Jump to ratings and reviews
Rate this book

フリーター、家を買う。

Rate this book
Literature Publishing Pub 2020-08-01 People's Literature Publishing House Buying a house and rebuilding a home. If we guard our mother is sick. then let us protect her! The integrity of the third-run college graduated. only three months. it was

395 pages, Paperback Bunko

First published August 1, 2009

7 people are currently reading
160 people want to read

About the author

Hiro Arikawa

77 books1,546 followers
Hiro Arikawa won the tenth annual Dengeki Novel Prize for new writers for Shio no Machi: Wish on My Precious in 2003, and the book was published the following year. It was praised for its love story between a heroine and hero divided by age and social status, and for its depiction of military structures. Although she is a light novelist, her books from her second work onwards have been published as hardbacks alongside more literary works with Arikawa receiving special treatment in this respect from her publisher, MediaWorks. Shio no Machi was also later published in hardback. Her 2006 light novel Toshokan Sensō (The Library War) was named as Hon no Zasshi's number one for entertainment for the first half of 2006, and came fifth in the Honya Taishō for that year, competing against ordinary novels.

She often writes about the Japan Self-Defense Forces (JSDF) and her first three novels concerning its three branches are known as the Jieitai Sanbusaku (The SDF Trilogy); she also wrote about the fictional Library Forces in the Toshokan Sensō series. Raintree no Kuni, which first appeared as a book within a book in Toshokan Nairan was later published by Arikawa as a spin-off with another publisher. It was adapted into a film titled World of Delight released on November 21, 2015.[2][3]Her novel Shokubutsu Zukan (ja) will be adapted into a film titled Shokubutsu Zukan: Unmei no Koi, Hiroimashita and scheduled for release on June 4, 2016.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
43 (26%)
4 stars
94 (57%)
3 stars
22 (13%)
2 stars
4 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 43 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,395 followers
August 28, 2022
Novel ini menceritakan Take Seiji, seorang pria 20 tahunan yang 'luntang-lantung' tanpa pekerjaan tetap dan tinggal bersama orang tuanya. Semuanya harus berubah ketika ibunya didiagnosis mengalami depresi dan mwmbawa dinamika baru di keluarga Take.

Seiji pun memiliki motivasi baru untuk bekerja lebih giat dan mendapat pekerjaan tetap: membeli rumah dan memindahkan ibunya dari tempat tinggal mereka. Masalahnya, dengan usia yang sudah 20 tengah tanpa pengalaman kerjaan kerah putih, mencari kerja dengan bayaran yang bisa memenuhi cita-citanya tentu tidak mudah.

Menurut saya, terlepas dari konflik penyebab depresi ibunya Seiji yang 'rada sinetron' (😂), cerita 'Freeter, Membeli Rumah' ini realistis dan sangat mungkin dirasakan oleh sebagian anak muda dari kelas menengah di Indonesia: ingin memdapat kerja yang ideal dan sesuai passion tapi malah merepotkan keluarganya sendiri (sorry not sorry 😂). Separuh awal buku ini terasa lambat dan rumit, namun separuh sisanya feel good dan menghangatkan hati.

Keluarga Take digambarkan seperti stereotype keluarga Jepang yang patriarkis yang sebetulnya tidak asing bagi Indonesia. Konflik internal dan hubungan keluarga dalam buku ini juga mungkin terasa relatable bagi beberapa orang.

Saya pribadi suka!
Profile Image for Dewi Selvi.
23 reviews2 followers
July 26, 2022
Buku yang aku awalnya aku pikir biasa-biasa saja,ternyata aku tertipu oleh tampilan covernya.gak hanya menceritakan Seiji yang memilih untuk keluar dari pekerjaannya setelah 3 bulan bekerja dan menjadi pekerja serabutan meskipun bertentangan dengan pola berpikir sang ayah.keluarga Seiji yang tinggal di komplek perumahan perusahaan ternyata tidak senyaman yang terlihat,tanpa disadari oleh Seiji secara langsung ia dan sang kakak kerap mengalami perundungan yang bersumber dari kesombongan ayah mereka,yang berakibat sang ibu ikut-ikutan terkena perundungan dan mengalami depresi berkepanjangan
Membuat Seiji dan kakaknya harus memutar otak bagaimana mereka harus keluar dari lingkungan toxic dan membeli rumah untuk kesembuhan sang ibu
.
Buku tulisan Hiro Arikawa sukses membuat aku terkejut,tidak menyangka dengan alur cerita yang ternyata tidak seringan yang aku bayangkan sebelumnya.membayangkan kehidupan Seiji dan keluarganya rasa-rasanya cukup berat juga
Buku ini mengajarkan aku bahwa kesombongan dan kekeraskepalaan akan membuat segalanya menjadi hancur dan merusak kebahagiaan orang-orang di sekitar kita
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
October 28, 2023
.... lima bintang karena hits very, very hard.

