Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pssst...!: 5 sahabat, 5 negara, 5 rahasia

Rate this book
Enggak ada yang salah dengan liburan atau negara ini. Aku yang salah. Salah enggak, sih, nyimpen rahasia dari sahabat sendiri?
-Wira

Ada banyak alasan kenapa aku memilih Belgia, termasuk karena aku akan lebih jujur kepada mereka. Semoga!
-Jiyad

Luksemburg, ada apa di negara kecil ini? Nggak tahu, sih, sama enggak tahunya kalau pilihanku ini akan menjadi bencana. HELP!
-Noura

Aku lebih dari sekadar bahagia ketika merayakan ulang tahun di depan Menara Eiffel. Tapi, Wira merusaknya dengan sempurna! ARGH!
-Adhia

Tiga kesalahan! Memilih tujuan liburan dengan dart, mengubah rencana di detik terakhir, dan yang paling parah, akhirnya aku jujur kepadanya. Eh, itu kesalahan bukan, ya?
-Kalyan

199 pages, Paperback

First published October 1, 2013

10 people are currently reading
117 people want to read

About the author

Dy Lunaly

15 books21 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
45 (37%)
4 stars
23 (19%)
3 stars
32 (26%)
2 stars
15 (12%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Nana.
40 reviews1 follower
December 14, 2013
Pertama kali beli buku ini, bener-bener enggak sabar mau baca. Karena, wow! Covernya menarik banget. Tapi yang paling bikin menarik itu sinopsisnya, serius. Buku dengan setting luar negeri itu sekarang berhamburan di mana-mana, rasanya para penikmat buku lagi keranjingan dengan tipe buku kayak gitu (saya termasuk salah satu dari mereka, tentu saja).

Yang penasaran, coba baca deh sinopsisnya, menarik banget, kan? Well, ada Luksembourg yang jadi salah satu destinasi pilihan 5 sahabat ini. Itu lah yang membuat saya memutuskan mengambil buku ini dari rak buku dan membawanya ke kasir.

Tapi setelah habis di baca, well...saya kecewa. Saya pikir akan ada rahasia besar apa yang mereka sembunyikan, saya pikir mereka semua menentukan destinasi menggunakan dart, saya pikir Kaylan melakukan kesalahan besar dengan mengubah keputusan di detik terakhir... Dan ternyata apa yang udah ada di benak saya sebelum membaca buku ini salah semua. Kenapa? Karena saya sudah mengharapkan sesuatu yang lebih, tapi saya tidak mendapatkannya.

Jujur, menurut saya konflik di buku ini terlalu....datar. Kelima sahabat ini masing-masing memendam rahasia kalau mereka memendam perasaan pada sahabat yang lain. Sementara sudah ada perjanjian di antara mereka untuk tidak mencintai sesama sahabat supaya bisa menjaga hubungan baik persahabatan. Well, berapa kali sih kita nemuin cerita dengan konflik kayak gini? Banyak.

Jadi, inilah yang membuat saya agak kecewa. Penyampaiannya pun terlalu biasa dan kurang menarik (saya mengakui beberapa penulis itu hebat karena bisa membuat ide cerita yang biasa jadi menarik dengan gaya penceritaannya yang khas).

Setelah saya perhatikan, buku ini juga menganut perbandingan deskripsi-dialog, 20-80. Wow, ekstrim. Saya sangat suka membaca dialog dalam buku dan kurang suka yang deskripsinya terlalu panjang dan bertele-tele. Tapi jelas, buku ini terlalu banyak dialognya.

Padahal, dengan lima destinasi berbeda, seharusnya akan lebih banyak deskripsi yang bisa di gali. Saya sama sekali tidak merasakan adanya kaitan 5 destinasi (Belanda, Belgia, Luksemburg, Prancis, dan Italia) dengan kisah mereka berlima. Ini kayak cerita+setting, udah. Kurang ada keterkaitan karena penulis cuma menggambarkan jalan-jalannya mereka ke beberapa destinasi di negara yang mereka pilih masing-masing.

