Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Alin tetap memilih menjadi seorang Makeup Artist, meskipun ditentang oleh keluarganya. Namun ternyata, tak mudah menjadi seorang MUA pemula di ibu kota. Di awal kariernya, Alin tersandung skandal dengan Cassandra, aktris yang sedang naik daun. Cassandra mengancamnya, mengunggah pernyataan yang menyudutkan Alin, sehingga Alin kehilangan pekerjaan serta kepercayaan para klien.

Bertahan di ibu kota tanpa pekerjaan terrasa begitu sulit. Demi bertahan hidup, bermodalkan nekat, Alin menerima tawaran menjadi perias jenazah di biro jasa kedukaan Hope2Hope milik Yudis, si laki-laki dingin dengan ribuan rahasia.

Namun, di balik sikap Yudis yang dingin dan sulit didekati, Alin menemukan kehangatan. Yudis mampu membuat Alin mencintai pekerjaannya, ternyata menjadi perias jenazah tak seburuk yang Alin bayangkan. Hingga suatu ketika, keluarganya mengetahui pekerjaan Alin. Dia dipaksa untuk berhenti dan kembali ke Sukabumi. Haruskah Alin menyerah dan melupakan Yudis, serta Hope2Hope yang amat dia cintai?

248 pages, Paperback

First published August 10, 2023

1 person is currently reading
68 people want to read

About the author

Mita Vacariani

5 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
33 (38%)
4 stars
43 (50%)
3 stars
9 (10%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews240 followers
November 16, 2023
“Kadang-kadang hidup yang kita jalani itu rasanya pahit. Tapi, itu tidak menjadi alasan kita jadi pahit juga sama orang lain. Kamu harus tetap jadi orang baik meskipun kadang hidup enggak berjalan sebaik yang kamu bayangkan. Kira-kira begitu pesan Opa.” (Hal 163).
.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Ini novel pertama Kak Mita Vacariani yang aku baca. Suka cara berceritanya, manis, lucu, bikin gregetan juga cukup menghangatkan hati. Menurutku semua orang wajib baca novel ini karena ceritanya nggak cuman tentang romance, tapi juga ada tentang cinta dan perhatian keluarga yang sering kali luput dari mata. Tentang memaafkan, kehilangan, juga menjadi dewasa. Tentang menjadi manusia baik meskipun hidup terkadang berjalan tidak sebaik yang dibayangkan. Tentang dengan siapa kita menjalin hubungan baik akan menentukan langkah kita selanjutnya. Aku suka kutipan-kutipan di dalam novel ini 😍. Pekerjaan Yudis pun dijelaskan dengan cukup jelas dan menjadi catatan buatku pribadi. Begitu juga dengan pekerjaan Alin. Aku suka pelajaran hidup yang Bu Laras bagi ke Alin. Apalagi yaa 🤔. Pokoknya baca dan masukkan novel ini dalam listmu yaa 😉.
.
“Kadang kita enggak perlu ngomong apa-apa. Just be there. Ada di samping mereka yang sedang berduka sudah cukup. Kasih pelukan, kasih mereka waktu dengan rasa duka mereka sampai akhirnya mereka sendiri yang mau cerita.” (Hal 143).
.
“Selama kita hidup, kita sibuk bekerja, mengejar uang, kekayaan, dan kenyamanan. Kita sibuk mengejar pencapaian dan pengakuan sampai kita sering lupa, saat waktu kita habis nanti itu semua ternyata bukan hal yang utama.” (Bu Laras).
.
“Saat kita tutup usia, semua pencapaian itu akan dengan mudah dilupakan orang. Tapi kebaikan kita, kata-kata semangat yang kita berikan, dan seperti apa kita memperlakukan orang lain, itu yang tidak akan pernah dilupakan.” (Bu Laras).
.
“Kenapa, ya, orang itu kalau enggak bisa bantu setidaknya enggak usah banyak ngomong. Diam aja bisa kali. Menghadapi dan merawat orang sakit aja udah menguras banyak energi dan emosi, ditambah lagi dengar omongan-omongan orang.” (Hal 226).
.
“Apalagi sekarang aku udah cukup mengerti kalau semua pekerjaan pada dasarnya baik, asal kita tulus mengerjakannya. Yang penting tetap punya dua hal, mimpi sebebas-bebasnya dan target yang realistis.” (Hal 238).
.
‘Dulu, aku mengira orang harus bekerja sesuai passion agar bisa bahagia. Rasanya, tidak selalu tepat. Setiap orang berproses dan harus bahagia dalam perjalanan menemukan passion mereka’. (Hal 242).
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book266 followers
August 10, 2024
Sebagai anak bungsu yang "terlambat hadir" di dalam keluarga, Alin selalu merasa tersisihkan. Kedua orangtuanya tidak memberi perhatian kepadanya sebesar kepada kedua kakaknya. Karena kondisi ekonomi menurun, Alin terpaksa tidak berkuliah. Dia kemudian belajar untuk merias dan mulai menemukan jalan keluar dari rumahnya.

Alin meninggalkan Sukabumi untuk mengejar impiannya bekerja sebagai MUA di Jakarta. Karena kegigihannya, dia bisa mendapatkan pekerjaan itu, dan jasanya digunakan oleh banyak klien. Namun satu postingan dari seorang klien membuat karirnya sebagai seorang MUA ternama menjadi kandas.

Karena tuntutan ekonomi, Alin akhirnya menerima tawaran untuk merias jenazah. Disitulah dia bertemu dengan Yudis, pemilik Hope2Hope, sebuah layanan kedukaan yang menggunakan jasanya merias jenazah. Alin pun bergabung dengan Hope2Hope lagi-lagi karena membutuhkan uang. Dia tidak mungkin mengakui kegagalannya sebagai MUA kepada keluarganya. Namun setelah beberapa minggu tidak ada yang menggunakan jasa layanan mereka, Alin mulai gelisah. Awalnya Alin merasa Yudis tidak serius mengurusi usahanya. Alin melemparkan ide-ide baru demi pengembangan Hope2Hope. Untungnya Yudis mau menerima sarannya.

Tidak butuh waktu lama, Hope2Hope menjadi besar dan terkenal. Suatu kejadian yang melibatkan Alin membawa keberuntungan bagi mereka. Di sisi lain, Alin mulai merasa terikat dengan Hope2Hope, juga mulai menaruh rasa yang lebih kepada Yudis. Sebenarnya Alin merasa Yudis juga punya perhatian lebih kepadanya. Hanya saja Yudis tidak mengatakan apapun.

Saya tidak ragu memberi 5 bintang untuk novel ini. Saya suka dengan kisah Alin. Kegigihan dan ketangguhannya menghadapi setiap krisis dalam hidupnya, membuat Alin bertransformasi. Alin di awal kisah adalah gadis yang selalu ingin membuktikan diri. Dia menilai segala sesuatu, status, kedudukan, harta, pekerjaan dan masih banyak lagi. Manusiawi dan wajar mengingat kehidupan di dalam keluarga yang dialaminya. Tetapi menghadapi kematian lewat wajah jenazah yang harus diriasnya membuat sudut pandangnya menjadi lebih lebar, pemikirannya semakin dewasa, dan mulai mencoba memahami orang lain.

Hubungan antara Alin dan Yudis juga hal yang menarik. Yudis yang selalu merasakan kehilangan, membuatnya sangat berhati-hati melangkah. Tetapi dia bersedia membuka diri bagi seorang Alin yang berbeda darinya. Ketika hubungan mereka berdua mendapatkan masalah, penyelesaiannya tidak berlebihan.

Pilihan pekerjaan sebagai perias jenazah dan penyedia layanan rumah duka, menjadi nilai plus novel ini. Mungkin belum banyak yang familiar dengan profesi atau layanan ini, karena biasanya kematian anggota keluarga itu menjadi hal yang personal. Tetapi benar bahwa mengurusi segala sesuatu terkait pelepasan jenazah disaat masih berduka itu hal yang sangat berat dan sangat menguras energi. Mungkin layanan funeral organizer seperti ini perlu diadakan lebih banyak lagi. Profesi sebagai perias jenazah pun satu hal yang dinormalisasikan dan tidak dipandanv hina. Saya bahkan baru tahu bahwa merias jenazah sebaiknya dilakukan dalam dua jam setelah dinyatakan meninggal.

Saya bingung mau menulis apa lagi. Yang pasti novel ini salah satu yang terbaik yang saya baca di tahun ini.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books462 followers
October 16, 2023
3,5 ⭐️


Alin mempertaruhkan banyak hal untuk mengejar mimpinya sebagai MUA di Jakarta, termasuk keluarganya. Sayangnya, gara-gara ketemu sama selebgram nyebelin, karier MUA Alin terjun bebas. Dia pun harus jadi perias jenazah untuk menyambung hidup dan supaya nggak perlu pulang kampung. Namun, ternyata yang Alin dapatkan dari biro kedukaan itu bukan sskadar gaji, tapi juga ... baca sendiri deh 🤣

Aku sangat nyaman dengan gaya penulisan Kak Mita Vacarini. Cara berceritanya kasual dan santai tapi lumayan dalam dan enak diikutin. Aku juga suka banget dengan penggambaran profesi perias jenazah serta biro kedukaan Hope2Hope di sini, dan tentu saja tradisi-tradisi tionghoa meski aku nggak paham. Ah, aku juga suka banget sama karakter Alin yang nggak bisa diinjak-injak. Satu bagian yang paling aku suka adalah ketila Alin memutuskan untuk mengajak Hope2Hope berkembang, bukan karena dia ujug-ujug mencintai pekerjaan yang tadinya dia nggak suka, melainkan simply karena Alin butuh duit dan takut kelaparan. Somehow, meski nggak idealis kayak Yudis, ini sangat manusiawi dan masuk akal.

