jangan remehkan kekuatan dan potensi dibalik suatu cerita, melalui narasi yang disusunnya, manusia membangun dunia dan kehidupannya. kira-kira begitu intisari buku ini.
" Ceritamu adalah Hidupmu". Bagi Dr Loehr, cerita berbicara banyak tentang kepribadian manusia. Melalui cerita, seseorang menyusun kembali kehidupannya. Baik keberhasilan ataupun kegagalan. kisah sukacita ataupun duka cita. Pengharapan manusia dan kekawatirannya. Manusia selalu memiliki cerita tentang pekerjaan, keluarga, karir, relasi, hubungan personal maupun interpersonal dengan komunitasnya. Seseorang yang tak pernah menulis atau bahkan berfikir untuk menulis novel sekalipun, sebenarnya tengah menulis sebuah cerita tentang hidup & pilihan-pilihannya setiap hari dengan perbuatannya.
Seringkali cerita bercampur aduk antara kenyataan, harapan dan keyakinan-keyakinan pribadi yang tersembunyi. Karenanya, "sebuah cerita selalu bercerita banyak ". Melalui cerita yang disampaikan, manusia merumuskan tujuan hidup, ketrampilan, kompetensi, tantangan dan peluang-peluang yang dihadapinya. Jika hidup adalah cerita, masih menurut Dr. Loehr, ada beberapa bagian cerita hidup kita yang sebenarnya tidak berfungsi, kurang efektif dan sangat menganggu. Bagian tersebut, seperti halnya sebuah naskah, cerita tersebut perlu proses "editing" atau bahkan "penulisan ulang". Penulisan ulang tersebut tidak berarti merubah sejarah atau memanipulasi data. Apa yang disebut penulisan ulang adalah mengganti cara pandang tertentu dalam memahami sebuah peristiwa. Cerita penderitaan bisa menjadi kisah yang memberi pengharapan, jika pribadi tersebut menaruh perspektif tertentu yang memberi dia pengharapan atau alasan untuk lebih tabah, bertekun. Dalam proses penulisan tersebut, manusia merumuskan goal dan keyakinan penting hidupnya. Menulis ulang suatu "reality based story" akan mempengaruhi tindakan, pekerjaan dan kehidupan personal kita.
buku ini menarik dari sisi gagasan. tapi hemat saya kurang berhasil dalam penyusunan. beberapa petunjuk praktis yang disertakan justru mengurangi/ mereduksi kekuatan gagasan yg ingin disampaikan..