Menurut saya, cerita dengan setting luar negeri yang bagus adalah, penggambaran negara yang bagus dari si penulis, gak peduli si penulis udah pernah ke sana atau belum (biasanya yang udah bisa lebih tahu, sih).

Bagaimana penggambaran yang bagus itu? Well, bukan dari tempat-tempatnya aja, bukan cuma menara eiffel itu tempat yang romantis, apalagi waktu malam. Tapi juga perlu ditambah, orang-orangnya rata2 juga romantis, bahkan kalau mereka bicara seolah seperti sedang menyatakan cinta.

Dari lima destinasi ini, saya tidak menemukan satu kalimat pun yang menggambarkan karakter orang-orang di negara tersebut, karena cerita ini hanya berfokus ke kisah mereka berlima. Padahal tempat dan karakter manusianya merupakan kesatuan yang menggambarkan ciri tiap negara. Inilah yang saya bilang jatuhnya jadi seperti cerita + setting.

Saya mengharapkan interaksi mereka berlima dengan orang-orang sekitar, bukan hanya benda mati (tempat2 bersejarah) yang mereka datangi. Mungkin akan lebih menarik jika ada konflik yang berkaitan dengan orang2 di negara itu.

Soal karakter, menurut saya juga kurang tergali dengan baik dan matang. Waktu membaca chapter tentang Wira, saya cuma bisa membayangkan tampang Wira, tanpa tahu bagaimana keempat sahabatnya yang lain, bahkan Kaylan sama sekali gak kebayang karena dia cuma muncul nama aja.

Saat saya baca chapter Jiyad, saya lebih bingung lagi, karena saya sama sekali tidak bisa membayangkan Jiyad itu tampangnya kayak apa. Oke dia suka fotografi, kalem, pendiam. Tapi gayanya kayak apa? rambutnya gondrong kah? cowok banget kah? kulitnya putih? sawo matang?

Saya baru mendapatkan jawabannya saat membaca chapter Noura. Ternyata Jiyad itu tinggi besar, berkulit kecoklatan dan rambutnya cepak. Sepanjang 2 chapter, bagi saya wujud Jiyad sama sekali belum berbentuk di benak saya, dan ini agak menyebalkan.

Dan di chapter Noura ini juga, saya baru tahu kalau Wira itu pakai kacamata. Ya ampun, telat banget. Saya enggak meminta penulis untuk menggambarkan detil mereka satu persatu di awal chapter, karena pasti panjang dan jadi kehilangan tujuan utama untuk nyeritain Wira. Tapi paling enggak, penulis harus menemukan cara untuk membuat imajinasi pembaca bisa menangkap bagaimana sosok kelima orang ini, dari awal cerita. Gak perlu dari atas sampai bawah. Cukup penggambaran kasar aja. Itu akan sangat membantu.

Satu lagi yang membuat saya jengah adalah, pengulangan. Iya Wira suka sama Adhia, mau diulang sampai berapa kali? Pembaca tahu kok fakta itu walaupun Noura cuma nyebut sekali dalam hati "untung wira enggak lihat ini," waktu Adhia sama Kaylan akrab banget. Sebab, gak semua pembaca itu sama kayak Adhia dan Kaylan, sama-sama enggak bisa ngelihat tanda-tanda kalo mereka saling suka. Ini udah ketebak dari awal, ditambah pengulangan-pengulangan hint di sana-sini, sejujurnya itu membuat cerita jadi agak membosankan.

Oke, kayaknya panjang banget reviewnya.

Dari sepanjang ini, mungkin saya yang sejak awal salah. Dari cover aja udah jelas, bentang belia. Dan udah berapa ratus buku saya baca soal konflik cinta anak muda begini. Jadinya kalau terlalu biasa, saya kecewa. Mungkin kalau saya bacanya waktu masih 16-17 tahun saya akan cukup suka dengan cerita ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
August 14, 2018
Aku mungkin nggak bisa memilih siapa yang menjadi keluargaku, tapia ku bisa memilih siapa yang menjadi sahabatku dan perjalanan ini membuatku semakin yakin kalau aku nggak salah memilih mereka. (hal.38)


(rate sesungguhnya: 3.7)

Jadi sebenarnya ini re-read untuk kedua kalinya setelah aku pertama baca saat di bangku SMA, tepatnya tahun 2014.

