Jump to ratings and reviews
Rate this book

Behind The Screen

Rate this book
Hampir dua tahun Anjani Levi harus menahan muak menangani program Selera Gue di Skrin TV. Meskipun share dan rating-nya dua digit, Anjani sudah tidak sanggup lagi melakukan liputan bersama kru “gila” yang membuat Anjani nyaris ikutan sakit jiwa.

Sebagai gantinya, Anjani dipindahkan ke program stripping berjudul Girl’s Ideas yang dipandu seorang sekuter (selegram-kurang-terkenal) sombong dan menyebalkan, yang cuma modal tampang serta figuran beberapa FTV. Iyuh!

Masalahnya, industri pertelevisian sekarang tuh kacau banget. Harus mau mengerahkan segala cara demi bersaing dengan industri digital. Miskin kreativitas tapi dituntut bisa bikin konten viral dengan anggaran minim.

Rasanya kayak lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut macan. Di titik ini, Anjani benar-benar mempertanyakan pilihan hidupnya; haruskah ia melepas karier bergengsi sebagai creative journalist, atau merelakan idealisme dan kewarasannya tergerus sampai habis?

296 pages, Paperback

First published August 12, 2023

9 people are currently reading
54 people want to read

About the author

Asmira Fhea

7 books31 followers
an extrovert writer who loves chocolate.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (10%)
4 stars
28 (28%)
3 stars
57 (58%)
2 stars
2 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
August 4, 2025
Anjani dipindahkan ke program Girl's Idea di Skin TV. Anjani merasa beruntung bisa terlepas dari tim yang toxic di program sebelumnya, terutama campers (camera person) yang selalu dipasangkan dengannya. Namun setelah menjalani satu kali liputan sebagai reporter di Bandung, dia berubah pikiran. Di tim yang baru ini dia harus bekerja sama dengan seorang sekuter (selebgram kurang terkenal) yang menjadi host IG. Anjani tidak menyukai tingkah host yang pansos dan bossy itu. Namun dia bersyukur campers yang bekerja bersamanya tidak seperti campers di tim sebelumnya. Selain host yang menyebalkan, dalam tim IG ada atasannya bernama Mbak Puan yang hobbynya menyikut rekan kerja demi kepentingannya sendiri. Mbak Puan ini sudah menjadi semacam public enemy di kalangan reporter dan campers. Ketika Anjani berselisih paham dengan Raniew, si host, Mbak Puan turun tangan setelah mendengarkan pengakuan sepihak dari Raniew. Anjani diperintahkan liputan ulang, menulis kembali naskah, bahkan campers yang satu liputan dengannya mendapatkan SP. Semua gara-gara Mbak Puan.

Novel ini memuat konflik dan intrik di tempat kerja. Anjani mulai berpikir apakah jalan hidupnya sudah benar? Apakah kerjaan sekarang sudah membuatnya bahagia? Padahal menjadi reporter adalah cita-citanya. Beruntung dia bertemu dengan Frizzy, seorang dokter hewan yang bekerja di hotel tempatnya menginap di Bandung. Frizzy juga mau mendengarkan curhatan Anjani dan memberikan pandangannya.

Ketimbang romancenya, persoalan di tempat kerja Anjani lebih kompleks. Keluhan-keluhan Anjani adalah hal yang bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Yah lumayan juga buat nambah insight di bidang jurnalisme TV
Profile Image for Cut Maqfirah.
34 reviews2 followers
November 27, 2023
Buku ini menceritakan tentang Anjani yang bekerja sebagai creative journalist di stasiun tv yang ternyata sangat tidak mulus. Punya rekan dan bos yang toxic, saling sikut demi mencapai keinginan pribadi. Ketika ia sedang bertugas ke Bandung, ia bertemu dengan Frizzy. Frizzy ini adalah seorang dokter hewan yang sedang merangkap kerja di hotel keluarga juga. Kedatangan Frizzy membawa aura yang berbeda kepada Anjani.

Baca buku ini aku jadi sedikit banyak tahu tentang apa yang terjadi di balik layar pertelevisian, yang ternyata sangat-sangat toxic. Apalagi Mbak Puan dan Tuan Voldermort, tingkah petinggi ini bikin kepala cenat cenut banget deh. Mungkin di dunia kerja sudah biasa yaa saling sikut demi cari muka, tapi di kantor Anjani ini benar-benar parah! Penulis berhasil banget bikin aku misuh-misuh karena karakter Mbak Puan yang bikin ngucaap teruss!

Tapi, di tengah huru hara pekerjaannya Anjani, untungnya ada Frizzy.. kedatangannya selalu membawa aura yang adem. Nasihat dan pola pikirnya mencerminkan banget kalau Frizzy adalah tokoh yang matang dan dewasa. Belum lagi Frizzy suka sama kucing, duh melting deh! Cuma yaa itu, Frizzy terlalu baik banget jadi orang, sampai kadang orang semena-mena sama kebaikan dia. Wajar aja sih Anjani kecewa dengan hal itu. Untungnya juga ada Ziza yang bisa membuat suasana di antara dua couple ini menjadi lebih baik.

