Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ombak Samudera

Rate this book
Arena Wati berjaya menukilkan dunia laut dengan segala rahsia alamnya dan ini dihubungkaitkan dengan renungan terhadap jiwa dan hati nurani manusia yang hidup di samping laut. Laut dengan ombak taufannya yang ganas, di samping bayu yang ramah dan ufuk yang indah, serta manusianya yang berani dan jujur dapat diadun oleh Arena Wati dengan berkesan dalam cerpen-cerpennya. (Panel Anugerah Sastera Negara 1991).

1) Dunia Pelaut
2) Tujuh Hari Sekali
3) Laporan Dari Hayat
4) Dunia Milik Kami
5) Seruling Dari Mekong
6) Dunia Yang Kutinggalkan
7) Syonan-To 2604
8) Jalan Tunggal
9) Tangisnya Cuma Sayang Peluru
10) Wisata
11) Ada Apa Di Sana
12) Ombak Samudera Nisannya
13) Alun Menggulung Perlahan
14) Bukan Satu Jalan Ke Mekah
15) Rakit Baru Badan Tua
16) Jaga Muka Dua
17) Di Sini Saja
18) La Gore
19) Kenapa Di Sini
20) Bara Batu

309 pages, Paperback

First published January 1, 1992

2 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Arena Wati

71 books51 followers
Arena Wati adalah nama pena dari Muhammad bin Abdul Biang alias Andi Muhammad Dahlan bin Andi Buyung (lahir di Jeneponto, 20 Juli 1925 – wafat di Cheras, Malaysia, 26 Januari 2009 pada umur 83 tahun), sastrawan negara Malaysia asal Indonesia. Ia juga memakai nama pena lain seperti Duta Muda dan Patria. Selama tiga tahun (1986-1989) pernah menjadi dosen tamu di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Masa muda Arena ditempunya di Makassar. Ia menjadi pelaut sejak 1943 dan pada usia 17 tahun sudah jadi nahkoda kapal. Sekitar tahun 1954 ia telah menetap di Malaya dan bekerja di lingkungan penerbitan majalah "Royal Press" dan penerbitan "Harmy". Tidak lama kemudian, dia pindah ke Johor Baru bekerja pada penerbitan Melayu Ltd,, selama lima tahun. Tahun 1962-1974 bekerja di Pustaka Antara, Kuala Lumpur.

Novel pertamanya, Kisah Tiga Pelayaran, terbit tahun 1959 di Singapura. Setelah itu menyusul Lingkaran (1962), Sandera (1971), Bunga dari Kuburan (1987), Kuntum Tulip Biru (1987), Sakura Mengorak Kelopak (1987), Panrita (1993), Sukma Angin (1999), Trilogi Busa (2002), Trilogi Armageddon (2004), dan Trilogi Bara Baraya. Ia juga menulis buku-buku kajian sastra dan kebudayaan.

Penghargaan tingkat internasional yang diraihnya adalah Penghargaan Sastra Asia Tenggara, SEA Write Award, dari Raja Thailand pada tahun 1985 dan Sastrawan Negara dari Pemerintah Malaysia tahun 1988.

Arena Wati menikah dengan Halimah Sulong dan dikaruniai enam anak. Ia wafat akibat gangguan pada paru-parunya.

(Sumber: Wikipedia)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (29%)
4 stars
11 (45%)
3 stars
5 (20%)
2 stars
1 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.