Buku ini memiliki konflik yang ringan, walaupun banyak. Ya, banyak. Ada 5 jenis konflik yang ada, sesuai dengan salah satu bagian judulnya: 5 rahasia .

Dan untungnya ga semua konflik berhubungan dengan romansa dan persahabatan, seperti yang mungkin pembaca bayangkan. Salah satunya aku. Hehe.

Tapi tetep aja nilai yang paling ditekankan disini ya persahabatan. Di setiap bagian pasti diakhiri oleh pesan persahabatan.

Penggambaran kota-kota ikonik di Eropa dalam buku ini sudah baik. Waduh, aku jadi penasaran deh! 😂 Ga cuma tempat, gaya berpakaian juga dijelaskan dengan istilah fesyen (terutama di bagiannya Adhia) sehingga bakal kebayang style mereka masing-masing. Kecuali untuk yang awam dalam dunia perfesyenan (???) kaya aku. Sepertinya perlu penelusuran lebih lanjut hehe.

Tapi ada hal yang mengganjal pikiranku: Adhia. Menurutku dia terlalu kekanakan di usianya. (Perlu diketahui, tokoh-tokoh di buku ini berusia sekitar 20-21 tahun (terlihat dari dialog mengenai TA dan koas, dan juga umur Wira di bagian pertama)). Marah-marah seperti anak kecil. Galaunya seperti ABG. Tapi di sisi lain dia bijak. Hmm. Benar-benar bagai remaja.

(Ceritanya aku disini ga nyadar diri kalau aku itu sama aja 😂)

Satu lagi: bisa ga Kalyan berhenti nyebar kampret kemana-mana? Wkwk 😂

Intinya, aku rekomendasikan buku ini untuk yang lagi kena reading slump. Siapa tau mood kalian bisa balik lagi!

Jujur memang tidak selalu menyenangkan karena terkadang kejujuran itu akan menyakitkan orang lain. Tapi, seorang sahabat pasti bisa memahami kejujuran itu walaupun terkadang membutuhkan waktu untuk menerimanya. Sahabat bukan orang yang ada ketika kamu sedih, tapi sahabat adalah mereka yang paling bahagia, lebih dari kebahagiaan yang kamu rasakan ketika melihat kebahagiaanmu. (hal.75)
Profile Image for Rula.
58 reviews2 followers
May 5, 2017
"5 sahabat, 5 negara, 5 rahasia". Tagline di cover bukunya seperti itu. Tapi versi gue, "5 sahabat, 5 negara di Eropa, 3 cinta, 2 romantic couple".

Loveeee this story. Cara Dy bercerita plus diksi yang digunakan mampu menyihir otak gue untuk terus menjelajahi tiap halaman novel ini. Latar belakang beberapa negara romantis di Eropa yang dideskripsikan dengan apik pun mampu menghipnotis gue. Keren! Lafffff banget 😍😍

Dan membuat gue semakin ingin keliling Eropaaaaa
Profile Image for Hang's Library.
5 reviews
May 9, 2025
Buku ini merupakan salah satu yang terbaik sebagai bacaan saya ketika masih SMP. Latar cerita mengambil negara-negara di Eropa yang dikemas dengan manis, menyenangkan dan sederhana. Alur cerita yang menenangkan dan bahasa yang ringan memudahkan setiap pembaca untuk hanyut ke dalam cerita. Bahkan setelah saya memasuki bangku kuliah dan iseng membaca ulang, buku ini tetap menyenangkan. Tidak heran jika setelah membaca buku ini, orang-orang ingin mengunjungi Benua Biru ini dan meromantisasi setiap sudut negaranya. Menariknya juga, setelah membaca buku ini saya jadi suka mendengarkan lagu-lagu dari Michael Buble, apalagi yang judulnya Home!

highly recommended!
selamat membaca :)
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
December 12, 2014
Persahabatan merupakan jalinan yang terkadang lebih indah dan lebih kekal daripada cinta. Sampai-sampai, beberapa orang memilih memendam cinta pada sahabatnya sendiri karena takut merusak circle persahabatan itu.

