Jump to ratings and reviews
Rate this book

Racun Puan

Rate this book
Aruna sudah berusaha keras menjadi anak perempuan yang patut dibanggakan. Namun, tetap saja keluarganya hanya memandang sebelah mata.

Aruna tidak kurang-kurangnya berusaha menjadi istri yang baik. Tetapi di mata suaminya, dia keras kepala dan sulit dipahami, persis seperti kata orang-orang tentang perempuan.

Menjadi ibu pun, dia tidak mampu. Sam, anak gadisnya, menjauh dan tidak pernah nyaman bersamanya.

Semua ini makin meyakinkan Aruna bahwa dirinya tidak berharga sebagai perempuan.

Memang, menjadi perempuan tidak pernah mudah.

150 pages, Paperback

Published January 1, 2023

6 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (32%)
4 stars
15 (30%)
3 stars
17 (34%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Rahman.
168 reviews22 followers
October 13, 2023
Waktu tahu buku ini terbit aku langsung cepat-cepat beli karena penasaran. Tentu karena satu alasan: novel ini jadi salah satu yang menarik perhatian dewan juri sayembara novel DKJ 2021.

Setelah baca, aku merasa terlalu pasang ekspektasi yang tinggi. Aku suka buku ini karena dia mengulik tema yang sangat kusukai: perempuan. Tapi entahlah, aku merasa tak menemukan hal-hal yang kusukai seperti saat baca buku lain dengan tema serupa.

Cerita dituturkan oleh tiga POV: Kawa, Samudra, dan Aruna. Samudra dapat porsi sebanyak 50% dari keseluruhan buku sementara Kawa dan Aruna masing2 25%. Semua POV berkaitan dengan tokoh Aruna. Bagaimana dari POV Kawa sebagai suami memandang istrinya, sementara Samudra seorang anak memandang ibunya.

Saat membaca, POV Samudra terasa paling membosankan. Aku suka dengan beberapa hal yang lumayan related buat aku dari sudut pandang Samudra, tapi aku merasakan ada banyak yang hal seharusnya dapat porsi lebih malah minim detail (seperti adat dan seluk beluk Bali sebagai latar cerita) sementara hal-hal yang tak terlalu penting dijelaskan panjang lebar (beberapa isi pikiran tokoh Samudra yang membenci ibunya dijelaskan berulang-ulang jadi terasa repetitif)
Dari semua POV tentu saja aku paling suka POV Aruna. Aku merasa bagian inilah yang seharusnya dapat porsi 50% itu.

Penceritaan buku ini menggunakan alur non linear dan penuh akan narasi seperti buku harian. Aku sebenarnya lumayan suka dengan gaya penceritaan seperti itu, tapi entah mengapa di buku ini gaya penceritaan itu terasa lumayan monton.

Tapi di luar hal-hal kujelaskan di atas, buku ini lumayan bagus menampilkan realita rumah tangga di Indonesia. Konflik yang terjadi pada tokoh-tokohnya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Setelah menamatkan aku jadi bingung mau kasih rating berapa. Aku melewatkan hampir dua minggu untuk memikirkan berapa rating yang pantas. Kuputuskan kalau rating 3 sepertinya cukup.

Kutunggu karya selanjutnya dari penulis. Semoga bisa lebih baik dari ini.
Profile Image for Chinintya Astari.
67 reviews1 follower
September 27, 2023
Gak nyangka buku yang hanya 140an halaman ini berhasil mengoyak hati gw sedalam itu. Buku ini benar-benar menggambarkan perempuan. Tentang bagaimana sosial melihat dan menuntut peran perempuan, bagaimana perempuan melihat dirinya sendiri, bagaimana perempuan melukai hati sesama perempuna. Buku ini juga tentang luka yang diturunkan ke beberapa generasi selanjutnya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
July 18, 2024
Aruna seorang perempuan Bali, menikah dengan Kawa. Dari pernikahan mereka lahirlah Samudra, anak perempuan mereka. Di awal, dikisahkan bahwa Aruna telah berpulang ke Yang Maha Kuasa. Menjelang akhir hidupnya, dihabiskan oleh Aruna di sebuah rumah sakit jiwa. Aruna mengalami depresi dan mengatakan bahwa ada suara-suara mantra yang selalu didengarnya di rumah yang tidak menyukai kehadirannya.

Dikisahkan oleh 3 penutur: Kawa, Samudra dan Aruna (lewat buku harian), pembaca diajak untuk menyelami kehidupan Aruna pasca pernikahan. Sebagai seorang perempuan di keluarga yang menjunjung patriarki, Aruna merasa perannya semakin disudutkan. Sebenarnya Aruna mulai merasakannya sejak menikah. Lalu dia keguguran anak pertamanya dan depresinya semakin menjadi. Aruna bahkan sulit menaruh kepercayaan pada putri kandungnya.

