Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dune: Bagian 2

Rate this book
Petualangan Paul di Arrakis berlanjut. Setelah Klan Atreides dikhianati dan ayahnya mari, dia mengembara di gurun bersama ibunya, Lady Jessica, untuk mencari kaum Fremen. Akankah kaum bermata biru itu menjadi sekutunya, atau justru menjadi masalah baru bagi pemuda itu? Bagaimana pula keadaan di tampuk kekuasaan planet setelah Klan Harkonnen merebut takhta?

440 pages, Paperback

Published August 7, 2023

7 people are currently reading
38 people want to read

About the author

Frank Herbert

381 books16.7k followers
Franklin Patrick Herbert Jr. was an American science fiction author best known for the 1965 novel Dune and its five sequels. Though he became famous for his novels, he also wrote short stories and worked as a newspaper journalist, photographer, book reviewer, ecological consultant, and lecturer.
The Dune saga, set in the distant future, and taking place over millennia, explores complex themes, such as the long-term survival of the human species, human evolution, planetary science and ecology, and the intersection of religion, politics, economics and power in a future where humanity has long since developed interstellar travel and settled many thousands of worlds. Dune is the best-selling science fiction novel of all time, and the entire series is considered to be among the classics of the genre.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
26 (43%)
4 stars
26 (43%)
3 stars
8 (13%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,430 reviews293 followers
December 6, 2025
Akhirnya kelar juga baca buku ini, sedikit pening karena gaya penceritaan author bukan tipe saya sekali. Dune lebih seperti “textbook politik futuristik” daripada “roman epik high fantasy”, jadi jangan mengharapkan scene² kolosal cinematic ala Lord of the Rings trilogy walaupun vibe nya mirip-mirip. Walaupun ide & konsepnya original tapi pace nya terlalu lamban buat saya, adegan perang juga off screen bikin mandeg imajinasi saya.

Hampir semua tokoh di Dune ini gak menarik bagi saya, yg agak lumayan malah pemeran antagonisnya, Baron Harkonnen. Dia adalah pengejawantahan dari Lü Buwei (Perdana Menteri sekaligus ayah angkat dari Qin Shi Huangdi). Saya juga gak demen tapi gak benci dgn tokoh utamanya, Paul Atreides. Dia seperti species manusia yg gak memiliki perasaan maupun emosi, lebih mirip robot dgn high visionary.

Dune ini campuran ide antara agama, politik kekuasaan dan ekologi yg di luar bayangan kita. Saya kurang suka cara author bercerita, giliran soal ritual dan Muad'dib, author terlalu zoom in dan bertele-tele. Tapi saat adegan perang, malah kebanyakan scene omon-omon doang. Saya beneran merasa kontradiksi, dan banyak dialog²nya juga menampilkan hal-hal yg kontradiktif. Saya kurang paham, apakah ini gaya bercerita literasi tahun 1960an.

Yasudahlah, yg penting udah kelar baca buku ini. Aku skip baca semua appendix nya, gak penting dan gak mempengaruhi ⭐ dari saya juga.


Profile Image for Sulhan Habibi.
809 reviews62 followers
December 23, 2023
Ulasan Buku
DUNE Part 02 – Frak Herbert
Terjemahan dterbitkan oleh @PenerbitPOP imprint @penerbitKPG

Sungguh senang rasanya jadi salah satu pembaca pertama #Dune Part 02 karena bisa langsung baca maraton biar nggak penasaran. Terima kasih banyak KPG-POP dan team.

Setelah menutup halaman terakhir, perasaanku adalah PUAS sama DUNE ini. Eh, nggak puas deh karena pengen lagi – pengen tahu lebih banyak lagi semesta DUNE (yang luas) ini. Seru sih ya. Hahaha..

Bagian awal di buku ini di buka dengan adegan yang bikin kaget karena maunya sih kejadiannya sebaliknya. Namun, sudahlah, move on saja dengan Paul yang semakin dewasa dan semakin bisa menerima takdirnya – sebagai Muad’dib dan Lisan Al-Gaib. Intrik politik dan juga persaingan klan semakin terasa di sini. Peperangan besar tidak terjadi yang kalau dipikirkan lagi, bakal menduga karena memang bukan ke arah sana ujungnya.

Ada hal yang aku suka dari cara berpikir Paul, tetapi tidak aku pungkiri ada yang nggak aku suka. Membaca bab per bab, akhirnya menyadari bahwa Game Of Throne pun terinspirasi dari DUNE ini. Semakin dibandingkan, semakin banyak kemiripan. Ya wajar sih. Sebenarnya DUNE ini kompleks sih, tetapi ya emang penyajiannya nggak rumit (makanya aku bilang penasaran dengan semesta DUNE karena banyak banget yang bisa dibahas, digali, dan diceritakan).