Dan, inilah yang terjadi dalam circle persahabatan Wira, Jiyad, Noura, Adhia, dan Kalyan. Masing-masing di antara mereka punya rahasia. Kemudian, rahasia itu mulai terurai dalam perjalanan mereka menyusuri lima Negara di Eropa.

Buat Wira, rahasianya tidak hanya tentang perasaannya pada salah satu sahabatnya. Dia punya masalah lain tentang masa lalunya, tentang Negara Belanda–tempatnya dilahirkan, namun sekaligus tempatnya kehilangan sang ayah.

“…kayaknya keputusanku untuk kembali ke kota ini salah. Kota ini kontak pandora yang seharusnya nggak aku buka.” – Wira – hlm. 15

Sebenarnya, Wira terlalu enggan menapakkan kakinya di Belanda, seperti sang mama yang tak mau lagi mengunjungi Negara ini. Tapi, Wira tetap ke sana. Dia ingin menunjukkan keindahan kota kelahirannya pada ke empat sahabatnya.

“Mungkin kamu benar, Ra. Kota ini bukan pelakunya, tapi aku merasa kota ini masih berhutang penjelasan kepadaku.” – Wira – hlm. 25

Belgia, Negara inilah yang dipilih Jiyad sebagai Negara impiannya karena tiga alasan, arsitektur, fotografi, dan Tintin. Kemudian, di sinilah Jiyad mencurahkan perasaannya.

Dia punya rahasia tentang hatinya. Ada rasa cemburu yang dia pendam pada salah satu sahabatnya. Namun, Jiyad tak pernah mengungkapkan secara gamblang. Kenapa? Karena kalau dia mengungkapkannya, maka rahasianya yang lain akan terbongkar.

Namun, Jiyad sudah bertekad akan mengatakan rahasianya, meskipun sebenarnya dia takut, takut sahabatnya marah dan meninggalkannya.

“Jujur memang tidak selalu menyenangkan karena terkadang kejujuran itu akan menyakiti orang lain. Tapi, seorang sahabat pasti bisa memahami kejujuran itu walau terkadang membutuhkan waktu untuk menerimanya.” – Jiyad – hlm. 75

Luxemburg merupakan Negara yang dipilih Noura. Dan menurut para sahabatnya, Luxemburg begitu mirip karakter Noura, tenang, damai seperti nggak ada masalah dan memberi kesan seperti semua baik-baik saja.

Tapi, ternyata Luxemburg bukan Negara impian Noura. Dan keputusan Noura menjadi bagian yang menimbulkan kekecewaan untuk teman-temannya.

Sejak awal, perjalanan ini adalah perjalanan untuk mewujudkan Negara impian mereka. Tapi, buat Noura memikirkan hal yang terbaik untuk semua adalah yang lebih utama dari pada kebahagiaanya sendiri.

“…seseorang itu kelihatan bahagia kalau dia bahagia karena mendapatkan apa yang dia inginkan, bukan karena berhasil membahagiakan orang lain.” – Adhia – hlm. 99

Adhia memilih Paris sebagai Negara yang mereka kunjungi berikutnya. Cewek yang hobi shopping ini punya impian merayakan ulang tahunnya di sana. Dia juga bermimpi mendapatkan pernyataan cintanya di kota romantis ini.

