Gadis itu dicurigai sebagai penyebab kematian Keysia, sahabatnya. Desas-desus tentang kematian yang tidak wajar membuat sekolah gempar! Warga sekolah memojokkan Miria, bahkan guru-gurunya. Perasaan Miria campur aduk, ia sangat kehilangan sahabat yang selama ini memberi warna dalam hidupnya. Bagaimana mungkin ia terlibat dalam kasus itu, jika ingat kejadiannya saja tidak?!
Dengan bantuan Aksa dan Janu, dua cowok penuh rahasia yang mendadak perhatian, Miria berusaha mengungkap pembunuh Keysia. Ditambah pesan motivasi sekaligus petunjuk dari sosok misterius, Robin, mereka terus bergerak. Dari sana, satu per satu kepingan rahasia terkuak. Tentang misteri kematian Keysia, problematika kelas unggulan A+, dan rahasia kelam praktik ilegal yang melibatkan banyak pihak berkuasa.
Sanggupkah Miria menyatukan kepingan-kepingan itu dan menemukan jalan keluar?
Gimana rasanya kalo kamu dituduh membunuh sahabatmu sendiri?
Itu yang dialami Miria. Sahabatnya dikabarkan meninggal karena dibunuh dan Miria dijadikan saksi dan suspect utama karena terungkap terakhir Keysia chat dengan Miria dan Miria memang berencana ke rumah Keysia malam itu. Tapi, menurut Miria dia ga jadi ke rumah Keysia karena ketiduran dan ga inget apa-apa setelahnya.
Singkat cerita, Miria bertemu teman-teman baru yg mau membantu membersihkan namanya sekaligus menguak kebenaran, di antaranya Aksa dan Janu. Sifat ketiga manusia ini bertolak belakang bgt: Miria pendiam dan perasa, Aksa dingin dan keras kepala, sedangkan Janu kocak dan tengil. Kadang ada Kevin juga yg dramatis dan ceplas-ceplos. Jadi interaksi mereka berwarna bgtt. Ditambah lagi dialognya pake bahasa yg santai khas anak remaja Jaksel. Apakah mereka bisa kerjasama dengan baik atau malah akan ada drama internal?
Sepanjang baca dibuat penasaran dan menebak-nebak siapa pelakunya. Tapi makin lama masalahnya makin kompleks karena latar belakang kasus Keysia ini ternyata ga sesederhana itu. Walaupun atmosfernya gloomy & creepy, buku ini tetep kerasa ringan dibaca karena diimbangi karakternya yg unik-unik itu. Bener-bener page turner.
TAPII jujur aku merasa ada beberapa hal yang mengganjal sih
Aku sebenernya heran, ini sekolah elite tapi kok ya keliatannya bobrok bgt:’ gurunya ga profesional, ada yg judgemental ke Miria padahal belum terbukti dia pelakunya, ada yg kelewat akrab sama muridnya sampe kayak sama temen sendiri, ada yg problematik, kepseknya pasif, dan main politik bgt. Kelakuan anak-anaknya ga mencerminkan adab yg baik, ga keliatan dipantau jg jadi kayak bebas gitu. Emang sih ini jadi masalah yang dibahas di bukunya tapi kok bisaaa kondisi sekolah elite sampe kayak gitu. IDK It just doesn’t sit right with me…
Tapi selain itu ceritanya tetep seru kok. Keinget buku A Good Girl’s Guide to Murder walaupun garis besar plotnya tetep beda. Recommended buat yg tertarik bacaan misteri x drama anak sekolahan x komedi
Buku ini langsung dibuka sama kematian seseorang yang bakal dicari pelakunya di sepanjang cerita. Tokoh utama kita, Aksa, yang dekat dengan korban, bersaing dengan Janu yang cewek kesukaannya dituduh sebagai pelaku, untuk mengungkap misteri di balik kematian Keysia, seorang siswi cerdas nan baik hati di SMA AngSa.
Di SMA ini ada kelas A dan A+. Yang A+ isinya anak-anak jetset gitulah. Lewat penyelidikan Aksa dan Janu, terbongkarlah sisi gelap kelas A+ ini, dari mulai jual beli nilai sampai jual beli obat dopping. Penyelidikan mereka juga menguak praktik pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru, yang aku harapkan punya nasib tragis di akhir cerita, tapi ternyata enggak. Bahkan si pelaku katanya lolos dari hukuman karena backupnya kuat. Tapi si pelaku utama sendiri punya indikasi gangguan jiwa dan masih di bawah umur. Yang kayak gini emang gak mungkin kena hukuman penjara sih. Paling-paling dirawat di RSJ dan direhab di lembaga sosial gitu supaya jadi orang bener lagi.
Penyelidikan Aksa dan Janu gak lengkap kalau nggak ada drama romance-nya. Jadi mereka berdua rebutan cewek bernama Miria yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan Keysia karena punya somnambulisme, alias bisa tidur sambil jalan. Perilaku sleepwalking Miria yang bikin dia nggak punya alibi pada waktu kematian Keysia, tapi terbantahkan sama rekaman CCTV. Bukti-bukti yang hadir di sini hampir semuanya bukti rekaman video.
Miria, jangan pilih cowok badboy. Pilih yang mau tulus ngejagain kamu aja. Dengan penyakit tidur sambil berjalan yang kamu derita, kamu nggak tahu bakal dimanfaatin buat apa sama orang yang nggak bisa kamu percaya.
Miria menjadi tersangka pembunuhan Keysia dalam semalam. Padahal, dia ingat semalam ketiduran di meja belajar, tapi CCTV di jalanan dekat rumah Keysia berkata sebaliknya. Semua orang, terutama kelas A, memusuhi dan merundungnya. Ada banyak hal berubah setelah kematian Keysia, salah satunya dengan kedatangan Aksa dan Janu yang bagaikan punya misi terselubung alih-alih menolong Miria. Kasus kematian Keysia semakin lama semakin terkuak, berkat bantuan dari Robin, dan Miria harus menghadapi rahasia kelam kelas unggulan, A+.
Bahas soal karakterisasi, cukup puas sejauh ini karena pertama, semua suara karakternya bisa dibedakan dengan mudah. Eh, sebetulnya Aksa & Janu agak mirip sedikit, tapi tertolong dari cara mereka berinteraksi dengan orang lain dan dengan siapa mereka bergaul. Kedua, sampai akhir mereka semua konsisten. Backstory dan alasan kenapa mereka mengincar kasus di balik kematian Keysia bikin kepribadian mereka lama-lama terbentuk dan akhirnya mewujud seperti sekarang. Miria misalnya, dia yang awalnya nggak punya interest atau bahkan pikiran buat bersosialisasi malah jadi kepikiran karena Keysia pegangan satu-satunya.
Sedikit banyak aku paham dengan keadaan Miria. Tuntutan orang tua mungkin memang pemicu utama mengapa dia getol mempertahankan nilai dan bertahan di kelas A. Berkat usaha kerasnya itu, dia nggak ada pikiran mau ke mana-mana alias stuck aja di tengah, nggak ke kanan atau ke kiri. Keysia jelas bagai pintu alternatif yang bikin dia tahu dunia luar. Jadi, setelah Keysia meninggal, Miria lost lagi. Paham juga kenapa di buku ini jarang ada interaksi Miria yang bekerja sama dengan teman sekelas buat mengungkap misteri kematian Keysia.
Isu yang diangkat sangat relevan dengan keadaan pendidikan di Angkasa Wisesa. Mengapa sampai ada yang melakukan perbuatan terlarang sampai mengapa para siswa hanya bisa bungkam menerima perlakuan nggak mengenakkan jadi salah satu poin yang disoroti dalam persaingan di kalangan sekolah. Apalagi Angkasa Wisesa termasuk sekolah elit. Lagi-lagi, ekspektasi orang tua membelenggu mereka dan memaksa melakukan satu-satunya hal yang mereka tahu, mempertahankan posisi untuk menjadi yang teratas dan terbaik. Bagaimanapun caranya.
Bagian yang agak kurang barangkali dialog aksi. Ada beberapa dialog yang tidak ditambahkan aksi dengan tepat sehingga membuat pembaca (khususnya aku) bingung dengan perubahan ekspresi atau mimik suara yang mendadak.
Buat yang suka teen fiction dengan genre misteri dan romance tipis, buku ini bisa jadi alternatif. Gaya penulisannya enak dibaca. Again, plis cek tw sebelum baca.
Trapped punya konflik yang berlapis-lapis, seperti permasalahan di SMA Angkasa Wisesa yang ternyata juga berlapis-lapis. Teka-tekinya lumayan bikin kepo dan ikut menebak-nebak apakah Miria ini beneran pelakunya atau bukan. Yang paling bikin gedeg adalah sikap gurunya Miria yang super judgemental itu. Guru macam apa 😭😭
Karakter Miria bukan karakter favoritku. Dia pasif banget, sehingga bagiku menimbulkan kesan kalau cowok-cowok itu suka sama Miria cuma karena hasrat pengin melindungi aja. Karena itu, sesungguhnya aku menunggu momen Miria ini melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Atau seenggaknya menyumbang "sesuatu" atas penyelidikan mereka, karena yang kutangkap sepanjang cerita, lebih banyak Aksa dan Janu yang bergerak dan menganalisa masalah. Miria ini cuma sekadar ada di sana, ditolong, dikasih tahu ini itu, dilindungi oleh cowok-cowok itu, dijagain, gak boleh ini itu. Kok kesannya Miria jadi lemah banget huhuhu. Aku penginnya Miria bisa melindungi dan membela dirinya sendiri 🥲
Oh, soal cowok-cowok, awal sampai menjelang akhir aku so-so aja sama Aksa dan Janu. Posisi mereka setara. Tapi di bagian akhir penilaianku tengang Aksa langsung anjlok. Janu dan Miria bener, karakter asli Aksa ini jelek banget, dan bisa menjadi masalah serius. Kenapa harus bilang begitu soal hubungannya dengan Keysia? Aksa ini kayaknya punya bibit-bibit toxic masculinity yang lumayan serem 😰 aku pilih Janu aja deh. Dia lucu, smart, dan emosinya jauh lebih stabil meski terlalu kurus. Ehehe semoga nasib baik menyertaimu Janu.
Untuk penyelesaian dan pengungkapannya sendiri sebenarnya ada beberapa yang mengganjal bagiku. Salah satunya, Lora yang tiba-tiba mengungkapkan video-video itu. Kayak ... kenapa gitu? Bukannya Lora ini digambarkan dengan kepribadian yang nggak bisa dibilang bagus juga? Jadi, alasannya apa? Kenapa tiba-tiba? Apa karena terbujuk dan terayu oleh Kevin? Btw, Kevin ini awalnya kukira teman imajinernya Janu lho gak tahu kenapa 🤣🤣
Terus waktu Aksa malam-malam nemuin Miria lagi sleepwalking itu dia sebenernya lagi ngapain? Ini nggak terjelaskan juga. Begitu pula dengan hubungan Janu dengan Ben yang menurutku agak ujug-ujug dan kebetulan banget. Eh, setelah kupikir-pikir, latar belakang Janu ini emang nggak terlalu dijelaskan, sih.
Namun, hal-hal yang mengganjal ini masih bisa kuabaikan karena overall, novel ini seru dan menyuguhkan kisah remaja dengan sentuhan thriller dan teka-teki, tapi tetap banyak momen haha-hehe dan sweet-nya. Cocok buat penyuka thriller ringan, nih~
Miria terjebak dalam sebuah pembunuhan yang menewaskan sahabat karibnya, Keysia. Dia dituduh sebagai pelaku. Tapi bagaimana Miria bisa melakukan hal tersebut, jika ia saja tidak mengingatnya. Perundungan baik verbal maupun fisik pun Miria alami karena tuduhan tersebut. Tidak hanya dilakukan oleh sesama murid, tetapi juga para gurunya. Janu dan Aksa, turut hadir membantu Miria membersihkan namanya—dan memperebutkan hati Miria.
Actual rating: 4.5⭐️
Trigger warning: sexual harrasment, committed suicide, depression, drugs, violence.
Wow, this book is whole package! Ini adalah novel kedua ranieva yang ku baca, sebelumnya Wish Me Luck. Dan untuk Trapped ini eksekusinya jauh lebih matang, penulisan dan plotnya rapi.
Ku kira fokusnya hanya memecahkan siapa pelaku pembunuhan Keysia, tetapi ternyata lebih dari itu. Banyak layer konflik yang saling berkaitan. Interaksi Miria dengan Janu dan Aksa pun bikin gemes. Apalagi Janu vs Aksa, itu udah siap baku hantam aja kalau nggak ada Kevin dan Pak Reiner yang memisahkan, haha.
Sebagai buku pemecahan misteri dan investigasi yang dilakukan anak SMA, ya memang inilah yang akan didapat. Nggak yang njelimet dan malah sangat realistis. Mereka masih remaja yang memiliki segala macam keterbatasan. Peran orang tua dan kakak Miria pun turut membantu sebagai support system, meskipun pas awal-awal kayak nih Miria dibiarin sendirian aja gitu? Terus mereka kan melakukan penyelidikan, ini kok polisi nggak ada pergerakan, hm [redacted].
Baik, buat karakter, aku suka karakter Janu. Sorry, he deserved it more than [redacted] #TimJanu. Lalu, untuk Miria, huhu she is so pristine in this harsh world. Bahkan dia nggak punya waktu berduka setelah kehilangan sahabatnya. Untuk Olin, asdfghjkll!! Duh, ini orang pengen tak hih!
Pemecahan masalah dan penyelesaian konfliknya pun tidak terburu-buru. Cleansheet. Kaget juga pas ternyata eh ternyata lagi. Kaget tapi nggak kaget banget sebab ya, realistis. Bingung, kan? hehe. Intinya demikian agar tidak spoiler.
Ini bisa full 5 stars sih tapi tak kurangi karena ada penyelesaian yang ternyata ada sangkut pautnya dengan [redacted] tapi nggak disinggung akhirnya gimana, dan juga tentang pilihan Miria. Duh, Miria ... [redacted] itu udah punya bibit patriarki lho. Masa dia nggak mau sama X karena nggak bisa melampauinya dan memilih Miria karena lebih terlihat "lemah". Hm, such a ... ya, tapi cinta kadang tak ada logika, cuma ... duh, intinya aku #TimJanu (tapi ini based on my preference yaa).
Well, novel teenlit yang penuh konspirasi, plot berlapis, konflik berlayer, romansa ala anak SMA, yang seru ✨️
Keysia tewas terbunuh di rumahnya. Miria mendengar kabar itu, sangat terkejut karena sehari sebelumnya dia berencana menemui sahabatnya itu. Yang membuat Miria lebih shock karena dia menjadi tersangka pembunuh Keysia setelah sebuah CCTV memperlihatkan dirinya berjalan di dekat rumah Keysia. Teman sekelasnya pun ikut menyalahkan Miria, bahkan guru wali kelasnya juga menjadi ketus padanya.
Hanya ada satu orang yang tidak ikut menyalahkan Miria. Dia adalah Aksa. Aksa juga pernah dekat dengan Keysia. Bahkan Keysia yang mengenalkan Miria pada Aksa. Sejak Miria masuk di kelas A, dan Keysia turun dari kelas A+, keduanya menjadi akrab. Kalau sebelumnya Miria merasa sebagai siswa yang tak terlihat, Keysia membuatnya mulai membuka diri. Keysia selalu berusaha mengajaknya untuk mencari teman lain, dan menyayangi dirinya sendiri. Untuk itu Miria akan berusaha mencari kebenaran di balik kematian Keysia.
Miria pun dibantu oleh Aksa dan Janu. Janu, siswa kelas B yang diam-diam menyukai Miria. Ternyata kematian Keysia menyimpan banyak misteri, termasuk kebobrokan yang terjadi di sekolah elite itu. Ketiga siswa ini tidak bekerja sendiri. Beberapa petunjuk mereka peroleh dari Robin, seorang di balik layar yang ingin menghapuskan hierarki kelas di sekolah itu.
Sekali lagi novel jebolan MWB 1.0 ini menarik perhatian saya. Alur ceritanya rapi, menyimpan misteri berlapis, dan tentu saja page turning. Dan novel ini mengangkat beberapa problematika yang dihadapi remaja. Ada persaingan di sekolah, pelecehan, tuntutan lingkungan untuk menjadi yang terbaik, sampai kisah cinta segitiga (atau segiempat ya?) yang terjadi. Karakternya pun dibuat apa adanya. Meski Aksa dan Janu adalah anak pandai dan punya banyak rencana, mereka tetap punya keterbatasan yang harus melibatkan orang dewasa. Perkembangan karakter Miria pun mengalami peningkatan sampai di akhir kisah novel ini. Miria yang awalnya tertutup dan cenderung menyerah pada keadaan, mulai bisa menyuarakan pendapatnya. Termasuk perasaannya pada salah satu dari dua cowok yang membantunya.
What a nice story! Buku yang punya kasus kayak gini adalah buku yang aku sangat amat suka. Berasa ikut kepikiran gimana harus pecahin case-nya.
Buku ini punya kasus yang seru, walaupun bukan case yang berat tapi tetep bikin mikir gimana cara mecahinnya. Karakter Miria aku lihat sangat amat dibikin kuat dan menonjol disini, tapi, sayangnya, karakter lain jadi kurang menonjol.
Tulisan di buku ini nyaman di baca, nggak belibet. Hanya saja sayangnya, alur ceritanya terlalu basic dan lebih mengusung ke misteri, berfokus ke pembunuhan Miria dan super sedikit romantis aja, jadi mungkin, untuk yang kurang suka genre ini akan mudah bosan bacanya.
But overall, Trapped was a nice book! Keep going on, ranieva.
Gue suka sih, konfliknya padat dan berlapis. jadi nggak cuma bahas kasus kematian keyzia aja. sayangnya, terlalu banyak tiba2. misal: tiba2 lora nyerahin video. tiba2 hezkie dapat banyak bukti bobrok clas A+ dengan alasan dia banyak link sana sini. termasuk di kepolisian. masa iya kepolisian segampang itu ngasih akses cctv? status hezkie ini cuma mahasiswa kan? lagi2 kasus ditutup karena orang berkuasa. kayak capek2 baca penyelidikan kasusnya, taunya zonk wkwkwkw
Berkali-kali kagum dengan buku ini (dan juga penulisnya). Bener2 dibikin penasaran sampe rasanya pengin kuubah testimoniku di belakang buku. Keren kak ran! 😂
Gimana rasanya disebut sebagai penyebab kematian sahabat sendiri? 😭
Miria mengalami hal itu. Bukan cuma teman-temannya yg bilang gitu, tapi guru di sekolah juga. Tapi, yg bikin waswas dan takut, di malam kejadian Miria gak ingat apapun! Dia bahkan gak ingat kalau jalan ke rumah Keysia, sahabatnya, malam itu. 😱
Fyuh, sumpah buku ini tuh langsung bikin penasaran sejak awal baca! Gimana nggak kalau langsung dihadapkan masalah gitu kan??? Yang sedihnya, Keysia baru aja dimakamkan tapi ibu Miria lebih peduli nilai Miria di ujian.... 😭
Untuk mencari kebenaran, Miria lalu ditemani oleh Aksa, teman Keysia yg mencurigakan, dan Janu, cowok ber-hoodie yg ngaku sebagai secret admirer-nya. Tapi keduanya juga mencurigakan???
Kira-kira misteri apa yg ada dibalik kematian Keysia?
📍 Yang aku suka: • Misterinya dibuat dg solid. Penyelidikan berhasil bikin pembaca ikut menebak-nebak soal pelaku dan motif. Mana banyak yg mencurigakan • Terus ternyata ada layer dalam layer. Masalah sebenarnya agak besar buat skala anak SMA (menurutku), tapi gapapa kadang realita bahkan bisa lebih gak masuk akal daripada fiksi 😔 • Manusia emang ada yg lebih setan dari setan 🫠 • Karakter utamanya tertulis dg cukup baik. Interaksi dan motivasi mereka jg dituliskan dg cukup solid jadi pilihan mereka believable • Ada ilustrasinya yang cakeeep
📍 Yang aku kurang suka: • Endingnya kenapa akhirnya sama si ituuu 😭 Sebagai tim aku sedih aaaaa • Menurutku Robin pertama kali muncul kurang mulus(?). Tapi emang fokus utama bukan menyembunyikan identitas Robin sih. Cuma agak sayang aja karena dia salah satu karakter favoritku
Overall, Trapped memuaskan. Gak heran jadi pemenang MWB. Dan ini buku kedua penulis yg aku baca. Menurutku ini udah jauh lebih bagus banget jg 👍 Gak heran sih penulis jg udah punya beberapa karya.
Nah buat yg suka novel misteri thriller, jangan lupa baca ya. Bakal ada special offer-nya mulai 20 Juli mendatang 😄
seru woi 🥹 plot twist nya juga lumayan WAH gitu. persahabatan, kekeluargaan, percintaan ada semua. ceritanya juga menurutku ringan ga yang monoton banget
"Sesuatu yg salah harus diperbaiki, termasuk pandangan orang-orang terhadap lo, juga Keysia."
Trapped merupakan salah satu pemenang Mizan Writing Bootcamp yg awalnya berjudul A+. Membaca novel ini membuat aku penasaran di tiap babnya. Disini kita bakal di buat bertanya-tanya kenapa Keysia bisa meninggal? Siapa pelaku pembunuhan Keysia sebenarnya? Kenapa Miria bisa tertuduh? Kenapa Aksa dan Janu serta Robin membantu Miria? Lalu rahasia apa yg disembunyikan kelas A+?
Konfliknya berlapis, belum selesai satu konflik, sudah muncul lagi konflik lainnya, jadi sepanjang baca tuh kita dibuat penasaran terus sama kelanjutan ceritanya.
Tapi meskipun konfliknya banyak, kita nggak bakal dibuat bingung karena semuanya berhubungan satu sama lain.
Aku suka interaksi para tokohnya, semuanya pas dan ga kaku. Aku juga suka cara mereka mencari dan mengumpulkan bukti-bukti terkait pembunuhan Keysia yg juga berkaitan dengan kebobrokan kelas A+, seru dan menegangkan ala-ala detektif gitu.
Unsur keluarga yg ada disini membuat aku miris & terharu. Miris melihat para orang tua dari kelas A+ yg push anak-anak mereka demi citra & nama baik keluarga, tanpa tahu apa yg diinginkan dan dirasakan anak-anak mereka.
Tapi aku juga terharu saat orang tua dan kakak Miria tau bahwa ternyata Miria terlalu memaksakan dirinya agar sama pintarnya dgn kakaknya sampai dia menderita (spoiler). Disini keliatan bgt perubahan sikap orang tua & kakak Miria jadi lebih menerima Miria apa adanya.
Beberapa plot twistnya cukup mengejutkan. Ada yg ketebak & ada juga yg ga ketebak sama aku.
Endingnya cukup memuaskan, semua misteri akhirnya terungkap. Karakter Miria yg awalnya menutup diri juga perlahan mulai berubah, apalagi saat bersama...... 🤭. Tapi eksekusi utk pelakunya sendiri, buat aku pribadi kurang memuaskan. Kenapa? Kalian baca sendiri ya..
Overall aku menikmati bgt baca novel ini, buat kamu yg suka novel remaja bertema misteri dengan romance tipis-tipis boleh bgt baca buku ini.
Miria dicurigai sebagai penyebab kematian Keysia, sahabatnya sendiri. Sekolah pun gempar dan Miria berakhir terpojokkan oleh warga sekolah, bahkan gurunya sendiri. Ditemani Aksa, Janu, serta bantuan dari Pak Rainer dan Robin, Miria pun bertekad untuk menguak kebenaran di balik kematian Keysia.
Sebelumnya aku apresiasi dulu buat tim editor sampulnya karena meletakkan trigger warning yang cukup lengkap di belakang sampul, ilustrasi yang ada di dalam novel juga gemes banget. Aku cukup suka sama topik yang disinggung. Dinamika hubungan Miria, Aksa, dan Janu dalam penyelidikan juga oke. Meski ga akur-akur amat, tapi tetap bisa bekerjasama. Ada sedikit sisipan romance juga di antara mereka bertiga. Pokoknya tokoh favoritku dari awal sampai akhir tetep Janu!
Hanya saja, yang aku ga suka itu sifatnya Miria. Menurutku dia terlalu naif dan gegabah. Perkembangan karakternya lamaaaaaa banget dan ga sebagus itu juga. Ada beberapa adegan yang menurutku sinetron abis dan ga masuk akal. Alurnya lumayan ketebak dan banyak plot hole juga. Gaya bahasanya juga terlalu kekanakan. Yah mungkin karena latar SMA, so I let it slide. Idk why but it’s too YA for me. It’s just not my cup of tea, sorry. I think it’s good for someone who barely reads murder mystery atau yang suka bacaan ringan, but that someone is definitely not me.
Hmm, permasalahan yang dibahas, nggak cuma satu kasus. Walau genre nya misteri, entah kenapa not my cup of tea karena... apa ya, agak sedikit maksa juga
Emang kehidupan remaja zaman sekarang serumit ini, ya :))))
Untuk ukuran teenlit misteri cukup oke sih. Penulisannya enak dibaca, misterinya juga asyik diikutin (meskipun saya rada kecewa karena nggak ada plot twist yang gimana-gimana, dan cara revelation-nya biasa banget). Tapi mungkin emang sengaja dibuat begitu biar lebih realistis.
Adanya hierarki kelas itu rada ngingetin sama Classroom of the Elite, tapi ternyata beda kok.
Sebagai novel remaja, Trapped ini lumayan solid dan cocok banget bagi remaja pecinta misteri dan kisah hubungan antarmanusia yang complicated.