Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sejenak Hening

Rate this book
Menjalani Setiap Hari dalm Hidup, dengan Sadar, Sederhana, dan Bahagia.

310 pages, Paperback

First published August 1, 2013

57 people are currently reading
427 people want to read

About the author

Adjie Silarus

4 books19 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
85 (26%)
4 stars
121 (38%)
3 stars
86 (27%)
2 stars
17 (5%)
1 star
9 (2%)
Displaying 1 - 30 of 52 reviews
Profile Image for Neti Triwinanti.
321 reviews82 followers
February 6, 2017
A simple book that guide us to find happiness in every little things.

Buku Sejenak Hening mengajak pembacanya untuk sejenak berhenti dari segala ketergesa-gesaan dalam hidup. Menikmati momen ke-kini-an dan ke-disini-an. mengajak kita untuk lebih sadar akan apa yang tengah kita lakukan, kemudian menikmatinya.
Dengan bahasa yang ringan tapi sarat makna, buku ini tidak terkesan menggurui. Membaca Sejenak Hening seolah sedikit menekan (kalau belum bisa dikatakan mematikan) tombol ambisi dalam hidup saya. Iya, saya merasa seringkali dituntut untuk segera ini itu. serba dalam ketergesaan demi ambisi ini itu, lalu uring-uringan ketika ada hal sepele yang mengganggu.
Dalam buku ini, saya juga menemukan banyak makna kebahagiaan: kepuasan (satisfied), rasa terpenuhi (fulfilled), rasa lega (relieved), keluarga, teman, dan sahabat (other people matter). Dan semua iu tak semata mata bisa dibeli dengan materi. kalaupun ingin mendapat kebahagiaan dari materi, caranya adalah dengan membahagiakan orang lain dengan materi itu.
Well, buku yang bersederhana, berendah hati, bermakna, dan berbahagia ;)
Profile Image for Lina | Adlina H.
420 reviews20 followers
July 11, 2020
Pada akhirnya, dibandingkan buku-buku lain yang harusnya ada di reading list saat ini, buku ini justru berhasil kuhabiskan duluan bahkan sebelum novelku yang nggak kelar-kelar itu. Yah, gimana ya.. karena lagi suka banget mantengin Levi gara-gara nonton attack on titan, jadi utk hiburan saat ini harus milih: baca atau nonton.

Hanya saja kalau buku seperti ini emang udah diwajibkan dibaca, jadi ini satu-satunya buku yang belakangan ini kubaca setiap hari.

Sejenak Hening ini adalah sebuah buku yang kudapati menggunakan teknik LOA yang sama seperti buku-buku pengembangan diri lain yang sebelumnya aku baca.

Bedanya, Adjie mendiskripsikan segalanya menjadi jauh lebih ringan daripada aku saat membaca bukunya Erbe Sentanu atau Rhonda Byrne. Meskipun buku mereka masih favoritku sih secara pribadi.

Ini buku adalah pemberian temanku dan I'm so happy, namanya Ana dia kasih buku ini ke aku, ada 2 sih bukunya dan aku nggak tau kenapa dia kasih dengan judul ini, dan bertepatan ketika aku lagi suka-sukanya sama tema-tema ini. Sebelumnya teman-temanku cenderung kasih aku kado dalam bentuk novel, waktu itu dikasih buku lanjutannya Dee Lestari karena belum baca, trus juga bukunya Paulo Coelho dan semua belum aku baca saat ini. Secepatnya sih tapi akan kuhabiskan buku-buku ini, kalau demam Levi sudah sembuh hahaha.

Nah, kembali ke Sejenak Hening. Buku ini mengangkat tema hukum tarik-menarik tanpa menyebutkan mengenai hukum tersebut. Jadi, kurasa, dibandingkan buku LOA lainnya, buku ini lebih ramah secara umum yang bisa dibaca bahkan untuk anak SMP sekalipun, karena memang sangat mudah diserap. Ringan bahasanya, tetapi sampai tepat kepada maksudnya.

Babnya juga tidak panjang, jadi mudah untuk diikuti setiap maksud dari setiap chapternya. Buku ini cocok sebagai buku pendamping untuk hari-hari kita, ketika kita merasa buruk, ketika kita merasa tidak bahagia, buku ini bisa kamu buka dan menjadi penyejuk hari-hari untuk ketenangan pikiranmu.

Ada bagian yang aku sukai di bagian tanya jawab di akhir, jawaban-jawaban yang diberikan sangat beragam tetapi tidak satupun dari jawaban mereka mengenai kebahagiaan berasal dari sesuatu yang materiil. Sehingga rasa-rasanya itu sangat menginspirasi kita bahwa segala hal di dunia ini yang bisa buat kita bahagia memiliki kekuatan lebih dari secara materi saja, tetapi lebih dari itu.

