This book was converted from its physical edition to the digital format by a community of volunteers. You may find it for free on the web. Purchase of the Kindle edition includes wireless delivery.
Buku 1001 Malam ini ternyata biasa-biasa saja. Tadinya saya pikir ceritanya unik dan istimewa, ternyata cuma seputar raja, sultan, pangeran, putri di Persia dan India. Pengecualian adalah cerita Sinbad yg paling penuh petualangan diantara cerita yg lain.
Ceritanya memang penuh fantasi dgn sihir yg mewarnai isi buku ini. Pangeran yg dikutuk atau putri yg hrs membebaskan kutukannya. Ada cerita yg saya duga sebenarnya ttg Aurangzeb yg membunuh ayahnya, di kisah Tiga Pangeran yg berkompetisi utk mendapatkan istri yg sama-sama mereka sukai. Ada keanehan saja kenapa si raja memutuskan pemenangnya adalah si bungsu dlm lomba memanah, dan kemudian si raja paranoid dgn putra keduanya yg dia anggap sbg ancaman terhadap takhtanya (dan ternyata benar, walaupun pembunuhan dilakukan oleh tangan ketiga). Memang sih di Persia dan India abad pertengahan ini sudah terkenal bhw ayah dan anak saling curiga dan mengintai takhta.
Sedangkan kisah Sinbad walaupun cukup banyak di buku ini (ada 7 cerita) yg pendek tetapi mengesankan bagaimana Sinbad jatuh dlm kesialan demi kesialan berikutnya tetapi selalu beruntung. Yang paling aneh adalah saat Sinbad dikubur hidup-hidup dlm peti dimasukkan ke laut dan Sinbad masih tetap hidup dan sehat sediakala.
Seandainya buku ini ada pesan moralnya, saya koq malah merasa gak menemukan apa-apa ya di buku ini? Atau intuisi saya kurang mengenai moral cerita masing-masing kisah di buku ini? Entahlah.
Fairy Tales From The Arabian Nights by E. Dixon / 1893 Penerbit: PT. Elex Media Komputindo @elexmedia / 2018 ISBN : 978-602-04-8592-8 / 305 halaman ==== .
Ahhh.. Dibaca selambat apa pun, pasti sampai juga di akhir halaman. 😅 .
Tujuh kisah Sinbad Sang Pelaut menutup buku dongeng ini dengan sangat baik. Walau sebenarnya aku ingin lebih banyak lagi tentang Sinbad. .
Dalam buku ini, ternyata Sinbad si Pelaut sial yang bernasib mujur. .
Tujuh pelayarannya di Samudera luas, tidak pernah berjalan lancar. Kapalnya karam, dibajak perompak, diterjang badai bahkan ditinggal tak sengaja saat berlabuh 😅, tetapi Dewi Fortuna nampaknya enggan meninggalkan sisinya.
"Kapten, akulah Sinbad yang kau kira telah mati... " (hal. 248) 🚣 .
Secara keseluruhan, kisah dongeng dalam buku ini menakjubkan. Ada 15 kisah, 7 di antaranya adalah petualangan Sinbad, yang layak banget untuk di baca. .
Pesan moralnya juga kuat. Selama kita beriman (dalam buku ini, rajin membaca Al-quran, beribadah ke Mesjid dan bersedekah), rendah hati serta jujur, tiada rintangan yang tidak dapat kita lalui. .
Favoritku, selain Sinbad tentunya adalah Pangeran Camaralzaman dan Putri Cina. .
High recommended as one of your bedtime stories for your loved little ones.
I finish reading. That's a surprise. Who'd have thought Arabian Nights would be a chore to read? Not me.
It's the translation I suppose. The stories are somewhat familiar but the narration has no oomph, no magic. Fell flat. I ended up skimming through pages just because I didn't want to DNF it.
I might pick up another edition to see if it's the same style but this goes out of my Kindle library.
The Arabian Nights are a massive classic, and I'd come to feel that I ought to read the real thing instead of only knowing them through the retellings of Hollywood etc. Encountering this out-of-copyright free e-book I went at it with a will (if a bit fragmentarily, on my phone-screen) but found the telling bare to the point of soulless. Like the oral tradition has refined the words through so many people's tellings that the spark and individuality of them are gone. They don't need capturing as a historical record, they DO need telling by a storyteller who can inject some engagement into them. But if that's not in these translations, and not to be trusted from the world of movies, where do we have to turn to find the magic that made these tales such eternal classics in the first place?
