Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bintang di Atas Alhambra

Rate this book
Dari pondok nyaris roboh ini, aku telah menetapkan kepemilikanku atas satu bintang. Menahbiskan diri menjadi pengembara impian. Mengumpulkan kebijaksanaan atas tiap rencana yang datang dari genggaman Tuhan.

Dari kejauhan, aku melihat begitu banyak masa depan yang ditaklukkan dengan keberanian. Ia tumbuh dari benih do’a dan ketekunan sepanjang siang-malam. Akarnya membentang sepanjang ratusan tahun cahaya di Langit Selatan.

Lantas, apakah masa depanku juga akan sama?Walau bermodal kitab kuning dan kopiah lusuh? Perut yang penuh dengan kangkung ikat dan ikan asin? Mungkinkah kupergi jauh melompati desa yang dipeluk erat bukit dan gunung Ciremai ? Tetapkah bintang itu setia menunggu, untuk tetap hidup dan menyala-nyala di atas Alhambra sesampaiku disana nanti?

358 pages, Paperback

First published November 1, 2013

6 people are currently reading
36 people want to read

About the author

Ang Zen

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (20%)
4 stars
20 (41%)
3 stars
14 (29%)
2 stars
3 (6%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books173 followers
August 15, 2016
"Kalian mungkin mengenal Al-Ghazali yang mengkritik filsafat. Bagaimana caranya mengkritik? Dengan membaca karya-karya para filsuf, terutama karya Al-Farabi dan Ibnu Sina yang ingin ia kritik. Al-Ghazali mempelajari tulisan para filsuf itu secara serius sampai pada tingkatan dirinya bisa dikatakan sebagai filsuf paling unggul pada masanya. Tidak mungkin Al-Ghazali bisa mengkritik secara tajam dan mengena jika tidak memahami filsafat secara menyeluruh." (Kenangan Aku tentang nasihat Kiai Cidewa)

***

Ekspektasi saya terhadap buku ini cukup tinggi, terutama karena kata Alhambra di judulnya. Saya memang sangat suka dengan sejarah Andalusia, dan berharap ada informasi atau cerita-cerita baru tentang Andalusia dari buku ini. Tapi saya harus membaca 290 halaman (dari total 358 halaman tebal buku ini) sebelum akhirnya penulis bertutur tentang Alhambra.

Penulis sepertinya punya banyak kisah yang harus diceritakan, sehingga buku ini tidak fokus dan kurang konflik. Semua ingin diceritakan. Kehidupan di Melbourne, di Utrecht, di Leiden. Kehidupan rumah tangga, kehidupan kampus, kilas balik kehidupan di pesantren, soal teman yang memilih jalan radikal (teroris), hubungan "teman tapi mesra" dengan Lisa :). Sebenarnya sih nggak masalah dia mau menceritakan itu semua, kalau saja ini memoar perjalanan, bukan novel. Kalau saja ada benang merah tebal yang membuat cerita terhubung dengan cantik, tidak melompat-lompat.

Well, karena di beberapa review Goodreads menyebut novel ini mirip Negeri 5 menara, 99 Cahaya di Langit Eropa, juga Laskar Pelangi, jadi saya sebut juga, sekadar perbandingan. 99 Cahaya misalnya, fokus dengan kisah Hanum dan Rangga sebagai suami istri yang tinggal di Eropa, kemudian melakukan perjalanan menapak jejak Islam di Eropa.

Meski begitu, buku ini informatif kok. Cukup banyak informasi menarik tentang kehidupan sebagai mahasiswa di luar negeri, informasi historis suatu tempat dan tokoh--seperti kutipan tentang Al-Ghazali di atas. So, saya yang tadinya mau kasi 2 bintang, tambah jadi 3 bintang :)
Profile Image for Klub buku Mirror.
45 reviews45 followers
Read
February 2, 2014
suka banget sama buku ini. pokoknya udah gak bisa berkata-kata lagi. very recommend deh!
Profile Image for Ziyy.
642 reviews24 followers
October 22, 2014
*originally posted here

Sinopsis yang ada di belakang novel, sudah memberikan sinyal atau membuat mereka yang memegang novel ini menduga bahwa novel ini akan mirip dengan Negeri 5 Menara, yang lebih dulu telah booming dan menjadi fenomena. Memang, bisa dikatakan novel ini memiliki unsur N5M; anak pesantren dengan mimpi besar. Tapi, setelah saya membacanya, buku ini juga memiliki unsur 99 Cahaya di Langit Eropa; nostalgia situs sejarah kebudayaan Islam. It makes the novel even better, you know, N5M blended with 99 Cahaya di Langir Eropa and pooff, its Bintang di Atas Alhambra.


Narasinya cukup membuat novel ini pageturning.Terselip banyak obrolan-obrolan serius, yang membuat saya berpikir are you really have a serious conversation like occupation, great expedition, and culture in between sipping a cup of coffee with your friend like that? Tapi dari adegan obrolan-obrolan serius itu, penulis menyelipkan banyak pengetahuan baru secara perlahan. Berusaha menghindari selipan tersebut terdengar seperti lecture.