“Tapi, sebenarnya bukan sikap manisnya itu yang bikin aku sadar kalau aku mencintai dia. Aku sadar karena aku memilih menghubungi dia dari beberapa pilihan yang aku punya. Aku mau dia yang jadi supermen-ku, bukan orang lain.” – Adhia – hlm. 103

Baca selengkapnya >> http://dianputu26.blogspot.com/2014/1...
Profile Image for Tri Ciduk.
20 reviews3 followers
October 25, 2015
saya acungkan jempol deh sama kak Dy Lunaly yang berusaha memberikan yang terbaik untuk bukunya kali ini, agar para pembaca bisa mengenal kelima tokoh dimana kelimanya menjadi tokoh utama disetiap cerita mereka. Bisa kan bayangi betapa sulitnya kamu sendirian harus mengekpresikan lima tokoh dalam cerita dengan wujud dan kepribadian sikap yang berbeda-beda, terlebih harus membuat lagi konflik dimana setiap orang memiliki masalahnya masing-masing dan bagaimana caranya untuk memberikan penyelesaian disetiap konflik agar terlihat baik disetiap akhir ceritanya. Dimana kamu harus membuat semuanya jadi perfect tanpa celah sedikitpun. Melalui buku inilah kita bisa melihat perjuangan kak Dy yang menurut saya cukup berhasil.
Selain itu, saya suka dengan cara penulis yang memberikan penggambaran lokasinya cukup menarik. Dimana menurutku settingnya ngak cuma dipakai hanya sekedar sebagai tempat kejadian saja, tapi memang menjadi bagian utama dari cerita ini, meskipun tidak terlalu detail, tapi menurutku sudah pas porsinya karena buku ini juga tidak membahas tentang perjalanan mereka secara detail melainkan inti dari dilakukannya perjalanan itu kan.

Covernya juga sangat menggoda, mengingatkan saya akan impian yang terpendam untuk menikmati sunset dengan menaiki kanal bersama pasangan diiringi music klasik mengarungi sungai Venesia. Oh, so sweet.
Buku ini saya rekomendasikan untuk kalian yang punya sahabat, apalagi yang hatinya lagi kepincut sama sahabatnya sendiri. Itu ngak masalah kok, ngak perlu ragu untuk mengutarakannya. Untuk masalah ditolak apa ngak masalah belakang, yang penting kalian harus jujur sama perasaan sendiri. Buat yang ngak punya sahabat (?) hehe bukunya masih tetap asik loh, menarik, setidaknya bisa membuatmu merasa liburan ke berbagai tempat hanya dengan membuka lembaran buku ini ^^.

review selengkapnya baca di sini http://utsukijurnal.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
December 15, 2013
saya sebenernya sependapat sama review sebelumnya, kalau karakteristik masing-masing tokohnya kurang keluar, kalah ama setting kota-kotanya. memang sih, ini novel traveling, tapi tetep kudu menonjolkan penokohan juga, ga semata menjual setting tempat.

terkait sama deskripsi tempat, harus kuacungkan empat (belas) jempol buat Dy yang berhasil menceritakan secara detil tentang tempat-tempat dan kota-kota yang mereka kunjungi. saya jadi merasa ada di situ. Dy melakukan riset dengan sangat baik.

novel yang terdiri dari lima fragmen sesuai jumlah tokoh utamanya (enam termasuk epilog) ini saya lihat sebagai sosok Dy yang dipisah menjadi lima bagian. tenang dan suka baca ada pada Noura, arsitektur-geek dan suka fotografi ada pada Jiyad, fashionable dan sedikit manja ada pada Adhia, dsb. tapi kelima fragmen yang juga terdiri dari lima konflik berbeda ini berhasil diselesaikan masing-masing dengan baik.

oke, perkara cerita yang cenderung sering terdapat di banyak buku lain. bikin cerita dan konflik untuk novel remaja memang ga gampang. meskipun cerita di novel ini cukup jamak ditemui, tapi saya rasa Dy bisa mengemas dengan cukup baik. saya cukup bisa menikmatinya sampai habis.

satu hal yang saya sayangkan adalah adanya inkonsistensi. dalam kalimat langsung, beberapa di antaranya menggunakan kata baku, sedangkan sebagian lain menggunakan kata yang biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari. contohnya seperti 'ngejek' dan 'mengejek'.

