Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Pembaca tersayang,

Langkahkan kakimu ke kota sang dewi kebijaksanaan, Athena. Dari penulis debut Gagasmedia, Erlin Natawiria, kita akan mengikuti Widha mewujudkan impian masa kecilnya serta mendiang kakaknya yang kembar.

Satu insiden kecil di losmen mempertemukan Widha dengan Nathan. Mereka menjadi rekan seperjalanan; menyusuri Agora, Plaka, lalu ikut larut dalam keriaan sepasang pengantin baru di Rafina. Rasa bertumbuh seiring kaki-kaki mereka melangkah, dan binar tepercik setiap kali keduanya berserobok pandang.

Namun, di sebuah kios buku kuno di Monastiraki, Widha melihat hantu masa lalunya. Seseorang yang tidak seharusnya hadir di kota impiannya. Sosok yang gagal dia lupakan.

Setiap tempat punya cerita,

Di antara puing-puing kuil Parthenon, ada reruntuhan hati yang siap dibangun kembali.

Salam,

Editor

284 pages, Paperback

First published December 10, 2013

12 people are currently reading
233 people want to read

About the author

Erlin Natawiria

5 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
71 (17%)
4 stars
101 (24%)
3 stars
138 (33%)
2 stars
75 (18%)
1 star
24 (5%)
Displaying 1 - 30 of 80 reviews
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
August 9, 2016
Pernah lo bikin kue dengan satu bahan dan beberapa bumbu dan hasilnya bantet? Trus abis dicoba lo buang? Ya semacam buku inilah. Gimana gak expectasi gue pas BELI-gak pinjem kaya sebelum sebelumnya- ini buku gue pasti disuguhkan cerita yang paling gak setara dengan #STPC yang udah gue baca. Dan ternyata.....MENGECEWAKAN !!!
*ada seberkas pesan didalamnya abis gue baca*
1. Dear gagas media.. Tolong, serial #STPC yang udah banyak fans nya ini bo ya jangan dijadiin ajang coba-coba, boleh lah penulis baru cuman dibikinin aja novel sendiri jangan mencoret nama baik serial #STPC -yang dari serial sebelumnya gue baca itu penulisnya dah expert- *frontal comment*,
2. Kenapa gak mba anggun si after rain aja sik yang nulis #advice #fansnyambaanggun.
Kembali ke novel yang menarik cuman covernya ini...
Dari segi cerita ini banyak banget KEBETULAN yang menurut gue tanpa ada penjelasan yang bisa dipertanggung jawabkan, imaginasi gue mumet dibuatnya. Dari segi alur ini ngalur ngidul gak jelas. Dari segi penokohan gak ngerti maunya ini apa si tokoh.
Secara rinci gue jabarkan beberapa keheranan di :
Hal 16 pas nathan buka pintu kamar, pintunya menghantam wajah widha yang ada dibelakang. Sumpah gue heran banget ini pintu bentuknya gimana? Mereka satu kamar? *kemudian menuntut kebenaran*
Hal 27 artemis tanya ama wafi udah lama (berarti janjian downk) eh tapi dihalaman 28 dia nanya lagi kalo wafi keberatan gak ditemenin makan siang.
Nathan ama widha ini di penginapan apa flat si? Ko bisa masak sendiri ya? Trus kenapa mst smsan si mau ketemuan aja padahal satu gedung dan dijelasin kamar mereka deket *indikasi cerita lebay vs nambahin tebelnya buku doank*
Hal 150 pas buka buku berjudul pente widha terbelalak sama nama yang tertera tapi ko yang ditulis malah nama si penyunting ya? Bukan penulis -yang katanya mantan nathan sama pacarnya mantan widha- salah nulis apa?
Yang paling gue bikin garuk monyet adalah kenapa nathan diubah namanya jadi partner perjalanan trus di sebut lagi namanya -nathan- trus jadi pertner perjalanan lg. Tuhannnn ini maunya apa?
Terakhir mungkin kalo bisa gue bilang terlalu banyak adegan drama indonesia didalam cerita.
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
April 2, 2015
Alasan utama kenapa saya beli buku ini? It's Athena, man! Ibu kota negara yang paling saya idam-idamkan untuk kunjungi sebelum mati. Dan sumpah, desain covernya bener-bener menggoda jiwa, walaupun rada sangsi juga mengingat ini novel debut penulis.
Nggak ada kritik berarti terhadap cara penulisan, karena kayaknya penulis-penulis Gagas punya gaya penulisan yang nyaris sama. Tapi novel ini memiliki terlalu banyak 'kebetulan' sehingga kesannya maksa dan g natural. Dari si Widha yg ketemu Keira, berlanjut dengan perginya dia ke Yunani, ketemu Nathan dan Wafi, dan ternyata keempat orang ini saling berhubungan satu sama lain.
Saya rada bingung, si Widha itu kan tahu Wafi di Yunani, bahkan sempet janji mau ketemuan. Nah, trus kenapa dia kayak syok banget gitu (dideskripsikan di sinopsis bahwa dia seperti melihat hantu, bertemu dengan pria yang seharusnya tidak berada di negara yang dia kunjungi). Waktu masih di Indonesia, si Widha sempet email Wafi kan, ngasih tau dia mau liburan ke Yunani? Dan Wafi ngebales, "Hei, aku sudah hampir dua minggu terdampar di Athena." Jadi apanya yang 'seseorang yang tidak seharusnya hadir di kota impiannya'? Juga rasa shock-nya yang terlalu berlebihan itu? Yang bikin saya shock malah rentetan pertemuan tidak terduga Wafi dan Widha di banyak tempat. Kebetulan sih oke, tapi kalo keseringan gitu namanya maksa. Emangnya Athena selebar daun kelor? Saya juga jadi nebak-nebak setelah baca halaman thans to-nya di mana penulis berkata, "Jia Effendi yang sudah sabar menunggu revisi, memoles cerita, sampai membantu saya untuk sembuh dari overdosis kebetulan." Waduh, berarti sebelum direvisi ada lebih banyak kebetulan lagi, dong? Padahal dari yang saya baca, 'kebetulan'-nya juga udah seabrek-abrek.
Juga karakter Widha yang menurut saya drama queen banget. Seluruh ekspresi dan cara dia menghadapi sesuatu itu terkesan berlebihan. Just my opinion.
Hmm, aneh juga ya, novel pertama STPC Season 1 Gagas saya nggak suka. Novel pertama STPC season 2 Gagas saya juga kurang suka. Nggak jelek, sih, tapi dibilang bagus juga enggak. Cuma buat novel debut bolehlah. Tapi berarti saya boleh berharap banyak dong buat novel-novel STPC season 2 berikutnya? Semoga sememukau Roma, Bangkok, Melbourne, London dan Tokyo ^^
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
September 2, 2014
Judul: Athena: Eureka!
Penulis: Erlin Natawiria
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 284 halaman
Terbitan: Desember 2013

Sejak lama Widha mengidam-idamkan perjalanan ke Yunani. Untuk itu dia mati-matian menabung. Bahkan selama 3 tahun dia tidak menyentuh uang beasiswa yang harusnya dipakai untuk biaya hidupnya. Semua demi mewujudkan cita-citanya untuk pergi ke Yunani.

Perjalanannya ke Yunani membawanya bertemu dengan Nathan. Seorang pria asal Australia, yang fasih berbahasa Indonesia, yang akhirnya menjadi teman seperjalan Widha. Di Yunani juga Widha bertemu dengan Wafi, si "hantu" dari masa lalunya.