Aku tidak suka datang ke suatu kota hanya untuk melihat apa yang tampak saja. Gedung-gedung yang kita lewati telah menjadi saksi bisu peradaban manusia ratusan tahun. Sayang kalau kita tidak mengetahui roh setiap kota yang kita kunjungi.

Saya suka banget, sebenarnya, bahwa tokoh utama kita di novel ini Iip suka bermelankoli dengan kota-kota yang dikunjunginya. Membuat perjalanannya tidak hanya mengeruk keindahan visual tapi juga sejarah yang membangun kota tersebut. Lalu tentang nostalgianya dengan sisa-sisa peradaban Islam di Granada. Kadang Iip seperti terobsesi. Good obsession though, yang menambah keimanannya karena apa yang disaksikan semakin membuktikan kebesaran Allah swt.

Satu hal yang saya tidak sreg, sungguh, adalah teman perjalanannya yang adalah seorang perempuan. Berdua. Mengapa tidak ajak teman laki-laki lain, Ip? Di beberapa narasi yang menyiratkan konflik batinnya membersamai wanita bukan muhrim tapi sahabatnya itu, saya jadi tahu kalau konflik itu ia sendiri yang buat. Duh. Hmm… tapi mungkin selingan semacam ini memang sengaja, agar kisahnya tak lurus-lurus saja.

Sekali bermimpi, bersiap-siaplah untuk hal-hal yang mengejutkan. Kadang mimpi itu menjelma lebih cepat dari dugaan kita.

Profile Image for Nawasandi.
113 reviews9 followers
July 17, 2015
Ini buku mengingatkan bagaimana saya bercakap-cakap (lebih tepatnya di nasihati) oleh Ang Zen di kosannya di sekitar UIN Syarifhidayatullah.

Bayangkan saya anak STAN mustinya bisa enak-enak tidur di kontrakan saya habis kuliah atau baca komik gratis di Gramedia Bintaro Plaza, atau jalan-jalan ke Blok M tanpa khawatir soal besok saya mau kerja dimana, tetapi itu tidak saya lakukan. Saya pilih melakukan trade-off antara uang jatah makan sore saya dengan naik angkot 2 kali dari Bintaro ke Ciputat dan jalan kaki 1,5 Km ke kosan Ang Zen untuk mendengar apa yang ia akan ceritakan. Rasanya lebih thrilling daripada mengikuti cerita komik atau serial tivi kala itu.

Dan sekarang, selesai membaca buku, saya yang orang pedusunan ini mau juga lihat bintang itu.

Kini giliran Ang Zen akan sibuk membaca BBM atau WA saya, siang dan malam. Hahaha..saya minta ditunjukkan jalur dan arah kemana musti saya temukan bintang yang ia tulis itu.
Profile Image for Anna Fillaah.
131 reviews6 followers
September 17, 2017
Awal membacanya bikin bosan karena berpikir akan terus bercerita tentang kisah rumah tangga tokoh utama yang berjuang di Australia. Tapi kisahnya kemudian menjadi menarik saat menceritakan tentang sejarah dunia dan islam juga perjalanan-perjalanan yang dilakukan tokoh utama. Novel ini adalah novel fiksi atau mungkin pengalaman pribadi penulis yang kaya motivasi, sejarah, pemikira-pemikiran, dan cerita perjalanan. Ada beberapa set cerita yang kemungkinan dipengaruhi oleh buku yang dibaca penulis seperti buku karangan Paulo Coelho.
Profile Image for Imama.
30 reviews6 followers
June 8, 2014
keren sekalii
Awalnya mikir kalo ceritanya mirip" n5m , tapi ternyata lebih seru banget , bagaimana seorang Iip Muhammad Syarip dapat berperan sebagai mahasiswa,suami,ayah,pekerja,dan aktivis, trus cerita sejarah-sejarahnya lengkap banget , kurangnya ada beberapa kata typo dan kadang ada penjabaran sejarah yang bikin bosen hehe , keren deh pokoknya :)

ini review singkat saya http://imalavins.tumblr.com/post/8808...
Profile Image for Reananda.
51 reviews5 followers
May 31, 2014
Sekilas mirip dengan kisah Negeri 5 Menara, tentang anak pondok terpencil yg bermimpi untuk melanglang buana seantero dunia.
Tapi Bintang di Atas Alhambra memiliki rasa lain, ketika sisi historis tempat yg dikunjungi benar-benar digali tuntas.
Recommended utk dibaca. Terlebih bagi yg hobi travelling, baik yg literally jalan2 atau yg lewat halaman buku.
Profile Image for emma.
10 reviews17 followers
January 27, 2015
selalu suka buku yang seperti ini, banyak sekali informasi yang dibagi.
19 reviews
January 22, 2016
Cara penceritaan buku ini memang tidak sebaik negeri 5 menara atau laskar pelangi, tapi secara isi cerita cukup bagus, terutama jika ingin mengenal tentang sejarak islam di spanyol.
1 review
November 21, 2017
kita lahir sebagai pmenang, patut memenangkan harapan dan mimpi yg kita gantungkan di langit.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.