Jimmy is aboard the "City of Karachi", bound for life as an evacuee in Canada. He tries to see it as an adventure but it soon turns to tragedy when the boat is torpedoed and everyone is bailed out into lifeboats and cast upon the treacherous Atlantic Ocean.
Novelnya fiktif, tapi berdasarkan kisah nyata. Jadi pas PD II, pemerintah Inggris banyak kirim anak anak Inggris ke Kanada. Tujuannya jelas, biar tu anak-anak gak jadi korban perang. Nah, ini yang terjadi sama Jimmy Smith, putra tunggal Reg & Ethel Smith. Kedua ortunya memutuskan Jimmy kudu ngungsi ke Kanada, naik kapal Karachi.
Siapa sangka, ternyata kapal yang ditumpangi Jimmy malah jadi sasaran torpedo kapal perang Jerman. Kapal Karachi karam, Jimmy dan penumpang penumpang lain terpencar pencar di berbagai sekoci.
Diceritain gimana perjuangan Jimmy dan teman teman sekocinya selama kurang lebih 10 hari, mengarungi samudra Atlantik, sebelum akhirnya diselamatkan kapal besar dan berlabuh di Skotlandia.
Oh iya, ada kisah yang bikin saya deg degan. Si Sidney, pas di sekoci diceritakan kakinya dingin banget. Saya udah serem aja kaki Sidney bakal diamputasi. Terus terang aja, ni kasus bikin saya inget banget ama hal yang terjadi pada bokap. Kaki bokap dingin abis, sampe bisa diketuk ketuk. Udah kaya daging masuk chiller deh. Makanya kebayang bayang bokap terus pas baca kisahnya Sidney...
Jangan pernah putus asa karena pertolongan Yang Maha Kuasa datang di saat yang tidak diduga. Walaupun terkatung-katung di samudera yang luas, para survivors ini tidak pernah menyerah dan terus berharap akan datangnya pertolongan.