Jump to ratings and reviews
Rate this book

Re-Make : Saatnya Menata Ulang Diri

Rate this book
Hidup kita selalu saja dipenuhi tentang orang lain. Dari bangun tidur, kemudian tangan menggapai ponsel. Tanpa terasa jari mulai scrolling beranda media sosial dan melihat kehidupan orang lain. Dari membuka status WhatsApp, beranda Facebook atau Instagram, dan video YouTube Short. Padahal, hari baru saja dimulai, tapi kita sudah mempersilahkan kecemasan dan rasa minder memenuhi pikiran sepanjang hari. Lalu, timbul perasaan tidak berguna, merasa diri belum punya pencapaian yang dapat membanggakan, dan semakin merasa diri paling sengsara.

Nyatanya, kita melihat kehidupan mereka hanya dari layar ponsel. Betapa pekerjaan mereka yang terlihat menyenangkan dan menjanjikan membuat kita membayangkan dapat berada di posisi yang sama. Mereka bekerja dan kapan saja pergi berekreasi, mereka bisa berfoto di restoran estetis dengan latar belakang laut yang indah, mereview kamar hotel yang instagramable, dan sebagainya. Alih-alih ingin mengumpulkan nyawa setelah bangun tidur, tanpa terasa kita sudah menghabiskan waktu pagi yang begitu berharga untuk orang lain. Untuk orang yang bahkan tidak mengenal kita dan-sebenarnya-hanya kita yang semakin mengenalnya. Sayangnya, hal tersebut membuat kita justru tidak mengenal diri sendiri.

Perasaan sakit hati yang kita rasakan seolah-olah semua datang dari orang lain. Mereka mungkin hanya menyayat satu kali namun kita yang membuatnya terasa lebih sakit seperti seratus kali sayatan. begitulah kehidupan kita, selalu dihabiskan untuk memperhatikan, menyalahkan, dan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Kita terjerumus dalam sikap tidak bersyukur yang menyebabkan kecewa dan sakit hati.

Namun, itu semua bisa diubah. Dimulai dengan melakukan perjalanan untuk mencapai tujuan. Aku menyebutnya sebagai Peta Perjalanan Menata Ulang Diri. Empat langkah penting yang membawa kita pada tujuan baik itu. Empat langkah yang sederhana namun belum tentu kita bisa melewatinya dengan mudah. Empat langkah yang membawa pada makna berarti di balik susah dan senangnya kehidupan.

199 pages, Paperback

Published July 13, 2023

3 people are currently reading
5 people want to read

About the author

Bagas Rais

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (50%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
1 (25%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Desti Astiani.
123 reviews13 followers
February 20, 2024
Buku ini setebal 200 hlm & terdiri dari 4 bab yang isinya menuntun kita & mengingatkan kita inilah saatnya menata ulang diri!

Tiap bagian bab ada 3-5 sub bab yang rasanya ada aja judul yang paling jleb ngena banget pembahasannya, seperti tentang; Sadari Waktu Kita dan Hati Adalah Porosnya. Menjadi awal bab kesadaran & langkah perubahan yang bikin aku pengen terus lanjutin baca buku ini.

Kemana alokasi waktu kita selama ini? "Menjadi tidak masuk akal ketika kita ingin memperbaiki waktu yang dimiliki, tapi selama ini belum menyadari bagaimana penggunaan waktu yang sebenarnya." P. 49

Hati adalah porosnya. Semakin bersih & sehat hati seseorang, semakin baik keseluruhan hidupnya. "Memiliki hati yang baik, yang bersih, dan sehat merupakan cara terbaik untuk menata ulang diri. Hati yang bersih & sehat adalah dasar kebahagiaan kita di dunia & akhirat." P. 73

Dalam buku ini juga Mas Bagas Rais menuliskan tanda-tanda sehatnya sebuah hati. Lalu ada cara menangkal kotoran masuk ke hati, seperti belajar mengatakan tidak & berperasangka baik.

Yang bikin aku kagum Mas Bagas Rais menulis buku ini pun ternyata dapat referensi mengambil dari banyak buku-buku kece, diantaranya yang pernah aku baca ada dari buku Atomic Habit, How to Respect Myself & Goodbye Things.

Aku SUKA BANGET buku ini karena buku ini gak cuma kasih kita pemahaman "suatu cara" tapi juga kasih kita "pengingat" yang berarti banget dalam proses menata ulang diri, seperti: Mendahulukan yang Wajib & Sabar Tidak Ada Batasnya.

Aku rekomendasikan buku ini untuk kamu yang sedang butuh buku self improvement bernuansa islami untuk mulai menata ulang diri.
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.