Aku juga suka kisah Alin dan keluarganya. Ci Sindy awalnya aku benci banget karena nyalahin Alin karena keputusan-keputusan hidup yang dia ambil sendiri. Tapi setelah tahu cerita yang sebenarnya, aku jadi suka sama dia.

Sebenarnya bagian-bagian dari novel ini udah oke banget, kecuali romance-nya 😰 menurutku proses transisi perasaannya Alin dan Yudis itu kurang terlihat. Kayak tiba-tiba suka aja, tiba-tiba pengin sama-sama. Tiba-tiba Yudis pengin cerita semua rahasia hidupnya ke Alin--padahal dia bukan orang kayak gitu. Terus, aku kurang memahami karakter Yudis. Aku nggak menemukan alasan Yudis harus merahasiakan kondisi papanya ke Alin sampe bikin stres berhari-hari gak ada kabar, karena Alin kan udah tahu situasi Yudis sama papanya.

Aku juga nggak paham kenapa Yudis pilih cara sulit untuk menemukan Alin di Sukabumi--kayak yang dia bilang sendiri. Apa buat kejutan dan supaya romantis? Tapi karakter Yudis kan kaku dan dingin? Sebenarnya sih nggak apa-apa seseorang terkadang out of karakter, tapi harus ada alasan yang kuat yang bisa dipahami--mungkin HP-nya Yudis ilang, atau gak sengaja Alin nge-block kontaknya wkwkw. Apa pun lah. Nah, aku belum menemukan itu dalam diri Yudis, jadi aku merasanya chemistry Alin dan Yudis ini juga kurang believable.

Somehow, aku tetap enjoy membaca novel ini. Aku punya buku Kak Mita yang sebelumnya yang berjudul The Journalist. Kayaknya aku bakal menyegerakan baca yang itu juga, karena aku nyaman dengan cara penulisannya.
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
September 13, 2023
Novel ini berisikan tentang seorang perempuan yang berprofesi sebagai perias jenazah. Eits, jangan khawatir. Meski ide/topiknya kelihatan berat, cara penyampaian Kak Mita yang ringan dan sederhana bikin ceritanya jadi bikin asyik dan ngalir pas dibaca. Jadi kamu nggak akan kesulitan buat nyerna dan belajar soal profesi ini.

Tbh, pas tahu ceritanya soal perias jenazah, aku langsung mikir ke mana-mana. Kenapa emang? Karena profesi ini masih asing banget buatku, jadi aku penasaran gimana kalau dijadiin cerita. Dan rasa penasaranku terpecahkan setelah baca Wajah Abu-Abu. Sebelum masuk ke profesi perias jenazahnya, aku dibuat kesel dulu sama masalah yang dialami Alin, tokoh protagonis novel ini. Ya siapa juga sih yang nggak kesel kalau jadi Alin? Mungkin kalau aku jadi Alin, aku udah ngereog duluan wkwk.

Di sepanjang cerita, aku bisa ngebayangin gimana karakter Alin. Bagiku, dia termasuk karakter yang udah punya tujuan kokoh. Kalau mau lanjut raih tujuan itu, ya kudu lanjut. Cuma hidup kan nggak bisa kita atur gitu aja, kadang ada halangannya, begitu juga dengan Alin. Tapi setiap halangan atau masalah yang muncul, Alin bisa menghadapinya dengan baik. Meski di bagian menjelang akhir, aku agak waswas apakah Alin bisa ngatasin masalah itu atau enggak. Cuma, mungkin ada pembaca yang bakal sedikit kesel sama Alin. Soalnya aku gitu wkwk. Tapi, keselnya ini termasuk hal yang positif, karena ini bagian dari perkembangan karakter Alin.

Untuk tokoh lain, aku suka sama Yudis. Yudis ini tipe tokoh yang mudah disukai. Tapi tentu dia bukan sosok sempurna. Pas tahu dia punya masalah, aku jadi ikut bersimpati. Apalagi pas masalah itu bikin dia menyesal karena ngerasa belum bisa memperbaikinya. Dan itu juga salah satu momen yang kusuka dari novel ini. Karena dari situ, aku jadi tahu alasan Yudis bikin Hope2Hope. Alasan yang ngena di aku dan ikut bikin merenung.

(Lanjutan di Instagram-ku: @yandi.asd)
Profile Image for Tika Nia.
227 reviews4 followers
September 13, 2023
Dari dulu Alin ingin jadi Makeup Artist profesional. Dia merantau ke Jakarta buat mewujudkan mimpinya. Meskipun keluarganya menentang, Alin tak pernah gentar! Hingga suatu ketika Alin terkena skandal dengan seorang artis terkenal. Itu semua meruntuhkan segalanya: kepercayaan klien bahkan kepercayaan dirinya juga.

Alin sempat bimbang, haruskah dia menyerah dan kembali ke rumah? Tanpa disangka, Alin ditawari pekerjaan yang masih berhubungan dengan makeup tapi ini sangat berbeda! Alin ditawari menjadi perias jenazah! Dan siapa sangka, ternyata pekerjaan itu cukup membuat Alin merasa nyaman. Tapi bagaimana dengan keluarganya? Tentu saja keluarganya menentang pekerjaan Alin dan malah memaksanya pulang!

Tapi bekerja sebagai perias jenazah membuat Alin belajar banyak hal tentang kehidupan. Membuat Alin merasa bermakna. Terlebih lagi lingkungan kerjanya nyaman. Pekerjaan ini juga lah yang mempertemukan Alin dengan Yudis. Laki-laki dingin dengan banyak rahasia. Akankah Alin membuka hati untuk Yudis? Dan apakah Yudis mau mempercayakan rahasianya pada Alin???

💐💐💐 (baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia)

Wajah Abu-Abu membuatku tergugah, mengenalkan ku pada pekerjaan yang tidak biasa tapi ternyata begitu bermakna: perias jenazah. Seluk-beluk pekerjaan perias jenazah dikupas dengan menarik di sini! Membuatku banyak merenung juga🥺

Tentang perjuangan mewujudkan mimpi, pekerjaan impian vs realita, tentang kehidupan dan kematian, tentang keluarga, persahabatan dan juga romansa. Semuanya disajikan dalam porsi yang pas! Dilengkapi dengan ilustrasi super keren. Part ceritanya yang pendek-pendek juga bikin page turner! Salah satu novel yang banyak highlightnya.
Profile Image for Riri Reads Books.
106 reviews1 follower
December 21, 2024
(4.5/5)—

"Kadang kadang hidup yang kita jalani itu rasanya pahit. Tapi itu tidak menjadi alasan kita jadi pahit juga sama orang lain. Kamu harus tetap jadi orang baik meskipun kadang hidup enggak berjalan sebaik yang kamu harapkan." (P. 163)



Buku ini pedih, manis, hangat menjadi satu. Mengisahkan tentang perias jenazah, is no easy job. Dealing with people and loss, must be heavy. Tapi ternyata banyak banget nilai kehidupan yang tertulis dengan indah di buku ini. Tentang memaknai kehidupan, sesama, teman, keluarga dan juga dirimu sendiri. Rasanya mungkin aku yang main belum terlalu jauh, tapi aku cukup jarang melihat Wajah Abu Abu dibahas sebagai bacaan yang mainstream. And i have to say, Wajah Abu Abu adalah salah satu bacaan terbaik yang saya baca di 2024. Indah banget 🥹

And how i love Yudis dan Alin tiki taka, banters and eventual gombal gombal yang juga sangat asik dan mature. Love!
Profile Image for Shelly.
Author 2 books44 followers
December 19, 2023
Satu lagi novel jebolan Mizan Writing Bootcamp (MWB) sekaligus yang baru saja tamat kubaca.

Wajah Abu-Abu tak hanya menyoroti pekerjaan perias jenazah, tapi juga mengajak pembaca untuk menggali makna kehidupan serta kematian.

Alin yang awalnya seorang MUA lantas 'terjebak' dengan pekerjaan barunya sebagai perias jenazah. Tantangan demi tantangan ia lalui, termasuk masalah keluarga yang mencuat.

Dari segi konflik, jelas sekali Alin ini memiliki konflik internal sekaligus eksternal. Cerita ini mengandung multi-konflik (mengingatkan saya pada struktur cerita Fichtean Curve sekaligus Save The Cat) tanpa menghilangkan esensi cerita itu sendiri.