Dengan masa lalu yang kembali datang dan masa depan yang terbentang di hadapannya, Widha harus mengonfrontasi masalah-masalahnya.

Review

Mengandung spoiler. I've warned 'ya.


Jadi, ini pengalaman pertama saya dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita yang diusung oleh GagasMedia. Tidak tanggung-tanggung, saya coba bacanya langsung mulai dari buku yang ditulis oleh penulis debutan. Ya, secara Yunani adalah salah satu negara yang saya pengin kunjungi.

Hmm... secara penuturan kisah secara keseluruhan, menurutku tidak jelek. Cuma cara memperkenalkan tokohnya itu kurang, apa yah, kurang memorable. Jujur pas awal-awal saya bingung dan harus bolak-balik bacanya. Soalnya saya lupa ini siapa, ini yang mana.

Hal kedua yang saya kurang suka adalah terlalu banyaknya kebetulan di cerita ini. Widha kebetulan ketemu Wifi Wafi, mantan pacarnya di Yunani? Oke. Wafi dan Widha terus-terusan kebetulan bertemu di berbagai tempat makan di Athena (yang tidak disebutkan sebagai tempat tujuan wisata pula)? Oke... Nathan, teman perjalanan Widha, ternyata kenal dengan Wafi dan bahkan sempat pernah rebutan cewek dengan dia? O...ke...

Puncaknya adalah pertemuan Nathan dan Widha, yang baru saja diam-diaman, di Perpustakaan Hadrian. Widha, sehari sebelumnya, bahkan dengan pedenya merasa kalau Nathan akan ke tempat itu. Padahal Nathan ke sana karena kebetulan dia bertemu seorang nenek yang kebetulan baru saja bertabrakan dengan seorang gadis, yang kebetulan menjatuhkan selembar foto, yang kebetulan adalah Widha. Er... Terserah deh.

Kalau pun memang mau ke perpustakaan itu, kenapa tidak dibilang dari depan? Misalkan, si Nathan bilang ke Widha kalau Perpustakaan Hadrian adalah tempat yang paling ingin dia kunjungi. Jadinya wajar kalau kemudian Widha berpikir bahwa Nathan akan pergi ke sana. Ataukah saya kelewatan informasi ini di dalam cerita? CMIIW.

Ya, secara keseluruhan saya cukup menikmati perjalanan Widha ke Yunani. Cuma saya kurang suka dengan kebetulan-kebetulan di atas, serta plot cinta segiempat Widha-Nathan-Keira (yang tidak pernah nongol secara fisik dalam cerita)-serta Wafi yang rasanya mbulet banget.

Yah, 2 bintang lah.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Tachi Chyn.
39 reviews15 followers
February 2, 2014
bingung mau mulai dari mana.. dari setting kali ya. udah oke sih, detail banget malah tapi gue ngerasa ga ada feelnya (yah bukan berarti gue bisa deskripsi tempat lebih baik) ya begitu deh, berasa baca buku tentang jalan jalan aja.

Dan ada beberapa hal yang bikin gue bingung. Widha kan baru pertama kali dateng ke Athena tapi kenapa seakan akan dia pemandu wisata buat Nathan. Emang sih dia suka bgt sama Yunani gitu tapi gue yg suka sama Amerika aja ga gitu gitu amat. Atau gue kelewatan bagian yg nyeritain dia udh pernah ke sana? sori deh kalo salah :(

Tapi gue suka beberapa bagian yang rasanya unik seperti: terjebak dipernikahan org lain terus joget2 di situ, unik menurut gue.

sempet ngerasa janggal dibagian whida nyamperin wafi ke apartemennya. wafi nawarin pancake kenapa tiba2 ngomongin sup? ga tau deh ni gue yg salah baca atau gimana. kasih tau coba kalo emang gue yang salah hehe ._.

sejarah dewa dewi di sini kayaknya ga ada hubungannya sama cerita, rasanya jadi hampa gitu setiap kisah dewa dewi ini lewat, bikin bacanya jadi rada bete "ini kapan udahannya"

Dan seperti review lainnya bilang, banyak kebetulan.. ya emang sih hidup ini pasti ada aja kebetulan tapi ini kesannya jadi maksa. sorry to say :(

Tapi ini debut yang cukup oke menurut gue. Cukup manis juga apalagi covernya berasa teduh gitu

2 bintang :))
Profile Image for Mumpuni Pratiwi.
55 reviews20 followers
December 31, 2013
Buku ini saya beli untuk melengkapi koleksi STPC saya yang lain, tanpa berharap lebih.

Dan setelah menamatkannya tadi sore, saya merasa ada sesuatu yang mengganjal.

Hal-hal simpel menjadi terlalu rumit. Terlalu banyak selipan cerita yang tidak dikembangkan.Banyak nama yang mampir sekilas tanpa memberikan kontribusi yang berarti.

Dan berbeda dengan tokoh dalam #STPC lainnya, saya merasa tidak simpati dengan tokoh utamanya.

Sayang sekali, padahal keindahan Athena sudah cukup bagus digambarkan dalam buku ini.

Untuk itu, saya beri Athena, 3 dari 5 bintang.
Profile Image for Kell Natalia.
710 reviews
June 11, 2020
3 words to describe this book : messy, unclear, pointless
I bought this book because I love Athena, but gee, I hate this story. It was clear that the writer was an amateur. So many sentences were unstructured and hard to understand and lots of the details in this story were contradictive with what was previously mentioned like there was a moment where the character wanted something but the next he did the opposite and some parts where suddenly new character appeared out of nowhere. It was all confusing and annoying. The nearer it got to the end, the more the mistake was. It was like they didn’t edit this book before they published it.

This is an Indonesian book but there was lots of conversations in English. unfortunately there was lots of incorrect grammar which irked me so much. I mean, it’s fine to use some Greek and English for a few expressions but why they must use it for almost every conversation, English wasn’t related with Greek or Indonesian directly.

It was mentioned in the beginning that the author liked the Percy jackson series by rick riordan and she included lots of things from that story into this book, she even made the main male character appearance the same as Percy, but I think it was plagiarism and not creative

The female character was a major drama queen, her ex was a possessive jerk and this whole story was an exaggeration and unrealistic. It was also kind of boring, no chemistry between the couple, nothing that made me ship them or had a thought ‘awh, they’re so cute!’.
Profile Image for Rendi Febrian.
Author 5 books82 followers
November 3, 2016
Ceritanya sangat-sangat annoy!

Terlalu banyak kebetulan yang muncul di buku ini. Dikit-dikit kebetulan, banyak-banyak kebetulan. Ini benang merah sama ini, terus sama si itu. Hello, udah kayak omnibus aja! Dan... karakter yang sama sekali nggak kebentuk. Maksud gue, kebentuk dalam artian... si Widha ini gimana bentuk wajahnya, bentuk bibirnya, gelagat yang sering dia lakukan, atau cara dia bertutur. Semuanya blur. Yang ada cuman si Widha ini pakek kacamata. Sudah, gitu aja. Ya udah, bayangin aja cewek manapun dengan menggunakan kacamata, itulah si Widha. Sedangkan si Nathan, ya ampun, dia cuman digambarkan seperti Jake Gyllenhaal yang main di Borkeback Mountain itu (film gay favorit, gue by the way). Tapi tetep aja blur Nathan ini gimana, kecuali kita sebagai pembaca dipaksa untuk membayangkan kalau si Jake jadi-jadian ini nih orangnya kewl (cool). Whatever. Gue malah eneg sama si Nathan. Sukanya malah sama si Deno. Tuh cowok sahabatnya si Widha yang kisahnya akhirnya pergi entah kemana. Terus ada Wafi, yang sama sekali nggak JELAS karakternya itu gimana kecuali dia vokalis dan sering bawa Toto (nama gitarnya, yeah, rite!). Terus ada Keira Knightley (ngarang!), seorang novelis cantik yang Wafi jadikan pacar pengganti paskah dia putus (sepihak) dari poor Widha. Puk-puk, jangan cengeng terus ya Widha! Tsah!