Untuk endingnya sendiri, ngga bisa di bilang pas juga yaa, soalnya aku tuh masih mengharapkan banget karma buat bosnya Anjani ini. Aseli deh greget banget! Hanya saja mungkin kalau di akhiri seperti di novel ini jadi cukup realistis yaa, karena kan dunia pekerjaan memang kadang sekacau itu. Toxic abisss!

Tapiii, aku suka sama ending yang terjadi pada Anjani dan Frizzy. Walau pendekatan mereka cukup satset dan aku agak susah ngefeel di awal, tapi pas di akhir aku merasa terpuaskan banget sama hubungan mereka. Gemeesss!

Ohiyaaa, buat para pekerja ku rasa akan banyak sekali hal relate yang akan kamu temui di buku ini, salah satunya seperti yang aku rasakan juga, waktu Anjani udah benar-benar capek sama pekerjaannya yang bisa dia lakukan adalah ke mushola terus shalat dan curhat ke Allah, duhh di situ tuh aku relate bangettt haha *curcol*

Buat kalian yang sedang mau baca cerita metropop dengan latar belakang tokoh yang berbeda dari biasanya, aku rekomendasikan buat kalian baca buku ini. Romancenya tipis, dan banyak ilmu yang bisa di serap dari Anjani tentang pahit manis bekerja di media.
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
Read
March 20, 2025
dnf @50%-ish

sebenernya cukup menikmati dan pengin nyelesaiin karena udah lumayan banyak bacanya, tapi idk, lagi nggak mood aja i guess. nggak ada yang bikin saya tertarik buat ngelanjutin i'm so sorry... jadinya didiemin terus sampe langganan gramdig habis :'). mungkin kapan-kapan kalau mood saya lanjutin baca deh.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
April 4, 2024
Actual rating: 3,5

Anjani akhirnya dipindahkan dari program Selera Gue ke program Girl's Ideas yang baginya sama saja. Tapi, GI lebih mending karena nggak ada rekan kerja yang super nyebelin dan nggak jarang bikin kepala migrain. Yah, kalau dilihat sebenarnya sama saja. Industri pertelivisian nggak dalam kondisi stabil karena harus bersaing dengan industri digital yang mulai menjamur. Keinginan dan impian Anjani mulai dipertanyakan ketika semua hal nggak bikin dia bersemangat lagi. Tuntutan pekerjaan membuat spark pekerjaan yang dia impikan perlahan menghilang. Apa ini pertanda dia harus resign?

Aku suka istilah yang dipakai di buku ini. Lucu-lucu dan unik. Mungkin karena nggak bergelut di bidang media kreatif pertelevisian ya, jadi nganggep singkatannya lucu. Kayak "sekuter" kependekan dari selebgram kurang terkenal. Well, emang karakternya nyebelin abis, sih. Apalagi gayanya selangit, berasa udah jadi seleb paling terkenal di Indonesia aja.

Banyak bahas industri pertelevisian yang selama ini digadang-gadang keren. Padahal pegawainya nggak jarang sampe stres. Memang kalau udah suka sama bidangnya, otomatis capek berkurang, kan? Jadi lebih ikhlas ngerjain desk, tapi gimana kalau rekan kerja ternyata toxic parah? Yah, di Skrin TV emang parah banget sih, apalagi di divisi Anjani. Aduh, gemes banget sama proyek liputan ke Dubai!

Alurnya ngalir, tapi karakterisasinya masih agak goyah. Kadang masih batin kenapa Anjani begini padahal dia kepribadian yang begitu, dst dst. Lalu penjelasan mengenai dunia industri televisinya masih menggumpal dan berpotensi jadi info dump. Selebihnya oke. Cocok buat penyuka MetroPop yang cari latar pekerjaan di dunia TV, nih!
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
July 30, 2024
Bagaimana jika kamu bekerja di tempat impianmu dengan peran kerja yang juga impianmu? Apakah kamu sudah pasti bahagia? Kebanyakan orang mungkin menjawab, "Ya", tapi nyatanya Anjani tidak bahagia meski sudah berhasil bekerja menjadi jurnalis di Screen TV. Politik kantor di Sceen TV sungguh culas. Atasan perempuannya penjilat, suka memanfaatkan hasil kerja bawahannya untuk naik pangkat dan liputan di luar negeri, dan dekat dengan para bos di TV itu. Kameramen yang jadi partner kerja Anjani di program acara hobi cowok juga menyebalkan. Sampai-sampai gadis itu menjulukinya dengan "Mr. Voldemort". Sampai akhir pun kita nggak tahu nama aslinya si Mr. Voldemort ini hahahah. Yang jelas bukan Tom Marvolo Ridle.

Anjani lalu dipindahkan ke program yang lebih feminin. Akhirnya dia bisa say bye dengan Mr. Voldemort dan mendapatkan rekan kameramen yang lebih ramah, tapi sekarang giliran host-nya yang kurang ajar. Pingin kujambak rasanya si influencer bau kencur ini.

