Novel Lambo karya N. Marewo ini menjadi salah satu bacaan awal saya, khususnya ketika mengenal karya sastra serius kelas dua MTs. Novel ini, bersama dengan novel Perempuan di Titik Nol-nya Nawaal el Saadawi, Jiwa-jiwa Pemberontaknya-Kahlil Gibran, dan Ronggeng Dukuh Paruk-nya Ahmad Tohari, menjadi pembuka untuk wawasan pembacaan yang bagus menurut saya. Bahkan keempat novel itu saya simpan dan nanti biar anak-anak saya memulai pembacaan karya/tulisan dengan kualitas yang tidak main-main.
Lambo, saat saya baca dulu, sangat menggebu dan memberontak. Tak baca lagi kemarin, sekitar 3 bulan lalu, terasa biasa hahaa