Gue nggak ngerti jalan ceritanya ini kayak gimana. Terlalu muter-muter, bukannya twist. Ada percakapan yang menurut gue terlalu absurd dan nggak penting perubahannya...
"Jadi, kamu suka cowok-cowok yang pakek rok?" Widha said.
"Heh!" Nathan said.
Hal. 100

Terus setelah itu malah ganti percakapan ke arah lain, percakapan di atas itu malah terlupakan begitu aja dan nggak ada penting2nya di dalam buku ini. Buat nebelin buku ya, bu! Aduh, capek deh!

Masalah ego Nathan dan Widha.
Menit ini Widha menjauhi Nathan.
Menit berikutnya ketika Widha ingin mendekati Nathan, si Nathannya yang menjauhi Widha!

WTF!!! Serius bukunya nyeritain kayak gitu? GAWDDAMNED!!! Gue. Sangat. Kesal.
Terus-terus masalah barang pribadi, oke gue ngerti, kita sebagai cowok memang nggak begitu suka sama orang yang suka otak-atik isi dompet kita, karena terkadang isinya adalah buku diary khas cowok. Ada foto mantan, ada struk belanjaan (yang cewek nggak boleh tau isinya belanjaan apaan aja... tapi kalo kalian ingin tau, biasanya cowok suka belanja Ponds atau Citra. Mau dia Straight kek, Gay kek, yg namanya cowok kan butuh perawatan juga. Pembersih muka cowok kadang jelek di muka kita. Hehehehe :p), bon pas ngutang sama temen cuman buat beli rokok (sigh!) dan masih banyak lagi. Tapi pas si Widha megang novel Pente (yah, apapun judulnya, gue males buka bukunya lagi), si Nathan kembali marah. Dan sosoknya menjadi SANG PARTNER kembali! WTF times two! Padahal itukan novel, bukan barang pribadi. Si Widha kan juga punya novel itu. Kayak: gue naruh novel gue di atas meja, terus tiba-tiba kembaran gue (si Renni) mulai ikut buka dan baca-baca. Masa gue mau marah dan bilang: Hei, kembaran bedebah, kau membuka barang pribadiku! Dasar tidak tau tata krama! *suara ala sinetron Putri Yang Tertukar* Nggak mungkin kan! Nah, si Nathan malah marah gara-gara itu.

Lagian nih ya, kan si Widha pengagum ceritanya si Keira itu, bahkan dia buat kelompok untuk penggemarnya si Keira. Tapi masa dia nggak pernah baca bagian depan novelnya si Keira ini. Nggak mungkin! Kalo yang namanya kagum dan jadi penggemar, kita pasti baca dari bagian depan. Apalagi kalau GagasMedia. Gue suka banget baca bagian Editor nya siapa, penyuntingnya siapa, Proofread nya siapa. Ucapan terima kasih ke siapa aja. Kayak pas gue baca bukunya bang Christian Simamora, Mbak Winna Effendi, Mbak Windy Ariestanty, Mbak Jia, Bang Moemoe, dll. Gue penggemar mereka, gue baca bagian depannya. Selalu.

Makanya gue bingung pas si Widha ini kok baru taunya pas hari itu. Pas dia di Athena.

Nah-nah-nah. Bagian yang ada pesta pernikahan itu dan mereka nari muter-muter, gue inget sama film Leap Year. Kok mirip ya? Terus tema buku ini adalah teman seperjalanan yang akhirnya jatuh cinta--ngoookkk. Wah, nih temanya mirip kayak Tokyo nya Mbak Sefry dan Infinitely Yours nya Jeung Orizuka. Sigh!

Tambah lagi, perubahan emosinya si Wafi, yang jadi antagonis, berubah jadi menye-antogonis. For Mamayukero's sake! I hate that emotional. Nggak terasa sama sekali di diri gue. Sorry to say ya.

Yang annoy lagi pas si Nathan selalu nyambung atau nyanyiin playlistnya si Widha. Kayak judul di tiap chapter. Kesan yang gue dapet adalah... maksa! Kayak mau ngasih tau ke pembaca. Judul di chapter ini tuh lagunya si ini dan bla bla bla. Kenapa sih nggak pakek cara lain aja. Pakek playlist gitu udah biasa sekarang. Bang Ino di Pillow Talk dan Mbak Winna di Melbourne. Kenapa judulnya nggak sesuai nama-nama cantik di Athena.

Tapi nggak usah deh, gue baca buku ini juga kayak lagi baca buku panduan untuk jalan-jalan di Athena. Membosankan saat gue membaca adegan si Widha menjelaskan ke Nathan bagian sejarah kota-kota di Athena yang mereka datangi. Kayak Roma nya bang Robin, boringer! If you know what i mean :p

Nah, yang paling penting adalah... cerita cintanya gue nggak dapet sama sekali. Nothing! So big with capital N. Nothing!

Mana harga bukunya mahal lagi... terus bukunya tipis lagi. Dan isinya kosong. Gue kayak disuguhkan cerita yang hanya sekali lewat, kayak pas kita diam di lampu merah, terus lampu hijau... jalan deh. Lupain lampu merah tadi. Sama kayak buku ini. Forgetable.

Tapi bagi yang mau baca silahkan aja. Selera manusia beda-beda. Tapi, menurut gue, buku ini sama sekali nggak jadi selera gue. Tau gini gue beli bukunya Lisa Kleypas atau Julia Quinn aja kemarin. Hiks!


PS. Kalo ada typo di review gue... kalian harus maklum, karena gue ngetiknya malam-malam dan ngantuk. Itu karena baru baca buku ini.

BYE!!! *pulang dengan damai!*
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nasya.
783 reviews
September 19, 2023
Satu kata selama baca buku ini adalah; bingung. Kayak nggak tau kenapa ya, bahkan udah di halaman 180an aku masih tidak bisa mencerna novel ini dengan jelas. Kayak, aku masih bingung kenapa Wafi sama Widha putus, cerita bagiannya Nate juga bingung, hubungannya Wafi sama Keira, dan lainnya. Perilakunya Widha ke Wafi juga plinplan banget... Kayak dia dulu yang ngehubungin Wafi, pas ketemu malah ditolak, ketemu lagi diajak ngobrol terus besoknya ditolak lagi, kayak kenapa gitu... Terus pemaparannya Wida tentang Athena tuh kayak kurang halus, ibaratnya kalo dalam iklan namanya hard selling, jadi aku sebagai pembaca kayak kurang menikmati
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Maynuverse.
70 reviews5 followers
January 30, 2024
3/5 🌟

Aku cuma suka bagian penjelasan tiap tempat yang mereka kunjungi di Athena.

Alur dan penokohannya sungguh apa banget.
Mungkin buku ini lebih cocok dibaca waktu aku masih umur 17 tahun, bukan 25 tahun seperti sekarang.

