Hal yang paling unik dari Al-Ghazali adalah perhatian para ilmuwan untuk mengkajinya sebagai ilmuwan yang multidisipliner. Kadang-kadang sebagai filosof, sufi, teolog, atau faqih, walaupun Al-Ghazali tidak pernah merasa menjadi salah satu atau bahkan semuanya. Bagi sebagian peneliti, Al-Gahazali dinilai sebagai anti filsafat, kalam, sufistik, dan pengguna hadits dho'ief dalam ihya-nya--bahkan ada yang berlebihan sampai menuduhnya biang kerok kemunduran intelektual Islam abad-12. Di sisi lain, beberapa penulis menganggapnya sebagai pengganti Rasulullah dalam memaparkan hujjah (disebutnya: hujjah al-Islam). Buku ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Al-Ghazali dan pengaruhnya bagi perkembangan pemikiran dunia Islam. Layak dibaca bagi peminat sejarah tradisi Islam.
Buku yang tipis tapi cukup berat bobotnya. Saya kasih 5 bintang karena menghargai penulisnya, yang dalam 100 halaman bisa masukkin informasi yang padat sekali, tak hanya tentang pemikiran Al-Ghazalinya sendiri melainkan tambahan "introduction" tentang hal-hal yang dibahas itu. Buku ini melampaui ekspektasi saya yang mengira 100 halaman hanya akan berisi biografi singkat plus pembahasan singkat-singkat tentang pemikiran & karya Al-Ghazali ini. Dalam 100 halaman ini, saya dibawa berjalan-jalan ke daerah kecil sejarah, filsafat, tasawuf, juga ke ranah filosofi pendidikan Islam. Buku ini membuka wawasan bagi orang awam semacam saya, & membuka jalan buat kepenasaranan lebih lanjut soal hal-hal yg dibahasnya, & seperti biasa juga terhadap karya-karya tulis Al-Ghazali. Jadi pengen baca... Ihya' Ulumuddin misalnya, juga Misykat Al-Anwar & yang lainnya. :)
Ingin bikin review lebih lengkap, tapi... ? Mungkin nanti (semoga ga cuma mungkin-mungkinan) :p