Novel menarik, tidak terlalu tebal, namun cukup memberi gambaran kodrat wanita dalam lingkungan patriarki.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
September 23, 2023
Racun Puan merupakan novel karya Ni Nyoman Ayu Suciartini yang bercerita tentang belenggu prasangka yang tak berdasar sehingga berimbas buruk pada kesehatan mental. Novel ini dibagi menjadi 3 bagian yang menjelaskan masing-masing sudut pandang dari para tokoh utama. Bab 1 adalah Kawa, sang suami yang berduka atas kepergian istrinya dan merasa gagal karena selama istrinya hidup, banyak rahasia dari sang istri yang tidak mampu ia pecahkan. Bab 2 yaitu tentang Samudra, sang putri semata wayang dalam memandang sosok ibu yang ternyata selama hidupnya adalah sosok asing yang membersamainya tumbuh menjadi remaja seperti saat ini. Bab 3 (terakhir) menggambarkan sudut pandang dari sosok ibu yaitu Aruna dan segala ambisi, ketidakberdayaan dan kesulitannya menjadi seorang istri dan sekaligus sosok ibu yang harus tabah dalam menelan racun-racun dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Buat saya, novel ini memiliki alur yang cukup lambat. Pengejawantahan atas isu dimunculkan berkali-kali seolah hanya sedang ingin memberikan validasi pada pembaca dengan mengambil sudut pandang ketiga tokoh utama.Usaha-usaha melemahkan posisi perempuan yang berkaitan dengan adat hanya dimunculkan sesekali. Padahal dengan latar adat Bali, saya rasa cerita tersebut bisa jauh lebih dikembangkan menjadi narasi yang lebih menarik.

Terlepas dari itu, saya mengapresiasi bagaimana penulis melibatkan harapan-harapan dari para tokoh yang patah diramu dalam sesal dan ketidakberdayaan yang tidak dipaksa berakhir dengan selesai yang melegakan.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,447 reviews73 followers
June 7, 2024
Keluarga memang bisa jadi cobaan terbesar bagi manusia. Novel ini adalah gugatan bagi sistem patriarki dan kasta di Bali. Ada tiga sudut pandang yang disajikan. Sudut pandang Kawa, sang Suami; sudut pandang Samudra, sang Anak Perempuan; sudut pandang Aruna, sang Ibu sekaligus sang Istri.

Cerita Kawa berisi soal penyesalan karena sangat jarang membantu istrinya melakukan pekerjaan rumah, tidak membantunya menghadapi ibu dan tiga kakaknya, serta menunda mengabulkan keinginan istrinya untuk merayakan Galungan di rumah keluarganya sendiri di Karangasem. Kini Aruna sudah meninggal, pergi membawa luka dan meninggalkan luka yang membuat Kawa berharap bisa menyusul istrinya.

*

Cerita Samudra berkisah tentang kesedihan, kemarahan, dan kegetirannya karena sang Ibu selalu menuntutnya untuk jadi anak yang sempurna. Di sepanjang cerita Kawa, Aruna ditempatkan sebagai korban tak kepedulian suaminya. Namun, cerita Samudra membuka sisi lain bahwa ternyata sang Ibu ini punya banyak sisi toksik juga.

Segala luka itu membuat dirinya depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa. Namun, sang Ibu yang tak terima membawanya untuk disucikan kaum agamawan dan orang "pintar" yang mengatakan dirinya adalah melik. Mungkin semacam indigo. Dalam tradisi Bali, diceritakan bahwa para melik ini ditakdirkan untuk menjalani hidup di jalur agama. Dan Samudra menolak karena dia ingin jadi Dokter Jiwa.

Sang Ibu menyebarkan pada para sanak keluarga bahwa dirinya adalah melik untuk menutupi rasa malunya karena Samudra dirswat di RSJ. Hanya sudut pandang Samudra yang diakhiri dengan agak cerah karena diceritakan ia akan menikahi dokter jiwa muda yang merawatnya. Namun, alasan sang dokter jiwa bisa begitu empati terhadapnya ternyata sangat mengejutkan dan sungguh personal.

*

Sudut pandang Aruna atau sang Ibu adalah sudut pandang yang paling pendek porsinya. Mungkin karena Aruna sendiri sudah meninggal dan berbagai kisah tentangnya sudah banyak diceritakan oleh Samudra dan Kawa. Bagian Aruna lebih banyak menceritakan masa kecilnya yang tidak bahagia. Ayahnya adalah kaum kesatria yang menikahi perempuan sudra. Anak perempuan yang lahir dari pernikahan semacam itu seharusnya mengikuti kasta ibunya.

Padahal, pilihan untuk menikahi wanita beda kasta itu dia ambil sendiri secara sadar, tapi ayah Aruna menganggap pernikahannya dengan Ibu Aruna adalah kutukan karena mereka dilanda kemiskinan. Ayahnya suka mabuk, judi, dan memukuli ibu Aruna.

Yang bikin aku kaget adalah anggapan bahwa perempuan sudra seperti ibunya seharusnya melahirkan dicaesar saja agar sang anak tak keluar dari "lubang sudranya". Serius?! Tapi Aruna nyatanya lahir normal dan itu bikin ibunya merasa bersalah.

Sejak kecil Aruna sering membantu mencuci di rumah para tetangganya. Ayahnya malah marah-marah karena mereka mau jadi jongos di rumah orang yang kastanya lebih rendah. Tapi tetap saja si ayah minta uang upahnya untuk berjudi. Obatnya habis, Pak?