Dalam program liputan di Bandung, Anjani menginap di hotel dan dikenalkan oleh kenalannya dengan Frizzy, lelaki bagian marketing hotel sekaligus dokter hewan. Dan Frizzy ini sungguh greenflag, Sodara. Adem banget. Dia juga bisa jadi teman diskusi yang keren buat Anjani. Dia tidak hanya mendukung Anjani, melainkan juga menantang kemampuan Anjani untuk berpikir secara lebih rasional. Misalnya, dia menyarankan agar Anjani tidak keburu resign dari Screen TV sebelum dapat pekerjaan pengganti yang oke.

Yang kusuka dari cerita ini adalah bagaimana Anjani suka berwudhu dan salat setiap kali dia dilanda amarah maupun kesulitan di tempat kerjanya gara-gara politik kantor yang kotor. Tokoh ini sungguh membawa kesejukan karena sebelum-sebelumnya aku sering disuguhi para tokoh Jakarta yang menganggap agama dan Tuhan itu tidak penting. Disuguhi tokoh-tokoh seperti itu nyaris secara beruntun ketika maraton baca rasanya bikin miris. Sikap Anjani adalah oase.

Sayangnya, ada adegan dia liburan berdua saja dengan Frizzy ke Malang. Aku senang karena kotaku jadi sasaran tempat wisata. Tapi kurasa enggak sepantasnya cewek dan cowok bukan muhrim liburan berdua sampai menginap ke luar kota. Apalagi keduanya sama-sama punya perasaan. Meskipun ya memang tidak terjadi apa-apa dan mereka malah berantem, waduh.

Ini buku ketiga Mbak Asmira Fhea yang kubaca. Seperti Book Shamer, aku pun menyukai Behind The Screen. Membacanya benar-benar bikin perasaan campur-aduk. Antara pingin misuh-misuh liat politik kantornya Anjani, atau justru ber-kyaa kyaa lihat aksi smooth-nya Frizzy dalam mendekati Anjani. Sat-set banget gitu loh. Gak muter-muter. Benar-benar pasangan dewasa yang keren.
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
September 8, 2024
di bagian awal awal aku ngerasa ceritanya ngebosenin, tapi makin kebelakang makin seru 🥹 mungkin karena di awal tuh kayak berasa diperkenalkan sama apa sih pekerjaan tokoh utama kita, anjani? dia tuh ngapain aja di kantor?

anjani adalah reporter di skrin tv. biasanya, reporter itu bisa dirolling, jadi mereka bisa bekerja untuk program yang berbeda beda. nah, setelah sekian purnama, akhirnya nama anjani muncul sebagai salah satu reporter yang akan dirolling.

banyak kejadian nggak mengenakkan selama anjani menjadi reporter. malam bisa jadi pagi, pagi bisa jadi malam. gak kenal waktu. syukur syukur kalau dapat atasan dan rekan yang bisa diajak bekerja sama dan gak semaunya sendiri.

di tengah kesibukannya, anjani sama sekali nggak kepikiran buat mencari jodoh. teman anjani, ziza, gencar banget pengen ngenalin anjani dengan pak priji. nah dari sini nih, ceritanya mulai seru.

anjani udah kepengen resign dari kapan tahu. dia tahan tahan sampai ada kejadian yang membuatnya yakin buat resign. berasa kayak bom waktu banget ya 😭
di bagian ini aku sangat bisa relate sama anjani karena kurang lebih sekarang seperti itu yg kurasakan 😮‍💨

priji, nama aslinya frizzy. frizzy dan anjani akhirnya bertemu karena campur tangan ziza. mulai dari obrolan ringan, sampai deep talk. anjani acapkali mencurahkan isi hatinya pada frizzy. nah, apakah frizzy dan anjani berjodoh?

konflik yang disuguhkan buat aku terasa realistis banget. mulai dari atasan yang ngeselin, atasan yang menghalalkan segala cara, rekan kerja yang semena mena, juga hubungan asmara yang nggak selalu seindah itu.

anjani tentu pusing dengan semua itu. tapi, hidup harus terus berjalan kan? anjani butuh refreshing. dia perlu meninggalkan pekerjaannya sejenak agar bisa tetap waras.

sepanjang cerita kita bakal ngikutin lika liku kehidupan anjani. emang gak selalu mulus, tapi itu yang namanya hidup kan?
Profile Image for Ayu Istiyani.
94 reviews6 followers
June 13, 2024
3.5🌟
Dari judulnya udah cukup menyiratkan isinya. Yak, menceritakan tentang pekerjaan di balik layar. Tentang Anjani yang bekerja sebagai seorang reporter, yang sedang dirolling dari satu program ke program yang lain. Keluar dari kandang macan, masuk ke kandang singa.

Kadang kalo ngeliat orang-orang di balik layar itu kayanya seruu aja, tapi ternyataaa hiruk pikuk, hectic, kejar tayang. Dan jangan lupa, ternyata dimana-mana akan selalu ada lingkungan toxic, teman yang bermuka dua, atasan yang nyebelin.

