Jump to ratings and reviews
Rate this book

You Don't Need to be Loved by Everyone

Rate this book
Aku tak perlu dicintai maupun mencintai semua orang.

Seberapa sering kita melakukan suatu hal hanya karena ingin terlihat baik atau dipuji orang lain. Tepatnya, melakukan segala tindakan hanya demi orang lain, bukan untuk diri sendiri. Sikap seperti ini justru menimbulkan konflik dalam hubungan antarmanusia. Pada akhirnya, kita menjadi tak jujur, penuh pencitraan dengan pura-pura bahagia hanya demi menyenangkan orang lain, dan perasaan tertekan yang semakin membuncah.

Jangan tertukar mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang baik. ‘Kebaikan’ hanya ditujukan untuk orang yang sama baiknya, ‘kehangatan’ untuk orang yang bersimpati tinggi, dan ‘keramahan’ untuk orang yang penuh kasih. Mari berusaha untuk bersikap ‘baik, ramah, dan tulus’ tergantung dengan lawan bicara kita. Tidak perlu bersusah-payah untuk mencoba akur dengan orang yang tidak menghormati kita.

Buanglah hasrat untuk akrab dengan semua orang dan belajarlah fokus pada hubungan yang diinginkan. Tak perlu lagi memaksakan untuk dicintai atau mencintai semua orang.

You Don’t Need to be Loved by Everyone mengajak kita untuk lebih menghargai diri sendiri. Melakukan segala hal bukan demi menyenangkan orang lain, melainkan untuk membahagiakan diri sendiri dengan sederhana, apa adanya, dan mantap.

260 pages, Paperback

Published January 1, 2023

Loading...
Loading...

About the author

Lee Pyeong

1 book

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (9%)
3 stars
8 (72%)
2 stars
1 (9%)
1 star
1 (9%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Norshafarina Faharuddin.
306 reviews5 followers
January 7, 2024
Buku Korea Selatan terjemahan Indonesia berkisar Self love, self reminder dan sewaktu dengannya.

Sesuai untuk bacaan ringan di awal tahun baru.
Profile Image for Henzi.
237 reviews23 followers
April 27, 2025
Perasaanku campur aduk & dahiku mengerut (mencoba) memaknai apa yang sebetulnya ingin disampaikan penulis. Dari gaya narasinya berasa seperti dinasihati orangtua, sebab (maaf) cenderung repetitif dan membosankan. Ada kalanya ngalor-ngidul (maaf lagi) tak berdasar. Misalnya, penulis bilang kita tidak perlu mencintai untuk dicintai. Sepertinya bagian ini perlu dielaborasi lebih jauh lagi: maksudnya jangan mengharap balasan karena mencintai atau jangan mencintai orang duluan?

Yang lucunya lagi, penulis juga suka salah fokus sama topik yang dibahas. Bisa ada pembahasan finansial secara tiba-tiba yang tak ada sangkut-pautnya sama judul besarnya.

Terlepas dari itu, masih ada hal yang menarik. Salah satunya adalah bahasan tentang JOMO. Mark Zuckerberg—pendiri Facebook—berpendapat bahwa kita perlu mengubah FOMO menjadi JOMO (joy of missing out). Coba sesekali untuk “menikmati” rasa tertinggal supaya bisa membuang kecemasan dengan tidak setiap kali hustle tanpa menyerah ngejerin sesuatu yang bisa jadi nggak penting buat kita sendiri. Terkadang, semakin banyak hal yang kita ketahui akan semakin banyak pula yang mesti kita urus, kan?
Profile Image for Diah .
668 reviews6 followers
December 27, 2024
Merasa kayak ada missmatch antara judul dan isi soalnya isinya yang terbagi beberapa sections, itu tentang gimana bersikap dan menghargai orang lain, termasuk harus tegas saat direndahkan. Overall, bacaan yang lumayan lah, ada hal-hal yang cocok untuk fase hidupku saat ini.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews