What do you think?
Rate this book


252 pages, Paperback
First published September 1, 2013
Banyak pengunjung makan enak, minum bir, merokok, bercakap-cakap, dan tertawa-tawa seperti merayakan kemenangan perang (hal. 22)
Malam itu angin bertiup kencang. Tanaman puring dan kamboja terus meronta seperti balita rewel pada malam hari. Bunganya berjatuhan bagai air mata. (hal. 46)
Butiran pasir mengerumuni sepatu mereka bagai gula halus pada donat. (hal. 202)
Wajah cantik Anne pucat. Dadanya sesak seperti seorang Yahudi diburu Nazi. (hal. 33)