琴音らんまる Après avoir reçu le prix d’encouragement lors du 21e Nouveau Talent de Ace, Ranmaru Kotone commence sa carrière. Elle adapte en manga La Traversée du Temps – Tokikake, The Night Is Short Walk on Girl, BLOOD-C, RDG Red Deta Girl.
Premis awalnya biasa: ada mahasiswa yang jatuh hati pada gadis junior teman seklubnya.
Lalu, ada ikan terbang. Lalu, ada makhluk-makhluk yang bisa melayang lintas dimensi. Lalu, ada kakek-kakek super yang bepergian dengan karavan ajaib. Lalu, ada duel sake sampai nge-fly ke atas langit. Lalu, ada muda-mudi yang kejatuhan apel dari langit dan saling jatuh hati setelah berbagi kenangan manis tentang bokong gajah. Lalu, lalu…..
…….!!??
Intinya, ini cerita magical realism, genre yang mungkin hanya cocok untuk yang doyan berkhayal aneh-aneh. Saya yakin banyak pembaca waras akan bingung dan mungkin hilang selera sewaktu mulai baca. Dari awal, memang langsung banyak diberondong peristiwa supernatural yang terjadi secara ngacak dan nyaris surreal (sementara tokoh-tokoh dalam komiknya sendiri kelihatan tidak terlalu ambil pusing dengan segala keanehan itu).
Saran saya: baca saja pelan-pelan, ikuti arusnya, dan tidak usah terlalu pusing dipikirkan. Lama-lama akan dapat sendiri ritmenya.
Kunci meresapi NiS:WOG adalah dengan memahami esensi latar tempatnya: Kyoto. Dengan begitu banyak kuil, cerita rakyat, dan mitologi supernatural, kota ini memang sangat cocok untuk cerita berjenis magical realism. Alih-alih ‘cerita cinta di Kyoto', mungkin lebih tepat kalau komik ini disebut ‘cerita tentang Kyoto dengan bumbu kisah cinta’. Dalam setiap bab yang memuat kisak-kisah episodik, kita diajak menelusuri berbagai sudut kota yang sudah diberi sentuhan magis…. dan hal inilah yang menurut saya jadi pesona utama NiS:WOG (dan karya Tomihiko Morimi pada umumnya).
Mengenai kisah cintanya sendiri…. yah, saya awalnya lebih banyak menertawai tingkah dan khayalan memalukan si tokoh utama ‘plz notice me, senpai kouhai’:
LOL @ ”mesin roman tak terkendali” tokoh utamanya ternyata si Gusfina
Semakin lama, rasanya semakin simpati dengan si tokoh utama yang lugu-lugu-idealis tapi selalu apes ini dan semakin dahsyat ngetawain penderitaannya. Sedangkan, si Gadis…. ah, rasanya mustahil untuk tidak suka kepada tokoh ini. Ia selalu manis, hangat, dan menyenangkan tanpa kesan dibuat-buat seperti banyak tokoh cewek idaman lainnya. Seleramu memang bagus, Senpai Tokoh Utama.
Di antara kisah-kisahnya, ada parodi kisah detektif yang langsung saya suka karena itu genre favorit saya. Lalu, yang benar-benar jadi favorit adalah kisah petualangan di lapak buku tua di Volume 2, saat si Gadis mencari buku kesayangan di masa kecilnya.
Di antara jalinan kisahnya, memang ada beberapa yang kurang mengena bagi saya (secara umum, saya kurang ngeklik dengan Volume 1 dan 4). Saya rasa sensasi membaca NiS:WOG memang akan bervariasi dan subjektif, tergantung dari selera, kadar kewarasan, dan kenangan roman si pembaca sendiri. Namun, begitu sampai di endingnya, saya rasa kebanyakan orang akan merasa puas dan damai. Buku yang sangat mewakili ungkapan ‘the whole is greater than the sum of its parts’.
Tiga setengah bintang yang dibulatkan ke atas. Ini komik yang abstrak, aneh, dan ngacak…. tapi juga lucu, filosofis, dan menyejukkan hati.
Seorang Senpai sedang kehilangan semangat dalam menempuh hidupnya, hingga dia sering bersikap sinis pada orang. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang gadis yang baru saja bergabung di klubnya.
Senpai berusaha menarik perhatian si gadis, tapi dia harus berjuang keras, karena ternyata si gadis sangat aktif dan sering terlibat dalam kegiatan aneh bersama orang-orang unik di Kyoto.
Membaca komik ini pada awalnya saya merasa bingung, aneh, tidak mengerti. Ceritanya tentang mahasiswa jones (jomblo ngenes) yang jatuh hati pada adik kelasnya, sehingga ia kemudian berusaha mengejar gadis itu. Ternyata si gadis (yang lugu) punya hobi minum minuman keras dan kuat minum. Dalam perjalanan, mahasiswa (Senpai) dan si gadis bertemu dengan berbagai orang, orang-orang ajaib dikelilingi hal-hal ajaib seperti Higuchi si Tengu, Rihaku-san yang mirip rahib, Toudou-san pecinta Koi yang dikelilingi ikan Koi terbang.
Walaupun awalnya aneh, lama-kelamaan saya bisa menikmati manga ini, tokohnya yang unik, suasana magic-misterius-kocak yang melingkupi tokoh-tokohnya, nasib Senpai yang terus mengejar namun terus-menerus sial, membuat saya betah membacanya sampai seri ketiga. Komik yang tidak biasa, tapi menarik untuk dibaca. :)