seperti review buku Dy yang lain, buku ini juga cukup banyak menyelipkan kata bahasa Inggris yang sebenarnya bisa dicari padanan bahasa Indonesia nya.

chapter epilog ini jujur merupakan chapter yang palin saya suka di buku ini, karena secara pas berhasil menjadi epilog. ssetelah semua konflik dan rahasia antar-teman terbongkar selama 14 hari perjalanan mereka, saya bisa merasakan perasaan mereka semakin erat satu sama lain.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
March 23, 2014
Ternyata saya satu pikiran dengan para resensator di sini hehe. Kurang lebih sama, terutama soal usia dan deskripsi tokoh, setting, alur, dan konflik.

Tapi kaver dan pembatas bukunya kece berat. Ilustrasinya juga oke. Ini buku Dy Lunaly pertama yang saya baca, jadi saya baru tahu kalau sasaran pembacanya gadis-gadis seumuran adik saya. Nanti saya tanyakan pendapatnya kalau dia sudah selesai.

UPDATE

Ternyata adik saya lebih betah baca pdf daripada buku fisik. Nggak tahu, memang aneh dia. Jadi saya melayangkan buku ini ke keponakan yang dari kandungan juga sudah kutu buku dan meminta pendapatnya.

Katanya, buku ini seru. Dia nangis pas bagian epilog (good job, Dy!) . Dia juga kelihatannya puas sama tampilan bukunya secara keseluruhan. Tapi, dia juga nanya, kenapa Jiyad di sini kayak yang nggak 'muncul'? Kenapa dia porsinya cuma dikit?

Satu lagi, karakter favorit dia Adhia. Berarti dia salah satu pembaca yang nggak keberatan kalau ada tokoh yang menyebut a piece of clothing sampai sedetail itu (karena jujur, itu salah satu turn-off untuk saya) terlebih, saya bukan penggemar Ksubi hehe.

Oh ya, keponakan saya ini umurnya 12 tahun, jadi memang bacaan yang pas untuk remaja. Dia nitip satu bintang di sini :)
Profile Image for Heruka Heruka.
Author 9 books9 followers
November 25, 2014
2,7 bintang tepatnya. Keunggulan buku ini adalah ceritanya. Banyak twist yang tepat sasaran dan cocok banget dengan plot yang memang dibagi berdasar PoV empat orang yang berbeda. Deskripsi Tempat ala novel travellingnya pas karena nggak berlebihan. Tapi emang rada kurang detil sih, untungnya ini memang teenlit, jadi wajar. Jeleknya, umm.., walaupun banyak quotes menarik di sini, tapi banyak juga analogi yang nggak tepat dan kalimat yang ambigu *saya nggak catet contohnya #plak*. Emosinya kurang digali, kayak mulai-sebentar-lalu-selesai-mulai-sebentar-lalu-selesai, jadi yang keliatan kayak banyakan seneng2nya. Terus yang lebih mengganggu, penyebutan jenis pakaian yang sampai detil banget dan full english. Duh ya, kalau bisa nyebut shorts pake celana pendek, t-shirt dengan kaos, dll kenapa mesti disebutin sepanjang itu dengan bahasa inggris. Bisa lah kalau emang istilahnya asing dan udah enak didengernya kayak gitu, tapi kalau udah umum dipakai dalam b.indonesia ya ngapain mesti maksain pake b.inggris. Itu aja sih. By the way, saya suka salah satu momen penryataan cinta di sini. Ikonik.
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
January 16, 2014
Hm... ceritanya lumayan lah, tapi di beberapa bagian merasakan kalau keterangan tempatnya terlalu detail. Padahal kalau aku tangkap seharusnya yang ditonjolkan di sini adalah konfliknya, yaitu lima sahabat yang punya rahasia masing-masing; siapa cinta sama siapa. Terus, dialognya. Ini kan settingnya dewasa muda, tapi terlalu bulat alias terlalu baku. Jadi ngebayangin mereka ngobrol gitu kayak lagi siaran program bahasa Indonesia. Hehe. Not bad, nice, but... ya ntar deh resensi lengkapnya. :)