Buku ini jelas wajib dibaca dan menjadi rekomendasiku untuk teman-teman yang baru awal-awal ingin membaca buku-buku pengembangan diri. Secara keseluruhan buku ini mengajarkan pada mindset dan pola pikir.

Kamu akan diajarkan bagaimana caranya untuk meluangkan sedikit waktumu berhenti, melambatkan waktu, mengheningkan pikiran, dan merasakan semua nikmat yang Tuhan berikan untuk kita. Selalu merayakan apa yang kita punya, berbahagia dengan apa yang kita punya. Sehingga untuk merasa tenang, tidak perlu ke pantai, tidak perlu ke kafe, cukup berhenti sebentar, sebentar sajaa.. dan ambil sedikit waktu untuk menyadari semuanya dan berada di saat ini. Dan aku suka dengan ini, karena aku jadi merasa bebas untuk merasa bahagia dimanapun aku berada.

Bahkan yang membuatku senang adalah bagian bagaimana cara berkawan dengan setiap emosi kita, bahkan dengan yang negatif sekalipun. Tidak berusaha menyingkirkan perasaan-perasaan itu, tetapi menerimanya dengan ikhlas seperti seorang ibu yang berusaha menenangkan bayi yang menangis. Kita tidak akan meninggalkannya di luar rumah agar tidak mendengar rengekannya, tidak memukulnya, tetapi memeluknya. Dan itulah yang terjadi pada emosi kita. Seringkali kita marah, menyalahkan, berusaha melupakan, tapi tidak mau menerima dan merengkuh perasaan itu. Bahwa ternyata jika memperlakukan perasaan kita dengan lembut, perasaan ini akan tenang dengan sendirinya.

Dan ada banyaaak lagi cara-cara bersifat praktikal yang ditunjukkan Adjie dalam buku ini. Jadi, tidak sebatas teori saja. Semua yang ditulis sesungguhnya bisa diaplikasikan dalam kehiduapan kita.
Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
May 25, 2019
Kumpulan esai refleksi diri yang mengajak para pembaca untuk bersyukur dan berbagi.
Profile Image for Ella Oktaverina.
291 reviews1 follower
January 8, 2021
Seharusnya sih kemarin menutup tahun dengan The Orient Express seperti tahun lalu, tapi batal karena ternyata butuh waktu agak lama untuk mencerna buku ini. Pinjem di iPusnas, nggak pakai ribet hehe. Harusnya saya baca lebih awal tapi stok abis 😭

"Berhenti sejenak untuk bahagia dalam keceriaan sederhana menjalani hidup setiap hari adalah satu-satunya cara untuk benar-benar hidup."

Baca buku ini sambil dengerin lagunya Petit Biscuit ternyata "masuk" juga. Bukunya asyik untuk dibaca, kata-kata mudah dipahami. Saya biasanya nggak into buku motivasi, tapi karena rekomendasi dari teman jadi masukin buku ini dalam list. And it wasn't boring tho. It was good.

Buku ini dibaca untuk tantangan #SehariSebuku Hari Ketujuh.
Profile Image for Devi R. Ayu.
77 reviews11 followers
November 18, 2013
Banyak hal yang bisa didapat dari buku ini, ehmm.. tercerahkan lebih tepatnya tentang konsep meditasi sendiri, bahwa meditasi adalah cara bagi kita untuk mendengarkan Tuhan dan segala pertandaNYA. Sedangkan berdoa adalah cara kita sebagai manusia untuk meminta segala kemudahan padaNYA.

Bahwa dalam hidup kita yang serba cepat ini, semua orang kelelahan. Dan salah satu cara untuk lebih menikmati hidup ya dengan memelankan ritmenya melalui hening. Menikmati dengan sadar apa yang sedang kita lakukan sekarang :)
Profile Image for Arianidewi Megami.
7 reviews
May 4, 2015
recommended buat kamu yang sering menghabiskan waktu dalam sibukmu, gelisah dalam masa lalu dan masa depanmu.. kamu adalah kamu yang sekarang.. take out some time for yourself.. enjoy, don't be panic..
Profile Image for Fini  Arkani.
36 reviews
April 9, 2022
Judul: Sejenak Hening; Menjalani Setiap Hari dalam Hidup dengan Sadar, Sederhana, dan Bahagia.
Penulis: Adjie Santosoputro
Editor: @fachmycasofa
Desain Sampul dan Isi: @wendyarief
Penerbit: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tahun Terbit: Agustus 2013, Cetakan ke 4 2018
Tebal: XViii + 310 Hlm
Ukuran: 21 cm
Genre: Self-improvement
ISBN: 978-602-9212-85-3

Ah, buku Sejenak Hening sudah lama terbit, tetapi aku baru membacanya sekarang. Hiks... Tetapi aku bersykur, sebab dapat membaca buku ini yang menurutku kece badai.