Sepanjang baca ini kasihan dan gemes sama Anjani, sebagai tokoh utama dibikin ngenes terus dalam urusan kerjaan. Mulai dari kerja sama host yang nyebelin dan banyak mau, dikasih program ke Dubai tapi ditikung sama atasannya, harus jadi back up program dia sebelumnya sama atasan yg gatau diri. Bahkan sampai di ending dia resign, masih disuruh nyelesaiin banyak banget pekerjaan dengan ancaman SP (Surat Peringatan). Beneran gaada bahagia-bahagianya Anjani di kerjaannya.

Satu-satunya yang bikin dia bahagia adalah kehadiran Frizzy, yang rela mendengarkan segala curhatan Anjani, memberi saran yang kadang out of the box sampai ngajakin liburan ke Malang. Pdkt mereka termasuk yang satsetsatset, dan konflik keduanya juga bukan yang berat. Lebih ke masalah komunikasi. Frizzy yang terlalu baik bantuin orang lain, Anjani yang merasa tidak dianggap karena kesibukan Frizzy.

Kutipan~
"Industri televisi sekarang banyak banget benturannya. Kita nggak bisa egois membuat konten seperti yang kita mau dan yang kita harapkan. Jadinya, jangan heran kalau program TV dari satu channel ke channel lain mirip-mirip. Kami bersaing, bahkan sebagai individu, untuk bertahan di pekerjaan ini."

Pekerjaan versus lingkungan. Sebenarnya, sudah sering sekali terdengar topik tentang betapa sengitnya industri televisi—yang mungkin bisa juga dialami oleh karyawan-karyawan di perusahaan besar lain. Lingkungan yang tidak ramah, kompetitif di jalur popularitas, menghalalkan segala cara, pokoknya segala macam yang sama sekali tidak sehat.

Saling mengingatkan, saling tumbuh bersama, dan percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Termasuk sosok yang kita cintai, meski kita melihat mereka di saat sedang cinta-cintanya.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
September 28, 2024
Terus terang jalan ceritanya bikin larut sampai ke hati. Meski beda industri, ruang kerja dan suasana yang digambarkan serta perasaan tertekan yang dialami Anjani benar-benar nyata adanya. Dan itu hanya puncak gunung es.

Bukan hanya karena urusan sikut menyikut, dan jadi budak, kesehatan mental pekerja dan suasana yang di bawah tekanan sangat rawan dirasakan oleh mereka yang lemah dan tak mampu berontak.

Kisah yang sangat apa adanya, sat set dan dunia kerja yang keras terwakili dan jadi poin menarik dari cerita ini.

Hampir semua bawahan pernah setidaknya mengalami adu domba, instruksi yang tak masuk akal dan bos yang resek. Inilah sisi buruk dunia kerja di balik layar sesungguhnya yang bisa diangkat ke dalam cerita.

Kendati sudah bisa ditebak akhir ceritanya, kehadiran Frizzy yang mampu mengubah cerita 'keras' menjadi berbunga-bunga membuat cerita ini terasa manis dan tidak monoton.
Profile Image for Eren.
18 reviews
October 10, 2025
Selesai juga baca ini, ceritanya seru bangeeet dan yang aku suka drama percintaannya gak berlarut larut jadi tetap fokus juga sama drama di tempat kerjanya Anjani.
Profile Image for nasya.
828 reviews
September 16, 2024
Daripada cerita Frizzy-Anjani, lebih tertarik sama cerita kantornya Anjani sih, kayak bjir sekantor kayak bosnya nggak ada yang bener semua, kesel banget bacanya, tapi juga seru. Puas banget pas Anjani bilang file-nya yang ke Dubai dihapus
Profile Image for ᨖᨙᨑᨗ.
3 reviews
March 20, 2024
Metropop ringan yang dapat dibaca dalam sehari (tapi aku membutuhkan tiga hari untuk menyelesaikannya). Bukunya berkisah tentang Anjani Levi, cewek yang bekerja di Skrin TV—kesehariannya di kantor, suasana kantornya yang toksik, aktivitas liputan—hingga perkenalannya (yang berlanjut dengan kencan) dengan Frizzy Ugraha si dokter hewan.

Di buku ini, si penulis menyinggung soal aktivitas street feeding—memberi makan hewan liar (biasanya kucing dan anjing) yang tinggal di jalanan. Juga, pembaca dapat beroleh wawasan baru mengenai apa yang dilakukan para kru di balik layar acara-acara TV yang kita saksikan.

Cukup menghibur.
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
May 10, 2024
Wow, aku suka banget buku Kak Fia yang ini!

(Disclaimer: aku kenal sama penulisnya, aku beli dan baca bukunya untuk mendukung karyanya, namun bintang dan review selalu jujur)

Aku suka gaya berceritanya, nulisnya rapi dan luwes banget. Semua karakternya saling melengkapi, suka dialog antara Anjani dan Pak Priji yang dewasa.

Latar ceritanya juga seru, karena dulu sempat kerja di corporate yang sama, jadi kebayang banget dunia TV memang ada yang seperti Skrin TV!

Di novel ini mungkin aku menemukan 2-3 typo (lupa tepatnya di halaman berapa), tapi nggak menggangu sama sekali.