Segala pengalaman menyakitkan itu membuatnya ingin jadi wanita sukses dan mengusahakan agar anaknya tak mengalami nasib yang sama. Tapi meski secara reputasi dia cukup terpandang, sejatinya ia merasa terasing ketika memasuki keluarga suaminya. Anaknya sendiri pun menjauh (dan dia gak nyadar bahwa penyebabnya adalah ulahnya sendiri yang terlalu otoriter). Bab Aruna ditutup dengan dialog yang membuat bertanya-tanya karena memperlihatkan adegan dirinya mengunjungi Samudra di rumah sakit jiwa, tapi Samudra justru mengira ibunyalah yang dirawat di sana. Ha???

*

Pernah dengar lirik lagu The Changcuters yang mengatakan bahwa "Wanita, racun dunia?" Itu lirik ngeselin banget, loh. Seharusnya yang tepat adalah "Wanita, diracuni dunia". Entah kenapa di banyak kebudayaan berbagai tempat wanita diperlakukan sebagai makhluk kelas dua yang tujuan hidupnya hanya untuk tunduk, patuh pada keluarga dan lelaki. Sangat menjengkelkan.

Membaca novel ini cukup triggering juga. Untung nggak terlalu panjang. Cuma 150 halaman. Meski begitu sesungguhnya aku berharap novel ini bisa lebih memvisualisasikan berbagai adegan penting. Misalnya, perlakuan apa yang diterima Aruna dari ibu mertua dan tiga kakak iparnya sampai-sampai dia merasa terasing? Bagaimana Aruna bisa meninggal? Bagaimana dia bisa mengira mertuanya mempraktikkan mantra-mantra sihir klenik dan bukannya ritual agama yang benar?
Profile Image for rianilin.
10 reviews
December 1, 2025
Bicara soal racun berarti kita bicara soal sesuatu yang bisa jadi mematikan.

Aruna, hidup sebagai seorang anak, lalu tumbuh sebagai perempuan dewasa dan jadi seorang istri. Ia kemudian menjadi seorang ibu sebelum akhirnya meninggal dunia. Dalam perjalanannya, bukan tak mungkin ia temukan racun bertebaran yang tak jarang dengan sengaja maupun tidak — ditelannya.

Aruna tenggelam dalam kubangan racun yang tak bisa ia temukan penawarnya. Tidak dari orang tua, suami, maupun putri yang begitu ia cintai. Satu-satunya yang menemani Aruna selama ini adalah buku harian miliknya — yang baru disadari keberadaannya setelah kepergian Aruna.

Buku ini diisi oleh tiga sudut pandang. Kawa, suaminya. Samudra Bening, putrinya. Lalu terakhir adalah Aruna sendiri. Buku tipis dengan 150 halaman ini seperti membawaku pada letupan emosi yang datang disaat bersamaan. Di tiap lembarnya, penulis begitu mahir merangkai kata yang membawa pembaca ikut terhanyut dalam aliran kalimatnya. Sampai akhir, dibandingkan air mata, lebih banyak sesak yang mengepul di dada.

Become a member
Tuntutan terhadap peran perempuan sepertinya bukan hanya omong kosong belaka. Kalaupun iya, berarti penulis mengimplementasikannya sebagai kenyataan dengan sempurna. Tuntutan, sangat bisa menjelma menjadi sebuah racun yang mematikan.

Mulut-mulut itu tak pernah absen menjejalnya soal petuah bagaimana seorang istri harus berlaku kepada suaminya, pun kepada keluarga suaminya — seolah ia diasingkan padahal berkas mengatakan istri dan suami berada dalam satu keluarga yang sama. Tak pernah sekalipun Aruna terbebas dari hantu yang membayanginya perihal menjadi Ibu yang hebat. Seperti tak pernah ada kata cukup untuk ia dan putrinya. Semua ekspektasi tumpah-ruah membebani Sam, dan Aruna kepayahan untuk sekadar menyadarinya.

Seperti yang Sam — panggilan untuk Samudra Bening— katakan, Ibunya selalu merasa dirinya bisa melakukan segalanya. Sehingga ia juga dituntut untuk hal yang sama. Padahal, Aruna tak mampu dan Sam tahu itu.

Lantas, bagaimana kalau selama ini, Aruna sadari dirinya kepayahan, tapi tak ada seorang pun yang mau membantunya? Mendengar pun mereka tak sudi. Bukan tak pernah. Aruna membuka lebar pintu harapan itu. Tapi yang datang hanyalah kenyataan pahit yang menghancurkan semua mimpi-mimpinya. Kenyataan yang membuatnya mempertanyakan, apakah pernikahan yang dilaluinya adalah pernikahan bahagia? Setelah Aruna melepas kehidupan lajangnya, apakah ini adalah kehidupan yang layak sebagai penggantinya?

Buatku, cerita ini adalah bentuk dari luka yang berkepanjangan. Kekeliruan kita di dalam merawatnya, tentu bisa menjadi akar dari luka baru yang sadar atau tidak kita torehkan dalam hidup orang yang seharusnya kita berikan cinta.