Kak Yaz baru ketahui selepas membaca coretan Hanapi Jamaluddin 'Jangan Robohkan Jambatan Ilmu' dalam Risalah #malaysiamembaca, bahawa P. Ramlee dan Buya Hamka banyak membaca di awal dan sepanjang kehidupan mereka, antaranya kitab, buku-buku sejarah nusantara dan buku-buku hikayat. Kedua-duanya memilih kisah-kisah yang boleh dijadikan ikhtibar untuk diadun ke dalam hasil karya kreatif masing-masing; P. Ramlee dalam filem dan Buya Hamka dalam buku.
Kini Kak Yaz telah selesai baca, Kisah-kisah dari Negeri 1001 Malam. Di bawah bab Tiga Pangeran dan Putri Nouronnihar, ada cerita bagaimana Pangeran Hussein, Pangeran Ali, Pangeran Ahmed berjumpa dan menggunakan karpet terbang, teropong ajaib, dan buah epal ajaib...di situ nampak persamaan dengan kisah Laksamana Do, Re, Mi. Dalam Hikayat 1001 malam ni, bapak tiga pangeran tersebut adalah sultan negeri India. Dalam cerita Laksamana Do, Re, Mi, negaranya pasir berdengung kalau tak silap kan?
Banyak kisah-kisah pelik dan mengandungi watak watak manusia mahupun bukan manusia, kebanyakannya melibatkan anak-anak pemerintah negara. Antara yang paling menarik bagi Kak Yaz adalah kisah pertemuan yang diatur oleh pari-pari Pangeran Camaralzaman anak Raja Schahzaman dengan puteri dari China Putri Badoura.
Cerita sedih, Sang Putra Raja, yang dalam cubaan melarikan diri dari perompak, tinggal dengan sang penjahit selama setahun, selepas itu berjalan jalan dan entah bagaimana terjumpa gua. Ada seorang Putri di dalamnya. Putra Raja ini disumpah menjadi kera oleh Pangeran Jin Putra dari Putri Eblis setelah dia membunuh Putri pari-pari itu dengan sadis. Putra Raja yang sudah menjadi kera diselamatkan oleh anak kapal, belayar ke sebuah negara, memeranjatkan semua bahawa dia pandai menulis 6 bahasa, Sultan mengambilnya untuk dilantik sebagai Perdana Menteri. akhirnya keadaan ini turut membunuh seorang Putri dari Sultan tersebut yang bertarung sengit dengan Pengeran Jin anak Eblis untuk cuba menukarkan Putra dari kera menjadi manusia semula.
Akhir sekali cerita tujuh pengembaraan Simbad.
This entire review has been hidden because of spoilers.
ada 15 kisah dibuku ini, beberapa merupakan cerita bersambung, yg lainnya cerita lepas. kebanyakan kisah dibuku ini gak tau kenapa pangerannya cemen & lemah.. kesannya manja, sementara wanitanya lebih cerdas, kebanyakan malah punya ilmu sihir yg kuat.
dikisah tiga pangeran dan putri mouronnihar serta cerita lanjutannya pangeran ahmed dan sang peri aku sebel sama karakter rajanya. dicerita yg pertama sang raja terlihat bijak, dicerita lanjutannya kok malah jadi galau & iri dengan keberhasilan anaknya sendiri
aku paling nggak suka cerita pangeran camaralzaman dan putri cina serta cerita lanjutannya jimat yg hilang. dicerita awal cerita walaupun pangeran gantengnya nggak ketulungan tapi egois, manja, kasar pula, cuma gegara dibilang mimpi ampe tega banget nyiksa bawahannya. padahal katanya dia pinter, suka baca, dll tapi kok bar bar gitu ya.. sama aja ma putri raja. katanya cantik nggak ketulungan tapi ya kata2 ma perilakunya kasar banget. sementara dicerita lanjutannya si pangeran tetep aja cemen lah.. sementara si putrinya berubah jadi tegas, pintar&berwibawa.
aku juga nggak suka cerita kisah seorang putra raja.. ya ampun kok ya nasibnya sial banget, dari awal sampai akhir nggak ada happy nya sama sekali
untuk kisah zobeide yang diceritakan sendiri.. awalnya seru banget ceritanya.. tapi kok ya endingnya gitu aja.. what?? nanggung banget. nggak rela sama endingnya...
dibuku ini yg aku suka cerita raja persia dan putri laut plus cerita lanjutannya pangeran beder dan putri giauhara. karakternya bagus2, ceritanya juga oke, endingnya pun saya suka
aku juga suka 7 cerita petualangan sinbad dibuku ini.. seru banget bacanya, walaupun sambil geleng2 kepala.. si sinbad ini sebenarnya orang yg paling sial atau malah orang yg paling beruntung sih.. kok ya ada aja masalah yg harus dihadapi sama dia
Phew, I finally get to finish reading this. This wasn't like what I expected, but let's go to the good part first.
I've always wanted to read fairy tales from original source like this one. What I mean by original is tales that haven't been retold. And through this book, I get to read 8 stories of them and all are so exciting.
