Menurut gue segala jenis buku motivasi atau self help apapun jenisnya ga pernah ada yang salah. Kegunaan buku-buku seperti itu sebenarnya cuma untuk memberikan motivasi agar bisa merasa hidup jadi lebih baik dengan cara pengembangan diri. Dari dulu sampai sekarang ga pernah ada 1 rumus yang sempurna. Satu-satunya rumus hidup sempurna cuma ada di kitab suci masing-masing agama.
Ga ada yang salah apabila menjadi pengikut salah satu teori self help, tapi yang perlu diperhatikan, jangan sampai terlalu bergantung pada teori tersebut sampai kehilangan kecerdasan berpikir untuk menentukan rumus apa yang terbaik untuk diri sendiri. Bisa saja, yang terbaik untuk seseorang adalah kombinasi dari beberapa teori dari bermacam-macam buku.
Awalnya karena gue dipaksa training Quantum Ikhlas sama kantor, akhirnya gue diperkenalkan sama buku ini dan teori 'The Secret'. Setelah ikut training dan baca bukunya, munurut gue penulis buku ini 'jenius'. Teorinya dibuat sedemikian rupa sehingga ga mungkin pernah salah, walau apapun yang akhirnya terjadi. Kalau berhasil itu berkat teorinya, tapi kalau ga berhasil, itu berarti hatinya belum ikhlas, harus banyak-banyak taubat dan dengerin kaset yang membangkitkan otak Alpha yang katanya bisa bikin kita makin ikhlas. TOP banget deh.
Kalau ga salah teori ini bilang orang yang positif feeling akan menarik orang lain yang mempunyai positif feeling juga, sehingga pada akhirnya Allah akan memenuhi apapun permintaan dari hati seseorang. Ikhlas itu menggantungkan keinginan seseorang ke Allah dan terus menerus membayangkannya sampai akhirnya keinginannya terkabul. Dan semua keinginan sudah pasti akan dikabulkan.
Konsep ikhlas di sini berlawanan dengan buku tentang ajaran agama Islam yang pernah gue baca. Di buku "Anda bertanya, Islam menjawab" karangan Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya'rawi, di situ dinyatakan manusia tidak tahu apa yang manusia inginkan, jadi Allah yang lebih tahu apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan manusia. Walaupun manusia pengen kayak apapun tapi kalau Allah ga berkehendak, manusia ga bisa apa-apa. Makanya manusia harus ikhlas. Contohnya: seseorang dikasih Allah rejeki yang berbeda-beda. Katanya kalau ada yang dikasih rejeki banyak itu karena Allah tau kalau dia dikasih rejeki yang kecil, maka mungkin dia bisa merugikan banyak orang (misalnya jadi perampok), atau jika ada orang yang dikasih rejeki pas-pas an, itu karena Allah tahu kalau orang itu dikasih rejeki yang banyak mungkin orang tersebut akan menggunakan rejeki yang berlebihan itu untuk berbuat kejahatan. makanya harus ikhlas atas rejeki yang diterima masing-masing.
Jadi mana yang benar? standarnya orang pasti akan minta rejeki yang berlimpah, dan berdasarkan teori kuantum ikhlas, semua permintaan pasti akan dipenuhi, termasuk jadi kaya raya.
Selain itu, menurut teori di buku ini, ikhlas juga perlu usaha tapi pada akhirnya pemenuhan keinginan akan mengikuti keinginan dari hati yang sinkron dengan otak. Menurut buku ini, usaha ga perlu terlalu ngoyo, jadi maksud usaha ngoyo itu seperti apa?
Misalnya: ada 2 orang menginginkan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan sekarang. Semaksimal apa usaha yang harus dilakukan dan seberapa efektif positif feeling itu akan mempengaruhi nasib?
Orang 1, ga belajar Kuantum Ikhlas, tapi berusaha dengan melamar pekerjaan lain, belajar untuk memperdalam ilmu di bidang pekerjaan yang diminati, memperbaiki penampilan, menambah network dengan masuk ke klub-klub professional.
Orang 2, belajar Kuantum Ikhlas dan mengamalkan ajaran itu. Kemudian juga berusaha dengan melamar berbagai macam pekerjaan.
Bila 2-2nya bersaing melamar pekerjaan yang sama, siapa yang pantas mendapatkan pekerjaan tersebut? Cuma modal ikhlas aja, orang ke 2 dengan kemampuan yang dibawah orang 1 bisa dapat pekerjaan itu?
Pertanyaan lain, jika ada orang ikhlas yang meminta sesuatu yang baik untuk diri dia tapi tanpa disadari permintaan tersebut berakibat tidak baik untuk orang lain, apakah akan dipenuhi?
Anyway, pada dasarnya, gue ga 100% setuju dengan teori Erbe Sentanu tapi gue mengerti tujuan dari buku ini. Ga ada salahnya positif feeling. Ga ada ruginya mempunyai pengharapan setinggi langit.
Penjelasan di buku ini sedikit campur aduk, ada penjelasa spiritual, ada penjelasan dengan pendekatan psikologis, ada juga penjelasan dengan menggunakan analogi komputer dan logika. Sedikit diulang-ulang.
Tapi setelah ikut trainingnya, gue antipati dengan pengarang (Erbe Sentanu). Menurut gue die tipe orang yang seperti pepatah: "Those who cannot do, Teach!" Bener-bener opportunistic sejati, nyari duit banget. Seminar yang biayanya 1.4jt per orang, penjualan cd/dvd(80-120rb), t-shirt ikhlas inside (logonya niru pentium inside). Yang bikin gue tambah ga suka, orangnya sok sibuk banget. Maksud gue, kita kan udah bayar 1.4jt per orang, masa pas coffee break atau lunch, ga nyampur sama peserta seminar, tiba-tiba ilang. Mau minta tandatangan aja susah banget. Sesibuk atau sepenting itukah? Kalau memang ada niat membantu, seorang guru besar akan membuka diri untuk dimintai nasihat oleh pengikutnya.
Estimasi gue, sekali seminar 100 orang dengan biaya 1.4jt. Total income = 140jt. Sewa tempat selama 10jam di hotel grand flora termasuk makan = 40jt, biaya material seminar 5jt. Keuntungan bersih 90jt. Slurrppp... gimana ga makin ikhlas?
=======================================================================
Setelah gue baca buku "The Secret", gue jadi illfeel, kok teorinya sama persis? Bedanya cuma ada cd gelombang alpha segala. Kapan sih Indonesia bisa merumuskan sendiri teori bukan cuma bisa ngebajak Intellectual Property negara lain?