Terus yang aku bingung, is it okay to use the BIDIKMISI money for long vacation in Greece? Idk.
15 reviews
July 26, 2014
Yeah,finally selesai buku ini juga...dan cintaa sekali sama buku ini.
Ok,awalnya aku hopeless banget sama buku ini,karna kebetulan aja karna aku cm iseng,sebelom baca novelnya,aku buka goodreads dan baca beberapa review nya...dan....sebagian besar orang kasih 1/2 bintang sama buku ini!!!!!
Yang bener aja,ini STPC bro,aku nggak percaya STPC terbitan gagas media dapet review yg segiti bad nya dr para pembaca...karna terpengaruh review orang" ttg buku ini,yg kurang lebih 'nggak memuaskan' jd males banget buat baca buku ini!!Serius...dan akhirnya hari ini,karna rasa penasaran yg udah sampe puncaknya,akhirnya aku selesaiin buku ini...haha..
Bego emang,aku kemakan ucapan orang" ttg buku ini...
Pandangan orang beda" bukan??
Banyak orang bilang,'di buku ini terlalu banyak kejadian yang sangat kebetulan' dan masih banyak lagi...
Tapi entah kenapa,kejadian 'kebetulan' itu nggak terlalu masalah buat ku,aku baca buku ini sampe kalap,karna aku bener-bener suka ceritanya.
Feeling nya dapet banget,nyeseknya dapet banget,romancenya dapet banget,aku suka.
Buku ini punya kekurangan,sama kaya kebanyakan orang" bilang,buku ini terlalu banyak ada kejadian kebetulan..
Tapi buku ini punya kelebihan yang bisa menutupi kekurangannya itu,salah satunya,buku ini bener bener bisa bikin kita kaya 'omaigad romantis gila' 'anjirr,ini maksud konfliknya apa sih' 'anjir gue kepo nih'
Buku ini enak di baca,dan dr tiap halamanya,makin bikin aku pingin tau endingnya gimana.
Disisi lain,menurut aku,menurut pendapatku,konfliknya lumayan seru,makanya feel nya dapet banget.
Konflik percintaannya nggak mainstream,lumayan menantang..haha..
Dan dr tempat"nya,cara penulis menceritakannya,rasanya sederhana sekali,tapi bisa bikin aku ngrasa kaya 'gila itu pasti tempat sejarah keren sedunia yang wajib di datengin' yaa kaya gitulah.
Jadi garis besarnya,buku ini punya kekurangan memang,tapi kelebihan buku ini punya cirita dan konflik yg 'sedikit' beda dari buku buku lainya,di tambah latarnya yang nggak jauh keren,di Athena,Yunani.
" Athena-218
Cinta itu kaya rinai hujan.Jatuh tanpa melihat lihat siapa yang akan tertimpa.Jatuh tanpa memperhatikan secepat apa mreka sampai ke bawah.Tahu tahu,kamu merasa basah.Tahu-tahu kamu merasakan desiran desiran itu lagi."
-Athena,Eureka-♥♥
Profile Image for Pia Devina.
Author 31 books47 followers
July 19, 2014
We're talking 'bout "Setiap Tempat Punya Cerita" now. Dan Yunani, jadi salah satu tempat yang punya cerita; tentang Widha, Wafi si Hantu, dan Nathan si Calon-Hantu-yang-Untungnya-Gak-Jadi-Hantu X)

Mulai baca novel ini udah satu-dua bulan yang lalu, tapi karena satu dan lain hal, baru lanjut kemarin-kemarin dan beres baca sampe tamat barusan.

Tentang Yunani-nya, somehow bikin saya inget tentang gimana dulu pas SMP dan SMA, saya pengeeeen banget ngerasain menjejakkan kaki di sana; sambil ngebayangin gimana orang-orang zaman dulu hilir mudik di tempat yang dulu jadi salah satu pusat kebudayaan dan sejarah dunia itu. Ah, saya jadi beneran pengen ke sana... *is there anybody here who wanna give me the ticket?* :DDD

Untuk ceritanya sendiri, kebetulan-kebetulan yang terjadi, kadang men-distract feel saya untuk lanjut tenggelam dalam kisahnya Widha ini; terutama di bagian Nenek-toko-buku yang gak sengaja tubrukan sama Widha. Jadi, Nathan ketemu Widha--pada akhirnya--karena clue dari sang Nenek ini?

Satu lagi, di halaman 256, Wafi bilang kalau cara berkomunikasinya dengan Keira itu "tradisional"--hanya via surat, tanpa SMS, e-mail, atau Skype. Mungkin akan lebih masuk akal kalau dikasih penjelasan kenapa Wafi dan Keira ini lebih memilih untuk berkomunikasi dengan cara "tradisional" seperti itu di zaman medsos yang gila-gilaan kayak sekarang, hehehe.

Kalau untuk tokohnya, kadang saya bingung sama naik-turunnya mood mereka. Terutama sama Widha yang katanya pengen ketemu Wafi--atau Nathan, tapi terus malah takut ketemu, lalu dia mau ketemu, takut lagi, dan seperti itu terus. Gitu juga dengan apa yang dialami Wafi dan Nathan.

But thanks, finally, Widha made up her mind to choose one of the Spartan(s) :)

Athena; a nice one to read, indeed. Dan epilognya, saya suka banget sama penjelasan filosofi tentang tali di topi toga...


:)



Profile Image for Adelia Ayu.
147 reviews1 follower
April 6, 2014
Kak Erlin menggunakan sudut pandang ketiga serba tahu. Alurnya maju namun, disela-sela narasi disisipkan flashback untuk menceritakan apa yang terjadi antar tokoh di masa lampau. Ceritanya sebenernya menarik, tapi sangat disayangkan, penulisan Kak Erlin sangat terasa kurang greget di sini. Mungkin karena penulis debut ya? Tapi kok gagasmedia bener-bener nekat menerbitkan novel stpc dari penulis debut ya?:|

Kesan awal baca buku ini, hmm, well, agak kurang senang. Terlalu banyak kebetulan-kebetulan yang terjadi di sini. Bukan berarti aku ngga mentolerir adanya kebetulan-kebetulan. Dalam hidupku juga banyak kebetulan-kebetulan. Tapi, kebetulan-kebetulan di sini terlalu banyak jumlahnya. Sebagai contoh, kemanapun Widha pergi, dia sering banget ketemu WIFI Wafi. Oke. Wafi dan Widha terus-terusan kebetulan bertemu di berbagai tempat makan di Athena (yang tidak disebutkan sebagai tempat tujuan wisata pula)? Oke... But please deh, ketemu sekali sih gapapa, tapi kalo harus ketemu berulang-ulang kali.................... aduh....:|

Dan sangat disayangkan lagi, pemakaian bahasa Yunani di novel ini jarang sehingga aku sebagai pembaca tidak bisa menambah beberapa kata Yunani dalam notes aku. Pemakaian judul sub bab juga memakai bahasa Inggris, akan jauh lebih menarik menurutku jika sub bab tersebut memakai bahasa Yunani. Harusnya kan namanya novel STPC harus banyak menceritakan kebudayaan suatu negara tersebut, salah satunya bahasa:|

Ya sudahlah, mungkin di lain waktu kalo penulisnya bikin buku lagi akan jauh lebih bagus lagi dan kebetulan-kebetulannya akan berkurang jumlahnya.