Hal lain yang menarik adalah, banyak sekali wisdom yang tersebar dalam cerita ini. Entahlah, mungkin karena sang penulis lulusan pendidikan psikologi? Sepertinya itu termasuk faktor eksternal, ya. Development character Alin serta Yudis pun diracik dengan rapi dan apik. Terkait karakterisasi, kesemuanya saling melengkapi (sekalipun para tokoh pendukung dan aku masih nggak nyangka Cassandra pun mengalami perkembangan karakter).

Menggunakan sudut pandang orang pertama, cerita ini terasa begitu mengalir dan banyak sekali hal-hal yang amat relate di dunia nyata. Satu masalah yang amat berat di sini adalah: GENGSI. Bahkan sampai ada satu bab berjudul: Buanglah Gengsi Pada Tempatnya. Intinya, banyak sekali hal kontemplatif tersampaikan melalui buku ini. Nah lho. Sudahkah kita membuang gengsi pada tempatnya?

Oh, ya. Mungkin ini perasaan saya aja, tapi beberapa Bahasa Sunda yang tercantum di buku ini buatku pribadi agak mengganjal seperti kata kénéh ditulis keneh, apét ditulis apet. Ini masalah minor sih, tapi barangkali mau dijadikan bahan pertimbangan buat ke depannya?

Satu lagi. Berhubung saya mengikuti acara Konser Buku Wajah Abu-Abu September lalu, saya juga mau sekalian menyampaikan perkataan yang saya catat.



Bu Irma Susanti: "Hidup bukan soal durasi, tetapi kontribusi."

Mita Vacariani: "Kalau enggak bisa jadi orang baik, ya minimal jangan jadi orang jahat."

Yoga Palwaguna: "Apa pun tema yang diambil, menulis dengan jujur itu penting."




Lagi, kutipan favorit (dari buku WAA):



"... yang waras ngalah deh, ribet urusannya nanti."
- hlm. 12

Satu hari nanti, setiap orang pasti akan tiba pada halaman terakhirnya. Pertanyaannya, sudah seperti apa kita mengisi lembar buku kehidupan itu, sehingga ketika mencapai kata tamat di halaman terakhir tidak ada penyesalan yang tersisa.
- hlm. 76


"Kalau gue tahu waktu yang gue punya sama orang yang gue sayang sesingkat ini, gue enggak akan menghabiskannya dengan dan saling memaki. Enggak ada gunanya. Lebih baik waktu yang kami miliki kami habiskan dengan saling menyayangi dan lebih peduli."
- hlm. 122

"Jadi kuat itu enggak perlu buru-buru. Enggak apa-apa kalau mau menangisi yang pergi. Diri sendiri juga butuh waktu untuk merasa sedih."
- hlm. 143

Seiring bertambahnya usia, bertambah pula hal-hal yang harus ikorbankan. Di saat yang sama, ketika usiaku bertambah, usia orangtua pun ikut bertambah, dan tidak jarang hal-hal yang harus dikorbankan itu justru datangnya dari orangtua. - 177

Aku harus angkat topi kepada mereka para caregivers, sebutan bagi mereka yang mendampingi anggota keluarga yang sakit. Mereka adalah orang-orang yang hebat dan juga tanguh, apalagi jika yang didampingi adalah orang-orang sakit yang perlu terapi atau perawatan bertahun-tahun. Kebanyakan orang hanya memberi semangat kepada para pasien padahal menjadi pendamping juga tidak kalah kalah beratnya.
- hlm. 218

"Adulting is real."
- hlm. 238

Keluargaku memang tidak pernah menyatakan cinta dengan kata, tidak pernah terang-terangan memuji, tetapi mereka tidak pernah lupa menunjukkan cinta dengan caranya sendiri.
- hlm. 241.





Bintang dari saya, sudah pasti 5/5
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
October 14, 2023
Salah satu novel keluarga lokal terbaik yang pernah saya baca.
Plus, salah satu novel new adult lokal paling realistis yang pernah saya baca.

BAGUS BANGET, super recommended, mengandung banyaaaaaakkk sekali pelajaran tentang kehidupan dan kematian, tentang keluarga, tentang betapa singkatnya waktu di dunia, tentang kehilangan, kesedihan, dan penerimaan, tentang mengejar mimpi, tentang passion versus tanggung jawab.

Tema-tema tersebut adalah tema-tema favorit saya untuk dibaca/ditonton dalam suatu cerita fiksi (apa pun bentuk/medianya), dan saya SENANG SEKALI ada novel Indonesia yang mengangkat tema-tema itu dengan sebegini bagusnya. Ceritanya benar-benar merasuk ke hati, semua komposisinya pas tapi penulisannya nggak berat/gelap/bikin depresi, sebaliknya dibuat cukup ringan dan sangat heartwarming, penuh momen haru yang kental di sana-sini.

Sebagai orang dengan latar belakang Islam-Jawa, buku ini membuat saya jadi tahu bagaimana kebudayaan-kebudayaan serta agama lain di Indonesia yang lekat dengan kehidupan sehari-hari ibukota tapi selama ini cuma saya ketahui selintas aja: Batak, Tionghoa-Sunda, juga pemakaman Kristen dan Katolik.

Kayaknya saya pengin hadiahin buku ini ke banyak orang, terutama ke teman-teman saya yang suka merenungi hidup.
Profile Image for Jia.
Author 30 books94 followers
August 28, 2023
Seperti biasa, karya Mita enak dibaca. Namun, ada satu yang mengganjal di bagian awal cerita yang harusnya masih bisa ditambahin gitu. Selebihnya sih lancar jaya bacanya. Pas bagian akhir-akhir ketika bapaknya Alin dapat mayan banyak porsi, dialog-dialognya mengingatkanku sama cara si papah ngomong.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
June 30, 2024
Kepergian Alin dari Sukabumi ingin membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi MUA terkenal dan sukses. Namun, jalannya terjegal karena konfliknya dengan salah satu aktris terkenal. Alin tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran menjadi perias jenazah. Pekerjaan yang dilakoninya dengan setengah hati, sampai dia menemukan hal lain dari Hope2Hope, biro jasa kedukaan tempatnya bekerja. Ketika keluarganya tahu mengenai profesi barunya, Alin bingung harus menyerah atau tetap mempertahankan pekerjaan serta kehidupannya di Jakarta.

Background Alin ini kuat, ketakutannya juga kuat. Apa ya, sikapnya yang cenderung memandang segala sesuatu dari satu sisi tuh, nggak salah, tapi nggak benar juga. Waktu dia debat sama Yudis soal cuan atau soal rahasia identitas Yudislah, di situ kelihatan Alin rapuh banget. Dan entah ya, sepertinya semua ini salah komunikasi anak dan ortu yang nggak bagus. Sayang banget Ko Alex nggak terlalu menonjol di sini, jadi nggak paham gimana perasaan dia sebenarnya as "anak emas" keluarga.

Narasinya tuh oke, cuman sulit buat mengabaikan gaya berceritanya. Lupa udah pernah ngomong ini atau belum, tapi sudut pandang orang pertama itu super-tricky kalau boleh kubilang. Kadang kalau nggak kelewat santai, nanggung, atau malah kaku. Karakter Alin memang dijelaskan secara mendetail background story-nya, plus bisa dibilang buku ini memang sebagian besar bahas konflik Alin, lah. Tapi, sudut pandang Alin kurang luwes.

Selama baca ini rasanya kurang bisa bersimpati atau malah kadang nggak bisa membayangkan emosinya sama sekali. Mungkin karena narasinya berfokus ke tipe penjelasan kali, ya, alih-alih mendeskripsikan emosi karakter secara mendalam. Oh, pas Yudis nerima surat (yang ada ilustrasinya) itu lumayan menyentuh, sih, meski nggak sampai bikin nangis. Terlebih part romansanya kurang mengena. Enggak banyak porsinya memang, tapi nggak sedikit banget juga, cukuplah. Kalau berpikir dari sisi lain, apakah ini cara orang dewasa jatuh cinta? Tapi yah, susah juga buat tahu perasaan Yudis karena cuma dibahas dari sisi Alin.

Hal yang bisa kuambil di buku ini; soal komunikasi anak-orang tua atau anak dengan sesama anak, soal rasa berduka, melihat sisi lain dari suatu permasalahan, dan memaafkan masa lalu yang nggak bagus.

Ps: masih jengkel maksimal sama mulut merconnya Ci Sindy, no matter what.
Profile Image for Henzi.
217 reviews21 followers
October 21, 2023
Waktu pertama kali membaca ulasan buku ini di internet, aku kaget karena pekerjaan tokoh utamanya, Alin, adalah perias mayat. Sangat nggak biasa, mengingatkanku pada K-Drama series “Move to Heaven”.

Awalnya, aku mengira pekerjaan ini merupakan cita-cita mulia Alin, yang ingin membahagiakan orang yang meninggal beserta keluarganya di saat terakhirnya. Ternyata tidak demikian. Dia mulanya adalah seorang Makeup Artist. Namun, sial tak dapat ditolak, hanya dengan satu kejadian naas saja bisa membuat karirnya runtuh seketika. Ia terpaksa berubah haluan.

