Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gunung Pi: Kisah-Kisah Matematika Paling Asyik

Rate this book
BALAPAN mendapatkan jumlah desimal pi terbanyak amat gila-gilaan. Gregory dan David Chudnovsky membidik rekor dua miliar digit pi. Mereka mengejar jumlah itu dengan mesin superkomputer rakitan sendiri di apartemen Gregory yang sempit.

Kondisi alakadarnya untuk mengejar ambisi yang nyaris mustahil itu harus dilakukan karena mereka tak punya uang untuk menggunakan superkomputer “sebenarnya”. Plus kondisi Gregory yang rapuh karena penyakit langka, membuatnya harus menyelami misteri angka pi di ranjangnya.

Buku ini mengungkap kisah-kisah matematika pasling asyik. Penasaran?

180 pages, Paperback

First published January 1, 2005

2 people are currently reading
40 people want to read

About the author

David Salsburg

8 books21 followers
Statistician.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (26%)
4 stars
7 (26%)
3 stars
8 (30%)
2 stars
2 (7%)
1 star
2 (7%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Arni Purnamawati.
22 reviews3 followers
January 24, 2012
Matematika merupakan mata pelajaran yang cukup menakutkan bagi sebagian besar siswa. Namun siapa yang menyangka bahwa matematika punya cerita yang menarik di baliknya (bagi yang mau mengamati). Buku ini menyajikan kisah-kisah yang menarik tersebut. Buku yang berisi empat kisah matematika ini, mengisahkan kisah-kisah yang tidak kita sangka dapat terjadi dalam matematika. Kisah ini mengandung pengetahuan yang memiliki keunikan tersendiri.
Cerita pertama berkisah tentang seorang nyonya yang di Cambridge, Inggris berkeras bahwa rasa the akan berbeda bergantung apakah the itu dituang ke dalam susu atau susu yang dituang ke dalam the. Pendapat yang kelihatannya iseng ini mengusik rasa penasaran cendikiawan Cambridge yang menguji proposisi si nyonya lewat beberapa percobaan dan diuji dengan metode statistic sehingga melahirkan suatu revolusi dalam metode penelitian yang berkembang dalam cabang ilmu statistik hingga sekarang. Jadi, cabang dari sebuah ilmu ternyata lahir dari sebuah pendapat yang iseng.
Cerita kedua, mengenai persamaan Shannon. Mungkin kita baru mendengar ada persamaan bernama persamaan Shannon. Nama persamaan ini sungguh asing bagi kita yang hanya mendapat pengetahuan matematika sampai SMA. Bahkan mungkin persamaan ini juga asing bagi mahasiswa yang menggeluti teknologi informasi dan komunikasi padahal persamaan inilah yang telah menimbulkan kericuhan teknologi informasi menjadi sebuah komoditi yang berharga. Persamaan inilah yang menghasilkan satuan seperti bit dan bit per sekon. Satuan yang akrab bagi orang awam pengguna internet.
Memang nama persamaan dan penemunya cukup anonym namun tak dapat dipungkiri kalau dua satuan tersebut telah akrab dalam era informasi saat ini. Kita mungkin tak akan sampai pada era informasi kalau cara untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dengan cepat belum diketahui. Penemuan satuan ini telah merevolusi sunia internet untuk memindahkan miliaran informasi dalam waktu yang singkat. Sama revolusionernya dengan penemuan teknik percetakan oleh Guttenberg. Setelah kertasnya, yaitu web (yang ditemukan oleh Tim Berners Lee) sama revolusionernya dengan penemuan kertas oleh Tsai Lun.
Ternyata persamaan matematikalah yang membantu kita mendapatkan informasi dengan cepat dan berkomunikasi dengan lancar.
Cerita ketiga, mengenai metode pembelajaran matematika. Pada bab ini dikemukakan ternyata kemampuan matematika anak-anak Amerika Serikat lebih rendah dibanding anak-anak dari Asia dan Eropa Timur. Pada sebuah Negara di Eropa Timur, matematika merupakan pelajaran yang disukai dan yang mengatakannya adalah supir taksi. Di Amerika, seperti halnya Negara-negara di dunia ketiga, matematika merupakan pelajaran yang dibenci dan ditakuti.
Setelah diteliti, ternyata pada Negara-negara yang tinggi kemampuan matematikanya, matematika diajarkan melalui soal-soal yang menantang sehingga siswa mencari caranya sendiri untuk mendapatkan jawabannya. Soal tantangan yang seperti teka-teki yang misterius akan menjadi mengasyikkan seperti bermain game dan mungkin bisa membuat siswa ketagihan. Namun, dengan model pengajaran dengan cara ceramah seperti di Amerika, matematika akan menjadi pelajaran yang membosankan, mengantuk dan menyusahkan. Itulah yang menyebabkan kesenjangan kemampuan matematika suatu Negara, bercermin dari pengalaman Amerika.
Cerita keempat, Gunung Pi. Mungkin kita telah mengenal pi (π) dan menggunakannya untuk menentukan luas dan keliling lingkaran. Namun, apakah pi itu? Pernahkah terpikir oleh kita untuk mengenalnya? Kenapa kita harus menggunakan pi untuk hal-hal yang berhubungan dengan bentuk lingkaran?
Pi adalah rasio matematika paling terkenal dan salah satu bilangan tertua yang dikenal umat manusia. Pi mungkin pertama kali dikenal manusia sekitar 1650 SM di Mesir ditulis oleh seorang sastrawan, Ahmes, yang menemukan luas sebuah area lingkaran dengan memanfaatkan sejenis pi yang masih kasar. Sekitar 200 SM, Archimedes menemukan pi sekitar 3,44. Archimedes menyebutnya perimeter bagi diameter. Pengetahuan mengenai Pi mencuat kembali pada abad 17. Pada masa ini, Pi disebut bilangan Ludolphian (dari Ludolph van Ceulen, yang menetapkan pi 35 titik decimal). Leonar Euler menyebut bilangan ini p atau c. William Jones dari Inggris menggunakan symbol yang berbeda memaksudkan untuk kata Inggris “periphery” (tepi).
Fisikawan mendapati pi dalam banyak hal di alam. Pi berada di bulan dan matahari, berputar di sumbu Double Helix DNA, bersembunyi dalam pelangi, pupil mata, tetes air, ombak, spectrum, ikatan partikel sub atom, dll. Yang merupakan misteri besar bahwa alam ternyata paham matematika.
Pi sulit di definisikan sehingga memancing para ahli teori bilangan untuk menyelidikinya. Para matematikawan telah memilah bilangan menjadi kelas-kelas yang membuat mereka logis. Misalnya bilangan rasional yang merupakan sebuah percahan yang terdiri dari bilangan bulay. Setiap bilangan rasional akan berulang secara periodic bila diungkapkan dalam bentuk decimal. (missal : 1/3= 0,333…) Kemudian bilangan irasionalm yang merupakan bilangan yang tak dapat diungkapkan sebagai pecahan kuadrat dia yang tak dapat ditulis dalam pecahan bilangan bulat dan hasilnya seperti decimal tak berhingga 1,41421…. Namun akar kuadrat dua masih dapat diselesaikan melalui persamaan aljabar x2=2 maka Sehingga bilangan demikian bersifat aljabar. Tapi pi merupakan bilangan yang tak dapat diungkapkan dengan aljabr finit atau berhingga. Karena itu, pi dikatakan sebagai sebuah bilangan adikodrati karena ia melampaui aljabar. Kemisteriusan inilah yang membuat kakak beradik Chudnovsky meneliti Pi. Mereka membuat supercomputer sendiri di apartemen mereka mencari berapa digit decimal yang dapat mereka tentukan dan secara tidak langsung berlomba dengan supercomputer di dunia.
Mereka berusaha mencari pola-pola keteraturan dari decimal pi, yang tidak dapat ditemukan oleh Von Neumann. Mereka terus mencari hingga miliaran digit pi namun decimal pi tetap mengalir deras di computer mereka bagai air bah. Seorang matematikawan pernah mengatakan ,”pi mungkin tampak sempurna dimata Tuhan. Dan umat manusia patut bersyukur telah dikaruniai pi=π bilangan 22/7 yang telah memudahkan hidup kita.
Buku ini membuka pengetahuan kita mengenai pengetahuan yang terselubung tentang matematika. Dan saya kagum pada matematikawan yang telah merevolusi dunia menjadi lebih baik lagi dan dedikasi mereka dalam bidang ilmu ini bagai seniman. Tak peduli menghasilkan uang atau tidak, yang penting mereka suka.
Profile Image for Fathony Fathony.
1 review
May 23, 2017
Bagus banget buku ini, saya tahu nyaris semua yg dibahas.
Buat saya, ini seperti kisah Mahabaratha bagi para pencari kebijaksanaan.
Kalau bisa, tambah dong buku genre yg beginian.
Keren.
Ditunggu yg seperti ini lagi
Profile Image for Tute.
67 reviews1 follower
April 21, 2008
Cukup bagus, biarpun pas baca ngak banyak ngertinya tentang matematik!!hihi....Tapi ada secuplik kisah seru, saat 2 orang ahli matematik yang menguji pengetahuan seorang pelayan tentang matematika...Mereka kira si pelayan gak bakalan bisa menjawab pertanyaan mereka, ternyata malah lebih canggih dan cerdas!!!
Sama 2 kakak beradik yang memecahkan jumlah angka di belakang koma untuk angka phi....
Profile Image for Gandhi Manalu.
2 reviews2 followers
December 8, 2008
Matematika bukan hanya sekedar teori, aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dilihat melalui buku ini.
Profile Image for Fanny Fajarianti.
17 reviews
November 8, 2011
Kisah matematika yang ditulis seperti rumus matematika tapi dalam bentuk huruf, kata, kalimat. Sayangnya, buku yang harusnya menarik ini menjadi susah untuk dipahami. -_-'
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.