Buku yang ditulis dengan bahasa santai ini mengulik kesadaran kita sebagai manusia yang selalu merasa tergesa-gesa, terburu-buru dalam menjalani bilangan hari. sehingga kita tidak dapat menikmati setiap jengkal peristiwa, tidak bisa merasakan makna dari setiap kejadian yang ada. Kita merasa riuh, lelah dengan semuanya, tidak bahagia, lalu terjadilah perang, yaitu perang menyalahkan kehidupan, menyalahkan kenyataan, keriuhan, padahal yang membuat keriuhan itu tidak lain kita sendiri.

Buku ini memberi kita pemahaman bagaimana cara menyikapi kehidupan yang terasa begitu laju, tetapi kita tetap bisa menikmatinya dengan senyum dan penuh syukur.
Bagaimana cara kita menikmati hidup kita sekarang, dgn tdk terjebak di masa lalu dan terancam dgn masa depan. Tetapi benar-benar menikmati hidup yg kita punya sekarang, yang kita miliki sekarang, yanhg kita hidup dan ada sekarang. Di sini, kini.

Dengan itu, kita memerlukan hening sejenak, berhenti sebentar, melihat apa yang terjadi di lingkungan sekitar, barangkali kita sudah melewatkan banyak hal tanpa kita sadari, kita melewatkan begitu saja momen indah yang seharusnya untuk kita nikmati, tetapi terlewati tanpa adanya kesadaran. Kemudian, kita mencari-cari bahagia, padahal bahagia itu ada di dalam diri kita sendiri. Buku ini mengajak kita untuk kembali pulang mengenal diri sendiri.
Profile Image for Alex Susanto.
16 reviews
May 28, 2022
Buku yang sangat menginspirasi. Dimana kebahagiaan sejati tidak bergantung pada apapun di luar diri manusia itu sendiri. Kebahagiaan hanya minta ditemukan, di dalam diri masing-masing manusia. Mengemas beberapa persoalan kehidupan yang menurut saya pelik dengan sebuah contoh yang cukup sederhana seperti, bab kue lidah kucing di bab tersebut menggambarkan bagaimana kita untuk bersyukur dan menghargai setiap momen yang sedang berlangsung, ban kelereng menyadarkan kita bahwa waktu amatlah berharga dan banyak yang telah berlalu begitu saja. Kebahagiaan itu hari ini, saat ini, kini. Tak perlu risau akan masa lalu maupun gelisah akan masa depan sekalipun memiliki tujuan, dengan metode menyadari nafas mengajak kita untuk perlahan sesekali mengistirahatkan pikiran. Karena telah kita ketahui terlalu banyak pikiran bisa memicu stres yang berdampak timbulnya berbagai macam penyakit. Terima saja, jalani, dan syukuri apapun kini. Apapun yang kita putuskan untuk lakukan, maka lakukanlah, persilahkan diri kita menikmatinya seutuhnya. Tanpa distraksi apapun 100% fokus padanya. Mari Berbahagia!!!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
February 27, 2021
Melihat profil penulis yang memang expert di bidang meditasi, maka tidak kaget rasanya setiap kata yang dituliskan di buku ini terasa damai dan menenangkan.

Fenomena kehidupan yang semakin berat persaingan dan tuntutannya menurut penulis, membuat setiap orang rentan mengalami stres. Padahal jika ditinjau dari sisi kesehatan, stres punya dampak yang cukup serius bahkan hingga fatal. Untuk itu penting bagi setiap orang untuk mempunyai kemampuan mengelola stres dan tetap hidup Bahagia. Apalagi di era yang mau tidak mau menyeret kita untuk masuk ke dalam dua dunia : maya dan nyata, ‘sejenak hening’ sangatlah penting untuk kembali ‘pelang’ ke dalam diri sendiri. Kalau sudah kembali ke ‘rumah’, maka kita akan menemukan apa itu yang disebut kebahagiaan hakiki, kebahagiaan yang dekat sekali dengan kita, kebahagiaan yang selalu ada.