Saking realistisnya, bawaannya mau nangis sepanjang baca, meskipun gaya penulisan bukunya bukan yang bisa bikin nangis. Tapi sungguh ceritanya itu ngena banget, bener-bener close to home. Bikin mau meweknya di situ ....

Baca ini nggak nyaman karena semua situasi yang ditampilkan itu memang hal-hal yang dialami orang dewasa--kemalasan dan kesombongan ketika masih fresh grad, susahnya cari kerja, situasi keluarga yang rumit, depresi karena perundungan tetangga, perjuangan mengumpulkan uang untuk menabung beli rumah .... Bukankah semua permasalahan itu sehari-hari banget? Bisa ditemui di mana saja, bahkan sangat mungkin dialami sendiri atau dialami kenalan dekat?

Semua karakter di novel ini juga manusiawi banget dan diceritakan dengan perkembangan karakter yang bikin terharu. Seiji mendewasa dengan baik setelah learned the hard way, tapi memang begitu kan proses pendewasaan seseorang?
Dan keluarga yang ditampilkan di sini betul-betul realistis--penuh konflik ini-itu, tapi pada dasarnya tali yang menghubungkan semua anggota keluarga itu tetap ada sehingga akhirnya mereka semua bahu membahu bekerja sama karena itulah yang namanya keluarga .

Saya juga kaget karena di buku yang tampaknya pahit dan terlalu realistis ini ada selipan romens gemas yang ... ya cukup realistis dan memberikan sentuhan manis sehingga novelnya nggak suram-suram amat

Sudah beberapa jam sejak saya menamatkan buku ini--butuh hampir 3 minggu karena memang sesulit itu membaca bukunya saking merasa relate sampai cukup berat kalau dibaca terus-terusan--tapi hati saya rasanya masih sangat acak-acakan walaupun mata saya nggak membasah.

Buku yang nggak akan pernah saya lupakan. Salah satu novel new adult bertema keluarga dan pendewasaan diri paling bagus dan paling realistis yang pernah saya baca.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
February 28, 2022
Sebuah pengetahuan baru bagaimana melamar pekerjaan dan bagaimana suatu perusahaan konstruksi bekerja.

GOOD lah.
Suka.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
February 5, 2022
Bagus, tapi ya gitu deh. Ketika motif Seiji pindah sudah kebuka, kenapa jadi klise ya. Waktu penerbit "membandingkan" freeter di Sayaka Murata dan di novel ini, saya kan berekspektasi akan ya se-gloomy Convenience Store Woman. Atau minimal akan membahas pilihan tokoh utama menjadi freeter, misalnya. Ternyata bukan gengs. TOkoh utamanya memang freeter, tapi alasan membeli rumah baru lebih sebab ibunya yang menderita kecemasan akibat dibully oleh tetangga rumahnya yang sekarang.

Tapi ceritanya tetap oke. Ada beberapa informasi baru yang menarik. Bagaimana pelamar kerja di Jepang? Bagaimana etika menulis CV, dan membenarkan kalau Jepang masih "freak" sama paper-based, termasuk surat lamaran dan CV.

Oke, kok!
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews18 followers
July 29, 2022
Menarik & informatif tanpa kesan menggurui sama sekali... Sukaaa❤
Profile Image for Wanderbook.
126 reviews40 followers
May 7, 2022
Buku ini berkisah tentang Seiji, pemuda berusia 20an tahun yang merupakan seorang freeter (istilah orang Jepang untuk Freelancer yang sudah tamat pendidikan wajib tapi tidak punya pekerjaan tetap).

Seiji di awal cerita merupakan seorang pemuda yg hanya peduli pada dirinya sendiri, ia punya krisis dalam dirinya yang membuat ia berjarak dengan Ayah dan Ibunya di rumah. Hingga suatu ketika, sang kakak, Ayako datang ke rumah dan mengabarkan kalau ibunya sebenarnya terkena depresi dan gangguan kecemasan akut.

Disepanjang buku ini, kita akan melihat perjalanan Seiji menjadi tokoh utama yang mengusahakan kesembuhan ibunya. Ia yang awalnya santai saja jadi freeter kemudian bertekad untuk bisa segera punya rumah. Karena tempat mereka tinggal saat ini merupakan salah satu penyebab depresi Ibunya.

Buku ini buatku amat menghangatkan hati. Aku selalu luluh pada sosok seorang anak yang mengusahakan yang terbaik untuk orang tuanya, terutama yg seperti Seiji, yang sebenarnya tak berbakat untuk berkata manis ke Ibunya, bentuk kasih sayangnya ia curahkan lewat usahanya.

Aku menuliskan review lengkap buku ini disini https://www.asriswear.com/2022/05/rev...
Profile Image for Utha.
824 reviews401 followers
January 6, 2022
Tiga koma lima

Buku pertama yang kubaca tahun ini, yeay! Bakal reviu di blog deh! Segera.
Author 4 books60 followers
July 14, 2022
Rasanya agak sulit percaya bahwa penulis novel ini adalah orang yang sama dengan penulis "The Travelling Cat Chronicles", salah satu novel yang amat berkesan buatku.
Secara keseluruhan, jalan ceritanya cukup "aman sentosa"; tidak ada konflik yang bikin ketar-ketir. Sejak awal, masalah yg dihadapi Seiji si tokoh utama sudah dipaparkan dengan jelas, sehingga tujuannya sudah bisa terbaca. Aku bisa melompati 20-an halaman dan masih bisa memahami apa yang terjadi—saking "aman"-nya ceritanya. Bagi yang tertarik untuk tahu seluk beluk dunia kerja di Jepang, ini bisa jadi bacaan yang informatif. Tapi buat yang enggak, maka beberapa bagian akan terasa terlalu bertele-tele, seperti buku panduan pencarian kerja.

Sebetulnya ingin kasih bintang 4, SEANDAINYA cerita nggak jadi klise di halaman 300-an (menjelang tamat), dan kian klise sampai cerita berakhir. Tokoh utama yang tadinya pengangguran sudah mendapatkan pekerjaan yang baik—cek. Apalagi yang dia butuhkan? Oh, ya. Love interest. Voilá—terjadilah. Tapi karena hubungan 2 orang itu kurang greget, maka beralih peran lah satu tokoh cowok lain (si "teman") sebagai yang cintanya bertepuk sebelah tangan, sehingga terbentuklah cinta segitiga (yang—berdasarkan banyak contoh, lebih greget). Supaya lebih cute, tambahkan seekor kucing dalam hubungan tiga orang ini.

I mean... WHY? Kenapa ketiga orang ini nggak bisa berakhir sebagai teman saja, tanpa a little sprinkle of romance yang terkesan begitu dipaksakan? Ibarat teh manis hangat yang sudah oke diminum seperti itu saja, kesannya penulis kurang "pede" dengan racikannya sampai menambahkan "pemanis" ekstra yang malah bikin aku cringed itu.

Aku cuma skimming sekitar 60-an halaman terakhir karena udah bisa menebak akhir ceritanya. Satu hal yang menurutku bagus banget di buku ini—selain informasi mendetail soal dunia kerja di Jepang—yaitu cara menangani anggota keluarga yang mengalami gangguan mental, yang realistis dan tidak terkesan menggurui.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sagit.
22 reviews
January 18, 2022
There is something in japanese literature that feels different. The way they telling the story feels so realistic, specially about how the society works and judge our life. Althought the plot is so slow, I really enjoy how seiji a lazy-childish man finally made it to become a caring-working man, realizing the society and the situation around him.

This book has a happy ending and remind us that everyone has their own time, their own start, people around you might seem to go ahead of you, but it doesn't mean you are late.
Profile Image for Sadam Faisal.
126 reviews19 followers
June 2, 2023
Relate banget sama Take Seiji karena punya pengalaman yang sama soal mencari pekerjaan di umur yang mirip-mirip juga.
Profile Image for Ayu Ratna Angela.
215 reviews10 followers
July 12, 2022
Sebenarnya buku ini sudah cukup lama ngendon di rak buku karena saya khawatir kurang bisa menikmati ceritanya tentang tokoh utama yang sedang mencari kerja. Tapi setelah membaca sebuah ulasan positif di instagram dan karena Arikawa Hiro juga adalah penulis salah satu novel yang jadi favorit saya akhirnya saya baca juga. Dan ternyata dari sejak bagian awal pun buku ini sudah memberikan kejutan yang menyenangkan. Ceritanya dituliskan dengan menarik dan dapat membuat pembaca segera hanyut dalam alur cerita, setiap karakter tokohnya kuat dan isu yang disampaikan jg sangat menarik, menawarkan banyak perspektif baru.

Freeter membeli Rumah bercerita tentang Take Seiji, seorang anak muda pertengahan 20 an yang adalah seorang freeter (pekerja paruh waktu). Karakter Seiji ini sukses bikin saya gemas dan kesal sendiri, tipikal temperamen anak muda yang sering saya hadapi atau malah yang dulu merupakan saya sendiri. Seiji yang sudah diterima bekerja sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan kelas menengah memutuskan untuk resign karena menganggap sistem pelatihan karyawan barunya terlalu aneh dan seperti sekte sesat. Setelah itu ia hanya bermalas-malasan bermain game di rumah sambil sesekali bekerja paruh waktu saat butuh uang. Sifatnya yang arogan dan tidak pikir panjang ini semakin memperburuk hubungannya dengan sang ayah yang juga berkarakter keras. Hal itu terus berlangsung sampai suatu hari Seiji disadarkan akan kondisi ibunya yang menderita depresi yang parah sampai mencoba bunuh diri akibat perisakan yang dilakukan oleh para tetangga selama 20 tahun.

Saya suka akan bagaimana novel ini memberikan saya perspektif baru tentang bagaimana menghadapi anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan dan tentang bagaimana menghadapi perbedaan dan pertentangan dalam keluarga. Buku ini juga membuka mata saya tentang bagaimana cara mencari kerja atau membantu keluarga yang kesulitan mencari kerja. Pada bagian akhir Arikawa Hiro juga menyelipkan kisah cinta yang manis sebelum memberikan akhir yang bahagia.

Oh ya dan tentunya terjemahannya juga sangat enak dibaca, diterjemahkan oleh Bu Ribeka Ota yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitas terjemahannya.

Terima kasih Penerbit Haru yang sudah membawa dan menerjemahkan buku ini ke Bahasa Indonesia!
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
February 6, 2023
Buku ini bercerita tentang Take Seiji yang malas-malasan mencari kerja (sampai bikin aku geregetan dengan tingkahnya) dan keluarganya yang rumit sampai seisi rumahnya tahu bahwa ada yang tidak beres dengan ibu mereka. Seiji, yang setiap hari mengurung diri di kamar karena enggan bertatap muka dengan ayahnya yang sudah pasti akan menceramahinya untuk mencari pekerjaan tetap, luput menyadari kondisi ibunya yang aneh sampai akhirnya ibunya mulai mengalami halusinasi/waham dan akhirnya didiagnosa depresi berat oleh psikiater. Ayahnya yang keras menolak mentah-mentah diagnosis psikiater dan membuat masalah menjadi semakin runyam. Kondisi ibu Seiji tidak lain disebabkan oleh perundungan yang diterimanya selama lebih dari 20 tahun dari para tetangga yang tidak suka dengan keluarga mereka. Sebenarnya aku bingung kenapa mereka bisa sampai dirundung seperti itu hanya gara-gara sang ayah keceplosan membeberkan biaya sewa rumah mereka yang murah karena dapat subsidi dari kantornya. Bukankah itu hal yang wajar-wajar saja, ya?

Seiji yang melihat kondisi ibunya yang semakin parah pun akhirnya memiliki niat untuk membeli rumah baru agar mereka sekeluarga bisa pindah dari lingkungan toxic itu. Seiji pun mulai berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang tentu saja jauh dari kata mudah. Berulang kali Seiji melamar kerja tapi berulang kali juga CV nya dikembalikan tanda dirinya ditolak. Umur Seiji sudah 25 tahun, kalau di Indonesia ku rasa masih banyak perusahaan yang akan menerima karyawan seumur Seiji, belum lagi program-program yang diadakan perusahaan biasanya bisa sampai umur 28 tahun, tapi nampaknya di Jepang ada periodenya tersendiri untuk mencari kerja. Anak-anak yang baru lulus dikatakan sebagai lulusan baru gelombang pertama yang masih punya banyak peluang untuk diterima di perusahaan bagus, sementara Seiji dikatakan berada di ambang gelombang kedua, alias lulusan yang hampir "tidak laku". Akhirnya Seiji memutuskan untuk bekerja paruh waktu sebagai kuli konstruksi yang upahnya jauh lebih besar dari pekerjaan paruh waktu yang lain.

Menurutku isi buku ini kompleks sekali. Ada banyak isu sosial yang diulik seperti isu mencari pekerjaan yang sangat sulit, isu tentang kehidupan bertetangga yang penuh dengan kasak kusuk (kalau di sini paling banter diomongin aja kan gak sampai dibully), dan kondisi keluarga Seiji yang rumit seperti benang kusut pun digambarkan secara apik oleh penulisnya. Aku bisa belajar banyak tentang orang tua dari ayah Seiji yang begitu keras kepala juga ibu Seiji yang terlalu sering menahan diri. Aku pun suka dengan pengembangan karakter Seiji yang lambat laun menjadi orang yang lebih baik dari yang tadinya anak ingusan yang suka malas-malasan, manja, dan sama sekali tidak memikirkan masa depan.

Secara keseluruhan buku ini bagus sekali untuk dibaca dan kurasa cocok untuk dibaca oleh anak yang baru lulus kuliah atau yang baru mau cari kerja supaya dapat gambaran susahnya cari kerja, bagaimana kita bersikap di tempat kerja agar menjadi pribadi yang bisa tahan banting, dan juga disisipkan kiat-kiat menulis CV dan menjawab pertanyaan interview yang baik meski tentu ada perbedaan antara budaya Jepang dan budaya Indonesia, apalagi buku ini diterbitkan pertama kali tahun 2009.
8 reviews
September 15, 2024
Tidak sebagus "The Travelling Cat Chronicles" yang sebelumnya gua baca dari penulis yang sama. Tapi novel ini tetep nyajiin cerita yang bagus dan kompleks.

Ini novel secara singkat nyeritain tentang seorang pemuda yang sempet kerja di suatu perusahaan tapi resign setelah 3 bulan, lalu dia pun bulak balik kerja paruh waktu dan kemudian nganggur setelah ngerasa duitnya cukup sebagai uang saku. Hidupnya bener2 gak teratur dan gak tau rasa bersyukur. Ayahnya keras dan selalu menuntut dia buat cari pekerjaan tetap, tapi dia gak mengindahkan. Lalu di sisi lain, dia juga sering kali berbuat kasar ketika Ibunya menunjukkan kepedulian.

Intinya dia ini bener-bener kayak seorang anak baru dewasa yang gak tau rasa bersyukur. Hingga akhirnya suatu kejadian besar pun tiba-tiba dateng. Kakak perempuan yang udah berkeluarga dan tinggal dengan suaminya, tiba-tiba dateng dengan penuh amarah ketika Ibunya ada dalam keadaan yang mengenaskan. Ternyata selama ini keluarga mereka dibully oleh tetangga di sekitarnya, dan itu berdampak buruk bagi kesehatan mental Ibunya. Hal itu hanya disadari oleh kakaknya.

Sehingga ketika kondisi Ibunya semakin parah, kakaknya pun murka dan langsung memarahi MC dan ayahnya.

Singkat cerita, momen ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi si MC untuk berubah. Si MC berusaha untuk kerja dan mengumpulkan uang demi Ibunya. Dia yang sebelumnya berlaku kasar juga perlahan berubah menjadi peduli. Intinya ini novel bener-bener berfokus pada development karakter dari si MC.

Pendapat gua soal novel ini adalah, ini novel yang bagus dan cukup bikin nyesek di awal. Ada banyak momen menyakitkan yang bikin gua pengen meneteskan air mata (walaupun gak sampe). Bukan karena sedih, melainkan karena nyesek aja melihat betapa berat cerita yang dibawa. Rasanya ini novel juga bener-bener relate ke gua, gua ngerasa bisa merasakan apa yang dirasakan si MC.

Perjuangan si MC untuk menjadi "orang" bener-bener menjadi fokus dari novel ini. Dan hasilnya juga bener-bener memuaskan.

Ini novel menyajikan banyak pelajaran hidup. Walau mungkin di awal cerita kita bakal sering dibikin kesel oleh tingkah laku si MC yang kepala batu. Tapi pada akhirnya dia bisa berubah menjadi sosok yang disukai oleh pembaca.

Sebuah novel bagus yang layak untuk dibaca.
Profile Image for Faisal Chairul.
268 reviews16 followers
February 11, 2024
Novel ini mengisahkan seorang pemuda 'strawberry generation' umur 24 tahun yang memutuskan menjadi seorang 'freeter', orang yang sudah tamat pendidikan wajib tetapi cuma bekerja serabutan sebagai tenaga paruh waktu, setelah 'resign' dari pekerjaan tetap pertamanya walaupun baru bekerja di sana selama tiga bulan bernama Take Seiji. Gangguan jiwa yang menimpa ibunya, ketidaksiapan ayahnya (Seiichi) menerima kondisi ibunya (Sumiko), keadaan psikis ibunya yang fluktuatif, dan rekomendasi psikiater agar mengubah suasana lingkungan dengan cara pindah rumah demi pemulihan ibunya, membuat Seiji "tertampar".

Kebutuhan finansial untuk pindah rumah demi pemulihan ibunya membuatnya mulai mengubah diri. Jika sebelum-sebelumnya bermalas-malasan, ia mulai bertahan pada satu pekerjaan paruh waktu di bidang konstruksi. Jika sebelum-sebelumnya ia tak acuh terhadap kondisi ibunya, ia mulai lebih memedulikan kondisi ibunya. Jika sebelum-sebelumnya ia cenderung mengabaikan keinginan memiliki pekerjaan tetap, ia mulai telaten melamar ke beberapa perusahaan.

Terganggu dengan dialog-dialog 'kasar' di bagian-bagian awal hampir saja membuat saya menutup novel ini lebih awal. Testimoni-testimoni positif terhadap novel ini membuat saya bertahan melanjutkannya. Ternyata, isu sosial yang diangkat novel ini termasuk yang sangat jarang. Di antaranya stigma merendahkan terhadap 'freeter' sebagai 'pekerja kelas dua', bagaimana hari demi hari menjalani kehidupan sebagai pengidap gangguan jiwa maupun sebagai 'caregiver', dan stigma terhadap pekerja perempuan terutama yang bekerja di bidang manajemen konstruksi.

Saya cukup menikmati kisah perubahan di dalam diri Seiji dari awalnya khas 'strawberry generation', perlahan-lahan mengubah diri menjadi seorang pembelajar tulen dan pekerja yang ulet. Saya juga menikmati bagaimana penulis berusaha menunjukkan sebuah 'perlawanan' terhadap stigma terhadap seorang 'freeter' melalui cara Seiji membuat informasi lowongan pekerjaan di dalam divisinya. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang terkesan dipaksakan (terutama di bagian-bagian awal dan akhir).
Profile Image for Loundraw.
173 reviews2 followers
January 9, 2025
Novel ini berkisah tentang Take Seiji si Freeter (lakuran dari freelance arbeiter. Biasanya mengacu pada orang yang telah tamat pendidikan wajib, tapi tidak punya pekerjaan tetap dan melakukan pekerjaan paruh waktu saja) yang berangan-angan ingin membeli rumah untuk ibunya yang terkena penyakit mental.

Bukunya heartwarming banget, bukan ngangkat isu mental health doang tapi disini juga dapet ilmu cara perekrutan di Jepang ini bagaimana, ngurusin asuransi karyawan dsb bagaimana. Dihadapan dengan tokoh utama yang naif, ber-ego tinggi karena selalu dimanjakan oleh ibunya, tapi setelah si ibu kena penyakit mental dia jadi gigih pengen jadi karyawan tetap, mantep sih character development nya tapi somehow aku merasa development nya tuh tiba tiba jreng naik keatas.

Page turner banget, tapi aku rasa lumayan banyak hal repetitif dan endingnya pun sebetulnya dah ketebak bakal dibawa kemana, terasa agak buru buru juga. Paling suka bagian keluarga Take ini bonding kembali, dapet insight baru kalo bekerja di konstruksi tuh ternyata begitu. Kalo merasa kok hidup begini begini aja ya cocok banget baca buku ini untuk meningkatkan motivasi, setidaknya kita harus keluar dari zona nyaman.

Arikawa Hiro ini kayanya suka banget sama kucing, dah mengira ngira tumben gaada kucing akhirnya muncul juga. Aku pribadi lebih suka judul ini ketimbang The Travelling Cat Chronicles sampe ketiduran, sedangkan judul ini buru buru ku abisin karena penasaran dengan nasib nya Sumiko.
Profile Image for Dhamala Shobita.
Author 8 books15 followers
May 14, 2023
TW: Suicidal.

Jujur, awalnya saya membaca buku ini karena covernya cakep banget, Dreamy dengan warna pastel yang lembut. Setelah membaca bab awal, saya sempat berhenti karena kesal akan karakter Seiji. Setelah sekian lama kesal, akhirnya saya melanjutkan membaca.

Perkembangan karakter Seiji dari awal hingga akhir sangat jelas terasa. Karakter Seiji berhenti dari pekerjaan pertamanya kemudian bekerja serabutan, hingga akhirnya kondisi kesehatan mental ibunya membuat dia harus mencari pekerjaan. Motivasi karakter terlihat jelas. Suka sekali bagaimana tiap karakter digambarkan dengan jelas dan tidak abu-abu.

Alurnya memang agak lambat sehingga butuh ketekunan lebih untuk membacanya. Dalam cerita, kita tidak hanya disuguhkan dengan alur kisah hidup Seiji dan keluarganya, tetapi ada juga beberapa insight mengenai bagaimana melamar kerja, panduan membuat CV, dan juga bersikap dalam pekerjaan/kehidupan. Karakter di keluarga Seiji bisa jadi merepresentasikan peran-peran keluarga di Indonesia juga, contohnya ada pada karakter ayah yang tidak ingin terlihat salah dan lemah, atau juga pemahaman karakter ayah yang awalnya agak menganggap sepele penyakit mental.

Buku ini cukup menarik untuk dibaca jika kamu suka tema keluarga dan cerita beralur lambat.
Profile Image for ND Ratna .
108 reviews
August 31, 2023
Membaca buku ini kek baca kisah hidup diri sendiri. Jika the traveling cat berakhir sedih maka yg freeter untung happy ending. Ada banyak catatan keren didalamnya yang membuatku terkesima.

Ceritanya kebanyakan perihal hidup Seiji, mulai dari ketika ia masih bebal hingga jadi seseorang yang bisa diandalkan. Bagus memang tapi agak berat topiknya karena tema depresi dan konflik keluarga.

Yang paling gak aku suka scene Seiji mencium manami Chiba. Terlalu terburu-buru walaupun ada tambahan spin off kisah mereka sebagai epilog dari sudut pandang toyokawa yang naksir Kakak Chiba yang galak ya 🤣.

Utk plot lainnya sangat Kusuka, alurnya gak buru2 ngalir gitu aja. Aku juga jadi sedikit paham tentang cara menilai orang dari lamaran kerja yang dikirim. Alhamdulillah om seiichiro udah sadar dan mikirin ibu sumiko.

Satu hal yg dialami Seiji yg menurutku relate bgt adalah ketika dia menemukan kebahagiaan utknya sendiri namun harus menyisihkannya demi mengurus ibunya. Dia mencoba tidak pacaran dgn manami dulu bahkan menyuruhnya melupakannya Krn tahu bahwa keluarganya yg rumit dan keberadaannya masih sangat dibutuhkan sumiko.

Setiap keluarga itu rumit sekali ya, Seiji
Ayako bangga pasti punya adik sepertimu
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tika Andriani.
59 reviews18 followers
June 12, 2022
Ceritanya tentang Take Seiji, seorang pemuda yang keluar dari pekerjaan pertamanya setelah 3 bulan, kemudian menjadi freeter (hanya melakukan pekerjaan paruh waktu). Awalnya Seiji ini menyebalkan banget sih. Ya dimana-mana kerja itu ga ada yang gampang, tapi kok gampang banget menyerah. Seiji mulai berubah sejak disadarkan oleh kakak perempuannya, Ayako, bahwa ibu mereka, Sumiko, ternyata menderita depresi akibat di bully oleh para tetangganya sejak lama. Sejak itulah Seiji mulai serius mencari pekerjaan tetap dan bertekad untuk membeli rumah di lingkungan baru demi ibunya. Sambil mencari pekerjaan tetap, ia pun bekerja paruh waktu di situs konstruksi yang walaupun pekerjaannya sangat menguras fisik, tapi upahnya cukup besar. Sepanjang cerita, karakter Seiji banyak berubah menjadi lebih baik. Yang paling bikin terharu sih, Seiji telaten banget merawat ibunya. Hubungan Seiji dan ayahnya, Seiichi juga lama-lama membaik. Di sini juga cukup banyak digambarkan bagaimana mencari pekerjaan di Jepang itu, bagaimana membuat CV yang baik agar tidak langsung ditolak oleh perusahaan. Terjemahannya juga enak untuk dibaca.
Profile Image for Hapudin.
289 reviews7 followers
April 28, 2023
Ulasan lengkap di link berikut ini:
https://www.bukuhapudin.com/2023/02/b...

Novel ini punya tema keluarga. Dikemukakan permasalahan domestik yang pasti ada di sekitar kita. Seperti anak lelaki yang sudah dewasa tapi malas bekerja. Susahnya mencari pekerjaan. Seorang ayah yang angkuh dan dingin terhadap keluarga. Tertekannya seorang ibu karena suami dan anak-anaknya tidak peka.

Sepanjang mengikuti kisah Seiji, banyak banget bagian yang cukup menyentil saya. Terutama soal kesabaran. Poin ini merupakan nilai moral yang paling banyak ditekankan penulis. Kita akan ikut belajar arti sabar dari proses Seiji dan Ayako memperjuangkan kesembuhan ibu di tengah ayah yang belum melek kondisi depresi itu ada, dan di tengah tetangga-tetangga yang seperti mengintai setiap waktu mencari kekurangan keluarga untuk bahan guncingan.

Seiji dengan sabar memastikan ibu meminum obat yang diberikan dokter. Jika terlewat, kondisi ibu akan kembali parah. Dan saat ia memercayakan tugas itu kepada ayahnya, ibu justru kecolongan tidak minum obat dan membuatnya nekat mengiris tangannya.
Profile Image for Bekti Renggani.
22 reviews1 follower
March 20, 2022
Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Take Seiji yang mengundurkan diri dari pekerjaan tetapnya yang baru ia jalani selama tiga bulan. Ia merasa tidak cocok untuk bekerja di perusahaan tersebut. Setelah mengundurkan diri, Seiji mulai mencari pekerjaan baru. Namun, mencari pekerjaan tidak semudah yang dibayangkan.

Di tengah kesulitannya dalam mencari pekerjaan, semangat Seiji mulai memudar. Nampaknya ia mulai nyaman dengan bekerja paruh waktu. Namun, ada suatu keadaan yang membuat Seiji harus mengerahkan seluruh usahanya untuk mendapatkan pekerjaan tetap, yakni masalah keluarga.

Cerita dalam novel ini cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana seseorang berusaha mencari pekerjaan, berusaha bertahan di tempat kerjanya, serta memecahkan masalah yang dihadapi.

Review selanjutnya dapat dibaca di blogku yaaa. Terima kasih sudah mampir :)
https://bektisiblogger.blogspot.com/2...
Profile Image for Nugroho Adi Wibowo.
28 reviews1 follower
April 17, 2022
Cerita tentang seorang pemuda (Seiji) yang bekerja pada suatu perusahaan namun setelah tiba bulan ia berhenti karena ia merasa pelatihan di perusahaan tersebut seperti sekte sesat.

Sebuah cerita yang menarik untuk dibaca, ketika membaca ini aku merasa penulis seperti menceritakan kisah hidupnya kepadaku secara intim. Banyak hal yang relate di kehidupan ku dalam cerita ini. Cukup senang untuk membaca cerita ini hingga selesai.