Namun, semua kekurangan itu dapat tertutup oleh alur cerita yang mengejutkan dan membuat penasaran.
Profile Image for Mustika Amalia.
Author 2 books15 followers
May 8, 2014
Sebelum membeli buku ini memang sudah membaca beberapa komentar negatif di goodreads, again karena saya juga pecinta mitologi klasik yunani, akhirnya penasaran dengan buku ini. Yang menjadi pertanyaan besar, acropolis adalah sisa-sisa reruntuhan, begitu juga dengan reruntuhan teater yang dipake konser, apakah benar diijinkan konser di cagar budaya yang dilestarikan itu? Chemistry ga dapet sama sekali antar tokoh, entah kenapa. Akhirnya cuma skimming. Sorry for say that. Satu bintang untuk kover, satu bintang lagi untuk penulisan yang rapi menurutku, tapi greget belum dapet.
Profile Image for Sonia.
16 reviews
June 7, 2024
I have enough expectation when I read this, and then.... Meehhh

Ada beberapa yang merekomendasikan buku ini karena ceritanya dewasa, nggak menye-menye, dan nggak klise. What the... This books literally describe all of that, dude. I felts I was being scammed. Terlalu banyak kebetulan, banyak plot hole, narasi dan deskripsi amburadul, penokohan yang rolled eyes. Sorry not sorry.

Gue ga ada simpati-simpatinya sama female lead. Dia nih ga jelas maunya apa, and yes drama queen. Hal yang bisa ditanggepi secara dewasa tapi she choosed to be so overreact. Bisa-bisanya pake duit beasiswa buat liburan dua minggu ke Yunani, anjir kalo lo mampu yah stop beasiswa lo. Gue pas baca ini actually marah sih. Secara dia nih dari segi kemampuan buat kuliah yah mampu. Terus, mungkin emang salah penulisnya yang kurang dalam deliver karakter si tokoh ini jadi kesannya si cewek ini gamon dan masig ngarep sama mantannya pake ngehubungin mantannya segala apalagi di Yunani padahal jelas2 mantannya udah punya pacar. Dia nih maunya apa sih, nyelesain apa yg belum beres di relationship lo ga perlu jauh2 ke yunani, lo kan berdua ada email. Terus sebentar nangis, sebentar marah, besoknya seneng ketemu mantan. Like c'mon dude


Terlalu banyak kejanggalan, kebetulan, dan hal-hal yang ga penting dimasukin ke novel. I barely finished this actually, sempet mau stop. Ke akhir2 biasanya gue suka excited kalo ini mah nggak sama sekali, menutup buku ini dengan kata... Meehhh I think I wasted my time 🙄 and for the setting gue sama sekali tidak merasakan feel Yunani di sini meski ini latarnya di Yunani dan tokohnya fafifu waswwswos ngejelasin soal Yunani. (Beda bgt feelnya pas baca Holland)

Sisanya udah diwakilkan oleh review2 lainnya di sini well I agree with those 1 or 2 stars ratings and reviews
Profile Image for Winda Fabiola.
163 reviews35 followers
August 22, 2017

Dibandingkan seluruh seri STPC yang saya tau, jujur aja, Athena adalah yang paling saya incer, soalnya saya ngefans sama Yunani (efek ngefans sama Rick Riordan ya gini, nih...). Nggak heran dong kalau waktu saya menemukan novel ini (dan empat novel lainnya, termasuk dua seri STPC) dengan harga miring, langsung saya comot. Saya berusaha untuk tidak berekspektasi tinggi, meskipun latar tempatnya di Athena (ATHENA GENG, ATHENAAA!!!). Tapi gagal. Dengan kondisi terlanjur berharap akan membaca cerita yang akan membekas di hati (apaan, dah...), saya mulai membaca Athena, yang merupakan seri STPC ke-8 yang saya baca setelah Manhattan, Holland, Swiss, Bangkok, Paris, Melbourne, dan Beijing.


Saya senyum-senyum waktu menemukan beberapa PJO reference di novel ini. Saya mupeng banget waktu membaca part-part dimana si tokoh (sumpah, saya nggak inget namanya siapa!) menjelajah Athena dan mengunjungi tempat-tempat yang kebetulan juga dibahas di seri Heroes of Olympus-nya Uncle Rick. Tapi, lagi-lagi Athena menjadi seri STPC ke sekian yang gagal membekas di hati saya. Kalau latar tempatnya bukan di Athena, kayaknya saya nggak akan ngasih tiga bintang, deh. Dua saja cukup, atau mungkin satu. Tapi berhubung pendeskripsian tempatnya membuat saya bisa menikmati Kota Athena, dan latar tempatnya di Athena (buset, bias banget saya, ya, saking pengennya ke Athena), saya kasih tiga bintang, deh.

Profile Image for Annasafiraa_.
9 reviews
January 1, 2018
Hmmm, gimana ya ngomongnya..
Aku jujur suka banget sama Mitologi Yunani, berhubung aku penggemar Rick Riordan. Mungkin karena itu juga, ekspetasiku sedikit tinggi untuk novel ini. I mean, I really love Greece.

Ceritanya agak sedikit hm, aneh. Di awal si Widha udah ngabarin si Wafi kalau dia mau ke Yunani, bahkan udah janjian mau ketemu disana. Tapi pas ketemu, di deskripsiin seakan-akan si Widha ogah banget ketemu Wafi, sampai kabur-kaburan terus.

lalu, terlaku banyak kebetulan, kesannya sedikit maksa sih. Lalu, entah kenapa aku ngerasa ceritanya malah susah di cerna.

Yahh, karena penasaran akhirnya aku cari-cari tahu dan ternyata oh ternyata ini novel debut. Aku maklumin karena ini emang pengalaman pertama. Toh bikin cerita juga ga gampang, susahnya setengah mati.

Keep writing dan semoga makin berkembang. aku kasih rate 3/5 untuk novel ini :)) Tetep semangattt
12 reviews39 followers
July 25, 2019
Novel pertama yang dibeli waktu jaman SMP dan menarik banget, semenjak baca ini malah jadi tertarik buat baca seri setiap tempat punya cerita yang lainnya
Profile Image for Nabila.
40 reviews
May 23, 2020
yang menyelamatkan buku ini sampe jadi bintang 3 adalah kisah-kisah yunaninya
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
February 26, 2016
review lengkap: http://kubikelromance.blogspot.com/20...

Saya nggak akan panjang lebar bahas buku ini, langsung ke inti ceritanya dan kesan saya aja ya :).

Widha yang masih berstatus mahasiswa dan mempunyai kerja paruh waktu sebagai jurnalis mendapatkan info sangat penting dari penulis favoritnya, Keira Durmajinatro, menemukan jejak yang hilang; Wafi Raindra Dinesha yang sekarang menjadi pacarnya, sumber inspirasinya. Wafi adalah mantan pacar Widha waktu jaman sekolah dulu, lama kelamaan hubungan mereka padam tanpa kata perpisahan, lewat pertemuannya dengan Keira lah dia tahu keberadaan Wafi saat ini, dia sedang berada di Athena, mengisi line up festival musik di sana. Berbekal tabungannya yang Widha kumpulkan bertahun-tahun, dia berangkat ke Athena untuk menyelesaikan masalah dengan Wafi.

Di Athena, Widha bertemu teman travelling dari Perth yang jago bahasa Indonesia, Nathan. Mereka berdua menjelajahi tempat tersembunyi di Athena dan tak disangka kebersamaan mereka berujung pada sebuah rahasia. Wafi adalah musuh terbesar Nathan karena Wafi merebut cinta pertamanya, Keira.

Ceritanya mbulet ya? Emang!