Salah satu alasan Alin menerima tawaran sebagai perias mayat (dan juga side job tak terencana lainnya) adalah demi memenuhi kebutuhan hidupnya, yakni bertahan hidup, bayar kosan, dan mengirim uang kepada keluarganya yang “tidak menganggapnya” berharga (menurut pandangannya).

Aku sempat meragukan peran orangtua—dalam konteks ini Papa Alin—yang tidak mampu bersikap adil. Perasaan marahku bergelora ketika mengetahui Alin diperlakukan berbeda dari kedua kakaknya.
📔Nggak dikuliahin.
👨‍👧‍👧Nggak dianggap setara dengan kakak-kakaknya.
🙃Nggak mendapatkan perhatian.
😔Nggak direstui cita-citanya.

Konflik demi konflik dialaminya sendirian selama perantauan, demi membuktikan diri kepada keluarga. Yang pada akhirnya ketika ia harus dihadapkan oleh dilema apakah yang ia lakukan selama ini sudah benar atau ego ia semata.

Membaca buku Wajah Abu-Abu membuatku merenungkan banyak hal, terutama fondasi yang dibutuhkan keluarga. Kasih sayang, kepedulian, komunikasi, waktu, hingga kematian.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books152 followers
August 31, 2023
3.5 tapi pembulatan ke atas karena secara substansi menurutku okeee, tapi teknisnya asdfjkllshafjldls ampun deh. Aku suka penggambaran keluarganya, berasa nyata. Kebetulan kakek buyutku Konghucu, jadi familier sama proses pemakaman semacam itu. Review lengkap kapan-kapan. Ini aja bacanya ngebut sebelum berangkat dinas dadakan 🥲
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
March 8, 2024
•recently read•
4.5/5⭐️


Wajah Abu-abu bercerita tentang Alin Tan, seorang makeup artist yang terpaksa banting setir menjadi perias jenazah setelah tersandung kasus dengan aktris terkenal.

Yup, kalian gak salah baca kok. Novel ini mengangkat kisah seorang perias jenazah, profesi yang mungkin gak lazim dan familiar di masyarakat. Namun, di situ lah daya tarik dari novel ini. Psst... Wajah Abu-abu jadi naskah favorite-ku di penjurian Mizan Writing Bootcamp 2022 lalu loh!🤩🙌🏼

Ini novel pertama Mita Vacariani yang aku baca dan pastinya gak akan jadi yang terakhir! Aku suka gaya bercerita Kak Mita yang asyik, enak dibaca, dan ngalir! Page-turner deh! Kak Mita pun lihai mengemas plot cerita dan mengobrak-abrik emosi pembaca lewat tulisannya.😍

Menurutku, Wajah Abu-abu ini paket lengkap deh! Gak cuma premis ceritanya yang unik, tapi juga sangat relatable dan realistis. Di novel ini, kita akan diajak mengupas seluk-beluk pekerjaan perias jenazah dan biro jasa kedukaan, mengikuti perjuangan Alin dalam mewujudkan impian, menyelami konflik dan drama keluarga yang tiada habisnya, romansa, dan persahabatan.🥰

Asli ya, hubungan orang tua dan anak di novel ini cukup kompleks dan mendominasi. Ini nih yang bikin aku sentimentil dan nangis di beberapa bagian.😭 Lemah banget aku klo udah kayak gini. Baca novel ini pun bikin aku merenungkan banyak hal, terutama tentang kehidupan, kematian, dan keluarga. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari kisah ini. Salah satunya yaitu lebih memaknai kehidupan, menghargai waktu, dan orang-orang tercinta yang ada di sekitar kita.🥹🫶🏼

Salut sama Kak Mita yang bisa mengemas semua aspek itu dengan begitu apik dan pas! Aku suka bagaimana Kak Mita mengeksplor kematian dan kehilangan dengan cara yang berbeda dan heartwarming. Membut kita belajar untuk memeluk duka dan kesedihan.✨

Oh, aku juga suka dengan perkembangan karakter dari tokoh-tokohnya, terutama Alin dan Yudis. Awalnya rada kesel sama Alin, tapi makin kesini aku bisa lebih bersimpati. Yudis juga sih. Awalnya aku kira dia sosok yang tak bercela, tapi namanya manusia, gak mungkin sempurna kan~ Oh iya, Alin & Yudis gemesin ih!🥰

All in all, aku suka banget sama novel Wajah Abu-abu ini! Highly recommended deh!❤️‍🔥 Wajah Abu-abu jelas jadi salah satu buku lokal favorite-ku di tahun 2023 ini! Pokoknya kalian wajib banget baca sih!🙌🏼 Trust me, gak akan nyesel!😉

P.S. Aku nemuin beberapa typo di novel ini. Gregetan sih, tapi masih bisa aku toleransi, karena gak terlalu ganggu.

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:


❝Enggak perlu takut selama merias, ketakutan kamu itu cuma ada dalam pikiran. Bayangkan yang kamu rias it adalah orang terdekat dan kamu satu-satunya orang yang bisa bantu mereka di saat terakhirnya. Setiap kali merias jenazah, yang selalu Ibu bayangkan adalah seperti apa mendiang ingin dikenang di saat terakhir mereka. Meskipun kecil, mungkin setidaknya yang kita lakukan bisa sedikit mengurangi kesedihan para pelayat ketika mereka berdiri di samping peri jenazah dan melihat orang kesayangn mereka terbaring dalam keadaan yang baik.❞
—Page 27-28

❝Satu hari nanti, setiap orang pasti akan tiba pada halaman terakhirnya. Pertanyaannya, sudah seperti apa kita mengisi lembar demi lembar buku kehidupan itu, sehingga ketika mencapai kata tamat di halaman terakhir tidak ada penyesalan yang tersisa.❞
—Page 76

❝Terkadang menerima ucapan duka dari para pelayat yang datang juga melelahkan. Alih-alih mendapatkan penghiburan, ucapan duka justru menambah luka karena seakan menjadi pengingat bahwa dia yang tersayang telah tiada.❞
—Page 116

❝Kalau gue tahu waktu yang gue punya sama orang yang gue sayang sesingkat ini, gue enggak akan menghabiskannya dengan bertengkar dan saling memaki. Enggak ada gunanya. Lebih baik waktu yang kami miliki kami habiskan dengan saling menyayangi dan lebih peduli.❞
—Page 122

❝Jadi kuat itu enggak perlu buru-buru. Enggak apa-apa kalau mau menangisi yang pergi. Diri sendiri juga butuh waktu untuk merasa sedih.❞
—Page 143

❝Saya pikir setelah sering mengalami kehilangan, saya bakal jadi lebih siap. Nyatanya enggak juga. Sesering apa pun saya mengalami kehilangan, enghak lantas bikin saya jadi kebal.❞
—Page 162

❝Kadang-kadang hidup yang kita jalani itu rasanya pahit. Tapi, it tidak menjadi alasan kita jadi pahit juga sama orang lain. Kamu harus tetap jadi orang baik meskipun kadang hidup enggak berjalan sebaik yang kamu bayangkan.❞
—Page 163

❝Selama kita hidup, kita sibuk bekerja, mengejar uang, kekayaa dan kenyamanan. Kita sibuk mengejar pencapaian dan pengakua sampai kita sering kali lupa, saat waktu kita habis nanti itu semi ternyata bukan hal yang utama.❞
—Page 192
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
December 29, 2023
Janji nggak nangis pas bacaaa??! 😭☝🏼

Wajah Abu-abu nyeritain Alin yang berprofesi sebagai makeup artist. Namun, skandalnya dg aktris Cassandra bikin dia kehilangan pekerjaan tersebut dan akhirnya terjebak menjadi perias jenazah.

Wajah Abu-abu adalah salah satu cerita jebolan Mizan Writing Bootcamp yang premisnya udah menarik perhatianku sejak awal. Iya, kisah perias jenazah itu topik yang masih jarang banget diangkat jadi cerita (bahkan aku sendiri belum pernah nemu).

Dan ceritanya ternyata bagus BANGEEET!! Rasanya udah cukup lama nggak baca cerita yang bikin aku lumayan banjir air mata. 😭

Disclaimer dulu, aku paling lemah kalo udah baca hubungan orangtua & anak. Bawaannya langsung sentimentil wkwk. Dan porsi tersebut punya dominasi yang kental di buku ini (not to mention a little bit angsty too).

Wajah Abu-abu juga menyuarakan keresahan yang kurasakan seiring bertambahnya umur—pertentangan idealisme kita sebagai anak dan orangtua yang terus beranjak tua.

Kayak Alin di buku ini yang profesinya sebagai perias jenazah ditentang keras oleh orangtua (terutama Papinya), dan bagaimana dia harus mengalami pergulatan batin sebelum akhirnya menemukan jalan keluar.

Baca Wajah Abu-abu bener-bener jadi reminder untuk menghargai mereka yang masih hidup. Mereka, orang-orang tersayang yang waktu kehidupannya nggak pernah kita tau kapan akan berhenti.

Gaya bercerita penulis termasuk enak dibaca dan ngalir, meski memang masih ada sedikit typo. Tapi masih bisa kutoleransi karena ceritanya bagus. 😂

Untuk penokohan, di awal aku punya sedikit love-hate relationship sama karakter Alin. Tapi karena sikapnya terjadi karena masa lalu yang pahit, somehow aku jadi bisa bersimpati juga. Dan aku suka perkembangan karakternya.