Dan Samudra Bening, adalah karakter cerdas yang aku cintai. Diantara posisinya sebagai seorang anak dengan limpahan emosi yang membingungkan. Sam berhasil memproses dan memotong luka itu hanya sampai di dirinya. Meski tak mudah dalam prosesnya, justru itulah yang membuat ia layak dikatakan sebagai anak yang hebat.

Buku ini memiliki banyak trigger warning, jadi aku sarankan berhati-hatilah dalam membacanya. Banyak realita kehidupan yang bisa jadi membangkitkan trauma seseorang. Tapi, buatku, cerita ini layak untuk dibaca. Karena dia terasa begitu dekat. Penulis banyak menekankan unsur kasta yang masih kental disini, memasukan unsur-unsur tabu, mengangkat isu-isu perempuan, juga budaya patriarki.

hmu on https://medium.com/@rianiarchive/racu...
Profile Image for fara.
280 reviews42 followers
March 19, 2024
Novel ini punya babakan dengan tiga sudut pandang yang berbeda sesuai jumlah tokoh sentralnya; Kawa (ayah), Samudra (anak), dan Aruna (ibu). Saya dapat merasakan bahwa novel ini mencitrakan keluarga yang utuh tetapi disfungsional sebagaimana kebanyakan rumah tangga di Indonesia. Soal bagaimana perempuan diperlakukan oleh keluarga suaminya, soal tanggung jawab pasangan, soal membesarkan anak, juga soal budaya Bali yang diselipkan tipis-tipis (mengingatkan saya pada karya-karya Oka Rusmini yang identik dengan perempuan dan masyarakat adat). Pada dasarnya, Racun Puan lebih mengeksplorasi tema kesehatan mental yang didasari oleh premis problematika perempuan.

Saya sedikit bosan dan nyaris berhenti di tengah jalan karena model berceritanya adalah sesuatu yang baru. Didominasi oleh narasi sudut pandang orang pertama (yang menyuarakan isi hati tokoh dengan begitu gamblang), membuat Racun Puan begitu minim dialog dan pembaca lebih banyak 'diberi tahu' daripada 'diperlihatkan'. Oleh karenanya saya sangat jengah, seperti membaca diari seseorang yang begitu panjang tanpa diberi jeda berupa peraga adegan yang mengandung percakapan berarti. Sejujurnya perbendaharaan kata untuk menghias tiap paragrafnya sangat apik, terkadang berima, cenderung puitis, dan berbunga-bunga (tetapi menjelaskan ironi dan rasa kecewa Aruna dengan baik). Sayangnya, nggak membantu banyak.

Rasa kesal saya di awal bab karena narasi Kawa yang depresi ditinggal mati istrinya bergulir saja pada sudut pandang si anak, Samudra, yang bagi saya cukup personal: "Aku takut Ibu akan mengakhiri kekalutannya sendiri dengan membunuhku saat itu. Aku tahu Ibu orang seperti apa. Dia serupa Ayah. Ketika marah atau menginginkan jawaban, mereka sama sekali tak ingin mendengar jawaban sebenarnya. Mereka ingin yang ditanya menjawab sesuai apa yang ada dalam pikiran mereka. Inilah jenis komunikasi paling absurd, paling tak masuk akal yang dilakukan umat manusia. Termasuk ibuku." (halaman 54-55).

Saya tahu penulis mencoba membagi porsi yang adil bagi tiga tokoh ini agar pembaca mendapatkan impresi dan menyimpulkan makna tersendiri dari tiga sudut pandang yang berbeda, akan tetapi menilik porsi Aruna (yang sejak awal saya tunggu-tunggu dan saya pikir akan menjadi klimaksnya) justru lebih sedikit dari Samudra, justru membuat saya agak kecewa. Akan tetapi, saya ingin mengapresiasi karena beberapa bagian yang membuat saya bertanya-tanya (soal latar belakang keluarga dan kehidupan Aruna) akhirnya terjawab di bab terakhir. Setidaknya itu dapat mengobati perasaan pasrah saya tatkala menamatkan Racun Puan. Dan, lagi, Aruna juga punya kutipan yang bagi saya emosional karena relate secara personal, "Melihat kehidupan pernikahan Ayah dan Ibu selalu membuatku berpikir. Apakah menikah membuat salah satu manusia bergantung pada manusia lainnya? Semacam benalu yang merongrong inangnya? Kenyataan itulah yang membuatku benar-benar mengulur waktu untuk menikah." (halaman 127-128).
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
October 7, 2023
Kehidupan perempuan di belahan manapun selalu nampak pelik dan rumit. Begitu pun yg terjadi pada novel ini.

