaanya.
Oh iya novel ini ada beberapa kejanggalan menurut saya Pertama, kenapa banyak sekali jam kosong di kelasnya. Baik di buku ke-1 maupun ke-2, kelas Shilla seeing sekali tidak ada guru.
Kedua, Shilla ini kan pembantu ya. Tapi jarangggg banget kerja. Bahkan ada satu keterangan yang mengatakan bahwa Shilla nggak punya jadwal kerja dihari Minggu. Padahal nih ya dibuku ke-1 dijelaskan bahwa Shilla bekerja setelah pulang sekolah dan kerja full dihari libur. Ini kok malah jadi jarang kerja. Mentang-mentang pacar majikan kali ya.
Ketiga, Ryo ini aneh ya. Nggak ada satupun siswa bahkan guru yang berani ngelarang dia. Dia mau melakukan apapun disekolah seperti bolos kek, tidur kek, main HP kek nggak ada yang berani cegah. Padahal semua murid di Season High School sama kayanya, seharusnya setara dong ya. Apalagi guru. Tau muridnya salah ya ditegur, dihukum, bukan dimaklumi mentang-mentang anak konglomerat.
Mungkin itu aja sih.. Saya mau lanjut baca buku ke-3nya karena sepertinya lebih seru. Mai, teman kecil sekaligus cinta pertama Ryo datang, ditambah Arya yg sepertinya menaruh hati pada Shilla. Cobaan apalagi yang bakal dihadapi mereka. Hmm..
Mungkin di buku pertama saya terlalu bias karena cerita yang dulu saya baca telah jadi novel. Senang bukan main waktu itu, melihat Love Command dalam bentuk novel. Sayangnya hal itu gak berlaku lagi di buku kedua ini. Saya langsung sadar saat membaca buku kedua ini. Entah karena pengalaman membaca saya sudah lumayan banyak, buku ini terlihat seperti cerita yang dari awal formatnya adalah Fanfiction. Saya tidak melihat seperti sebuah novel. Dulu saat saya membaca cerita ini dalam format fanfiction saya berharap cerita ini akan jadi lebih baik saat menjadi sebuah novel.
Satu yang saya cermati dalam novel ini adalah sudut pandangnya. Terlihat sama saat saya membaca format cerita ini dalam bentuk fanfiction. Berantakan, menurut saya. Kadang sudut pandang ada di Ashilla, lalu ke Ryo, Arya, bahkan Bianca. Kalau ingin lebih dari satu sudut pandang, apa tidak bisa secara terpisah? Jadi adegan Ashilla sendiri, adegan Ryo sendiri, dan seterusnya. Tidak digabung jadi satu adegan yang sedang berjalan. Sedikit risih saat sedang berada di sudut pandang Shilla tiba-tiba langsung berganti dengan Ryo dalam paragraf yang sama.
Hanya itu, sudut pandang. Bila sudut pandang ini sudah tertata rapi, saya kira narasi juga sedikit lebih baik lagi. Didukung dengan karakter-karakter yang kuat itu, saya berharap banyak dengan cerita ini. Karena Kak Janice lumayan cerdas dalam membuat plot yang disukai pembaca remaja. Saya tahu itu saat saya masih membaca cerita ini dalam bentuk fanfiction. Saya tahu Kak Janice bisa membuat cerita ini lebih baik lagi. Tapi kalau hal itu sudah terlambat, saya menanti cerita baru dari Kak Janice ini.