Beberapa tokoh pendukung pun menurutku punya karakterisasi yang kuat dan konsisten.

Lalu, aku suka Yudis! Karakter dia di awal kerasa agak too good to be true sih wkwk tapi dia keliatan lebih manusiawi setelah masa lalunya mulai terkuak satu per satu.

BTW, di sini juga ada romancenya yaa jadi nggak 100% angsty kok. 🥹

Overall, aku sangat menikmati Wajah Abu-abu. Highly recommended! 🧡

5/5 ⭐️!
Profile Image for Ovy Rama.
115 reviews3 followers
January 19, 2025
⚰️ Wajah Abu-Abu || Mita Vacariani || Penerbit Pastel Books || 245 Hlm || Cetakan 1, Juli 2023 💄

"Manusia, kan, kadang suka gitu, baru menyadari pentingnya keberadaan seseorang justru setelah ditinggalkan." - Hal. 50.

Wajah Abu -Abu berkisah tentang Alin yang tetap memilih menjadi seorang MUA, meski ditentang keluarganya. Namun, ternyata jadi MUA itu tidak mudah. Di awal karir Alin tersandung skandal dengan aktris yang sedang naik daun. Sehingga, Alin kehilangan pekerjaannya serta kepercayaan para klien. Bertahan di ibu kota tanpa pekerjaan begitu sulit, demi bertahan hidup, bermodalkan nekat, Alin menerima tawaran jadi perias jenazah di biro jasa kedukaan milik Yudis, si Laki-Laki dingin dengan ribuan rahasia. Bagaimana kelanjutan hidup Alin setelah memilih menjadi perias jenazah? Kalo ingin tau lanjutannya bisa langsung baca novelnya!!

Aku sering banget kepengen jadi MUA artis hanya karena sehabis lihat video behind the scene atau video di backstage ketika idolaku sedang di make up. Rasanya kayak aku tuh pengen juga gitu punya kesempatan ngerias wajah idolaku. Padahal untuk jadi MUA artist atau idol tuh nggak gampang dan nggak seenak kelihatannya. Ketika baca kisah Alin ini, aku jadi tau sisi gelap dari dunia MUA Artist.

Dari awal baca novel ini, aku sudah disuguhi konflik yang benar-benar menguras emosi karena berhadapan dengan salah satu tokoh yang gemar sekali playing victim. Nggak berhenti di situ aja, Kak Mita berhasil mengacak-acak perasaanku dengan konflik-konflik yang terus berdatangan setiap aku membalikkan halaman demi halaman di novel ini. Mulai dari konflik di dunia kerja hingga konflik dengan orang tua serta keluarga semua itu kerasa banget dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Semua tokoh di novel ini punya strugglenya masing-masing yang itu semuanya nggak mudah, aku ada di posisi mereka pun mungkin nggak akan bisa seperti itu. Dibuat se-real mungkin dengan memiliki kekurangan serta kelebihan membuat semua tokoh di novel ini tuh punya sisi yang bikin aku gemas pengen nyubit mereka. Namun, aku suka dengan perkembangan setiap tokoh yang menjadi pribadi lebih dewasa.

Dan kalo ditanya tokoh favorit di novel ini, aku akan jawab si Yudis. Ini cowok itu termasuk ke dalam cowok langka yang nggak dengan mudah kita temui di kehidupan kita. Aku suka banget sama pemikiran dia, dia juga nggak pernah membedakan orang. Yang bikin aku kagum sama Yudis tuh kebaikan hati dia, ketegasan tiap dia mimpin karyawannya, stok sabarnya banyak banget dan yang pasti dia kuat meski sudah jatuh berkali-kali.

Membaca novel WAA ini juga berhasil banget bikin aku nangis pas scene yang berhubungan dengan orang tua. Bahkan, aku ketrigger dengan kata-kata stadium empat atau akhir. Rasanya seperti tersedot ke lorong waktu yang ngembaliin aku ke beberapa bulan lalu. Dipaksa kuat meski rasanya diri ini udah hancur, bingung dan takut salah langka seperti yang Alin rasakan.

Menggunakan POV Orang Pertama dari tokoh Alin, membuatku bisa ikut merasakan apa yang dirasa oleh dia. Bagaimana Alin yang seorang anak bungsu yang biasanya kebanyakan menjadi anak kesayangan malah mendapat perlakuan yang berbeda dengan saudaranya yang lain, bagaimana dia mengejar impiannya.

Novel WAA ini memperlihatkan kepadaku dan pembaca lain kalo nggak semua ibu sambung itu jahat. Masih ada sosok ibu sambung yang dengan tulus menerima serta sudah menganggap anak sambungnya seperti anak kandung sendiri meski suaminya sudah nggak ada.

Memperlihatkan setiap keluarga punya caranya sendiri untuk menunjukkan cinta mereka kepada anggota keluarga dan saudara. Memperlihatkan bagaimana perasaan orang tua sebenarnya serta bagaimana para orang tua lebih memilih menyembunyikan rasa sakitnya dengan alasan tidak ingin membuat anaknya khawatir.

Suka banget sama interaksi semua karyawan Hope2Hope atau biro jasa kedukaan milik si Yudis. Lingkungan kerjanya tuh nyaman banget, buat kita ngerasa kalo kita nggak sendirian dan kerja sama timnya tuh top banget.

Mengikuti kisah Alin membuatku tau jobdesk seorang MUA, perias jenazah dan pekerjaan di biro jasa kedukaan yang selama ini cuma kulihat sekilas di drakor, video youtube dan podcast. Ketika baca scene di mana Alin harus merias jenazah, nggak ada kesan seram atau mistis sama sekali. Yang ada aku merasa ikut merasakan sesak karena kehilangan seseorang di hidupku. Aku juga jadi bagaimana prosesi upacara kematian untuk mereka yang non muslim dan prosesi menurut Adat Batak. Dan aku juga jadi tau obat-obatan yang dikonsumsi oleh penderita depresi.

Aku belajar banyak hal, seperti belajar untuk menurunkan egoku, belajar untuk tidak membeda-bedakan orang atau melabeli seseorang, belajar cara menenangkan orang yang berduka, belajar untuk lebih aware dengan diri sendiri, belajar untuk menggunakan waktu sebaik mungkin (dengan menghabiskan waktu untuk lebih saling sayang dan peduli dengan orang yang kita cinta dan orang tua serta keluarga dibandingkan menghabiskan waktu cuma dengan berantem karena kita nggak tau punya waktu seberapa lama bersama mereka), belajar berempati sama orang lain, belajar untuk nggak insecure, dan masih banyak lagi pelajaran hidup lainnya yang bisa didapat dari novel WAA ini.

Baca novel ini bikin aku ngerti, meski udah sering mengalami kehilangan nggak membuat kita siap atau kebal untuk menghadapi kehilangan itu. Ngerti kenapa tidak pernah ada sebutan yang pantas untuk orang tua yang kehilangan anaknya karena nggak ada yang dapat menggambaran duka kehilangan seorang anak serta ngerti kalo kita hidup tuh nggak melulu untuk nyenengin orang lain.

Novel Wajah Abu-Abu ini juga punya scene romantis yang nggak banyak dan malah terasa sweet banget. Aku suka banget cover novelnya yang nggak meninggalkan kesan seram dan malah cakep banget plus mewakili isi novelnya. Novel ini dilengkapi beberapa ilustrasi yang menggambarkan salah satu scene di beberapa halaman.

Dilengkapi juga dialog menggunakan bahasa Sunda yang tentunya dilengkapi dengan artinya agar nggak membuat bingung pembaca yang nggak bisa bahasa Sunda. Aku juga suka bagaimana cara Kak Mita menyelesaian konflik demi konflik di novel ini yang membuat pembaca lega dan nggak meninggalkan pertanyaan besar ketika selesai baca novel ini. Nggak hanya itu aja, aku juga seperti diajak jalan-jalan ke Bandung dan Sukabumi yang mana 2 kota tersebut belum pernah kukunjungi