Novel ini menceritakan kisah Aruna sebagai tokoh utama yg dideskripsikan melalui 3 sudut pandang. Yaitu Kawa (suaminya), Samudra (putrinya), dan dirinya sendiri. Aruna meninggal dunia dalam keadaan yg dianggap tidak waras oleh orang di sekitarnya

Kematian Aruna ternyata membawa luka yg berlarut-larut pada diri suaminya dan putri semata wayangnya. Aruna, sebelum menikah adalah seorang gadis penuh semangat dan mimpi, cerdas dan juga tegas. Tapi penjara pernikahan membuatnya terkungkung di dalamnya. Hidup bersama suami yg sama sekali tidak mendukungnya, bersama mertua yg kerap kali menuduhnya. Kalimat-kalimat yg dulu diucapkan Aruna secara lantang, pelan-pelan tertelan dan menjadi diam. Rumahnya memintanya untuk bungkam dan tak banyak menuntut. Aruna tetap sendiri dan menjalani semuanya seorang diri. Hingga Aruna harus hidup dengan rasa khawatir berlebihan, dia selalu memikirkan hari esok bahkan 20 tahun mendatang hingga dia lupa menikmati hari ini.

Pertengangkaran antara Aruna dan Kawa menjadi rutinitas harian. Mereka lupa bahwa di rumah itu ada anak kecil yg sedang bertumbuh dan orang dewasa lain yg gemar menuduh. Dampaknya tentu saja menjadi traumatis bagi Samudra yg hidup dalam keluarga lengkap tetapi tak harmonis. Samudra tumbuh besar tanpa tahu bagaimana rasanya memilih kehidupan, semua hal diatur secara sempurna menurut ibunya. Samudra tumbuh besar dengan membenci ibunya, karena baginya apa yg dilakukan Aruna tak layak dilakukan oleh seorang ibu dan Kawa, ayahnya yg demikian tidak peduli dengan kehidupan putrinya. Dan nenek yg paling dia percaya, ternyata perkataannya mengandung racun. Sopan santun menjadi hal utama di rumahnya, tapi sayangnya rasa santun tak pernah dibarengi dengan kejujuran. Samudra hidup dikelilingi dengan ibu yg terlalu memikirkan masa depan, ayah yg tidak terlalu tertarik dengan hari esok dan hidup hanya untuk hari ini, juga nenek yg lupa bahwa dia sudah berada di zaman yg berbeda, memaksa anak dan cucunya hidup di masa lalu seperti yg pernah dia alami.
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
October 12, 2025
Judul: Racun Puan
Penulis: Ni Nyoman Ayu Suciartini
Penerbit: Bentang
Dimensi: 13 bab (epub), cetakan pertama Agustus 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786231861870

Aruna dikenal sebagai wanita hebat yang pandai mengelola waktu. Ia pekerja profesional, istri yang penurut, dan ibu yang baik. Namun akhir hidupnya begitu menyesakkan. Ia terkena penyakit jiwa dan mati tanpa mengenal dirinya apalagi mimpinya. Pemicu penyakitnya disebabkan putri kebanggaannya, Samudra yang membantah semua pendapatnya. Hal yang ia kira prestasi terbesarnya justru merupakan kegagalan besar. Ia tak sadar bahwa ia menelan beragam perkataan tidak baik dari mertua, ipar, dan keluarga suaminya bagai racun. Dan semua racun itu justru berasal dari kaumnya sendiri: perempuan.

Dikisahkan dalam 3 PoV: Kawa sebagai suami, Samudra sebagai anak, dan Aruna sebagai tokoh utama, membuat kisah ini saling melengkapi dan menguatkan konflik yang umum dirasakan perempuan di Indonesia. Hal unik yang menjadi kelebihan penulis adalah kepercayaan Hindu yang ditulisnya, membuka wawasan tentang kasta dan bagaimana samanya patriarki ditetapkan dalam agama itu.

Meski sederhana kisahnya, tapi isu yang diangkat sangat perempuan sekali. Semua dimulai usia 25, di mana racun puan bernama "pertanyaan basa-basi" dimulai dengan topik utama: kapan kawin? Lalu setelah menikah, mulailah perempuan masuk ke dalam pusaran yang menuntutnya jadi serbabisa dan sempurna. Hingga ia lupa siapa dirinya. Ia pelindung utama keluarganya dari beragam racun perempuan lain, seperti ibu mertua, kakak/adik ipar, tante, dll. Padahal sebagai sesama perempuan harusnya menguatkan, tapi justru dengan tahu kelemahan, malah paling mematikan.

Cocok dibaca oleh perempuan dan mereka yang ingin memahami perempuan dari sisi anak, istri, dan ibu di Indonesia.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #bestreviewer_komplek #racunpuan #ninyomanayusuciartini #metamorfillah #fiksi
Profile Image for Wike Wijayanti.
20 reviews
April 16, 2025
Racun Puan merupakan sebuah novel yang mengangkat tradisi di Bali dan jarang diketahui oleh masyarakat luar. Sebuah kehidupan yang tidak adil bagi seorang perempuan. Apalagi jika dia berasal dari kasta yang rendah.

Novel ini diceritakan dalam tiga bagian, yakni Komang Kawa, yang dipanggil Kawa (suami/ayah), Samudra Bening (anak), dan Aruna (istri/ibu).

