Nana dan Silk berencana melakukan perjalanan sihir selama libur musim panas. Di tengah perjalanan, permadani yang mereka tumpangi rusak dan tiba-tiba berhenti di sebuah toko. Ternyata tempat itu adalah Perusahaan Sihir-Bagian Perjalanan.
Di toko itu, mereka bertemu dengan seorang penyihir yang bernama Rune dan Chorus Stars, kelompok vokal yang beranggotakan 4 ekor binatang bersuara merdu.
Rune berjanji akan memperbaiki permadani milik Silk, asalkan Silk mau membantunya mendaur ulang pakaian milik Chorus Stars. Para anggota Chorus Stars saling bermusuhan, karena Chorus mereka tidak mau tampil dalam konser musim panas jika mereka harus mengenakan pakaian seragam.
Mampukah Silk dan Nana mendamaikan Chorus Stars dengan pakaian seragam yang sudah mereka daur ulang?
Buku ini merupakan tipe bacaan dalam sekali duduk, baca lalu selesai jika dibaca oleh orang dewasa. Bisa dibilang saya membaca buku ini sekitar sejaman saja, dalam perjalanan Solo-Jakarta di dalam pesawat. Ceritanya menarik, bahasanya ringan, mudah dipahami khas buku untuk anak-anak. Tentu taklupa pasti ada nilai moral yang disisipkan. Ini hal yang paling aku suka dari cerita anak. Mendidik tetapi dengan cara yang menyenangkan.
Hanya ORANG yang benar-benar memiliki keperluan di toko ini, dan hanya pada WAKTU orang itu benar-benar mempunyai keperluanlah, toko ini bisa ditemukan.
***
Kali ini Nana, si gadis cilik, akan jalan-jalan ke vila milik Silk, sang penyihir jahit. Tentu saja Cotton si kucing pelayan, selalu menyertai. Mereka bertiga pergi dengan permadani perjalanan sihir, bukan pakai sapu terbang. Soalnya Silk belum gape pakai sapu terbang, hihi. Irumapana! Mereka pun berangkat. Tapi, lho kok nyasar? Bukannya ke vila Silk, mereka malah tiba di Bagian Perjalanan Sihir (BPS), perusahaan sihir tempat Silk membeli permadani perjalanan sihir. Oow, ternyata permadaninya error karena dinaiki 3 orang eh makhluk (Nana, Silk, & Cotton), padahal kapasitasnya hanya 2 makhluk. Rune, penyihir yang bekerja di BPS pun berjanji akan memperbaiki permadani tersebut. Namun, karena BPS sedang banyak pekerjaan, Rune pun sibuk, sehingga perlu waktu 2-3 hari agar permadani sihir dapat memuat 3 orang.
Sambil menunggu permadani sihir diperbaiki (karena Rune sedang sibuk, jadi jangan ada yang tanya ya, kok gak disihir aja tuh permadani ;p), Nana, Silk dan Cotton menginap di hotel BPS. Di sini lah mereka bertemu dengan Chorus Stars, grup penyanyi terkenal yang terdiri dari 4 hewan: Pibu si babi; Blush si serigala; Fisher si musang; dan Sleepy si tikus. Misi Silk sebagai penyihir jahit pun berlanjut. Sebab Chorus Stars sedang mengalami keretakan gara-gara kostum panggung. Rune menginginkan Chorus Stars memakai kostum seragam untuk konser besar mereka, tapi anggota Chorus Stars tidak setuju karena mereka tidak pernah menggunakan kostum yang seragam, dan memiliki ciri khas masing-masing, yang tidak terakomodir dengan kostum yang disediakan Rune.
Naah, Silk pun beraksi. Merancang kostum yang seragam tapi tetap menonjolkan ciri khas anggota Chorus Stars. Berhasilkah Silk?
Cerita yang manis dan pesan moral untuk anak mengenai perbedaan manusia. Tapi karakter Silk sepertinya masih kurang kuat. Sebagai penyihir jahit berusia 350 tahun, seru juga kalau ada sikap-sikap unik Silk, bukan sekadar cool (yang juga kurang jelas antara cool dengan cuek :D)
Perusahaan Sihir, Bagian Daur Ulang Pakaian, tutup untuk sementara karena Silk dan Cotton akan melakukan perjalanan sihir selama musim panas ke vila milik Silk. Tentu saja, Nana si anak manusia juga ikut.
Apa kendaraan yang cocok untuk perjalanan sihir? Rupanya bukan sapu terbang. Untuk perjalanan sihir, Silk menggunakan 'permadani perjalanan sihir'.
Lho, bukannya sapu sudah jadi trademark penyihir? Baju hitam, topi besar, dan sapu adalah kostum wajib bagi penyihir tepercaya, yang harus dipakai waktu berfoto dalam acara resmi. Tapi untuk perjalanan? Pffft. Setidaknya menurut Silk, sih. Bagaimana bisa tetap duduk di gagang sapu yang kecil dengan nyaman? Benar juga sih, coba ada joknya atau apa, gitu.
Bagaimana liburan musim panas di vila Silk?< Gagal total, karena permadaninya rusak, dan mereka bertiga terdampar di Perusahaan Sihir--Bagian Perjalanan Sihir. Ya, semacam biro travel penyihirlah. Tapi... sambil menunggu permadani diperbaiki, mereka dapat menonton konser musim panas Chorus Stars, kelompok paduan suara yang paling terkenal. Para anggotanya adalah babi, rubah, musang, dan tikus.
Jadi, kegiatan Silk cs akhirnya hanya menonton konser? Tentu saja tidak. Karena kepribadian anggota Chorus Stars berbeda-beda, menjelang konser mereka hampir pecah gara-gara urusan kostum. Di sinilah Bagian Daur Ulang Pakaian beraksi untuk mendamaikan para anggota Chrorus Stars dan mensukseskan konser!
Daur ulang pakaian kali ini hilarious, karena mengingatkanku pada ibuku, yang juga penjahit, yang suka mendaur ulang pakaian dengan cara serupa dengan Silk. Ehm, misalnya saja... menggunakan tirai dan seprai menjadi bahan pakaian :D
Finish reading this on the train to watch Java Jazz Festival. I like this second book more than the first book. Suka banget moda tranportasinya. kirain permadaninya bakalan terbang macam karpet ajaibnya Aladin. ternyata lebih magic. ngebayangin ngumpulin manik-manik dari embun. warna birunya juga turut andil memberi bintang empat XD
Kali ini Silk, Cotton dan Nana berpetualang ke luar rumah. Walau nyasar tapi ujung-ujungnya Silk malah tetap bisa mendaur ulang baju. Ilustrasinya selalu menarik, dan...masih membacakan ini untuk Nindi :)