Good job, Asmira Fhea!
2 reviews
December 31, 2023
Menutup 2023, aku pilih novel ringan saja untuk dibaca. Setelah sekian lama, aku balik lagi baca metropop. Ah, akhirnya tambah juga jumlah buku yang aku baca pada tahun ini (total 4 buku). Menyenangkan juga membaca novel ini. Kisahnya sangat dekat dengan pengalamnku, nih. Hanya, aku merasa konfliknya kurang tajam dan penyelesaiannya terasa biasa saja.
Profile Image for Autumn.
56 reviews
September 4, 2024
Seruuu bangett, jadi tau banyak istilah di bidang jurnalis, romance nya juga gemess gak berlebihan, tapi ngerasa kurang soalnya di ending harusnya mbak puan sama rawnie dapet karma 🤨
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
January 4, 2025
Di setiap pekerjaan, di setiap tim, di setiap sektor pasti ada saja makhluk-makhluk toxic yang tingkahnya saling sikut demi karir dan jabatan—dan rela menggunakan segala cara—untuk melanggengkan hegemoninya. Itulah garis besar yang diangkat di novel ini dengan mengambil latar belakang industri hiburan televisi.

Anjani Levi terjebak dalam lingkungan toxic di Skrin TV. Terlepas dari kandang voldemort, ia malah terjebak di kandang nenek lampir. Burn out pun menyertainya. Lalu, di tengah pergolakan batin antara lanjut atau resign, Anjani bertemu dengan Frizzy, bagian pemasaran di hotel tempat Anjani menginap untuk liputan di Bandung–tapi Frizzy ini multi peran karena selain bagian pemasaran, dia juga dokter hewan, mahasiswa S2 yang lagi tesis, street feeder, pencinta anabul, dan pencinta Anjani, eh.

Dunia pertelevisiannya dijelaskan dengan detail. Terutama dalam pembuatan sebuah acara televisi. Ternyata ada bagian ini dan itu, harus prepare ini dan itu sebagai reporter. Kalau dari segi metropop, ini malah lebih banyak kepada Anjani dan perangnya dengan pekerjaannya daripada romance-nya.

Namun, justru itu ga membuat romance-nya jadi asal tempelan. Meski romance-nya tipis-tipis, tapi sekalinya ada ... duh, Pak Priji ... oh Pak Priji ... Sungguh ter-priji-priji sampai membuatku bertanya-tanya, "where is my priji in my anjani's heart?" hiks.

Aku suka pengembangan karakter Anjani. Yang asalnya dia banyak ragu, terus mempertanyakan mimpinya, perlahan jadi tough dan berani bersikap. Adegan dia yang hapus sengaja file dubai itu, girl ... you're hot!! Emang harus diberi pelajaran tuh nenek lampir, haha. Konflik dia dengan Frizzy pun pas. Nggak dramatis banget. Sungguh realistis. Kalau ada miskom ya kan memang begitu bumbu metropop, hehe.

Mau ngucapin makasih ke scene stealer, Teh Jija. Luar biasa, Teh. Kalau nggak ada Teh Jija, after Malang Anjani dan Frizzy akan jadi tinggal kenangan, wkwk.

Akhir kata, novel metropop yang ga hanya bahas tentang cinta yang manis dan bikin blushing, tapi juga dinamika intrik pekerjaan di dunia televisi.

Suka! 💐
Profile Image for Azizah Suli.
78 reviews7 followers
May 5, 2024
Dapet hibahan buku2 dan cuman ambil buku ini karena sinopsisnya kayaknya bagus dan kovernya warnanya gonjreng wkwk. Jadi sesungguhnya ga punya ekspektasi apapun selain bacaan ringan.

I like when a book surprises me. Because this is a surprise. Walaupun genrenya metropop yang biasanya berat ke plot cinta, tapi di sini penulisnya lebih banyak menghabiskan halaman untuk karirnya si tokoh utama, dan aku suka bangeet wkwk. Bidang karir yang diangkat adalah wartawan TV yang aku masih awam banget. Di sini dijelasin banyak penjelasan teknis kerjaan wartawan itu gimana dan betapa si karakternya punya banyak konflik di pekerjaan dan pergulatan batin yang menyangkut perkembangan dia secara profesional. Sungguh timingnya pas banget sama yours truly yang juga lagi galau-galaunya dengan pekerjaan, baca ini kayak merasa dipuk-puk dan ga sendirian dalam pergulatan batin ini :') Mari, para budak korporat dan sesama buruh, kita bersama berteriak "ASUUU!!"

Bagian romansa-nya emang agak tipis sih walau masih lucu banget. Dialognya Frizzy & Anjani enak ngalir gitu. Konfliknya juga lumayan laah ga yang dramatis sinetron banget gimana tapi believable. Tiap kali mereka berantem rasanya pengen aku jedotin kepala mereka berdua trus ngomong aja kek gitu komunikasi yang bener elah. Tapi terus inget sebagai yang baru pertama pacaran, soal komunikasi dan ngomong yang sebenernya kalo ada masalah itu ternyata.....susah banget ya HAHAHAHA goblok emang maafkan ya ternyata menjalin hubungan dan mengelola konflik memang susah gais 😂 Kalo di aku, yang aneh malah mereka yang ldr Jakarta-Bandung harusnya lebih stressful dan lebih banyak konfliknya ga sih? Cuman kalo iya ntar makin panjanglah bukunya wkwk.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
November 7, 2023
3,8⭐

Dari awal terbit buku ini aku udah penasaran banget karena membahas tentang pekerjaan di balik layar pertelevisian.

