Dunia remaja Bimo berbeda dengan sebayanya. Ia rela mengorbankan kebahagiaan hidupnya dengan dendam yang digenggamnya kemanapun ia pergi. Ia berada di tengah kaburnya nilai-nilai.
Gagasan Cerita oleh Alm. Janang & Kharisma Jati, dikembangkan dan digambar oleh Kharisma Jati.
Terdampar di kamar Ferdi, nunggu hujan reda. Cari2 buku tipis untui dibaca sambil gegoleran. Sembari nuntut tuan kamar bikinin suguhan buat tamu yang sendu ini, nemu buku Kharisma Jati di antara tumpukan bukunya yang berdebuh. Dan cuma nemu yang chapter 1. Yang seri berikutnya mahal jare. Hih. Saat beginilah saya kanget taman bacaan. Ya tapi dibaca juga. Dan bagus.
17+ karya komikus indonesia yang menurutku sebagai salah satu komikus yang sudah "matang" baik gaya gambar maupun gaya bercerita.
Untuk kalian yang sudah membaca seri anak kos dodol dikomikin, akan sedikit mengalami sedikit "keanehan", begini maksudku jika kalian sudah terbiasa dengan cerita kocak dan sekuen-sekuen ekspresif dalam anak kos dodol, kalian akan dikagetkan dengan cerita aksi dan penuh filosofi pada awal chapter komik ini.
Judul 17+ memang menandakan batasan pembaca untuk komik ini, tapi jangan berpikir adegan-adengan "dewasa", dewasa disini berada pada konflik-konflik yang mendalam dalam komik ini, jadi jangan harap menemukan adegan penuh aksi ala naruto, tapi jika kalian penggemar karya-karya Urasawa Naoki, komik ini cocok untuk kalian.
Wahai para perindu komik Indonesia, komik ini bisa sedikit mengobati kerinduan kalian, kekutan komik ini ada pada cerita dan ekplorasi karakter yang mendalam, Kharisma Jati begitu cerdik meramu konflik-konflik remaja seperti percintaan dengan konflik yang mendalam seperti balas dendam.
Bimo, "Apa kau tahu... mengapa tuhan ciptakan malaikat maut?" "Padahal Dia bisa lenyapkan seluruh manusia ini sendirian". (2013:24)
Katanya, dunia remaja itu indah. Punya banyak cerita seru yang menyenangkan untuk diingat. Itu maunya kita. Tapi tentu saja, tidak semua orang bisa mengalami hal serupa. Indahnya dunia remaja tak bisa jadi milik semua.
Ada banyak hal yang terasa membingungkan di komik ini. Pertama, karakter-karakter utamanya terasa begitu mirip. Sukar sekali membedakan antara cewek satu dengan cewek lainnya. Jika cowok yang satu melepas jaketnya, maka dia akan menjadi mirip dengan cowok yang lain. Sungguh membingungkan.
Belum lagi setting-nya yang tidak jelas di daerah mana dan pada tahun berapa, karena seorang siswi asyik mendengarkan lagu pakai sesuatu yang terlihat seperti Discman dari Sony, tapi ada juga dialog soal komputer tablet.
Sayangnya, kertas yang dipergunakan kualitasnya tidak sebagus produksi group-nya Gramedia Pustaka Utama (Elex Media atau Level Comics), sehingga lebih terasa seperti memegang kertas koran.
Saya mungkin akan membeli volume kedua, tapi bukan menjadi prioritas untuk komik yang akan dibeli.
ini adalah komik galau, tidak sekadar galau seputar percintaan, lebih luas lagi, galau tentang arti kehidupan. Sedap. Berat memang. Nuansa komiknya pun cenderung gelap dan suram.
Artwork & storytelling nya seperti yang diharapkan dari mas K Jati. Enak dilihat dan dibaca. Mungkin sedikit aneh saat selang-seling style lawas dan style gambar baru. namun tidak mengurangi kenikmatan membaca 17+ secara keseluruhan.
adegan favorit saya adalah di bagian awal bab 3, saat Nina lagi depresi, saya sampai ikut sedih melihatnya.
dan ending halaman terakhirnya.. kampret!!! bikin penasaran dengan cerita di buku selanjutnya, yang kabarnya akan terbit sekitar 3 - 4 bulan lagi (feb / maret 2014). asyik...
Kharisma Jati adalah slaah satu komikus Indonesia favorit saya. Bagaimana beliau mendeveloping plot, berbgai pemikiran pemikiran, dan tentu saja teknikal dalam menggambarnya semuanya lengkap dalam satu paket. Dan di komik ini Kharisma Jati benar benar bebas terjun sebagai dirinya sendiri dan menarik melihat bagaimana Mas Jati berbagi pemikirannya dalam satu karya terbatas dengan penuh kerumitan ini.
singkat kata, komik ini bukan untuk semua orang tetapi tetap menarik untuk penggemar penggemar cerita berat ataupun penggemar mas Kharisma Jati.