"Cerita ini hanya fiksi yang diilhami dari perjalanan sejarah. Takudar adalah seorang Kaisar Mongol yang pada akhirnya menjadi muslim dan berganti nama menjadi Muhammad Khan, memimpin negerinya penuh kebijaksanaan dan keadilan hingga negerinya mengalami masa-masa keemasan."
Informasi ini tertulis di awal-awal buku. Dan, sebagaimana kalau lagi baca buku sejenis ini, sebagai pembaca aku kadang harus mikir (atau bahkan crosscheck) bagian mana yang fakta dan bagian mana yang fiksi.
Takudar adalah anak pertama pasangan Raja Tughlugh Timur Khan dan Permaisuri Ilkhata yang sebetulnya tidak punya ambisi untuk meneruskan imperium yang dibentuk ayahnya. Namun, sebagaimana kehidupan kerajaan yang didengar, tentu saja ada pengkhianat yang ingin merusak tatanan negara yang sudah lama terbentuk. Tujuannya? ya merebut kekuasaan.
Barusan saya cek, kalau di aslinya, Takudar ini adalah cucu dari Tughlugh Timur Khan. Sosok asli Khizr Khoja yang merupakan ayahnya, di novel ini juga disebutkan sebagai pengelana dan saudagar bijak yang punya peran penting terhadap Raja Tughlugh Timur.
Buku yang memenangkan posisi pertama sayembara novel Islami Gema Insani ini terbit 20 tahun lalu. Saya sendiri udah beli dan punya udah lama, tapi maju mundur bacanya karena kemudian novel ini dikembangkan menjadi tetralogi.
Ada perasaan, "aduh ini kalau penasaran sama sambungannya gimana ya?" Dan benar saja, kejadian nih, setelah baca Sebuah Janji, saya jadi penasaran dengan buku ke-2 "The Lost Prince" dan buku ke-3 "The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol".
Sedangkan buku ke-4 "Takhta Awan" malah saya sudah punya. Saya udah coba cari di marketplace untuk buku ke-2 dan ke-3nya tapi belom nemu, hiks. Ada yang punya dan berkenan kasih pinjam?
Secara keseluruhan saya suka dengan penggambaran Mbak Sinta Yudisia di novel ini. Enak, dan mengalir. Walau beberapa kali saya agak kesulitan mengingat nama-nama tokohnya, tapi untungnya masih bisa terus lanjut dan mengerti kisah awal perjalanan Takudar ini.
Skor 8/10