Saya tulisakan apa yang membuat saya nggak suka dengan buku ini:
1. Kebetulan yang merajalela. Nggak usah saya jelasin lagi ya, udah banyak banget reviewers yang bahas ini.
2. Saya gagal paham bagian Widha yang bertujuan ke Athena untuk bertemu dengan Wafi, dia yang mengirim email pertama kali, sms pertama kali, saat bertemu tanpa sengaja Widha malah lari, kesempatan kedua datang, lari lagi, la trus buat apa jauh-jauh buang duit kalau nggak menyelesaikan masalah secepatnya? Padahal dialog mereka biasa-biasa saja, nggak terasa kaku untuk ukuran yang pernah menjalin kasih kemudian putus tanpa kata perpisahan dan lama nggak ketemu --"
3. Yang saya rasakan, Wafi memang masih ada perasaan sama Widha tapi perasaanya jauh lebih banyak ditujukan buat Keira, trus kenapa pas Nathan deketin Widha dia jadi jahat dan nggak mau Widha sama Nathan? Egois banget sih.
4. Banyak kalimat yang membuat saya baca ulang sampe berkali-kali karena gagal paham, contohnya pesan pertama yang Widha kirim buat Wafi:

Hei Wafi, masih ingat aku?(Buka foto yang aku lampirkan).
Widha.
balasannya
Setelah hampir dua minggu di Athena, aku akhirnya bisa bertemu orang yang paham seluk beluk kota ini, Kamu pergi hari ini, kan? Semoga perjalannya lancar.
Wafi.


Paham maksud saya? E-mail di atas pertama kali Widha kirim setelah lama nggak pernah berkomunikasi dengan Wafi, alamat e-mailnya pun hasil dari dia stalker sosial media Wafi tapi kenapa balasan dari Wafi seakan-akan mereka sudah sering berbalas e-mail? Dan kok tahu kalau Widha mau ke Athena padahal nggak bilang loh.

Beda lagi waktu sudut pandangnya beralih ke Wafi, menurut saya lebih bisa diterima nalar, balasannya seperti ini:

Sumadimaja? -ini adalah balasan pertama Wafi. Singkat karena dia masih ragu. Wafi memang hanya mengenal satu Widha, tapi dia khawatir si pengirim adalah penipu yang siap menguras idi ATM-nya.
Iya. Widha A. Sumadimaja.Cewek yang kamu ajak buat nonton konser Secondhand Serenade, sebelum kamu berubah menjadi orang paling pendiam di sekolah. Cewek yang juga kehilangan kabar kamu sejak satu tahun yang lalu.

5. Waktu Keira mengumumkan siapa inspirasi dia dalam menulis yaitu pacar dan menyebutkan namanya, reaksi Widha hanya Oh. Kebetulan yang kurang maksimal, berharapnya ada adegan yang lebih menginggat Widha masih punya perasaan sama Wafi.
6. Nggak ada karakter yang saya suka di buku ini. Bahkan saya kasihan dengan Widha karena dua cowok yang dia sukai lebih tertarik dengan Keira.
7. Dan masih banyak lagi.

Yang membuat saya bertahan baca buku ini:
1. Playlistnya lumayan oke.
2. Saya cukup menikmati acara jalan-jalan Widha dengan Nathan, cukup seru sebenarnya hanya saja saya cukup sulit membayangkan lokasi tersebut.

Materi untuk novel ini sebenarnya cukup bagus, terlebih lokasinya di Yunani, berharapnya penulis lebih mengupas dewa-dewa atau mitos di sana yang kemudian dihubungkan dengan ceritanya sendiri. Sebenarnya disisipkan juga pas acara jalan-jalan tapi kurang nyambung dengan keseluruhan cerita. Sebagai contoh seri STPC yang sukses menggabungkan setting dan cerita utama adalah buku London karya Windry Ramadhina. Yah, semoga saja karya selanjutnya jauh lebih baik dari debutnya ini.

2 sayap untuk Poseidon.
Profile Image for Laras.
202 reviews10 followers
December 30, 2023
Penggunaan Athena sebagai setting di sini sia-sia. Cerita ini bisa ada di mana saja karena Athena sama sekali tidak terasa. Tokoh-tokohnya tidak menggambarkan geliat kehidupan sehari-hari di Athena. Tidak ada gambaran tentang suasana, orang-orangnya, bangunannya, dll. Tdk ada kesan apa pun tentang Athena dari tokoh-tokohnya. Ini jangankan show, tell saja tidak. Jadi untuk lebih meyakinkan bahwa mereka lagi ada di Athena, tokoh-tokoh pergi ke tempat wisata. Yang ternyata tidak digambarkan juga bentuknya seperti apa.

Tempat wisatanya tidak dideskripsikan. Padahal kunjungan ke tempat wisata juga tidak berpengaruh untuk plot atau perkembangan karakter, jadi tidak penting juga. Jadi kalau harus memakai latar tempat wisata, desripsinya seharusnya dijabarkan biar menjalankan fungsinya sebagai latar tempat, siapa tahu bisa setidaknya bisa membangun atmosfer. Tapi di sini tempatnya jadi hampir sekadar name dropping, disebut-sebut (dan dikunjungi karakter) cuma karena ada di Athena.

Untuk penokohan, karakter Widha tidak konsisten. Sifatnya waktu online dan ketemu langsung bisa beda 180 derajat. Di awal-awal aku sempat menyangka Widha ini kembar, makanya sifatnya bisa beda-beda, tapi ternyata tidak. Hal yang dilakukannya juga sering tidak sesuai dengan sifatnya yang ditampilkan di awal dan moodnya seharusnya saat itu. Hal ini juga berlaku untuk dua tokoh cowok utamanya. Sikap mereka aneh semua, kangen mau ketemu, setelah ketemu marah-marah. Masih marah, tapi malah ramah saat ngobrol lewat telepon atau teks. Mau A, dikasih A malah merajuk. Maunya apa? Ratu drama semua. Mereka juga suka bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang seharusnya dapat reaksi sederhana saja.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
January 20, 2014
"Sebuah pertemuan mungkin menjadi gerbang ke pertemuan berikutnya. Pasti ada alasan kenapa kita baru saling mengenal sekarang. Jika kita berkenalan lebih cepat, mungkin kita tidak akan pernah punya alasan untuk melarikan diri ke sini. Membentuk cerita baru."

STPC ke-11 yang kubaca, dan jujur agak kecewa setelah membaca STPC kali ini, padahal waktu pertama kali dipromosikan oleh penerbitnya, ekspektasiku cukup tinggi.

Dari cover "Athena" sudah "eye-catching" banget dengan warnanya yang biru, begitu menggoda untuk dibaca. Apalagi dengan keunikan setting yang dipilih, aku langsung memasukkan ke list untuk dibeli dan dibaca. Apalagi aku menyukai kisah mitologi Yunani dengan dewa-dewinya ^^

Tapiiiiiiii, setelah membaca "Athena", aku tidak cukup puas. Ada banyak hal yang masih mengganjal dari segi cerita dan "kebetulan" demi "kebetulan" yang cukup membuat aku sangat...sangat tidak menikmati kisah kali ini.

Athena sendiri mengambil kisah yang sederhana dan ringan, tidak ada yang terlalu "wow". Athena berkisah tentang Widha, seorang mahasiswi tingkat akhir yang berlibur ke Athena. Kepergiannya ke Athena bukan hanya sekedar berlibur, dia punya misi lain selain memuaskan rasa sukanya selama ini terhadap segala yang berbau Athena, juga ingin mendapatkan jawaban akan kisah masa lalunya, bahkan bertemu dengan "hantu masa lalu"nya.

