Baca buku ini ketika lagi heboh-hebohnya kasus IPDN. Bagi saya buku ini tidak seperti yang diharapkan. Lebih banyak isinya mengenai biografi sang penulis. Walaupun isinya mengungkap banyak fakta-fakta fantastis mengenai salah satu kampus termakmur di Indonesia. Cuma yang mampu membuat kening berkerut adalah di beberapa (banyak) bagian ditulis dengan bahasa yang terlalu vulgar, bukan ketika mendeskripsikan kejadian di IPDN, tapi justru ketika mendeskripsikan hubungan keluarga si penulis. Tapi setidaknya buku ini merupakan suatu suara keberanian diantara orang-orang yang ingin menutup rapat kejadian di balik kampus Jatinangor.
Buku ini menjelaskan secara rinci terkait peristiwa kelam yang kerap terjadi berulang di kampus IPDN yaitu kampus yang dijadikan tempat untuk menghasilkan lulusan yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Di kampus ini berulang terjadi peristiwa kekerasan fisik dari para senior ke para junior bahkan menyebabkan kematian beberapa anggota junior. Sistem di kampus ini mengarah ke arah yang salah dalam mendidik orang sehingga perlu ditindaklanjuti dengan tindakan yang ekstrem yaitu kampus ini sebaiknya dibubarkan saja karena lulusan yang dihasilkan juga tidak akan berkualitas.