Jadi disini kita bakal dikasih tahu bagaimana para kru tv bekerja membuat program untuk ditontom pemirsa dirumah. Disini sih lebih diliatin program yang outdoor, bagaimana mereka mempersiapkan barang-barang untuk liputan, mulai dari kamera, wardrobe dll. Terlihat seru, sayangnya keseruan tsb, berbanding terbalik dengan beberapa rekan kerja dan atasan Anjani yg membuat ia sering menahan emosi atas perlakuan mereka yang seenaknya.
Aku aja bacanya juga geregetan banget, pengen aku pites itu mbak Puan sama mister Voldemort.

Tapi untungnya ada Frizzy si bapak tim pemasaran di salah satu hotel tempat Anjani menginap saat ia dan tim syuting di Bandung.

Aku suka banget tokoh Frizzy disini, dia tuh sabar banget ngadepin mood Anjani yang naik turun, yang kadang-kadang menurut aku agak lebay karena dia tiba-tiba emosi dan malah jadi sewot ke Frizzy, tapi Frizzy tetep kalem, ga kebawa emosi malah tetep perhatian. Pokoknya luv banget deh sama pak Priji 😍😍.

Aku juga suka sama karakter Ziza yang lucu tapi juga care banget sama Anjani, termasuk hubungan Anjani dengan Frizzy secara dia mak comblangnya 😂.

Untuk endingnya aku cukup puas, walaupun aku pikir ada semacam azab atau apa gitu untuk mbak Puan yg sangat-sangat menyebalkan, tapi tetep oke banget sih Anjani nyindir dia tuh 🤣.

Overall aku menikmati baca novel imi, tipe novel yg page turner. Ada part yang bikin emosi, tapi ada juga part yg bikin melting (pas ada Frizzy tentunya) pas bacanya. Yang pengen ketemu pak Priji boleh banget baca novel ini 😍😍.
Profile Image for tazettareads.
21 reviews
July 22, 2024
"𝙎𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙮𝙪𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙞𝙡 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙚𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙢𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖." pg.190

Kalau kamu lagi cari bacaan metropop yang ringan, menghibur, bikin senyum² sendiri, dan tertarik sama dunia pertelevisian, kayaknya novel ini cocok buat jadi bacaanmu selanjutnya!!!

Novel ini menceritakan tentang Anjani, creative journalist Skrin TV yang harus menelan muak selama dua tahun karena punya rekan kerja dan atasan yang toxic. Berulang kali pilihan resign terlintas di pikiran Anjani, karena tidak tahan dengan lingkungan kerja yang saling sikut dan perlahan menggeregoti jiwanya.

Di tengah ke-struggle-an itu, Anjani dikenalkan dengan Frizzy, dokter hewan yang sedang merangkap jadi tim pemasaran hotel. Frizzy yang kalem, penuh afirmasi, dan solutif kalau dimintain saran membuat perjalanan Anjani terasa lebih mudah. Aku ngerasa relate sama beberapa kekhawatiran Anjani soal melepas cita-cita, tapi bapak Prijii hadir memberikan jawaban yang membuatku ikut mempertanyakan kembali semua kekhawatiranku 🥺

Aku suka banget karena mereka pdkt-nya satset, bacanya senyum-senyum soalnya Papak Prijii ini manis bangett. Thanks to Ziza yang udah ngenalin Frizzy ke Anjani yang gak pernah kepikiran untuk pacaran itu 😌

Overall aku suka banget novel iniiii! Udah lama juga gak baca buku yang fluffy, bikin senyum-senyum, bikin gondok juga (gara-gara si puan 😤) nano-nano lah pokoknya wkwk

Dengan tebal kurang dari 300 halaman, novel ini minim konflik sih ya. Jadi cocok banget dibaca santai karena ringan, menghibur, dan gemesin 🥺 ditambah banyak ilmu baru tentang dunia di balik layar pertelevisian 🥺👍🏻
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews5 followers
December 16, 2023
"...Kamu punya saya, saya punya kamu. Kita hadapi sama-sama." -Hal 280 🫠🫠🫠 😂

Tolong lah yaa. Pembaca jomblo kayak saya ini kenapa ikutan senyum-senyum wey 🤣🤣

Ya, gimana ya. Bayangin aja kita cewek yang emang sebagian besar waktunya tuh cuma kerja, kerja dan kerja. Belum lagi nih menghadapi toxicnya rekan kerja dan lingkungannya. Boro-boro mikirin cinta-cintaan kan? 😂 Nah, itu feeling jadi Anjani, notabene seorang reporter di dalam buku ini yang aku rasain. Kesel, sebel, capek, mau marah gak bisa, sabar, narik napas pelan-pelan, mencoba nurunin ego buat ikutin perintah rekan kerja yang banyak tingkah, saling sikut, pokoknya benar-benar lelah fisik dan batin tuh kerasa banget.