Namun, sesampainya di Athena, Widha malah bertemu dengan pria lain, Nathan tetangga sebelah kamar penginapannya, yang akhirnya menjadi "teman travelling"nya selama di Athena. Yang sedikit mengganjal, Widha begitu mudah dekat dengan Nathan padahal dia baru pertama kali ke Athena ibaratnya dia hanyalah orang asing. 2 orang asing bertemu dan langsung begitu akrab, bahkan Widha pun sampai menawarkan untuk memasak buat mereka berdua. Rasanya terlalu "aneh" buatku.

Hal ini makin diperparah dengan kenyataan bahwa Widha sebenarnya tahu sosok "hantu masa lalu"nya, Wafi ada juga di Athena bahkan sempat email dan smsan, tapi kenapa ketika mereka tidak sengaja bertemu, malah Widha sendiri yang berpura-pura tidak kenal bahkan melarikan diri. Padahal dia terbang jauh-jauh hanya untuk meyakinkan dan mencari kejelasan tentang masa lalunya.

Hingga di satu titik, kedekatan Widha dan Nathan menimbulkan percikan-percikan lain dan terungkaplah rahasia dibalik kedatangan mereka ke Athena. Dan ternyata mereka pernah bertemu sebelumnya dan mengenal orang yang sama. Kebetulan oh kebetulan, jauh-jauh ke Athena ternyata mereka malah saling terkait satu sama lain.

Sebenarnya andai penulis bisa mengeksplor setting Athena dengan baik, mungkin aku masih bisa menikmatinya. Padahal sang tokoh cukup banyak melakukan perjalanan selama kunjungannya di Athena, tapi aku tidak merasakan perasaan seakan-akan aku ikut berpetualang disana, kemegahan dan keunikan tempat-tempat yang didatangin oleh Widha dan Nathan tidak bisa begitu kurasakan. Ada yang berasaaaaa kurang saja =( Ditambah dengan memasukkan "playlist" di setiap bab, padahal menarik tapi entah kenapa jadi seperti tempelan saja.

Bagaimana kisah Widha, Nathan dan Wafi "hantu masa lalunya"? Yang jelas, membaca STPC kali ini aku tidak cukup puas tapi sebagai novel debut, aku cukup mengapresiasi pemilihan setting yang dipilih oleh penulis yang "tidak biasa" semoga di buku berikutnya bisa jauh lebih diperhatikan lagi ^^

"Cinta itu kayak rinai hujan. Jatuh tanpa melihat-lihat siapa yang akan tertimpa. Jatuh tanpa memperhatikan secepat apa mereka sampai ke bawah. Tahu-tahu, kamu merasa basah. Tahu-tahu, kamu merasakan desiran-desiran lagi."

Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
December 30, 2013
Buku ke dua dari #MaratonBaca

Saya menyukai Yunani.
Serius, dulu waktu kecil saya sampai bermimpi pergi ke tempat dewa-dewi mitologi itu. Tapi akhirnya saya melupakan Dewa-Dewi itu semenjak beranjak dewasa dan di gantikan tempat-tempat seperti jepang karena saya suka akan komik, kebudayaannya dan tentu saja makanannya, lalu ada Inggris yang membuat saya suka akan cerita negeri bersejarah kerjaan tersebut.

Membaca novel ini membuat saya jatuh cinta kembali kepada Yunani. Kepada kisah sejarahnya.

Awalnya saya tidak peduli bagaimana cerita novel ini. Siapa juga yang peduli kalau kamu mencari cerita yang terselip cerita sejarah tentang tempat itu.

Tetapi bukankah Cerita novel dan cerita sejarah itu bagaikan satu kesatuan atau paket untuk memuaskan saya dalam membaca?

Baiklah, Mari kita bercerita sedikit tentang isi cerita novel ini.
Widha merupaka Mahasiswi tahap akhir yang mempunyai cita-cita pergi ke Athena hingga di satu titik di mana dia harus pergi karena ingin mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan yang selalu menghantuinya dan bertemu akan "Hantu" masa lalunya. di tempat tinggal sementara Widha, dia bertemu dengan Nata seorang guru bahasa indonesia dari sebuah sekolah di kota Perth. Nata dan Widha akhirnya melakukan perjalanan ke beberapa tempat di kota Athena dan satu tempat di luar kota Athena.

Melalui perjalanan itu pula ke dua orang yang tak saling mengenal ini menjadi dekat hingga di satu titik mereka memiliki perasaan yang bernamakan cinta, Hanya saja ternyata mereka dihubungkan oleh seseorang masa lalu Widha dan seorang dari masa lalu Nata. membuat situasi menjadi sulit.

Nah, karena gak mau spoiler cukup sampai di sini ceritanya.
mari kita beranjak kebeberapa pertanyaan yang membuat saya penasaran.

Pertanyaan pertama, kenapa bisa Widha cepet banget akrab sama seorang pria bule padahal dia sendirian di luar negeri dan langsung memasaki makanan untuk Nata?

Pertanyaan ke dua, Saya sih mengerti kalau ketemu mantan pacar itu pasti membuat kita kabur terlebih kalau pemutusan hubungan itu tragis dan menyisakan tanda tanya bagi perempuan. Ini sih pertanyaan dari Minjul, dia menyanyakan kepada saya "Widha itu sudah ber-sms ria sama Wafi tapi saat bertemu, kenapa Widha lari?"

pertanyaan selanjutnya, kenapa Widha harus menungggu sampai seseorang menyebutkan nama "Hantu" masa lalunya dan langsung mencarinya padahal dia menunggunya?

dan pertanyaan selanjutnya, sebenernya bukan untuk penulis sih hanya saja, saya sudah membaca London dan Tokyo lalu Athena, mereka memiliki kesamaan. Yaitu menyelesaikan akhir masa lalu di kota tersebut dan mendapatkan cinta baru di kota itu juga.

Bagi saya cerita itu hanya pemanis, saya sih fokusnya cerita-cerita sejarah dan mitologi yang diceritakan Erlin dalam novel Athena. Kangen cerita yang lain, tentang dewa-dewi mitologi yunani.

so far 3.5 bintang.


Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
February 28, 2017
Buku ini kubeli karena judulnya Athena. Dan diberi label STPC. Untuk cerita, kurasa ini bukan 'secangkir kopi pilihanku'.
Profile Image for el.
69 reviews47 followers
November 15, 2015
"Kita seharusnya tidak sedekat ini. We're just a traveling partner, after all."


Widha akhirnya pergi ke Athena, kota impian Adi-mendiang kakaknya yang kembar. Bermodal pengetahuan tentang seluk beluk Athena serta uang yang ditabungnya, Widha memberanikan diri pergi ke Athena.Insiden kecil di penginapan mempertemukannya dengan Nathan, seorang pemuda Australia yang fasih Bahasa Indonesia.

Setelah kecelakaan kecil yang terjadi, mereka semakin dekat. Nathan meminta Widha menjadi guru masaknya dengan imbalan menjadi partner Widha berjalan-jalan di Athena. Mereka mengunjungi banyak tempat, menyusuri Agora, Plaka dan Rafina. Dari Widha-lah Nathan tahu banyak tentang dewa-dewi dan mitos yunani.