Menurutku novel ini sangat pantas menjadi Finalis Top 10 Mizan Writing Bootcamp 2022 karena secara keseluruhan novel ini nggak ada yang fail dan berhasil banget bikin menghangat selepas aku selesai baca novel ini. Nggak banyak penulis yang mengangkat ide cerita yang unik, dan menciptakan tokoh dengan profesi yang sebelumnya tidak banyak orang tau seperti biro jasa kedukaan serta perias jenazah. Aku bersyukur diberi kesempatan mengikuti kisah Alin dan Yudis.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel dengan ide yang unik, buat yang ingin tau profesi perias jenazah, dan buat yang lagi struggle dengan impiannya.
Profile Image for Llima.
73 reviews
February 3, 2025
seorang wanita tionghoa sukabumi yang merupakan anak bungsu, anak yang tidak direncanakan dan anak kebobolan orang tuanya, ia merasa dibedakan dengan kakak kakaknya, keluar rumah dengan alasan mengejar cita-cita namun sebenarnya untuk keluar dari rumah berisi keluarga yang menyebalkan dan membuatnya tidak nyaman - dan untuk membuktikan kpd orang tuanya bahwa dia "berprestasi dan patut dibanggakan". Awalnya MUA lalu banting setir jadi perias jenazah. Ada cerita tentang agensi rumah duka di novel ini. Tokoh utama Awalnya benci keluarganya, seiring waktu dan lika liku hidupnya mulai bisa melihat dan memahami keluarganya dari sisi yang lain.
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
July 25, 2024
DNF di halaman sekitar 180-an karena, yah, udah tau aja arahnya ke mana. Gue bukan pembaca yang mau selalu dikejutkan sama plot, tapi narasi yang bener-bener telling dan nggak punya active setting sama sekali nggak membantu membangun excitement gue buat terus lanjut. Selamat untuk penulis yang berhasil menang Mizan Writing Bootcamp karena jelas cerita ini punya potensi besar dgn premis yang dibawa, sayangnya eksekusinya kurang cocok di gue.
Profile Image for Grace Tioso Tioso.
Author 5 books28 followers
September 15, 2023
Dari zaman MWB, udah baca ini dan SUKA banget. Premisnya ga biasa. Perias jenazah! Trus alurnya enak banget dibaca. Suka banget juga sama Yudis #timyudisbelikalung biar suka sebel ih kenapa Yudis lama banget majunya? 😤

Paling suka tentang perenungan tentang kematian dan kehilangan. Pokoknya buku ini wajib banget dibaca!
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
October 7, 2023
Alin Tan berusaha mewujudkan impiannya menjadi MUA, meksipun profesinya ditentang oleh keluarga. Perjalanan karier seorang MUA pemula di ibukota bukan perkara mudah, terlalu banyak kerikil tajam yg menghalangi langkah. Hingga tersandung kasus dengan seorang aktris yg naik daun dan menyudutkannya, tentu saja hal tersebut membuat Alin kehilangan pekerjaan serta kepercayaan kliennya.

Hidup harus terus berjalan, apalagi hidup di ibukota tanpa pekerjaan. Hingga sahabatnya Reina memberikan informasi menjadi perias jenazah. Bermodal nekat Alin memulai profesi barunya sebagai perias jenazah. Yg awalnya dia berpikir profesi ini sebagai tempat singgah, ternyata malah membuatnya betah. Meskipun jauh dr kata keren, ternyata Alin dipertemukan dengan rekan kerja yg menyenangkan dan hangat. Seperti Yudis si pemilik biro jasa kedukaan Hope2Hope, yg awalnya bersikap dingin dengan kehadiran Alin sebagai orang baru.

Tapi semenjak Alin memutuskan bertahan di Hope2Hope, hubungan Alin dan Yudis semakin menghangat. Alin yg dulunya sinis terhadap kehidupan, perlahan sekarang lebih berempati dan mulai memahami bahwa dunia tidak hanya berputar di sekelilingnya saja. Tapi di balik pencapaian Alin di Hope2Hope masih ada hal yg mengganjal, yaitu hubungannya dengan keluarganya. Alin sebagai anak bungsu diharapkan berada di rumah dan membantu menjalankan toko orang tuanya, selain itu Alin juga merasa bahwa dirinya tidak pernah diprioritaskan sebagai seorang anak jika dibandingkan dengan kedua kakaknya. Sehingga merantau ke Jakarta dan menjadi MUA sukses adalah cara Alin mendapat pengakuan dr keluarganya.

Semenjak Alin berada di Hope2Hope dia merasa menemukan rumah baru, tapi berbeda dengan sikap keluarganya ketika mengetahui profesi Alin sebagai perias jenazah. Alin dipaksa berhenti dan pulang ke Sukabumi, lalu akankah Alin tetap menjadi gadis optimis dalam mewujudkan mimpinya atau memilih menyerah dan kembali ke kampung halamannya?

Novel ini gak cuma nyeritain gimana gigihnya Alin dalam mewujudkan mimpinya. Tapi hampir keseluruhan novel ini didominasi tentang hubungan Alin dan keluarganya, jujur aja baca buku ini bikin aku jadi sentimentil wkwkwk. Dan alur ceritanya bagus banget, sampai bikin aku banjir air mata di beberapa part-nya. Wajah Abu-Abu berbeda dengan kebanyakan novel, karena buku ini juga menggambarkan profesi perias jenazah. Mungkin sebagian orang menganggap profesi ini sedikit suram, tapi ternyata lewat profesi ini Alin dan pembaca diajak memaknai kehidupan dan keberadaan orang di sekitar kita. Selain itu novel ini juga menggambarkan keresahan yg kerap dialami oleh 21+, bertambahnya umur, bertambahnya beban sosial, dan pertentangan idealisme antara individu dan standar sosial di masyarakat.
Dahlahh... Highly recommend!!
Profile Image for Isah.
82 reviews
April 4, 2025
Akhirnyaaa terselesaikan juga ni buku..

Berawal dari iseng-iseng nyari buku yang kelihatannya ringan, “Wajah Abu-Abu” pun berakhir menjadi pilihan final saya. Premisnya udah cukup menjanjikan, dengan profesi si tokoh utama yang anti mainstream, serta karakter yang konsisten dan nggak menye-menye. Karakter Alin bukan yang tanpa cela. Lantas mungkin bagi saya, itu menjadi salah satu nilai plusnya. Alin haus validasi kedua orang tuanya, suka merasa tersisihkan dengan kehadiran kedua kakaknya, seringkali gengsi dan merasa nggak pantas untuk meminta bantuan orang lain. Dia juga hobi melabelkan seseorang hanya berdasarkan latar belakang pendidikan dan status sosial mereka. Pola pikir dan caranya memandang sesuatu sangat manusiawi dan relateable. Character development Alin smooth gitu, nggak dipaksakan.

Lalu, dipertemukanlah Alin dengan Yudis, alias manusia yang bisa dibilang sangat bertolak belakang dengan dirinya. Bersamaan dengan kenyataan bahwa ternyata oh ternyata, Yudis ini berasal dari keluarga berada dan berpendidikan tinggi. Ya, udahlah bisa ditebak, Alin langsung merasa ciut. Berbanding terbalik dengan dirinya yang kuliah aja nggak mampu, Alin merasa bahwa selama menjadi rekan kerja Yudis, ia hanya seorang anak kemarin sore yang bahasanya sih nggak level dengan cowok itu dan nggak pantas bersuara. Apa lagi dalam hal memberi saran dan pengajaran soal strategi marketing Hope2Hope.

Meskipun sebagian besar ceritanya terpusat pada Alin dan Yudis, dinamika hubungan antara Alin dengan tokoh-tokoh pendukung lain bukan sekadar asal tempel. Peran keluarga Alin, Mas Yon, Pak Beno, Mbak Retno, benar benar dimunculkan dan terasa nyata. Sementara untuk romansanya hanya semilir-semilir aja sih menurut saya. Manis tapi nggak begitu tercecap.

Terlepas dari plotnya yang oke dan jumlah halaman yang nggak begitu banyak, saya butuh waktu cukup lama buat menyelesaikan bacaan ini (mandeg-mandeg mulu). Saya akui bahwa narasinya sama sekali nggak bertele-tele. Malah kelewat sederhana. Begitupun dengan keseluruhan alur dan konfliknya yang kurang bisa saya rasakan. “Wajah Abu-Abu” nggak bisa memberikan saya keterikatan sekaligus ketertarikan untuk terus membaca sampai tuntas. Yah, walaupun saya selesaikan pada akhirnya, tetep aja butuh waktu lebih lama dari biasanya.

Tapi intinya sih, baca buku Wajah Abu-Abu memberi saya wawasan baru dan sudut pandang baru. Sekian untuk reviunya. 🎐
Profile Image for Cut Maqfirah.
34 reviews2 followers
November 27, 2023
Buku ini di buka dengan konflik yang terjadi di antara Alin dan Cassandra. Sebuah konflik yang membawa Alin—seorang MUA profesional di Ibu kota harus beralih profesi menjadi perias jenazah.

Di awal aku di buat kesel banget sama Cassandra, tapi menuju akhir ada sedikit plot twist yang pada akhirnya membuat aku lagi-lagi belajar terkadang orang yang paling kamu benci bisa jadi ia adalah penolongmu ketika kamu terjatuh nanti.

Selain itu, aku suka sekali sama alur ceritanya. Walaupun terkesan cepat dan terburu-buru tidak membuat cerita ini kosong gitu. Penulis merunutkan ceritanya dengan sangat baik dan menyimpan kejutan di akhir. Walau aku sempat menebak ini tuh bakalan berakhir gimana tapi tetap aja bikin sedih 🥹 puk..puk.. Alin 🥹🤗

Untuk tokohnya sendiri, Aku suka banget sama perkembangan karakternya yang konsisten dan punya pendirian teguh, Interaksi antara sesama tokoh, dan penerimaan tokoh atas setiap hal yang menimpa mereka.

Buku ini mengajarkan aku bahwa kematian itu sangat dekat dengan kita. Mau bagaimana pun kita melarikan diri, kematian akan tetap datang. Dan juga, seberapapun kita menyiapkan diri untuk kehilangan orang terkasih, rasa sedih akan kehilangan itu tetap ada.