Bermula dari Kawa yang merasakan penyesalan setelah kematian Aruna. Ia terlambat menyadari bahwa selama hidup, Kawa tidak pernah hadir sebagai layaknya pasangan. Kawa yang selalu membela ibunya sendiri, menyerahkan semua pekerjaan rumah dan anak kepada Aruna, dan perlahan enggan menjadi pendengar untuk Aruna. Baginya, semua yang ia dengar seolah rekayasa.

Sam, anak perempuan dari pernikahan Kawa dan Aruna. Anak yang menjadi korban atas ketidakhadiran Kawa di antara nenek (Ibu Kawa) dan Aruna yang tak pernah sepaham. Sam tumbuh di antara kehidupan yang memaksanya untuk selalu mengikuti keinginan Aruna hingga ia depresi.

Aruna. Seorang perempuan yang memiliki masa lalu yang kelam sejak kanak-kanak karena diskriminasi gender dalam keluarganya. Ia diabaikan oleh ayahnya lantaran jenis kelaminnya perempuan, sedangkan adiknya yang laki-laki selalu mendapat perlakuan istimewa dari ayahnya. Selain itu, setiap hari ia melihat kejadian buruk yang dilakukan sang ayah terhadap ibunya. Budaya patriarki yang masih kental.

Alih-alih ingin hidup bahagia pasca menikah. Justru Aruna pun mengalami hal serupa dengan ibunya. Ia dipaksa meminum racun tentang stigma perempuan hingga menjelang kematiannya.

Novel ini ditulis dengan bahasa yang ringan dan disertai majas, namun masih bisa dipahami. Maknanya yang mendalam mampu membuat pembaca dikoyak-koyak perasaannya. Novel ini juga tak butuh waktu lama untuk diselesaikan. Sekali duduk pun bisa.

Buat kamu yang ingin menjelajah tentang kelamnya kehidupan keluarga ini, silakan baca buku Racun Puan. Selamat berselancar. 🤧
Profile Image for Mizuoto.
147 reviews1 follower
March 8, 2025
⭐3.5/5

Meskipun membicarakan kerumitan kehidupan perempuan Bali, Racun Puan mewakili keresahan perempuan—secara umum—atas ekspektasi peran gandanya akibat tekanan budaya patriarki.

Dalam buku ini, Uci cukup baik memberikan gambaran kodrat perempuan dalam lingkungan patriarki. Perempuan mengalami pelabelan, ketimpangan, plus peran ganda yang dilakoni. Satu bentuk ketidakadilan gender yang sesungguhnya masih jamak terjadi di masyarakat kita bahkan telah mengakar, mengikat menjadi bagian sistem sosial budaya, dan kebanyakan menganggapnya sebagai tugas (atau takdir?) yang seharusnya.

Tidak cukup mengisahkan bagaimana sosial menuntut peran perempuan dalam berumah tangga, Uci juga menyoroti seperti apa perempuan memandang dirinya, perempuan melukai sesamanya, dan perempuan meninggalkan luka kepada anak-anaknya. Rasa-rasanya, patriarki mampu membuat orang-orang menderita, tidak hanya perempuan, melainkan juga laki-laki yang, kerap kali, tanpa sadar menjalaninya dalam keseharian karena melihat orang tuanya melakukan hal yang sama.

Selain isu perempuan, lapisan kedua Racun Puan mendedah sistem sosial patriarki—maupun adat Bali—memberikan dampak psikologi kepada tokoh-tokohnya. Uci cukup baik membangun lagi menjabarkan segala penyebab yang melatarbelakangi dan masa-masa depresi para karakternya. Perasaan putus asa, sedih, marah, penyesalan, ketegangan tergambarkan dengan apik.


Resensi lengkap bisa dibaca di sini
Profile Image for Sheira Sharma.
133 reviews6 followers
August 9, 2024
3,5 ⭐

"perempuan yang menjadi korban justru beralih menjadi pelaku. terus saja begitu. perempuan menyerang perempuan. padahal, perempuan bisa sangat kuat jika saling menguatkan. sebaliknya, sesama perempuan juga bisa saling melemahkan selemah-lemahnya."

novel ini mengangkat isu perempuan dan trauma antargenerasi yang di ambil dari sudut pandang seorang istri bernama aruna, suami bernama kawa, dan anak perempuan mereka yang bernama samudra.

gaya berceritanya pakai sudut pandang orang pertama yang lumayan enak di baca, setiap pov juga menarik, gue pribadi paling suka pov aruna sebagai anak perempuan, menantu perempuan, perempuan, dan istri itu sendiri.

latar ceritanya di bali jadi ada pembahasan tentang adat dan kasta bali, tapi menurut gue nggak terlalu kental dan sebenernya gue berharap hal ini di singgung lebih detail lagi. terus gue notice kalau pov samudra sebagai anak di sini yang paling besar, beberapa pembahasannya memang relatable, tapi ada yang nggak ngena dan bikin rada bosan di pertengahan. well, gue prefer pov-nya aruna yang di banyakin, atau kawa deh nggak papa karena seru baca penyesalan laki patriarki :))

but so far judul ini seru sekali buat di baca, isu yang di angkat dekat, terus novelnya juga tipis, 150 halaman lah kurleb. jadi bisa selesai dalam sekali duduk.
10 reviews
August 31, 2025
Baca Racun Puan bikin aku inget banget sama perkataan Lavina di podcast Suara Berkelas: “Perempuan bekerja dituntut bekerja seperti nggak punya anak, dituntut ngurus anak seperti nggak bekerja.” Pas banget sama hidup Aruna.