Ini dia resensinya:
http://t.co/yh3TOxT4Zl
Profile Image for Oktavia Ruthdian.
46 reviews3 followers
January 6, 2014
jam 1 lebih dan saya ngga bisa tidur. lebih baik nulis review untuk buku ini. beberapa jam yang lalu saya baru menyelesaikan buku ini.
Berbeda dng para reviewer sebelumnya yang seperti expect too much, saya sudah menduga bahwa ceritanya bakal kekanak-kanakan. (namanya aja bentang belia).
So, menurut saya buku ini cukup oke terutama buat dibaca pada saat kita ngga pengen mikir yang berat-berat.

Enjoy it saat diperjalanan atau sebelum tidur
;-)
Profile Image for Ardi Rz.
48 reviews
June 27, 2014
buku ini sangat romantis ditambah lagi tempat-tempat yang diceritakan sangat membuat saya ingin membacanya lagi dan lagi! noura dengan jiyad adhia dengan kalyan tapi wira kok nggak ada pasangannya sih? kasihan tuh siwira! hahahaha, aku suka banget buku ini dan covernya juga bagus begitu juga gambar-gambar didalam buku membuat saya terbawa cerita hehehe :D thanks ya kak dy lunaly aku suka banget buku ini sangat mengispirasi saya.
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
December 21, 2013
Hum... yang menjadi masalah saya selain yang repiuer Nana di atas sudah sampaikan adalah karakter-karakter mereka ini tidak terasa seperti sudah menginjak kepala dua. Kesannya mereka masih berumur belasan tahun dan baru masuk SMA jika ditinjau dari tingkah lakunya. Tapi siapalah saya menilai kedewasaan seseorang.

Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
March 17, 2014
2,5 stars.

pov agak rancu, susah bedain antar karakter.
setting kurang detail, jadi ga bisa bayangin tempatnya.
bukunya kurang tebal.
karakter kurang kuat.
padahal sebenarnya buku ini bisa jadi bagus kalau lebih dikembangin karakter dan settingnya.

selebihnya suka sama quote-quote yang terselip di dialog.
Profile Image for ratna ayu puspita.
71 reviews1 follower
February 4, 2014
latarnya menarik, beberapa negara eropa yang punya pemandangan bagus. sayang, 5 karakter utamanya tidak diberikan narasi yang cukup untuk bisa di selami. terlalu fokus untuk membuat scene yang romantis, dan dialog2 yang agaknya juga lebih pas untuk abg.
Profile Image for Revol Tamba.
2 reviews
May 27, 2014
Awalnya saya menemukan buku ini di rak perpustakaan kantor karena covernya yang eyecatching.
Secara keseluruhan buku ini cocok dibaca saat santai, walau karakter tiap-tiap tokoh tidak digambarkan dengan kuat. Transisi cerita dari masing-masing bab masih terasa kurang mulus.
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
January 1, 2016
hal yang sulit dari menulis dengan banyak pov adalah tone. waktu membaca pssst...! aku masih merasa cara setiap tokoh menjelaskan sama. lalu, ada kesan bahwa rahasia terlalu dibuat-buat.udah gitu aja. sebenarnya ratenya 2,75, tapi covernya unik heheheh
Author 1 book2 followers
April 29, 2015
Berkali-kali saya jatuh cinta dengan karakter tokoh yang kuat dalam suatu novel. Tentu saja setting itu penting, tapi di novel ini setting tempat lebih menguasai dibandingkan karakter tokohnya :(
Profile Image for Kholida Zia.
2 reviews
July 30, 2025
aku baca ini kayanya waktu sd, sekarang aku semester 8 dan masi suka. belum pernah aku baca ulang lagi tapi ya, cuma ya bagus bgt. but then again i was in elementary school.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.