Gurun di Dune memang gersang, tetapi rempah dan cacing raksasa yang merusak itu bisa didayagunakan sih (penasaran sama visual di film-nya nanti) dan juga bisa digunakan oleh Paul dan Bangsa Fremen untuk melawan Kaisar, Serikat, dan klan Harkonnen.

Jujur, aku netral terhadap Paul. Kadang suka dan nggak untuk Jessica. Kasihan kepada Chani. Sebal dengan Baron Harkonnen, malah suka dengan Gurney Halleck – Thufir Hawat dan beberapa tokoh pendamping lainnya. Ya mau gimana lagi, menurutku mereka lebih menarik 🤣

Mengenai gaya bercerita di DUNE ini kesannya memang cenderung puitis dan deskriptif – belum lagi istilah yang cukup banyak – dan alur lambat membuat pembaca memang harus membiasakan diri untuk benar2 bisa masuk ke ceritanya. Bahkan antar BAB bisa jauh berbeda dan lompatan waktu yang cukup panjang. Buatku sih nggak masalah – aku enjoy aja karena terjemahannya menurutku asyik juga. Feel-nya dapet-lah.

Cover-nya? Oh, tentunya suka. Baik ilustrasi maupun warnanya aku suka.

Jadi kesimpulannya adalah... DUNE ini bagus dan memuaskan. Bagi yang suka kisah gabungan scifi dan fantasi, dicampur dengan intrik politik, ya bakalan cocok.

Cukup ulasan dariku. Kalau kebanyak ditulis, nanti bisa2 cerita semua isi bukunya. Mending langsung beli dan baca saja sana 🤣😏
Profile Image for Fikriah Azhari.
367 reviews149 followers
August 27, 2023
❝Dan terbitlah hari ketika Arrakis berada di poros semesta sementara roda siap berputar.❞

❝Pergilah, Usul, dan tunggangi pencipta, arungi pasir sebagai pemimpin manusia.❞


Menghadapi kepungan Kaum Fremen di buku sebelumnya, Dune Bagian 02 dibuka dengan upaya Paul dan Lady Jessica membuktikan pentingnya keberadaan mereka; nilai yang mereka miliki, serta hubungannya dengan kepercayaan Fremen mengenai Lisan al-Gaib.

Upaya bertahan di Arrakis tak ayal membuat mereka bergerak seperti hantu—setidaknya bagi yang menganggap mereka sudah lama mati. Namun, hanya masalah waktu sampai semua menyadari kekuasaan Klan Atreides belum sepenuhnya berakhir seperti yang selama ini dipikirkan.

Rasa takut adalah pembunuh pikiran. Dan orang yang mampu menghancurkan suatu hal adalah penguasa sesungguhnya atas hal itu.

***

Dune bukan sekadar fiksi ilmiah, namun juga kisah imperialis politik dibalut dengan pondasi agama, disertai berbagai filosofi dan harapan ekologi pada planet yang memiliki kekuatan besar berupa rempah melange yang membuat semua orang rela melakukan apapun untuk menjadi penguasanya.

Aku menyadari ada beberapa hal yang reference-nya ke agama tertentu, misalnya Imam Mahdi. Tapi dalam keseluruhan cerita tidak berpatok ke satu agama saja.

Aku menikmati ketika Paul dan Lady Jessica meleburkan diri ke dalam Kaum Fremen. Sempat kaget karena ada lompatan waktu yang menampilkan perubahan signifikan. Senang juga rasanya menyaksikan reuni yang terjadi.

Berasa banget character driven dari Paul dan Lady Jessica, hingga membuatku nyaris tidak mengenalinya lagi. Yang kusuka dari Lady Jessica, dia bukan tipikal yang rela mengorbankan nyawanya demi anaknya, tapi dia justru mikir “aku harus tetap hidup, kalau aku mati, Paul gimana?” 🥲

Narasinya masih puitis, salah satu yang kusuka tuh “Itu dia wajah yang ditutup-tutupi oleh waktu dariku.”