Sampai datanglah Frizzy sih dokter hewan sekaligus pecinta kucing ke kehidupannya. Benar-benar berasa kayak obat penghibur lara hati + penyejuk jiwa setelah habis-habisan mental kebanting mulu soal pekerjaan 😂😂

Aku suka banget nemu istilah baru, namanya "street feeding". Jujur aja sama kayak Anjani, aku aja sebagai pembaca, baru dengar istilah itu. Yang ternyata semacam orang-orang yang sengaja membawa makanan kucing untuk kucing jalanan yang mereka temui. Benar-benar ya cowok penyuka kucing tuh idaman. Karna jelas sifatnya pasti penyayang 🤣🤭

Seperti buku genre metropop biasanya, ini jelas ringan, menghibur, dan ada pelajaran hidupnya.

Dari buku ini seolah berkata, "Akan ada saatnya kita semua sadar, yang toxic akan tetap bertahan di tempat toxic, dan yang menyadari bahayanya toxic akan memburu tempat yang lebih baik." ✨🌷
Profile Image for Filza Ayuliana.
6 reviews
October 19, 2023
as expect, menurut ku cerita metropop yang latarnya office selalu seru apalagi ini ngebahas seorang creative journalist di stasiun tv yang emang aku sukakkkk bgtt kalo udah bahas soal creative industry giniii huhuuuhuuuuu

setelah sekian lama ga baca physical book perasaan saltingnya beda karena lebih faceless daripada au, tapi teteppp aja euforia baca physical book tuh kerasa bgt dibandingkan sama digital book

rasanya de javu baca ini kayak dibawa ke perasaan waktu baca Dunia Nadhira saltingnya miripppp😳😳 sepanjang baca ini yang buat aku ngebatin tuh tokoh ‘Mbak Puan’ atasan yang bener2 nyebelin dan dzholim allahuakbar, semoga kita semua sewaktu kerja dihindari dari atasan atasan yang dzholim ya aamiin

so far novelnya bagus banget, banyak ilmu dan pelajaran yang bisa diambil, alurnya juga ngga terkesan diburu buru dan ngga bertele tele hehe suka dehhhhh
Profile Image for Sagita.
52 reviews8 followers
August 18, 2024
Actual rating 3.5/5
Office conflictnya lebih berat ketimbang romancenya, yang menurut saya menarik dibanding novel metropop lainnya. Banyak pelajaran mengenai cara menghadapi office politics dan bagaimana untuk selalu menyediakan waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan dalam karir.
Profile Image for Melisyania .
46 reviews5 followers
August 6, 2024
bukunya kayak motor mio sporty ku, perlu di angetin dulu biar bisa jalan. lumayan jenuh di bab-bab awal ngikutin hidupnya jani tapi pas di halaman 80 an ceritanya makin menarik. entah karena aku yang emang fakir cinta atau apa tapi kupu-kupu di perut jani juga nular ke aku hahahahha.
5 reviews
December 23, 2024
very light! the story literally flow like the river. aku cinta frizzy, that's all
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
March 12, 2025
Judul: Behind the screen
Penulis: Asmira Fhea
Penerbit: GPU
Dimensi: 296 hal, cetakan pertama 2023
ISBN: 9786020672083

Apa itu passion?
Anjani kian sulit melihat alasan baginya bertahan di Screen TV, kecuali gajinya tentu. Persaingan televisi dengan tayangan digital memungkas banyak anggaran dan tentunya kreativitas. Liputan seefisien mungkin, talent pun harga yang masuk budget, tim semakin diirit hingga double bahkan triple job biasa dilakukan. Di tengah keputusan maju mundur untuk resign, Anjani berkenalan dengan Frizzi, seorang dokter hewan dengan dunianya yang begitu bertolak belakang dengan dunia Jani. Frizzi menjadi tempat ternyaman Jani untuk curhat tentang para atasan yang seenaknya, selain Mimi sahabatnya. Akankah hubungan mereka berjalan lancar dan berakhir bahagia?

Dinamika kerja di industri hiburan menjadi daya tarik buku ini, ditambah romansa yang dijalin tokoh utama. Sayangnya, saat lagi seru sebab konflik eh kurang dipertajam, sehingga reda tanpa kejelasan. Pun romantikanya. Seakan serba nanggung dan tak selesai.

Cocok dibaca bagi yang ingin tahu industri televisi, reporter, dan percikan bumbu romantis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #behindthescrene #asmirafhea #metamorfillah #fiksi
Profile Image for Akaigita.
Author 6 books238 followers
August 30, 2025
"Tapi menurut kamu, Za, cowok tuh bisa berubah gitu aja nggak ya setelah dinasihati? Kan, namanya orang, kalau udah tabiatnya gitu, ya nggak bakalan berubah. Siapa tahu Frizzy juga begitu. Kalau dinasihati terus marah gimana? Lagian, bukan tugas pasangan buat mengubah sifat orang. Orang itu sendiri yang harus sadar kalau mau berubah."