Dan menurut aku, buku ini juga unik banget! Bagaimana penulis berhasil menciptakan konflik sederhana tapi sampai ke hati. Bagaimana penulis mendeskripsikan kehilangan itu dengan sangat baik, seolah-olah penulis benar-benar pernah merasakan dan ada di moment itu. Dan itu kali yaa kenapa aku bisa sesedih itu baca buku ini 🥹😭

Aku juga suka sama ending yang di suguhkan oleh penulisnya. Pas sesuai takaran. Nggak ada drama yang berlebihan walau itu berhubungan dengan problem keluarga. Dan untuk romancenya sendiri juga pas! Walau emang aku masih pengen melihat kemanisan yang berlebih sih 🤍🫶🏻

Overall, buat kalian yang mau mencari bacaan dengan tema yang berbeda dan penuh makna yang dalam tentang kehidupan dan kematian, aku rekomendasikan kalian buat membaca buku ini ✨ aku yakin kalian pasti bakalan suka.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
December 24, 2023
4⭐

"Dulu, aku mengira pekerjaan tertentu memiliki nilai yang lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya, padahal diri kitalah yang menjadikan pekerjaan apapun jadi bernilai."

Awal aku tertarik baca buku ini karena lumayan sering seliweran di timeline, terus juga pekerjaan tokohnya yang nggak biasa.

Buat aku membaca buku ini selain menambah pengetahuanku tentang profesi perias jenazah, juga tentang biro jasa kedukaan. Apa saja yang mereka kerjakan dan seberapa penting peran mereka untuk membantu keluarga yang sedang berduka.

Membaca buku ini juga membuat emosiku naik turun. Dari yang sebel sama artis yang suka seenaknya, terus aku juga dibuat bolak-balik berkaca-kaca bahkan sampai meneteskan airmata. Apalagi pas part tentang keluarga, tentang ayah dan ibu, tentang saudara, tentang saat terakhir, pokoknya bagian ini tuh bikin aku mewek banget.

Aku suka tiap tokohnya disini punya peran yang pas. Selain Alin dan Yudis tokoh yg aku suka itu ada mas Yon, ga tau kenapa dari awal muncul mas Yon tuh kayak punya pesona tersendiri gitu.

Aku juga suka interaksi antara para tokohnya semua nya pas ga ada yg berlebihan, bahkan hubungan Alin dan Yudis walaupun ga yg gimana banget penjelasannya tapi tetep bisa bikin baper.

Membaca novel ini membuat kita belajar untuk tidak memandang remeh suatu pekerjaan hanya karena terlihat tidak biasa, padahal pekerjaan tersebut bisa sangat berguna bagi orang lain. Selain itu keluarga biar bagaimanapun akan tetap mendukung dan menyayangi kita walaupun mungkin tidak diungkapkan secara terang-terangan.

Ga salah sih novel ini jadi salah satu pemenang MWB, karena cerita dan temanya yg menarik untuk dibaca. Dan novel ini bakalan jadi salah satu fav aku dari semua novel jebolan MWB sih.

Overall aku menikmati banget baca novel ini. Novel pertama dari kak Mita yg aku baca, dan jadi pengen baca karya-karya kak Mita yg lain. Dan novel Wajah Abu-Abu ini recommended banget buat dibaca 👍👍.
Profile Image for Day Nella.
253 reviews5 followers
April 10, 2025
"Kadang-kadang hidup yang kita jalani itu rasanya pahit. Tapi, itu tidak menjadi alasan kita jadi pahit juga sama orang lain. Kamu harus tetap jadi orang baik meskipun kadang hidup nggak berjalan sebaik yang kamu bayangkan." Bab 24. Deep Talk.
-
Wajah Abu-Abu
Mita Vacariani
Penerbit Pastel Books
Edisi Digital, Agustus 2023
38 Bab
Baca di @rakatadotid
-
Sukaaaa. Aku suka dengan tema yang diangkat bahkan ide ceritanya pun jarang sekali. Jadi lebih tahu apa itu profesi perias jenasah dalam buku ini. Awalnya aku pikir akan kelam, mengingat judulnya yang menarik aku, kalau kisah ini pasti begitu menyayat hati, tapi tidak. Banyak sekali pesan akan kehilangan, kehidupan dan juga kematian.
-
Alin Tan yang awalnya berprofesi sebagai MUA profesional harus tersandung masalah dengan salah satu selebriti papan atas, yang berakibat Alin kehilangan pekerjaan dan kepercayaan para klien akan kinerjanya.
Meski di awal Alin sudah berusaha mencari job make up lain yang berakhir nihil. Akhirnya Alin menerima tawaran dari teman dekatnya untuk mengambil pekerjaan sebagai perias jenasah sementara karena tidak ada pilihan lain di saat keuangannya sudah amat menipis.
Bertemu dengan Yudis dan beberapa rekan kerja lainnya di bidang jasa kedukaan bernama Hope2Hope, serta para klien yang memberikan banyak insight baru dalam hidupnya terlebih sejak keluar dari rumah dan komunikasi dengan orang tua serta kakaknya renggang membuat Alin berpikir ulang apakah pilihannya saat ini sudah benar?
-
Aku suka banget karakter Yudis, sosok green flag banget serta cukup menyukai Alin meski kadang lebih banyak porsi nyebelinnya karena sering overthingking dan melihat seseorang dari covernya aja. Lalu ada tokoh pendukung lainnya yang memiliki porsi pas dan tidak berlebihan. Gaya berceritanya yang asyik dan mengalir itu pun menjadi hal yang aku suka. Ditambah konflik keluarga yang cukup membuatku merenung. Kalau aku berada di posisi Alin, mungkin aku nggak akan sekuat itu.
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
November 13, 2024
"Hari ini izinkan saya untuk merias ibu. Semoga ibu bisa tampil baik sebagaimana ibu ingin dikenang saat terakhir." —Alin, cp. 38

Gara-gara skandal huru-hara dengan seorang aktris, karir Alin sebagai MUA pun berhenti. Demi menopang hidup di Jakarta, Alin menerima tawaran sebagai perias jenazah dan bergabung dengan Biro Jasa Kedukaan bernama Hope2Hope. Di sana, Alin bertemu Yudis, bosnya yang penuh rahasia dan menyimpan duka dibalik sikap dinginnya.

Actual rating: 4.5⭐️
Trigger warning: implied suicide, death.

Novel ini mengangkat pekerjaan yang tak biasa yaitu Perias Jenazah dan juga Biro Jasa Kedukaan—Funeral Organizer. Sebagai pembaca, aku banyak mendapat perspektif baru tentang ranah pekerjaan ini.

Konflik Alin dan keluarganya, Yudis dan keluarganya, tentang Hope2Hope, Alin dan Cassandra—sang aktris yang menjatuhkan karir Alin tapi juga mengangkat dia, dan hubungan Alin dan Yudis, semua dikemas dan diceritakan dengan sangat baik dan rapih.

Dan untuk segi romance, meski ini novel "terlihat" romance, sebenarnya tipis-tipis aja romansa dan skinship-nya. Meski begitu setiap ada momen Alin dan Yudis yang saling menguatkan, bikin nyess dan baper.

Selain itu, belajar menerima kesedihan, berlapang pada kedukaan, menghargai kehidupan, dan berdamai dengan duka dan kematian adalah hal-hal yang aku rasakan dalam membaca novel ini.

"Jadi kuat itu nggak perlu buru-buru. Enggak apa-apa kalau mau menangisi yang pergi. Diri sendiri juga butuh waktu untuk merasa sedih." -Yudis, cp. 21

Surat dari Papa Yudis, keinginan terakhir Mama Alin, dan adegan makan ayam di meja makan keluarga Alin, sukses bikin air mataku terjun.