Aruna seorang istri dan ibu yang bekerja. Tinggal sama ibu mertua dan ipar, ternyata memberikan rasa sesak. Sesama perempuan yang seharusnya bisa menjadi tempat bersandar, nyatanya malah menambah beban dan luka. Suami pun tidak pernah jadi tempat yang layak untuk cerita. Bahkan waktu dia keguguran pun, dia nggak punya bahu buat bersandar.

Luka Aruna bukan luka baru. Sejak kecil, Aruna udah hidup di keluarga yang kental adat dan kasta yang merendahkan perempuan. Jadi wajar kalau lukanya numpuk, terbawa sampai dewasa. Menjadi sosok ibu yang sayang sekali dengan anaknya, menjaga sedemikian rupa tapi sayangnya cara dia memeluk erat justru malah bikin anaknya ikut merasa sakit dan sesak.

Menjadi perempuan bukan perkara mudah. Tidak ada perempuan yang sempurna. Sistem patriarki yang menjalar terkadang membuat sesama perempuan saling menggoreskan luka.

Novel yang ditulis dari tiga sudut pandang, Aruna, suaminya Kawa, dan anaknya Samudra dapat membuat kita melihat satu masalah dari tiga sisi yang berbeda. Kawa dengan penyesalan, Samudera dengan pemahaman alasan ibunya mengekang, dan Aruna dengan keinginannya untuk tetap jadi istri sekaligus ibu yang baik meskipun hidupnya penuh racun.
Profile Image for Lesh✨.
288 reviews4 followers
December 21, 2025
Novel ini berkisah tentang dampak patriarki terhadap wanita. Sungguh menyayat hati yang dialami oleh tokoh utama bernama Aruna.

Terdapat 3 POV keluarga yakni: 1. Kawa (suami), 2. Samudra (anak perempuan), dan 3. Aruna (istri).

Berlatar tempat di Bali dengan tradisi dan kasta yang terjadi secara turun-temurun, Aruna menjalani hidup yang berat—menjadi anak perempuan, istri, menantu, ibu dalam satu waktu—yang dituntut harus menjadi manusia sempurna tanpa luka.

Kemudian dari POV Kawa, dia tidak pernah menyadari mengapa istrinya selalu murung. Sejak awal dia selalu merasa berada di jalan yang benar sebagai suami dan ayah. Dia sudah mengikuti standar kehidupan sebagai kepala dan tulang punggung keluarga. Kawa dilahirkan sebagai penerus adat dan keluarga, tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan domestik rumah tangga alih-alih semua sudah dikerahkan kepada istri.

Lalu melalui POV Samudra, seorang dokter jiwa yang menangani berbagai pasien dengan sabar. Dia harus merelakan mimpinya sebagai pelukis hanya untuk menjadi dokter—demi keluarganya dan demi sanjungan orang-orang.
Profile Image for Cinta.
20 reviews
April 3, 2024
Buku ini bertemakan feminisme. Jadi, ini bukunya menceritakan tentang sosok perempuan yang dalam hidupnya pernah jadi anak, ibu dan istri.

Aruna, namanya. Tetap memilih enggan bersuara dibalik paham patriarki di lingkungannya. Entah itu dari masyarakat ataupun dari keluarganya sendiri. Suaminya, Kawa. Berperilaku seolah udah layak sebagai suami dan ayah yang pantas untuk keluarganya, nyatanya telak tak berbalas pada kebaikan istri yang ruah.

Disini tuh pake POV 1, tapi dengan 3 sudut pandang. Ada Aruna, suaminya dan anaknya. Penulisnya tuh perempuan, tapi pas POV suaminya tuh persis seperti POV pria yang pakai logika, bukan perasaan.