Hlm. 264


Yah sayang sekali udah habis ceritanya, padahal seru dan menyenangkan buat diikuti. Aku suka karakter tokoh utamanya, Anjani. Pokoknya dia tipe yang pengin disemangatin dan ditunggu kabar terkininya. Nggak nyebelin. Palingan nyebelinnya waktu Pak Priji udah ngomong serius buat nembak dia, eh dia malah fokus sama gosip kantor. Yah, tapi namanya juga manusia, sering khilaf.

Aku suka covernya. Warna pinknya ikonik banget! Ending ceritanya juga memuaskan. Pokoknya buku ini kalau nggak bikin tersipu-sipu (tiap Pak Priji nongol), misuh-misuh (tiap si Puan atau Rawnie nongol), atau minimal ketawa-ketawa liat keabsurdan drama di kantor TV sehari-hari. Lega akhirnya Anjani dapet satu-dua hal buat jadi pelajaran hidup sekaligus dapetin happy ending.

My only complain is the head hopping narrative.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
January 12, 2026
Buku ini sangat sangat sangat menyenangkan! Mengalir, realistis, dekat dengan kehidupan sehari-hari, gemas tapi nggak menye-menye.... pokoknya kayak dengerin temen lagi cerita, saking membuminya cerita ini. Mata jadi terbuka tentang lingkungan kerja di stasiun TV, yang sebelumnya paling cuma diketahui dari acara The East di NET TV zaman dulu. Konfliknya juga riil banget. Kerasa betapa cerita ini diriset dengan baik.

Romansanya juga menggemaskan, nggak too much. Anjani dan Frizzy nggak tarik ulur melainkan kode-kodean yang bikin geregetan haha. Lucu juga ngeliat salting-saltingnya Anjani. Porsinya pas deh pokoknya.

Dan tema "self-discovery" yang diusung untuk quarter life dilemma ini dapet banget. Senang rasanya mengikuti perkembangan karakter Anjani. Saya rasa akan banyak pembaca umur segitu yang relate dengan konflik di cerita ini.

Plotting-nya juga rapi, panjang ceritanya juga pas--nggak kepanjangan, nggak kependekan.

Sungguh bacaan yang nyenengin tapi berisi!
Profile Image for A.P. Xeviar.
22 reviews1 follower
May 4, 2025
2.5
Hmmm, apa ya?
Nanggung, gantung, gregetnya gak dapet.
Base storynya udah bagus, background chara udah oke.

Character development? non existent. Si Anjani begitu mulu dari awal sampe akhir. Priji juga sama aja. Katanya cowok fiksi itu kelewat sulit digapai ya? Nah kalo ini jelas banget gak ada di dunia nyata, kaya gaada kurangnya, dan monoton gitu mulu dari awal sampe akhir.

Konflik yang 'remeh' dan 'receh' juga bikin perasaan kaya 'sekalian gausah dikasih konflik ini mah'. Masalah sama Puanita yang seharusnya bisa lebih dikulik malah gak muncul di anti klimaks, cuma tiba-tiba 'punya masalah sama plan ke Dubai, sukurin'.

Lumayan byat bacaan ringan. But I'm sorry to say this, but I judge a romance book based on the butterfly counts in my stomach. This one has zero score, sadly :(

Anyway, thanks for the book kak Asmira! It's still overall enjoyable, sampai jumpa on your next book yah!
Profile Image for nin☁️.
37 reviews1 follower
October 17, 2025
Awal baca memang agak membosankan, tapi lama-lama makin seru! Ceritanya benar-benar sesuai judul—ngulik kehidupan di balik layar dunia pertelevisian lewat sudut pandang Anjani, seorang reporter TV yang hidupnya monoton karena terlalu fokus sama pekerjaannya. Novel ini sukses nunjukin betapa nyatanya dunia kerja yang toxic: sikut-sikutan demi jabatan, cari muka ke atasan, atasan rese, sampai orang-orang yang bermuka seribu. Untungnya ada Frizzy, cowok yang jadi bumbu manis dan bikin hidup Anjani lebih berwarna. Konfliknya ringan dan gak bikin stres, jadi pas banget buat bacaan santai atau refreshing!
Profile Image for salwafnl.
37 reviews
November 22, 2025
bercerita tentang Anjani dan Frizzy. Dua orang dengan latar belakang berbeda dan kekurangan yang berbeda. Anjani dengan background reporternya dan segala permasalahan di kantor dan Frizzy yang seorang dokter gigi tapi bisa bertemu Anjani di hotel tempat dia bekerja.

Penulisannya rapi, aku seneng gimana semua ngalir aja tapi ini novel memang POV nya Anjani banget karena permasalahan Anjani diceritain secara detail meanwhile buat Frizzy tuh cuma sekilas aja. Jadi aku kurang paham gimana POV nya frizzy dalam menyikapi semuanya apalagi dia people-pleaser. Tapi cocok kok dibaca sebagai selingan. Thats all from me!!
Displaying 1 - 30 of 37 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.