Jump to ratings and reviews
Rate this book

Emerald Pieces #2

Emerald Pieces: The Stone and the Throne

Rate this book
Setelah lolos dari ibu kota yang kacau, Dipta dan rombongannya menyelamatkan diri ke Pulau Devata . Menghindari pengejaran istana dan Pendopo Jati, mereka memutuskan untuk menyeberangi pulau. Bersama mereka juga turut serta Genta, raja yang terluka parah, yang dianggap sudah tewas oleh istana.

Sementara itu, Pakuan luluh lantak karena kemarahan istana. Keluarga Adinata kini berpencar: ia dan Kemala dibawa ke istana, sementara kedua putrinya berhasil melarikan diri bersama Lazuar. Dengan bantuan berita dari pewarta, Lazuar membawa keduanya bertemu kembali dengan Dipta di Pulau Devata.

Banyaknya berita yang ia terima sekaligus dari Yava, termasuk mengenai orangtuanya, membuat emosi Dipta campur aduk. Berjuang bersama kelompok pemberontak, Dipta bertekad mengambil kembali Yava dari tangan istana yang keji.

200 pages, Paperback

Published May 31, 2023

3 people are currently reading
17 people want to read

About the author

Mia A. Ulfah

3 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (19%)
4 stars
8 (38%)
3 stars
9 (42%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews70 followers
March 30, 2024
Emerald Pieces: The Stone and The Throne merupakan kelanjutan dari novel Emerald Pieces: The River and The Dance.

Novel keduanya ini berkisah tentang Dipta beserta rombongannya yang menyelamatkan diri dari istana dan Pendopo Jati ke Pulau Devata. Mereka juga membawa serta Genta sang raja yang terluka parah dan dianggap sudah tewas oleh istana.

Banyak hal terjadi sejak Dipta tiba di pulau itu. Meski banyak rintangan yang harus dihadapinya dia berjanji akan mengambil Yava dari tangan istana yang keji. Akankah Dipta berhasil?

__________________
Dibandingkan novel pertamanya, aku lebih suka novel keduanya ini karena gak bertele-tele dan lebih banyak aksi.

Di sini juga banyak rahasia dari masa lalu yang terungkap. Salah satunya adalah tentang identitas sesungguhnya Dipta dan bagaimana dia harus membuktikan dirinya demi mengambil alih takhta.

Yang aku dari seri ini tentu saja world building-nya. Jarang ada novel fantasi dengan sentuhan kearifan lokal yang ceritanya tentang politik kerajaan. Rasanya seru ngelihat tokoh-tokohnya saling berebut takhta dan melakukan berbagai cara licik dan kejam demi mendapatkannya.

Andai aja novel ini dilengkapi map, bakalan ngebantu banget buat para pembaca ngebayangin gimana world building-nya. Ceritanya bakalan terasa lebih nyata.

Banyak tokoh-tokoh yang muncul diceritanya, tapi hanya sebagian yang punya peran penting dan karakter kuat. Aku pribadi gak terlalu suka sama karakter tokoh utamanya, Dipta di sini kaya terlalu mudah menyelesaikan segala permasalahan karena dibantu oleh tokoh lainnya. Meski ada perkembangan karakter dari novel pertamanya, aku masih ngerasa dia gak se-wah apa yang diceritakan.

Malah aku suka sama Genta, menurut aku dia salah satu korban dari perubatan takhta ini dan orang yang paling banyak kehilangan. Aku juga suka Amber, dia karakter yang menarik dari awal cerita.

Meski diakhiri dengan terburu-buru, aku tetap suka sama ceritanya. Dan kalau dilihat dari endingnya bakalan ada novel ketiga dan kayanya ceritanya bakalan fokus ke Amber? Kalau iya bakalan menarik banget!