Buku ini ditutup dengan keputusan besar Paul yang mungkin kurang bisa diterima oleh banyak pembaca, namun jelas itu adalah harga yang harus dibayar. Pun justru membuatku penasaran karena semuanya menjadi semakin kompleks.
Profile Image for Febriani Madusari.
615 reviews16 followers
October 20, 2024
Petualangan Paul di Arrakis berlanjut. Setelah Klan Atreides dikhianati dan ayahnya mari, dia mengembara di gurun bersama ibunya, Lady Jessica, untuk mencari kaum Fremen.
Dalam bagian kedua ini, kita melihat pengembangan karakter Paul Atreides, yang semakin kuat dan berperan sebagai figur Mesias bagi orang-orang Fremen. Konflik antara rumah Atreides dan Harkonnen juga semakin memanas, sementara pertempuran untuk mengendalikan melange, rempah berharga dari Arrakis, semakin intens.
Bagian kedua novel ini menekankan evolusi politik dan keagamaan, di mana Paul, atau Muad'Dib, mulai mengubah sistem kekuasaan di galaksi. Selain itu, konflik dalam Dune bagian kedua semakin mendalam, dengan pengkhianatan, aliansi yang tak terduga, serta perang besar yang mendekat.
Untuk sebuah kisah klasik aku sangat berterima kasih pada penerbit Pop karena sudah menerbitkan terjemahannya. Juga pada penerjemah yang sudah kerja keras menghasilkan terjemahan yang bagus, hingga bisa dinikmati untuk yang seperti aku, lebih memilih membaca terjemahannya daripada bahasa aslinya.
Aku pasti ya akan merekomendasikan karya klasik ini bagi lara penggemar fantasi dan fiksi ilmiah.
Profile Image for s..
123 reviews4 followers
September 1, 2023
Baca Dune jilid 2 lebih cepet dibanding jilid 1. selain karena udah mulai paham sama setting tempat dan alur ceritanya, Dune jilid 2 emang lebih banyak scene fight-nya. Sosok Paul di sini semakin... apa ya. Menurutku justru semakin membingungkan di tengah segala kebijaksanaan dan kehebatan yang dia tunjukkan. Akhir cerita udah bisa aku tebak sedikit TAPI selalu suka sama cara Frank Herbert menggambarkan situasi (dan karakter Paul yang smitten ke Chani, hahaha). Fighting part lawan Feyd-Rautha adalah salah satu favoritku, sayang banget mereka hanya diketemukan sekali dan langsung berakhir gitu aja? I need more, i need more villain! Dan Feyd-Rautha adalah sosok yang tepat untuk menandingi Paul. Meski sepertinya sih di lanjutannya kita akan menghadapi villain yang lebih banyak ya... (jihad oh jihad?!)

Sekarang paham kenapa orang-orang banyak menyuruh untuk memberi sekali saja kesempatan baca Dune. Karena setelah sekali baca gak bisa berhenti... meski awalnya mau nangis dulu karena gak paham satupun dari universe bikinan Om Frank Herbert, tapi lama-lama belajar dan jadi jatuh cinta... kagum akan kehebatan imajinasi penulis. Benar-benar sebuah universe yang fenomenal.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizza Lestari.
113 reviews
May 12, 2025
Melanjutkan cerita Paul dan ibunya di Arrakis yang menjadi legenda karena kedatangannya tepat seperti ramalan yang kaum Fremen percaya, Paul menjadi Lisan Al-Gaib dan ibunya menjadi Ibu Suci. Paul memimpin kaum Fremen untuk membalas dendam pada keluarga Harkonnen (sebagai Duke Atreides) dan menegaskan bahwa semua rempah yang ada di Arrakis adalah milik kaum Fremen (sebagai Paul-Muad'Dib). Dalam perjalanan mencapai tujuannya, banyak yang harus Paul korbankan termasuk orang-orang yang dia sayangi. Dia juga menyusuri masa depan untuk melihat apakah dia bisa menghindarkan kedua belah pihak dari Jihad (perang besar) untuk meminimalisir korban jiwa. Apakah Paul bersama kaum Fremen bisa memenangkan apa yang sudah menjadi hak mereka?
Profile Image for Tael.
262 reviews4 followers
January 7, 2026
Gue akuin di bagian kedua ini bahasanya agak lebih berat dan alurnya buat gue agak bingung dan kaget. Tapi jalan ceritanya masih enak buat diikutin walaupun pas akhir kayak... kok gitu doang sih gue gak terima.
Profile Image for Farizka Dia.
100 reviews1 follower
December 4, 2023
Lmao pas banget baca buku ini menjelang pemilu. Apalagi ada kutipan mengenai efek agama dan politik kalau ditempatkan dalam satu kereta yang sama.
Profile Image for vini mawikere.
302 reviews10 followers
September 27, 2025
menarik banget melihat perjalanan Paul yang semakin mengenal siapa dia sebenarnya.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.