I bought this book when i visited sampoerna museum in surabaya, and because i just found out the family surname is the same with my grandma’s. Despite of the expensive price, this book is a great light reading, the great quality of paper, full colour illustration, and the full story from the founder until now is in detail. A great history that maybe you cant find anywhere else.
Gw dapet buku ini di House of Sampoerna, museum milik keluarga Sampoerna di Surabaya. Harganya yang mahal dibayar dengan kisah pendiri Dji Sam Soe yang pasti seru. Apalagi biografi ini penuh ilustrasi cat air yang bikin gw geleng-geleng kepala.
Tadinya gw kira keluarga Sampoerna melepas 234 lantaran tobat telah "meracuni" pelanggan dengan nikotin, maka menjualnya ke Philip Morris. Tapi ternyata lebih kepada pemuasan diri dalam mencari tantangan baru.
Apa tantangan baru itu? Kata petugas museum sih, mereka sedang menggeluti bisnis di Las Vegas. Gw tegaskan ke dia: "Kasino?" Senyum-senyum dia bilang, "Kira-kira begitulah." Tapi buku ini tidak nyebut-nyebut soal kasino dan Las Vegas. Lebih sering nyebut soal beasiswa Sampoerna bagi orang-orang yang tidak mampu.
Sebagai mantan karyawan Sampoerna, saya harus akui bahwa buku yang dibuat oleh Michelle ini sangat bagus sekali kualitasnya, isinya sangat lengkap, banyak hal yang selama ini cuman menjadi cerita angin di kalangan karyawan namun disini benar-benar asli.
Untunglah saya punya yang ada tanda tangan Michelle di dalamnya :)
Cover : Keren. Isi : Keren banget. Cerita : Orisinil. Gue suka. Untuk kualitas sebagus ini, harga jadi nomor dua...gue yang termasuk budget buyer aja, waktu liat resensi buku ini di majalah, trus liat aslinya di rak buku Aksara Kemang, gak mikir dua kali, langsung sambar, beli, baca, dan nikmati gambarnya (secara orang visual gitu lohhh..!! :p)
these books if about Sampoerna family origin, value, other visual aspect and custom how these chinese family raise from modest peddlar shop of clove seller to one of country prominence family busines