Pesan yang disampaikan lewat ceritanya juga bagus. Tentang pentingnya menjaga lingkungan dan jangan mengeksploitasinya demi keserakahan pribadi.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang mau baca novel fantasi kerajaan dengan sentuhan kearifan lokal!
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
October 31, 2023
Akhirnya perjalanan Dipta cs. berlanjut. Kali ini mereka menyelamatkan diri ke Pulau Devata berkat tumpangan kapal dari Ogya. Jujur, aku lupa sama nama-nama mereka di buku sebelumnya dan kaitannya dengan Dipta karena buku pertamanya dibaca bulan Maret lalu. Karena penamaan latar dan karakter dsb. jadi nggak sempat mengingat banyak. Untung penulis kasih clue sedikit soal apa yang terjadi di buku sebelumnya, jadi amanlah.

Pertama, aku mau protes karena font-nya kecil banget astaga. Aku baca di gramdig lewat hp btw, tulisannya mungiel sekali dan rapat. Rip mataku.

Kedua, mungkin karena di buku pertama sudah banyak penjelasan, di buku keduanya nggak terlalu banyak yang dibahas lagi karena ya sudah jelas. Mungkin bagian Pulau Ora dan oranya sendiri yang banyak penjelasan karena memang baru.

Ketiga, aku ngerasa karakter Dipta ada pengembangan karakter, sih, tapi entah antara kerasa atau enggak. Di satu sisi dia berubah dan punya rasa tanggung jawab, di sisi lain aku tahu soal ini lewat penuturan penulis. Jadi, bukan murni aku sadar atau karakter Dipta yang mendadak tersadar lalu melakukan perubahan langsung lewat tindakan. Bingung? Intinya, aku merasa perubahan itu karena ada narasi yang menyatakan dia berubah. Emosi dari karakternya sendiri null, makanya aku nggak langsung sadar.

Keempat, kejadian di Pulau Ora itu banyak pertanyaan sebenarnya. Seperti, apa alasan kuat Ambar kembali menyarungkan belati Bilah Sembilan? Padahal Dipta belum benar-benar keluar. Mungkin sudah dijelaskan, sih, tapi kelewat mataku. Terus, ada lagi, adegan Azu ke Ambar itu (maaf) agak cringe. Memang, nuansanya menegangkan dan sedih. Tense up. Tapi, perubahan perasaan yang dirasakan Azu tuh, nggak terlalu smooth, makanya kayak aneh buat seorang yang selalu berpikir tentang strategi malah nggak bisa mengendalikan situasi. But, in the name of love, sih, okelah. Lagi pula, ini pendapat pribadi.

Kelima, adegan action-nya di akhir kurang nendang. Idk, apa kurang showing atau justru sebaliknya. Twist waktu pertempuran itu juga aduh, kok tiba-tiba banget? Ya, memang aku lupa detail alur di buku pertama, tapi rasanya kalau memang mau dibikin twist kayak agak maksa gitu huhu.

Terakhir, buat fantasi lokal, buku ini cukup menarik buat dibaca dan diikuti serinya. Nunggu buku ketiganya terbit.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
November 5, 2023
Baca di gramedia digital.

Sebelumnya, aku mau kasih two thumbs up dulu karena aku jarang liat bku fantasy yg ditulis dan diterbitkan mayor dari penulis Indonesia (ini mungkin aku mainnya kurang jauh juga, sih). Terlepas dari hal-hal yang aku kurang sreg, tapi aku tetep mengapresiasi san berhaeap buku ini banyak yang suka.

Sekarang, aku mau tag jadi spoiler karena bakalan penuh spoiler.


Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
July 5, 2024
“Jangan pernah merendahkan siapa pun yang kau temui. Beri pertolongan ketika kau mampu melakukannya. Juga hargai setiap pertolongan yang kau terima.”

“Selalu ada pengkhianat dalam setiap sekumpulan orang yang kau percaya.”

