"Nggak pakai logika sih, jadinya kebawa perasaan terus, kan?" Pernahkah kalian mendengar nasihat semacam itu? Kebanyakan dari kita menganggap bahwa terlalu menggunakan rasa justru akan membuat hidup kita kian sulit. Gampang baper, gampang emosian, nggak bisa melihat segala sesuatu dengan jernih. Padahal, mau nggak mau, hidup kita memang didominasi oleh perasaan.
Pada dasarnya, perasaan bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Justru dengan mengoptimalkan kekuatan rasa, segala hal yang nggak mengenakkan dalam hidup bisa kita hindari, kendalikan, bahkan kita manfaatkan untuk mendapatkan berbagai keberuntungan.
Melogika Rasa akan mengajak kita untuk membangun kesadaran demi mengolah penderitaan menjadi energi yang memberdayakan..
Buku ini membantuku untuk mengurai pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai kehidupan. Kenapa aku selalu merasa kosong? Kenapa aku banyak menarik hal negatif? Kenapa afirmasi yang kulakukan malah mendatangkan semakin banyak kesukaran? Di buku ini, Mas Rosyiid menjabarkan bagaimana manusia harus bisa membedakan keinginan dan kebutuhan, meluruskan apa yang dimaksud dengan afirmasi, sampai dengan berdoa untuk menyapa Tuhan, bukan cuma sekadar minta ini-itu. So far, I enjoy this book a lot!
bagus ih sukaaa!! banyak perenungan2 slama baca dan relatable trus praktikal bgt bukunya. bahasanya juga ringan tapi kenaaa. sukaa. semoga bisa lebih berkesadaran dlm smua hal yg dilakukan di fase adulting ini🥳✨
Mengajarkan cara bagaimana logika dan perasaan bisa berjalan dengan seimbang. Cocok untuk self healing. Review lengkap di sini: https://www.kompasiana.com/oktiwul/66...