But my expectations dropped like flies when all of the stories were rushed to the end and left off just like that without further explanation about what happened. The time skips were annoying and it makes me think they were inherited from so many generations they lost so many parts of the stories that they almost look like made up ones. I don't know. I can never tell.
And the Sinbad's seven tales were all like repetitions? Geez. The chosen one concept seems to be much older than what we all believed to be.
I was so unsatisfied with this, and I'll read another Arabian Nights book. Hopefully it can entertain me enough to forget what I experienced from this book.
pada saat saya membaca “kisah-kisah dari negeri 1001 malam” saya teringat dengan sepupu saya yang masih sekolah dasar. ia gemar sekali mendengar dongeng yang diputar melalui youtube. satu pertanyaan saya setiap kali hal tersebut terjadi, kenapa dongeng membuat anak kecil ketagihan?
maka melalui buku ini, saya akhirnya mengerti. sebuah dongeng ternyata sangat memabukkan. percaya atau tidak saya merasa seperti masuk ke dalam cerita yang semuanya terasa ajaib dan too good to be true. tetapi, bukankah dongeng memang seperti itu? hehe
(versi terjemahan Indonesia) Buku ini berisi cerita rakyat dari timur tengah. Terdiri dari delapan cerita pendek tentang kerajaan dan tujuh cerita pelayaran Sinbad sang pelaut. Cerita di dalamnya bersifat magis dan menakjubkan. Sebagai karya klasik, kisah ini memiliki cerita yang tak biasa dan menarik. Cocok untuk semua orang yang menyukai fairytales.
Lovely book. All ages can read and enjoy. Very well translated. Recommended for any person for joyful read8ng. No wonder Scherezade kept the King's interest!
A good read in its entirety. However, some of the stories (even some paragraphs) require repeated readings to fully understand. Also this being literal translation from original Arabic (poetry) text does at times seem muddled.
efek bartimaeus, jadi berekspetasi buku ini banjir jin, ternyata jinnya rada malu-malu alias ga banyak muncul. Sekalinya muncul cuma jadi cameo :-) mengenai kisahnya.... bagus sih, selalu diakhiri dengan indah. tipikal dongeng, ada sesuatu yang harus dibayar, ditempuh sebelum kebahagiaan datang. Dan rata-rata memiliki sisi keunikan tersendiri, seperti dikubur hidup-hidup itu. Meskipun, tentu saja ada satu-dua kisah yang menurutku cukup awkward juga, Putri yang menyamar jadi pangeran itu!!! Dongeng, oke.... Dan yang ga kalah penting.... buanyak narasi!!
Aku baca versi terjemahan Bahasa Indonesianya. Ternyata cerita-ceritanya seputar percintaan, percintaan, percintaan... bosan. Sebagai pembaca yang enggak suka romance dan berekspektasi tinggi sama buku ini, aku kecewa banget. Terjemahannya juga berantakan banget. Di bagian awalnya saja yang rapi, seterusnya berantakan. Walau gitu, aku tetap enggak tertarik baca versi aslinya karena isinya romance saja.
buku yang bagus. banyak hikmah diambil dari cerita yang disampaikan. saya suka cerita kerajaan. cerita petualangan sinbad si pelaut paling seru. banyak kejadian baru yang dia alami, namun tetap rendah hati. kebanyakan karakter yang diceritakan bersifat bersedia menerima kekalahan dengan lapang dada. tak ada masalah yang muncul terlalu rumit. gaya cerita khas arabian. keren....
Wow this is a real head spin! These little stories are the most imaginative and crazy fairy tales I've had the pleasure of reading. Fairies, genies, princes, death, magic it really is all going on here. If you can cope with the dated language you can't fail to be amused by these stories.
Interesting read with mixed opinions about stories. Some very good, other I just wanted to shout will you never learn! Given the background at times the english didn't flow as you would expect modern english to. Worth a read though.
I like the first tales so much but it became more boring to the end, especially the tales told by the first person.. It was so boring. But great to know the tales, tho. It opens our knowledge about how it was in the middle east used to be..
so I read a different version but this was the closest I could find. I absolutely just adored this book. a good way to get out of my funk with the other book I'm reading.
Khas fairy tale sekaleee, semuanya berakhir bahagia.... pangeran tampan nan gagah jatuh cinta pada putri cantik nan rupawan kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya...
Having read the Arabian Nights in childhood, I looked forward to reading this one as a means of reliving those memories. This book, however does not even hold a candle to the classic. The earlier part of the book has stories that has a strange mix of language; the names of the characters are Arabic, but they address each other as Sir and Madam. Towards the end of the book are Sindband the Sailor's voyages-all seven of them-but compressed.
It is difficult to like a book that threatens to tarnish the memory of the original one.