Akhirnya dapat juga novel ini di iPusnas setelah berkompetisi dalam antriaaan... 😍
‘Emerald Pieces: The Stone And The Throne’ adalah novel lanjutan dari novel ‘Emerald Pieces: The River And The Dance’. Di novel kedua ini menceritakan perjalanan Dipta dan rombongannya setelah berhasil melarikan diri dari ibu kota untuk menuju Pulau Devata.

Di novel ini juga, kita akan diberitahu siapa Dipta sebenarnya. Yang ternyata sama seperti Ambar—kakaknya, Dipta juga bukan anak kandung dari Adinata. Siapa orang tua kandung Dipta sebenarnya? Kalian coba cari tahu sendiri jawabannya dengan membaca novel ini.

Dibanding novel pertamanya, novel keduanya ini lebih seru menurutku. Karena perjuangan Dipta dan rombongannya untuk menggulingkan Prama dan Ayahnya serta anggota Pendopo Jati demi mengungkap kebenaran yang sesungguhnya serta mengambil kekuasaan dari orang yang salah tersebut, Dipta dan rombongannya harus berjuang sangat keras.

Lebih banyak adegan menegangkannya sih di novel kedua ini. Jadi lebih greget daripada novel pertamanya. Recommend buat dibaca..

3.7/5 🌟
Profile Image for Desti Rachmadyah.
125 reviews4 followers
August 24, 2023
PS: review ini tidak disarankan untuk dibaca oleh yang belum baca Emerald Pieces: The River and The Dance.

Yep, Emerald Pieces: The Stone and the Throne adalah buku kedua dari seri Emerald Pieces. Buku-buku ini mengangkat distopia Nusantara sebagai latar: lima gugusan pulau besar yang disebut Nusaharsa.

Karena buku ini adalah sekuel, tentunya kita harus mengingat lagi beberapa hal dari buku pertama. Kuncinya: penyelamatan Sanum di Yava, kelompok pemberontak, kudeta terhadap Genta, sang Raja. Di EP 1, cerita digantung saat Dipta, Sanum, Genta, dan kelompok pemberontak berusaha lari ke Pulau Devata. Dan disinilah awal buku kedua dimulai.

Kata kunci di buku kedua ini tentu saja The Stone and The Throne. Dipta, yang ternyata adalah anak dari Raja Handaru, raja yang dikudeta oleh ayah Genta, harus mengambil batu zamrud yang ada di sarang ora* sebagai bukti bahwa dirinya adalah raja yang seharusnya memimpin Yava. Dibantu oleh kakaknya, Dipta membulatkan tekad untuk merebut tahta Yava dari orang-orang yang mengkudeta Genta. Gampang? Tentu nggak. Yang mereka lawan adalah pasukan kerajaan, dan orang-orang licik. Mereka harus punya strategi perang dan keteguhan hati untuk melawannya.

Apakah Dipta berhasil? Monggo dibaca bukunya, hoho.

To be honest, awalnya aku rada bingung sama buku ini karena "ujug-ujug", nggak ada ringkasan dari buku pertama dulu, membuatku terbengong-bengong saat disebut soal Empat Sekawan—who? Sraan siapa? Jod siapa?
Lalu juga deskripsi soal Ora, si hewan primata. Di bayanganku itu mereka kayak komodo, tapi pas Dipta gelut sama ora yang besarnya berkali lipat sama dia, Dipta ngunci kaki si ora tapi darah dari lukanya Dipta ngucur ke dahinya ... aku gak kebayang.

Tapi diluar kebingungan itu, aku suka buku kedua ini karena banyak adegan aksinya, dijabarkan dengan baik meski agak buru-buru penyelesaiannya. Konsep distopianya juga semakin detail. Sayangnya, buku ini kembali menggantung dengan kode-kode petualangan baru.