Bagian yang paling aku sukai dalam cerita ini adalah bagaimana si karakter utama (seiji) mencoba menjadi dewasa dengan mau menerima hal-hal yang dulu pernah ia sia-siakan dan mau memperbaiki segala sesuatunya.

Aku cukup senang dengan ending yang Arikawa Hiro sensei ciptakan untuk buku ini. Jujur aku cukup degdegan endingnya akan membuat mewek seperti buku nya yang sebelumnya (Traveling Cat Chronicles)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,451 reviews73 followers
October 22, 2025
Senangnyaaa! Akhirnya selesai juga. Perkembangan Seiji Take sebagai tokoh utama benar-benar luar biasa. Dari pemuda pemalas jadi pria peka, jeli, dan sangat bertanggung jawab. Sedih sih karena titik awal perubahannya itu karena ibunya yang depresi gara-gara dirundung para tetangganya sampai dua puluh tahun! Beruntung dia dapat lingkungan kerja baik yang percaya pada potensinya.

Dulu aku pernah nonton doramanya. Jadi pingin nonton lagi, deh.

Habis ini baca ulang Travelling Cat Chronicles!

*

Kata-kata yang keluar dari mulut mereka selalu tulus. Kalau Take bilang kapan-kapan, berarti itu bukan kapan-kapan standar yang tak akan terjadi, tetapi kapan-kapan yang akan terkabul suatu saat nanti. Sama halnya, kalau Minami bilang akan menunggu, berarti itu bukan basa-basi dan ia akan sungguh-sungguh menunggu.

(hal. 387)
Profile Image for z. imama.
370 reviews12 followers
January 9, 2022
Reading the translated Bahasa Indonesia version instead of original Japanese. The way the Japanese do storytelling in novels is a bit different; they have plenty of explanatory paragraphs. If you're looking for dialogues, maybe you won't get enough with this book.

This is a journey of Take Seiji from a self-absorbed man to a caring man who looks out for his family. It gives a truckload of information on the workforce situation in Japan (at least during that time, since this novel originally comes out in the early 2000s) but I guess some ethics are still applicable even today.
Profile Image for Qothrunnada.
99 reviews9 followers
December 7, 2022
4,8/5⭐️
Bagus! I didnt expect ceritanya sebagus iniii.
Ceritanya tentang Seiji yang mau membeli rumah, dengan berbekal pengalaman serta gajinya. Yang awalnya Seiji serampangan amburadul sampai bisa dapat pekerjaan tetap. Bagaimana kondisi keluarganya hingga bisa pindah ke rumah baru. Alasan mereka pindah tidak bisa ku jelaskan karna akan spoiler hehe. Novel ini juga mengangkat isu mental health, terutama dalam bidang rumah tangga atau keluarga. Bagian kisah cinta Seiji aja sih yg kurang mendalam
Profile Image for Syifaori.
11 reviews
March 5, 2023
Aku ga menyangka akan ada unsur mental health yang diangkat dalam cerita ini, overall ok for me, character development tokoh utama, Seiji, juga bagus. Good ending, cuma kayak..kurang aja gitu. Dan ternyata ada romancenya sekilas, dan cliffhanger sih sama hubungan antara Chiba dan Seiji. Intinya buku ini worth it, tapi karena ada lumayan banyak istilah dalam profesi, terutama Konstruksi, untuk orang awam seperti aku lumayan bingung sama apa yang dibicarain sama tokoh utama dengan tokoh lainnya. ^^
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Afifah Alfiandri.
47 reviews
May 14, 2022
Buku ini cocok sekali dibaca oleh mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate yang biasanya naif; ingin cepat mencari pekerjaan mapan, tapi tidak mengukur diri. Macam saya.

Lewat sikap dan sifat Take Seiji, juga masalah-masalah yang terjadi di keluarganya, sedikit banyak saya bercermin sekaligus ditampar kuat-kuat. Bahwa hidup tak sesederhana itu. Bahwa hidup tak bisa mengikuti keinginan kita. Bahwa sangat perlu untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Selamat membaca!

Profile Image for Siti Nuraeni.
35 reviews
July 25, 2022
berawal dari seorang take-san yang angkuh seorang freeter atau orang yang tidak bekerja menjadi karyawan tetap dan hanya melakukan pekerjaan sambilan lalu dihadapkan dengan masalah keluarga yaitu penyakit ibunya, cara sikap ayah nya, serta perundungan para tetangga dilingkungan rumah yang harus di hadapi ibu nya tanpa diketahui oleh Take-san


novel ini slice of life yang sangat heart warming, memberikan alur yang nyaman dari orang yang angkuh menjadi orang yang bertanggung jawab
Displaying 1 - 30 of 43 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.