Selanjutnya disini guys : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Khurin W. F..
192 reviews9 followers
August 22, 2021
Basically teaching us how to live in the moment. Sadari apa saja yang tengah terjadi pada diri kita saat ini, di sini. Syukuri hal-hal yang selama ini kita anggap kecil dan sepele, nikmati momen-momen sederhana dalam setiap hari-hari kita. Makan, mandi, mencuci, membaca, nikmati semuanya, satu-persatu tanpa 'diriwuki' dengan pikiran-pikiran lain. Yang kita jalani adalah masa sekarang, saat ini, di sini. Itulah saat kita benar-benar hidup. Tak lupa juga tentang bahagia dan sumber kedamaian. Dua-duanya selalu kita kantongi dalam kotak kecil di diri kita bernama hati. Cari jalan ke sana untuk menemukannya. Kita adalah cinta, kita adalah kebahagiaan.
Profile Image for Riza.
169 reviews7 followers
December 31, 2020
Buku ini tuh gak bosen2 ku baca ulang. Kalau aku butuh motivasi soal hidup, mencintai diri sendiri aku sering baca buku ini. Buku ini ditulis oleh orang Indonesia sendiri, jadi kata-katanya dengan bahasa sehari-hari gak seperti buku terjemahan, jadi feel nya nyampek buat aku. Selain itu, contoh yang dikasih berlatar belakang kehidupan di Indonesia, jadi lebih mudah untuk menerapkannya juga, dan gak ngawang2. Juga ada beberapa gambar di beberapa halaman menambah apik dari isi buku ini.
Profile Image for Widya Wulandari.
8 reviews1 follower
June 24, 2021
Buku yang mengajarkan kita untuk menikmati setiap detik yang kita punya, tanpa khawatir berlebih untuk masa yang belum tentu datang, tanpa kalut merenungkan yang sudah lalu. Buku ini bisa dibaca berulang kali, bahkan berpuluh-puluh kali, ketika kita mulai lelah, dan mulai mempertanyakan arti kehidupan.
Profile Image for ndavanilla.
82 reviews2 followers
December 16, 2021
Buku yang mengajak qt untuk sejenak mem"pause" segala kegiatan qt. Dan hening sejenak untuk meresapi makna hidup dan bersyukur.

Part favorit dalam buku ini adalah 'Menunda Bahagia'
Kadang sibuknya dunia memang mebuat qt menunda bahagia. Padahal bener kata mas aji.. "Pandanglah setiap hal sebagai anugerah, dan sadari bahwa ada keindahan dalam setiap hal."
Profile Image for Ferdi Putra.
48 reviews5 followers
July 31, 2019
Akhirnya setelah membaca buku Sadar Penuh Hadir Utuh barulah saya menemukan buku ini. Tidak terlalu jauh bagusnya dengan SPHU mungkin karena sama-sama menyemangati kita utk hadir penuh dan menikmati waktu sekarang. But I'm sorry I have to put this book on the second place after SPHU.
3 reviews
April 23, 2020
seringkali hidup kita terjebak dalam pikiran masa lalu ataupun masa depan, dan kita benar benar tidak sadar kita hidup disama sekarang, buku ini membantu untuk kita menyadari bahwa kita hidup di masa sekarang, dan melepaskan jebakan pikiran masa lalu dan masa depan.
Profile Image for Elyza.
61 reviews
June 1, 2018
"We must quiet the mind to truly hear"
1 review
June 9, 2019
Reminder to be happy. I feel this could be better if there's flow that tied up each chapter
Profile Image for Faizah Dewi.
14 reviews1 follower
November 23, 2019
mas Adjie dapat ditemui di twitter juga. melalui bukunya, ia mengajak saya (dan pembaca) untuk bisa bersikap kepala dingin dalam menghadapi suatu masalah serta melalui metode meditasi.
Profile Image for A2n.
11 reviews
August 3, 2020
buku yg sangat bagus... dmn mengingatkan kita bahwa kita sering lupa untuk sejenak menghayati arti hidup ini dan mensyukuri hidup ini (meskipun sekedar tarikan nafas kita)
Profile Image for Mamieq.
28 reviews2 followers
March 23, 2021
Belajar memberi tapi juga belajar menerima. Belajar mempercepat langkah, mengejar sesuatu dalam hidup, tapi juga belajar melambat, belajar menikmati dan mensyukuri apa yang ada di sini, saat ini.
Profile Image for aini.
3 reviews1 follower
June 16, 2021
Wow i thank my 15-year-old self for taking this book home
Profile Image for Dita Nugraha.
67 reviews
October 5, 2022
Di tengah hidup yang penuh dengan hiruk pikuk dan beragam masalah, sesekali kita perlu sejenak hening. Berhenti dan menyadari yang ada di sini, saat ini.
Profile Image for Sylwty.
72 reviews
December 7, 2023
Memberi jeda, mengulang lagi, dan memberikan makna lebih tentang hidup.

Nanti akan aku tulis dengan lebih baik.
1 review
January 3, 2024
Buku yang sangat bagus dan bermanfaat untuk memaknai arti kebahagiaan yang sesungguhnya dalam hidup
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 52 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.