Novel yang begitu hangat dan teduh 🌻
Profile Image for wulan.
246 reviews8 followers
June 27, 2025
aku udah ngeh sih kalo buku ini tuh temanya erat dengan pemakaman dan kematian, soalnya aku sempet baca blurb dan sampelnya, terus tertarik deh buat baca 👍 udah nebak juga bakal ada romance nya, tapi gak nyangka sampe ke tahap bikin aku salting 🥹

langsung aja ke garis besar ceritanya, tentang alin seorang mua, yang karirnya hancur dalam semalam karena bentrok dengan selebgram terkenal. menjadi anak rantau membuat alin mau nggak mau harus menemukan cara buat bertahan hidup di jakarta.

alin pun nggak mau pulang kampung karena itu sama saja membuktikan ucapan orangtuanya bahwa dia gak bisa berkecimpung di dunia makeup.

teman alin, reina namanya, menawarkan pekerjaan untuknya. alin awalnya menolak karena pekerjaan yang ditawarkan adalah perias jenazah. namun karena reina memelas, alin pun setuju untuk menjadi perias jenazah.

tadinya, alin pikir dirinya hanya sementara menjadi perias jenazah. namun, karena satu dan lain hal, alin resmi menjadi perias jenazah di hope2hope, sebuah biro kedukaan yang dibangun oleh yudis.

menurut alin, yudis orangnya dingin dan kejam. tapi, lama kelamaan alin mulai bersimpati pada yudis dan muncul kekhawatiran ketika yudis nggak bisa dihubungi selama berhari hari. hingga suatu ketika alin dipaksa kembali ke sukabumi, alin gamang.

siap siap tisu aja karena di beberapa bagian ceritanya itu sedih 😭 bisa dibilang aku belum pernah berduka karena ditinggalkan orang terdekat, tapi aku bisa paham apa yang dirasakan para tokoh ketika sedang berduka 💔

baca buku ini tuh aku langsung keinget buku "seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring" berasa kayak baca versi fiksinya.

aku juga dapet pengetahuan baru soal hospice, tempat bernaung pasien dengan penyakit serius, bertujuan untuk memberi mereka kenyamanan selama sisa hidup mereka. juga tentang funeral organizer, yang di cerita ini dikelola yudis.

aku suka gaya berceritanya tuh enak banget dibaca, berasa ringan aja. halaman demi halaman aku baca gak berasa tiba tiba udah di penghujung cerita.

mayoritas orang sukabumi pakai bahasa sunda, yang aku suka di buku ini tuh lengkap catatan kakinya, di setiap kalimat dengan bahasa sunda, pasti ada terjemahannya.

aku juga suka banget sama perkembangan karakter alin, juga yudis, tapi emang lebih intens nyeritain tentang alin sih buku ini tuh. aku seneng alin bisa berdamai dengan diri sendiri ���
Profile Image for Tamira Bella.
178 reviews
December 24, 2025
Wajah Abu-abu adalah kisah tentang jatuh, kehilangan arah, dan tentang bagaimana seseorang perlahan belajar berdamai dengan hidup yang tidak berjalan sesuai rencana.

Tokoh utamanya, Alin, sosok perempuan muda yang sejak awal digambarkan punya mimpi yang jelas: menjadi MUA profesional dan diakui oleh keluarganya. Sebab Alin sendiri sosok anak bungsu yang tidak memiliki kedekatan dengan Orang tua dan Kakak-kaknya, hidupnya dipenuhi dengan pembuktian yang tak pernah cukup di mata keluarga.

Namun satu peristiwa (keselisih pahamanannya dengan influencer) membuat semuanya kehilangan job dan runtuh sementara. Dari titik itulah, hidup Alin bergeser ke arah yang tak pernah ia bayangkan, yakni bekerja sebagai perias jenazah. Di sinilah cerita mulai menemukan nadinya. Bukan dengan kejutan besar, tetapi dengan kesunyian yang pelan-pelan menekan dada.

Mulai dari perias jenazah, hingga tentang orang-orang terdekatnya yang meninggalkan dunianya, saya menikmati cara penulis menempatkan kematian bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai ruang refleksi. Melalui wajah-wajah yang tak lagi bernapas, Alin justru belajar tentang kehidupan, tentang kehilangan, dan tentang arti merawat, bahkan ketika yang dirawat tak lagi bisa membalas apa pun. Ada ketenangan yang jujur di sana, tanpa perlu dramatisasi berlebihan.

Bahasa Mita Vacariani terasa sederhana dan mengalir. Tidak meledak-ledak, tetapi cukup untuk membuat saya berhenti sejenak di beberapa halaman. Majas yang digunakan tidak memaksa, lebih seperti bayangan sore yang lewat perlahan hadir, lalu menetap di ingatan. Hubungan Alin dengan orang-orang di sekitarnya juga ditulis apa adanya, manusiawi, tanpa ingin terlihat heroik.

Sangat page turner, rate: 4/5.
Profile Image for Helen  Tanuwan.
8 reviews1 follower
October 4, 2023
Akhirnya selesai!
Pertama kalinya aku baca cerita Kak Mita dan langsung jatuh suka!

Ide yang diangkat novel ini sebenarnya sederhana: tentang mengejar cita2, hubungan keluarga, dan bagaimana caranya menghadapi duka, tapiii ... eksekusinya apik sehingga jadi sesuatu yang luar biasa.
Banyak pelajaran bisa dipetik sesuai dengan tagline penulisnya: belajar kehidupan dari kematian. Melalui kisah-kisah klien Alin, kita banyak dibawa merenungi tentang apa sih sebenarnya tujuan hidup? Apa kita sudah cukup baik sehingga layak dikenang saat meninggalkan dunia nanti?

Narasinya aku suka. Ngalir dan adem banget pas dibaca. Bikin hanyut ke dalam cerita.

Setiap tokohnya punya porsi pas dan karakter kuat. Aku malah nge-fans ke Mas Yon dibanding yg lain. Padahal Yudis tuh udah jelas definisi cowok idaman mamak-mamak, haha
(Kalau aku pny adik cewek, mau deh dikenalin sm Yudis. Tp takut duluan sm Alin sih 🤭)

Endingnya memuaskan krn semua udah clear. Tidak ada ganjalan lagi.

Ada bbrp typo dan lompatan timeline yg krg smooth. Juga dari awal sampe ke tengah Yudis lumayan too good to be true. Untungnya menjelang ending, peristiwa 'itu' berhasil mengurangi kesan sempurna Yudis. Walaupun kl aku jadi Alin, sebel jg sih. Pengen lempar pake pouch make up, deh.

Tapi, itu semua hanya hal-hal kecil yang tentunya tidak mengurangi keasyikanku dalam membaca Wajah Abu-abu.
Novel ini sangat kurekomendasikan bagi kalian penyuka realistic fiction/slice of life dgn bumbu romance manis dan banyak pelajaran berharga di dalamnya.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
October 29, 2024
Emang nggak main-main ya kualitas novel-novel Mizan Writing Bootcamp ini. Tiga novel yang kubaca beneran extraordinary semua ceritanya. Semoga bisa baca semua serinya, deh.

Kutipan-kutipan favoritku:

Kenapa sih, ada orangtua yang harus menunjukkan kasih sayangnya diam-diam? Apa susahnya memberi dukungan secara nyata? Dan, kenapa orangtua juga memilih menyembunyikan rasa sakitnya dari anak dengan alasan tidak mau membuat khawatir? Tidakkah mereka berpikir, jika sesuatu yang buruk terjadi, hal itu justru lebih menyakiti sang anak?

Aku belum pernah menjadi orangtua, jadi sejujurnya aku tidak bisa menemukan jawabannya sekarang. Mungkin jika aku punya keberanian, aku ingin berbicara kepada semua orangtua khususnya orangtuaku agar mereka tidak menyembunyikan kondisi mereka dengan alasan apa pun supaya tidak meninggalkan rasa bersalah dan penyesalan di hati anak mereka.

(Alin, halaman 151, setelah tahu soal cerita Papa Yudis dari Pak Beno)

*

"Kadang-kadang hidup yang kita jalani itu rasanya pahit. Tapi, itu tidak menjadi alasan kita jadi pahit juga sama orang lain. Kamu harus tetap jadi orang baik meskipun kadang hidup enggak berjalan sebaik yang kamu bayangkan. Kira-kira begitu pesan Opa."

(Yudis pada Alin, halaman 163)

*

"Kenapa, ya, orang itu kalau enggak bisa bantu setidaknya enggak usah banyak omong. Diam aja kali. Menghadapi dan merawat orang sakit aja udah menguras banyak energi dan emosi, ditambah lagi dengar omongan-omongan orang."

(Alin, ke Yudhis. Sambil nungguin maminya di RS)
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
October 6, 2024
Sejak awal hingga akhir, novel ini menyoroti hubungan orang tua dan anak dalam porsi yang cukup banyak. Sikap keluarga Alin ngasih banyak pengaruh ke kehidupan Alin bahkan ketika dirinya sedang mencoba hidup mandiri jauh dari keluarga. Misalkan tentang cara Alin memandang uang, bagaimana Alin beberapa kali skeptis pada orang lain atau bahkan dirinya sendiri, hingga dia selalu berpikir negatif saat memikirkan tentang keluarganya di rumah.

Meski Alin yang skeptis ini kadang nyebelin, tapi aku juga salut sih dengan kegigihannya. Dia bener-bener orang yang gak mudah mundur gitu aja dan gak larut dalam kesengsaraan yang menimpa dirinya.

Novel ini ngasih pengetahuan baru tentang layanan rumah kedukaan yang belum banyak aku ketahui. Pekerjaan Alin sebagai perias jenazah selain menarik juga menghadirkan perasaan hangat dan sesekali bikin merenung tentang hidup. Selalu ada pelajaran tentang kehidupan yang lahir dari sebuah kematian.

Secara keseluruhan aku suka sekali dengan jalan cerita di novel ini. Meski aku sendiri masih bingung dengan hubungan Yudis-Alin yang entah kapan bermula, tapi cara dua manusia ini care of each other bikin aku melting. Somehow sosok Yudis nih kebalikannya dari Alin yg manusiawi banget, dia tuh kek ah fiksi banget ini mah 🙃 karena banyak tiba-tibanya nih anak. Tiba-tiba membuka diri, tiba-tiba naksir, tiba-tiba ilang, dan tiba-tiba lainnya.

recommended!
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.