Sukses selalu, ditunggu buku ketiga dan cerita barunya. ^^
Ga sesuai harapan malah terkesan cepat-cepat diterbitin. Banyaknya bintang mungkin karena fans fanatik cerita ini waktu masih berbentuk ff. Mungkin juga karena diksinya yang sering bermetafora. Namun menurut gue terlalu banyak keju itu menambah berat badan.
well, ini lebih mending daripada buku pertama. gak ada adegan ala sinetron lagi. tapi pov-nya kdang suka ganti dan gaada keterangannya, jadi bikin bingung. dan ini mostly jelasin ttg masa lalunya keluarga mereka
Ketimbang buku pertama, ternyata saya lebih suka ini. (kebalikan orang-orang, huahuahua)
Perempat awal dihabiskan dengan membahas pembalasan Ryo & Shilla untuk Bianca yg ngebongkar identitas sekaligus fitnah Shilla. Diakhiri dengan Bianca yang mulai dekat dengan Patra. (Ha, surpriseee!)
Setelah kelar, cerita berlanjut ke Yoon Ji-hoo Arya yang kembali dari Paris dan membuat Geum Jan-di Shilla yg sdg berhubungan dengan Gu Jun-pyo Ryo, menjadi galau.
Saya sih sempet sebel dengan galau-galaunya Shilla. Malahan dia sempet menghindar dari Ryo (yaampun, situ yang punya salah, situ yang menghindar dari Ryo!). Untung galau-galaunya Shilla diselingin dengan rahasia masa lalu ibunya Shilla &keluarga Luzardi. Saya suka sekali dgn flashback-nya. Biarpun rahasianya sinetron-ish abis, tapi menurut saya sih menarik (daripada baca galau-galauannya Shilla :p).
Tapi yha, sama seperti Geum Jan-di, Shilla pun memutuskan untuk tetap bersama Ryo & melupakan Arya. Tapi prosesnya ini loh, yang ngebuat saya hmmmm. ENTAH YA MAAF, MUNGKIN SAYA YANG KURANG NGEH. KURANG PAHAM, karena.......
Kata-kata puitis bermajas metafora, endebrei, endebrei keluar lagi (oh my god, stop it please, jebal juseyo) (kali ini dari mulut Arya) tentang teh-teh-an. Arya jadi nyuruh SHilla milih 2 teh, pas Shilla milih salah satu, Arya nyuruh milih teh lain yang ternyata memang rasanya beneran enak (ibaratnya Arya) ketimbang teh yg awalnya dipilih Shilla (ibaratnya Ryo). Lalu Arya nasehatin, hanya karena sekecap rasa, kenapa Shilla harus menganulir pilihannya?
Kalo saya jadi Shilla, mungkin saya akan menjawab, ya wajar kok menganulir pilihan, kenapa saya harus milih teh ga enak kalo teh yang satu lebih enak.
HAHAHA. *MINTA DITAMPAR*
Untung saya bukan Shilla, kalo ga ini cerita bisa melenceng shaaayyy, ga jadi ama Ryo dehh.
Yang harusnya bisa kasih 5 bintang (yep saya suka buku ini), jadi ga jadi karena kasus teh-teh-an ini (& juga polusi cahaya, yang berarti ENDINGNYA), LOL. Tapi ini sih penilaian pribadi aja, karena saya yg dodol & males baca kata2 indah bermajas metafora, kalau yang suka sih kayaknya suka aja.
So, 4 bintang ajah. 1 buat perempat awal, 2 untuk rahasianya, 1 lagi untuk scene penutupnya. SUMPAH SAYA LANGSUNG BERKATA KASAR BACA ENDINGNYA.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Judul: The Second Chance Penerbit: Gramedia Penulis: Janice Nathania
Novel ini bercerita tentang seorang gadis remaja yang bernama Shilla. Dia adalah seorang pembantu di rumah keluarga Luzardi. Sekaligus pacar Ryo Luzardi. Hubungan mereka memang menarik. Tapi, hal itu tidak lantas menjadi taraf ukuran bahagia buata mereka. Di sekolah, Shilla harus berhadapan dengan nenek sihir, yaitu Bianca. Seorang anak kaya rayaaa yang juga tergila-gila dengan Ryo. Tidak jarang Shilla mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari perlakukan Bianca. Selain itu juga, Shilla harus merasakan perasaaan terpendamnya terharap Arya, kakak Ryo yang pulang dari luar negeri.
Jadi sebenernya gue belum baca The First Fall tapi adek gue langsung beli yang ini, walaupun begitu, (mungkin karna pengaruh versi ff nya dulu) gue ga ngerasa susah buat ngerti hehehe. Bukunya bagus (dan kalo gue bilang bagus itu bukan bagus "basa-basi" tapi bener-bener bagus!). Ada satu poin unggul dari novel ini yang beneran menarik. Gatau kenapa gue suka banget sama alur campuran yang dipake, rasanya...biarpun itu ditulis sepotong-sepotong, tapi itu kayak puzzle gitu. Jadi kalo ada satu potongan keluar, semua yang terjadi di masa sekarang itu jadi jelas, dan itu berlangsung secara bertahap. Dan buat bahasa, ga usah ditanyalah ya, gue pribadi mah emang udah suka banget sama cara Ka Janice nyampein sesuatu, apapun, entah fiksi atau curhatannya beliau di Blog, wkwkwk. Tapi, gue kehilangan greget di beberapa adegan /abisnamatinmatkulapres.filmnih/, contohnya di bagian ngupas mangga, yaaa mungkin masih sama kayak alasan gue tadi, karna gue udah terpengaruh sama versi ff-nya (karna gue udah baca ribuan kali dan tetep ga bosen).
Saya baru tahu kalo ternyata buku ini dibikin trilogi setelah browsing tentang penulisnya. Awalnya sempat kepikiran, gimana ya kehidupannya Shilla setelah mendadak jadi kaya, terus kok rasanya saya ga rela kalau buku ini cuma segini. Soalnya saya masih pingin banget tau kelanjutan hubungan Shilla dan Ryo dan juga baca 'kemanisan' romansa mereka. Dan ternyata, saya baru ngeh kalau surat yang terakhir yang sendernya dari si M itu surat dari Mai. -,- Barulah saya sadar kalau buku yang ketiga pasti kurang lebih tentang kembalinya Mai di kehidupan Ryo, yang artinya kedatangannya pasti bakalan bikin runyam hubungan Ryo-Shilla. Jadinya, saya makin ga sabar buat nunggu buku ke3nya terbit. Harapan saya semoga penantiannya ga bakal lama dan ceritanya tetap seru kayak pendahulunya. sekian.
Dari awal udah curiga kalo ini novel ada seri sebelunynya. Ternyata benar. Sebelum Love Command: The Second Chance, sebelumnya ada Love Command: The First Fall. Tapi untungnya, penulis memberikan informasi yang cukup memadai, jadi tidak merasa bolong ketika aku membaca dari seri keduanya terlebih dahulu.
Nggak punya ekspektasi tinggi pas baca ini. Label "teenlit" sudah menegaskan bahwa novel ini bukan bacaan berat. Novel ini ditulis untuk memenuhi hasrat seseorang yang memiliki kecintaan tinggi terhadap drama korea.
Ya. Novel ini memang mirip sekali dengan drama korea favoritku, The Heirs.
Dinamakan apa novel sejenis ini? Fanfiction? Aku agak sinis memandang genre ini sebenarnya, tetapi ternyata setelah dibaca asik juga. Menghibur meski tidak berfaedah hehehe.
satu kata buat teenlit ini. Menarik. Alur ceritanya yang buat penasaran, Buat enggak mau berhenti membaca. Sederhana, Hanya mungkin terlihat sedikit rumit ketika menceritakan masa lalu dari Keluarga luzardi dan Davara hingga ada benang merahnya hingga ke Shilla. So, far pada akhirnya bisa dipahami. nice.. :D
Meskipun alurnya bisa tertebak, namun Janice bisa menuturkan dengan baik dan jauh dari kata cheesy. At the end, langsung bikin jumpalitan penasaraaannnn. Hurry up darl diselesaikan LC3nya hihi