Ada yang bisa menebak ke pulau mana petualangan Emerald Pieces selanjutnya? ;)
Profile Image for ayi.
38 reviews
January 1, 2026
Buku pertama di tahun 2026! Since the first book was amazing it pushed me to read the sequel. The first book of Emerald Pieces series set the bar high so I expected the sequel would be more fantastic and adventurous. Sadly, it wasn't. Di awal aku masih bisa mengikuti dan enjoy dengan plotnya, tapi semakin menuju akhir cerita aku merasa eksekusinya jadi berantakan. Klimaks dari cerita ini dibuat terburu-buru sehingga bikin plotnya semakin berantakan padahal latar ceritanya udah kacau banget karena pemberontakan. Selain itu, terlalu banyak trivia tentang karakter lain yang seharusnya ga masalah kalau ga diceritakan, dan hal ini memunculkan cerita "sampingan" atau ga fokus ke plot utama. Trivia-trivia itu bisa aja diganti dengan penggambaran kondisi peperangan yang lebih apik karena menurutku peperangannya membingungkan. Ditambah ada adegan yang ga tau asal usulnya tiba tiba main nimbrung aja, kayak pengkhianatan Paman Bhas 😭. DAAAANN aku merasa ngga nyaman dengan karakter Sanum, di buku pertama dia adalah salah satu main character tapi di buku ini dia bener bener berkamuflase jadi side character. Adegan dan dialog Sanum ngingetin aku sama Y/N MAAF BGTT 😩🙏🏻. Honestly, chemistry yang aku rasakan justru ada pada Dipta dan Lora huhu. Penggambaran karakter Dipta sebagai pemimpin di sini juga kurang kuat, aku cuma melihat dia sebagai main character dan keberhasilannya mendapatkan kerajaan cuma karena plot semata. Malah aku lebih mendukung kalau tetap Genta atau Ambar yang jadi pemimpin. Namun, secara garis besar, ceritanya cukup menjawab kelanjutan dari buku pertama (walaupun endingnya bisa ditebak). Aku juga suka dengan aksi heroik Genta yang mengesampingkan harga dirinya demi bantu Dipta, oh Genta the man you are 🥹❤️ despite this rating I'm genuinely excited for the third book, I think it will focus more on Ambar AND THATS WHY I EXCITED!!!
Profile Image for aynsrtn.
505 reviews16 followers
September 1, 2024
Akhirnya di novel kedua ini terjawab sudah mengapa judulnya "Emerald Pieces". Ya, karena jika ingin diakui menjadi raja Yava harus memiliki kepingan-kepingan zamrud.

Ini novel kedua dari seri Emerald Pieces. Jadi, harus baca yang pertamanya dulu sebelum membaca novel ini.

-----

Di cerita kali ini, Dipta, sang tokoh utama lebih menunjukkan pengembangan karakter. Meskipun kebanyakannya ku mengetahui pengembangan itu karena disuapi oleh penulisnya sendiri, hehe.

Penulis terlalu banyak menyisipkan infomasi ini dan itu. Penjelasan karakter ini dan itu. Jadi, bukan pembaca yang mengetahui sendiri dari—misalnya—interaksi dengan antar tokoh, cara menyelesaikan masalah, dan dialog, tapi karena dikasih tahu penulisnya.

Meski demikian, aku tetep suka dengan ceritanya. Dan sepertinya nama-nama di novel ini tuh terinspirasi dari apa yang ada di negara ini.

Java ~ Jawa
Sundapa ~ daerah di tatar Sunda
Kepingan Zamrud ~ Zamrud Khatulistiwa
Devata ~ pulau Dewata
Ora ~ Komodo
Dan yang lainnya.

-----

Akhir kata, seri Emerald Pieces sangat seru untuk dibaca. Kapan lagi baca novel fantasi lokal dari penerbit mayor? hehe. Semoga makin-makin banyak novel fantasi lokal yang mengangkat budaya bangsa ini.

4⭐️
Profile Image for DAN.
19 reviews
May 22, 2024
Cant wait for Book 3. Journey of Ambar and Lazuar!😆
This entire review has been hidden because of spoilers.
8 reviews
January 7, 2026
omggg, I love when Ambar treated her lil bro. She's such a increadible woman. And for Genta, u did the best choice.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.