Suka banget sama buku ini. Sama narasinya, sama topik yang diangkat. Walaupun kamu bukan seorang perempuan, bacaan yang mengambil topik feminisme kayak gitu harus banget untuk dibaca.
47 reviews
December 8, 2025
Banyak permasalahan yg terjadi dalam sebuah keluarga disebabkan oleh kurangnya komunikasi yg baik. Sebuah keluarga yg terdiri dari ayah, ibu & seorang anak perempuan.
Tampak luar keluarga mereka terlihat keluarga yg sempurna namun dalam batin masing-masing banyak hal yg kurang mengenakkan, kegelisahan, harapan apa yg diinginkan kepada satu sama lainnya.
Bagian yg paling membekas bagi sy adalah bagian pov anak, seorang anak yg ingin didengar apa yg dia rasakan, apa yg dia inginkan tapi tertahan oleh sang ibu yg hanya mempercayai apa otaknya yg ingin percayai.
Dari buku ini sy belajar komunikasi sepenting dalam aspek apapun terutama dalam sebuah keluarga.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
May 9, 2024
Novel yang menceritakan tentang jati diri perempuan selalu akan berisi beban dan ganjalan yang berat untuk dipikul perempuan dengan tiga profesi; sebagai istri, ibu dan menantu. Dengan pov yang berbeda-beda, cerita soal rumah tangga serta keluarga berikut rasa kehilangan besar itu mengalir dituturkan melalui Kawa, Aruna dan Samudera. Bagus alurnya namun saya kurang sreg dengan gaya penceritaan seperti ini. Kurang berjiwa karena hanya berdasarkan konteks buku harian. Kalau menurut juri DKJ novel ini menarik perhatian, menurut saya sih biasa saja. Namun demikian ceritanya sangat relate dengan kehidupan keluarga pada umumnya. Konflik batin antar penghuni, mertua-menantu serta adat dan kasta menjadikan novel tipis ini rada berbobot.
Profile Image for Caren Gultom.
87 reviews1 follower
September 3, 2024
menurutku baguuuss bgt 😭😭🥹🥹 aku cocok sama tata bahasanya, isu-isunya dibahas dg halus tp lugas, dan gak ada plot hole like it was a real story of somebody.. tema psikologi, budaya, dan keluarga jadi 1 padat bgt dan gak bikin eneg karna cm 140 halaman.. so good!
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
December 17, 2024
99 - 2024

3,5bintang lah.
Cerita dari POV 3 tokoh yang sekeluarga, ayahnya Kawa, anaknya Sam dan ibunya Aruna.
Cerita perempuan bali yang selalu kubaca juga sebenarnya, patriarki, soal adat dan kasta hingga isu rumah tangga dari ketiga tokoh yang sering banget terjadi.

Paling suka cerita Sam.
Profile Image for Puspa.
11 reviews
November 13, 2023
Menceritakan susahnya kehidupan menjadi perempuan, ibu, istri dan juga menantu.
Profile Image for Leea Hapsari.
80 reviews1 follower
June 13, 2025
Sebuah buku tentang susahnya menjadi perempuan yang ditulis oleh Ni Nyoman Ayu Suciartini.
Buku ini bercerita tentang Aruna yang dilihat dari 3 sudut pandang; 1. Suaminya (Kawa), 2. Putrinya, Samudra, 3. Aruna sendiri. Sudut pandang tersebut ditulis dengan menggunakan "aku".
.
KAWA
Sekarang baru kusadar, jahat sekali temanku yang meracuniku dengan gagasan itu. Temanku itu bilang, abaikan saja kalau ada perempuan mengeluh. Semua perempuan memang begitu. "Tak pernah benar persoalan dunia di mata mereka." ...
Sayang, penyesalan itu lagi-lagi datang terlambat. Sungguh racun itu kutelan mentah-mentah. ...
Padahal persoalanmu tak kalah rumit, Sayang. Kau sendirian datang ke rumahku. Kau sendirian berhadapan dengan ibuku. Aku juga lupa kau sendirian menghadapi istri dari ketiga kakakku. ...
SAM
Setelah kematian Ibu, lewat buku harian yang sengaja ditulisnya untukku da ayahku, aku merasa kasihan kepada ibu. Namun, di sisi lain, aku juga kasihan kepada diriku yang tak memahami ibuku sendiri. Ibu menyimpan dendam terhadap masa lalunya. Sayangnya, aku terlambat mengerti itu. Ibu dendam dengan kemiskinannya. Ibu dendam dengan kebebalan. Ibu dendam dengan nasibnya.
... Aku terus mengira-ngira. Aku lupa bertanya. ...
ARUNA
Kelahiranku sebagai anak pertama tak berarti apa-apa ketika aku seorang perempuan. Apalagi aku lahir dengan proses normal. Artinya aku lahir lewat vagina ibuku. Ibu menyebutnya sebahai tulah. Ibu tak percaya diri karena anak bangsawannya lahir dari lubang sudranya. Aku tidak paham mengapa ibu demikian keji terhadap dirinya sendiri.
Ada pandangan perempuan sudra yang menikah dengan laki-laki ksatria sebisa mingkin tidak melahirkan lewat vagina, tetapi dioperasi saja. Ini tentu menyalahi takdir Tuhan. Jika aku tetlahir lewat gua garba sebenarnya, Ayah dan keluarganya bisa apa? Aku juga tidak peduli apakah aku dianggap kesatria, bagian dari keluarga, keturunan, atau ahli waris. ...
... Ibu memintaku untuk tidak bertindak ngawur.
"Perempuan memang harus menerima," kata Ibu.
.
Secara tidak sadar, masyarakat menebarkan banyak racun tentang perempuan. Racun mematikan yang tidak ada penawarnya.
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
October 2, 2024
Racun Puan sedikit banyak memberikan gambaran bagaimana patriarki membuat orang-orang menderita. Tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki yang seringkali masih tidak disadari. Patriarki menjadi akar dari luka-luka yang diturunkan dari generasi ke generasi, dan begitulah yang terjadi pada kehidupan Aruna.

Ulasan lebih panjang bisa dibaca di sini https://rakata.id/forum/detail/book-r...
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.