Di Athena, Widha bertemu dengan Wafi, mantan pacarnya yang dinanti sekian lama. Hatinya semakin hancur ketika tahu Wafi sudah punya kekasih. Penantiannya sia-sia. Kesempatan yang kini Widha miliki ingin ia gunakan sebaik mungkin untuk memperjelas hubungan di antara dirinya dan Wafi. Di sisi lain, Widha mendapati bahwa Nathan dan Wafi adalah musuh dari masa lalu. Dan kini mereka mulai bertarung lagi dengan alasan yang sama dengan alasan di masa lalu.

***

Widha dan Nathan cukup menggemaskan buatku. Widha kadang terlalu 'nggak paham' makna kalimat sehingga bikin gemes pengen dimakan. Di sisi lain kesel juga sih sama Widha. Oh come on! dia muak nunggu Wafi tapi ketika ada kesempatan berusaha mencari Wafi. Nathan cukup tertutup tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya bagiku terasa hangat, khususnya jokes ringannya. Ini alasan kuat kenapa Nathan jadi tokoh favoritku. Hehe.

Alurnya ngalir begitu aja. Gak ada bagian yang rasanya 'nggak penting' untuk dijelaskan. Buku ini minim banget typo. Hampir gk ada sih sebenarnya kalo aja gk ada bagian yang kekurangan tanda baca.

"Ares pernah bilang, masa lalu itu hanya berhak untuk dikenang. Bukan untuk kembali dirindukan."
Profile Image for Indah Dewi.
21 reviews
August 5, 2014
Athena, saya tertarik sama buku ini karna jarang novel yang menyuguhkan latar tempat di Athena, Yunani. Mengingat Yunani adalah tempat yang lumayan bikin saya penasaran dan pengen saya kunjungi. Saya lihat di balik bukunya, di tulis di sana kalau ini ditulis oleh penulis debut. Saya membatin, gak ada salahnya dong beli buku ini walau dari penulis debut?
Tapi kok, saat saya baca bukunya setelah bab1, 2 dan 3 saya merasa sangat bosan ya? Karakter tokohnya apalagi, saya nggak begitu suka sama karakter2 tokoh utamanya. mereka terkesan "terlalu melebih-lebihkan" di sini. Entah saya yg salah ato gimana. Trus kayak yg lain blg juga, banyak banget kebetulannya, apalagi pas yang si Nathan ternyata ada di tempat Talkshow (bener gak?) nya Widha sama Keira itu terkesan (maaf) maksa. Trus hubungannya sama burung kertas itu apa ya? Nggak ngerti serius.. apa saya yg melewatkan bagian ttg itu, ato saya yg ga ngeh, saya minta maaf lagi deh ya, T-T kemudian tokoh Deno, seharusnya tentang "perasaannya" si Deno ini lebih di eksplor lagi jadi biar krasa aja gitu hehe. Di bagian tengah cerita juga, kok tib2 si Nathan di panggil partner? Aku sempet bingung, krn sejak awal, kan mereka melakukan perjalanan berdua saja dan di deskripsi tetap di tulis Nathan dan kok tiba2 jd berubah "partner". Rasa penasaran Widha tentang marga Strauss nya si Nathan juga terlalu sih, ya, mengingat mreka "baru kenal", kok gitu sih? haha -_-

Kemudian pas yang si Wafi nyebut2 si Nathan dengan N-apagitulupa. kek gimana gitu bagiku, kenapa N- itu di ganti dgn sebutan lain -_- tp gatau deh, masalah selera ya.
Untuk pengetahuan tentang Yunaninya saya cukup berterimakasih sama penulis, sedikit banyak saya jd tahu tentang Yunani yg selalu bikin saya penasaran.
Profile Image for Ira Booklover.
688 reviews45 followers
November 12, 2016
Kenapa buku-buku sekarang sampulnya cantik-cantik ya? Judulnya juga cakep-cakep. Sukses membuat saya tergoda untuk membelinya. Saking menggodanya, ibu saya yang ngakunya tidak punya waktu untuk membaca novel pun jadi kepingin membaca novel ini XD

Jadi, Athena menceritakan tentang  Widha, seorang mahasiswi merangkap jurnalis, yang belum bisa move on dari mantannya. Terus untuk “melarikan diri”, Widha memutuskan untuk jalan-jalan ke Athena. Di sana, dia bertemu dengan cowok bule cakep bernama Nathan.  Setelah perkenalan dengan sedikit insiden, Nathan dan Widha memutuskan untuk menjelajahi Athena bersama-sama. Namun, di tengah jadwal jalan-jalan yang seru, tanpa disangka, Widha bertemu dengan seseorang yang seharusnya dia lupakan. Seakan belum cukup, masalah juga muncul dari Nathan. Cowok itu seakan-akan merahasiakan sesuatu yang malah membuat Widha semakin penasaran.

Mmm, Athena adalah buku kedua dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang saya baca. Pertama, saya baca Holland. Dan setelah mengubek-ngubek Goodreads, saya baru tahu kalau Holland dan Athena ini ternyata beda season.

Athena cukup menghibur. Walaupun menurut saya, suasana kota Athena-nya kurang berasa. Tapi pesan moral yang bisa saya tangkap lumayan juga, tentang cara untuk bisa move on dari mantan. Lebih asyik lagi kalau saya punya tabungan yang cukup untuk traveling keluar negeri dan ketemu bule cakep di sana seperti Widha. Ah, saya rasa saya bakalan langsung bisa move on, *eh*.

At last, 3 dari 5 bintang untuk Athena. Untuk covernya yang begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda; untuk kutipan-kutipan indah dari lagu yang menjadi judul bab; dan untuk infomasi lagu di bagian “Playlist”. Nice :)
Profile Image for Rini Cipta Rahayu.
28 reviews1 follower
July 21, 2018
esan pertama setelah membaca novel ini adalah kebetulan. Selalu ada kebetulan yang menguatkan pernyataan bahwa dunia ini memang sempit, dan segala sesuatu yang ada didalamnya saling berhubungan. Setiap tokoh meninggalkan negaranya untuk pergi ke Athena, Negara bagian Eropa yang sangat jauh dan tidak lazim menjadi tempat yang sekedar ‘tujuan wisata’.

Widha, mahasiswa semester akhir yang memiliki mimpi gila! Ia rela menyisihkan uang beasiswanya demi menjelajahi kota sang dewi kebijaksanaan demi mewujudkan impian masa kecilnya serta mending kakak kembarnya. Nathan, guru bahasa Indonesia di Australia yang ‘melarikan diri’ ke Athena dan terlibat petualangan dengan Widha, yang ditemuinya secara tidak sengaja. Dan, tentu saja hantu yang berasal dari masa lalu Widha, Wafi yang berada di Athena karena mengikuti festival musik.

Overall, Novel ini sangat menarik. Tidak banyak yang mengangkat Athena sebagai setting dalam sebuah cerita fiksi. Dari Widha, aku juga banyak belajar mengenai Athena. Ya, setiap tempat memang punya ceritanya tersendiri. Aku suka karena pengetahuan yang diselipkan di cerita ini bisa memperkaya wawasanku. Ya, walaupun aku harus jujur kadang membosankan juga kalo pengetahuannya lebih ditonjolkan daripada cerita tokohnya. Settingnya mengambil tempat-tempat eksotik yang disebutkan dan lagu-lagu yang menjadi soundtracknya langsung bikin aku kepo! Mari searching pemirsah ~

Review lengkap http://rinspiration95.blogspot.com/20...
Displaying 1 - 30 of 80 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.